Bab 17

Setelah itu Kurnia bersiap siap untuk menyerang Ular red long itu, mumpung ular itu masih tidur.

Kurnia pun berjalan mendekati ular red long itu dengan hati hati agar ular tersebut tidak terbangun dari tidurnya.

Setelah berhasil mendekati ular red long Kurnia meluncurkan serangannya.

" tinju iblis penghancur " (kata Kurnia)

" duarr..." (suara serangan dari Kurnia)

tapi serang Kurnia tidak berhasil langsung membunuh ular red long itu. Ular itu hanya terluka.

" Apa? Serang penuhku belum bisa membuatnya mati?" (kata Kurnia)

" itu hal yang biasa terjadi tuan. dan itu sudah bagus tuan dapat melukai ular red long dengan cukup parah. Karena ular red long itu tingkatannya setara dengan seorang ahli bela diri ditingkat mendingkers tingkat menengah dan pertahanan ular red long sangat kuat karena ular tersebut memiliki sisik yang sangat tebal." (kata Kurnia)

" Yaa itu akan sangat merepotkan. Zaza apakah kamu tau di mana letak kelemahan ular red long itu?" (kata Kurnia)

" Kelemahan binatang buas ular red long biasanya terletak di bawah lehernya tuan. Tapi tuan harus menyerangnya dengan tepat." (kata Kurnia)

" Baiklah, aku akan menyerangnya lagi." (kata Kurnia)

Kurnia yang sudah di beritahu oleh Zaza di mana titik kelemahan dari ular red long tersebut, akhirnya Kurnia bersiap untuk menyerang ular itu lagi.

Kurnia pun berlari ke arah ular tersebut untuk menyerang, tapi Kurnia terlalu meremehkan ular red long itu. Kurnia hanya tau bahwa ular red long itu sudah terluka cukup parah karena serangannya tadi.

Dan saat Kurnia berlari untuk menyerang, ular red long tersebut menyerang Kurnia dengan menggerakkan ekornya. Gerakan ular red long itu cukup cepat dan serangannya tepat mengenai tubuh Kurnia.

Kurnia pun terpental cukup jauh karena terkena serangan dari ular red long tersebut dan Kurnia menabrak dinding tembok gua saat terpental.

" bruakk... " (suara Kurnia saat terpental dan mengenai dinding gua)

" uhukk.. " (suara Kurnia saat mulutnya mengelurkan darah)

Kurnia pun terluka dan memutahkan cukup banyak darah dari mulutnya.

" Tuan jangan meremehkan ular red long ini. walaupun dia sedang terluka saat tuan menyerangnya tadi, tapi dia masih cukup kuat." (kata Zaza)

" Aku sangat bodoh sampai sampai meremehkan ular red long itu. Padahal itu adalah hal paling penting untuk seorang ahli bela diri saat bertarung. jangan pernah meremehkan kekuatan musuh walaupun disaat dia sedang terluka parah" (kata Kurnia)

" Bagus kalau tuan menyadarinya, mungkin kejadian ini bisa membuat pengetahuan tuan lebih banya. Dan sekarang lebih baik tuan menyerangnya lagi dan tuan gunakanlah langkah shadow." (kata Zaza)

" Kali ini aku akan menyerangnya dengan serius dan tidak akan berbuat bodoh lagi, untuk tidak meremehkan ular red long itu." (kata Kurnia)

Setelah itu Kurnia berdiri lalu menghela nafasnya. Setelah selesai menenangkan pikirannya, Kurnia langsung berlari maju ke arah ular red long untuk menyerangnya lagi.

Kurnia sengaja berlari maju ke arah ular red long itu dengan terang terangan agar ular itu tidak merasakan ancaman dari Kurnia.

Tinggal beberapa langkah lagi Kurnia berhasil mendekati ular itu, Dan ular red long itu menyerang Kurnia seperti saat yang lalu.

Karena Kurnia bisa menebak ular red long itu akan menyerangnya seperti tadi, Kurnia pun dengan santai menunggu ekor ular itu lebih dekat lagi ke arahnya. Ketika Kurnia merasa serangan ekor ular itu sudah cukup dekat dengan tubuhnya. Akhirnya Kurnia langsung menggunakan jurus langkah shadownya.

" langkah shadow." (kata Kurnia)

Dengan jurus langkah shadownya Kurnia langsung melesat ke titik lemah ular red long itu. Dan menyerang titik lemah ular itu dengan kekuatan penuhnya dan memaksakan kekuatan penuhnya, agar kekuatannya melebihi seperti biasanya.

" tinju iblis penghancur " (kata Kurnia)

Benar saja kekuatan pukulan Kurnia kali ini lebih kuat dari pada pukulan yang biasanya dia luncurkan. Karena terkena pukul dari Kurnia, ular red long itu seketika tergeletak di tanah tapi karena ular itu memiliki pertahanan yang hebat, dia tidak langsung mati saat terkena serangan dari Kurnia.

Ular red long hanya tergeletak saja dan tidak mati. Walaupun tidak mati tapi ular itu tidak bisa bergerak sama sekali dan ular itu sedang berada di ambang kematiannya hanya tinggal menunggu waktu saja.

Kurnia yang sudah kehabisan tenaganya karena serang yang dia luncurkan tadi akhirnya Kurnia berbaring di tanah.

" huff... Akhirnya aku bisa mengalahkan ular red long ini. sungguh ular ini sangat hebat dalam bertahan dan tubuhnya pun sangat keras. Entah kalau aku tidak tau titik lemah dari ular ini mungkin aku yang akan mati." (kata Kurnia)

15 (lima belas) menit kemudian Kurnia bangkit dari tanah.

" Zaza apakah kamu merasakan di mana harta karun itu berada?" (kata Kurnia)

" Tuan jangan terburu buru. Seperti biasa, tuan lebih baik mengambil pil yang ada di tubuh ular red long itu terlebih dahulu, lalu juga potong dagingnya." (kata Zaza)

" Oh yaa... aku hampir melupakan itu. mungkin karena aku terlalu bersemangat untuk cepat cepat mendapatkan harta karun itu. hehehe" (kata Kurnia)

Sekitar 13 (tiga belas) menit Kurnia sibuk mengambil pil dan daging ular red long dan akhirnya dia menyelesaikan itu semua.

" Aku sudah selesai dengan ular ini Zaza. Ayo sekarang saatnya kita mencari harta karun itu, lebih cepat lebih baik. Karena aku juga harus berlatih untuk meningkatkan kekuatanku dan menyembuhkan luka ku saat ini." (kata Kurnia)

" Baik tuan. Ayo masuk ke sebelah sini tuan." (kata Zaza)

Zaza berkata sambil menunjuk ke arah sebuah lubang gua, dan lubang gua itu seperti pintu masuk.

Ternyata ular red long itu adalah binatang buas yang menjaga pintu masuk itu. Kurnia pun berjalan masuk.

Ketika berjalan masuk Kurnia pun di buat tercengang saat di melihat apa yang ada di depannya saat masuk ke dalam.

Kurnia tercengang karena di sana ada sebuah singgasana dan di samping kanan dan kiri singgasana itu terdapat sebuah peti harta karun.

Ada 2 (dua) peti harta karun di setiap samping singgasana itu. Setiap peti harta karun itu sangat mengkilap dan bercahaya, itu terlihat sangat indah.

Kurnia pun sangat senang dan segera berjalan ke arah peti harta karun itu dan ingin cepat cepat membukanya.

" Akhirnya tidak sia sia aku berjalan jauh dan bertarung dengan ular red long itu, sampai sampai mempertaruhkan nyawa ku ini." (kata Kurnia)

Kurnia pun membuka 1 (satu) peti harta karun yang berada di sebelah kiri singgasana tersebut. Saat hendak membuka peti itu Kurnia sangat bersemangat, dia pun menutup matanya karena takut barang yang ada di dalam peti itu sangat berkilau dan cahaya yang berkilau itu akan membuat matanya sakit.

Peti itu pun terbuka, setelah tau bahwa peti harta karun itu sudah terbuka, Kurnia pun membuka matanya dan di dalam peti itu terdapat...

" Apa apaan ini..!!! kenapa peti harta karun ini kosong? apakah sudah ada seseorang yang mengambilnya?" (kata Kurnia)

Kurnia pun sangat terkejut dan tidak sesuai yang dia pikirkan saat setelah membuka peti itu.

" Menurut hamba seharusnya tuan adalah orang yang pertama kali masuk kesini. Kalau sudah ada seseorang yang pernah kemari seharusnya ular red long itu sudah mati dan tidak mungkin ular itu masih menjaga pintu masuk saat tuan tiba." (kata Zaza)

" Seharusnya yang kamu katakan benar Zaza dan itu seperti yang aku pikirkan saat ini. Tapi mengapa peti ini kosong? Apa yang meninggalkan harta karun di sini adalah orang miskin? tapi bagaimana mungkin orang miskin bisa sampai sejauh ini menyimpan hartanya." (kata Kurnia)

Kurnia berfikir demikian mungkin karena dia kesal tidak ada apa apa di dalam peti harta karun yang pertama dia buka.

" Tuan tidak perlu khawatir, bukannya masih ada 3 (tiga) kotak peti harta karun yang belum anda buka?" (kata Zaza)

" Kamu benar Zaza, masih ada 3 (tiga) kotak peti lagi yang belum aku buka. Mungkin ketiga kotak peti ini di dalamnya terdapat harta karun yang sangat berharga dan aku bisa menjadi kaya. Hahaha." (kata Kurnia)

Kurnia hanya berfikir positif saat ini.

" Mungkin kotak peti harta karun yang kosong itu di letak kan disini hanya untuk sebuah pajangan agar singgasana ini terlihat lebih mewah. hihihi." (pikir Kurnia)

Dan sekarang Kurnia akan membuka kotak harta karun yang lainnya.

Terpopuler

Comments

Putra_Andalas

Putra_Andalas

baik MC ,Roh Zirah atau Author... pada BODOH semua keg nya...

2024-12-18

0

Ibrahim Haryono

Ibrahim Haryono

trus apa gunanya roh pusaka cmn bisa teman ngobrol doank hahaha

2023-08-09

1

Iing Nasikhin

Iing Nasikhin

mc ya bodoh kebayakan bacot

2023-02-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!