Saat Kurnia sudah keluar. Seusai dengan yang direncanakan tadi, Kurnia berpura pura lemah. Dan benar saja mereka tidak menganggap Kurnia sebagai ancaman.
" Woii sampah apakah benar kamu yang telah membunuh ayahku Rhon Chen.?" (kata Sugi Chen)
" Apakah kamu kemari hanya untuk menanyakan itu? Dan apakah kamu kira aku bisa membunuh ayahmu yang tidak berguna itu, kalau ayahmu benar benar mati. Aku juga sangat senang." (kata Kurnia)
Kurnia berkata seperti itu karena Kurnia yakin. saat dia membunuh Rhon Chen tidak ada orang disana. Jadi tidak mungkin ada yang mengetahui kalau Kurnia lah yang telah membunuh Rhon Chen.
Dan dari gerakan mereka. benar saja mereka tidak benar benar mengetahui kalau Kurnia yang membunuh Rhon Chen.
" Yaa kamu memang benar. Tidak mungkin sampah sepertimu bisa membunuh ayahku. pasti tidak mungkin. Tapi kami tidak menemukan siapa yang telah melakukannya. Dan kami tidak punya seseorang yang bisa kami jadikan kambing hitam. agar orang orang diluar sana tidak menganggap redah kami, karena tidak bisa menemukan seseorang yang telah membunuh keluarga kami apalagi itu terjadi di kediaman kami sendiri. Oleh karena itu aku dan kepala keluarga Shon Chen telah memutuskan kalau kamu lah yang telah membunuh ayahku dan menjadikanmu sebagai kambing hitam. seperti ayahmu waktu dulu." (kata Sugi Chen)
" Apa maksud kalian, jelas jelas kalian tidak mengetahui siapa yang membunuh Rhon Chen, tapi kalian langsung menuduhku begitu saja tanpa adanya memiliki bukti.?" (kata Kurnia)
" Hahaha.... memangnya kenapa kalau tidak ada bukti.? Kami hanya ingin membunuhmu untuk melampiaskan kemarahan kami saat ini." (kata Sugi Chen)
Setelah itu Sugi menyuruh orang yang dia bawa untuk menangkap Kurnia.
" Cepat tangkap sampah ini dan bawa ke aula besar. karena kepala keluarga Shon Chen telah menunggu di sana." (kata Sugi Chen)
Setelah mendengar apa yang dikatakan Sugi, ada 1 (satu) orang yang maju untuk menangkap Kurnia, tapi orang itu tidak tau kalau Kurnia sekarang berbeda dari Kurnia yang dulu. Kurnia yang sekarang telah memiliki meridian dan menjadi kuat.
Saat orang itu kendak menangkap Kurnia, tapi tanpa dia ketahui, Kurnia telah menyerangnya dengan cepat dan mengeluarkan kekuatan penuh.
" tinju iblis penghancur." (kata Kurnia)
Kurnia menyerang tepat di jantung orang itu dan seketika tubuh orang tersebut langsung hancur. serangan Kurnia tadi menembus tubuh orang itu dari depan sampai menembus kebelakang.
Seketika Sugi Chen dan yang lainnya terkejut melihat kejadian itu. dan mereka berkata dalam hati.
" hanya... hanya 1 (satu) serangan langsung mati dan menembus tubuh dari depan sampai belakang." (batin mereka)
mereka pun sedikit takut kepada Kurnia.
" Siapa lagi yang mau maju?? aku tidak akan segan segan membunuhnya." (kata Kurnia)
Kurnia berkata sambil mengancam mereka agar tidak berani melawannya.
Sugi Chen yang tidak puas dengan apa yang terjadi saat ini. lalu Sugi Chen pun memberanikan diri dan berkata kepada Kurnia.
" Beraninya kamu membunuh saudara sesama keluarga sendiri.!!! Dasar sampah tidak berguna. Kita harus membunuhnya sekarang juga untuk membalaskan dendam saudara kita. Dia bisa membunuh saudara kita, karena saudara kita tidak siap dan dia hanya bisa mengandalkan serangan diam diam saja. (kata Sugi Chen)
Sugi Chen berkata seperti itu untuk memanasmanasi keadaan agar mereka mau menyerang dan membunuh Kurnia.
" Yaa.. kita harus membalaskan dendam saudara kita." (kata salah satu dari mereka)
" Yaa.. bunuh dia sekarang." (kata mereka secara kompak)
Mereka tidak tau kalau mereka hanya dimanfaatkan oleh Sugi Chen.
Dan saat situasi menjadi panas akhirnya Kurnia berfikir akan pergi dari sana.
" Tuan lebih baik sekarang tuan cepat pergi dari sini sebelum mereka menyerang dan juga sebelum ada yang datang kesini." (kata Zaza)
" Baiklah aku akan pergi dari sini sekarang" (kata Kurnia)
Sebelum Kurnia pergi dari tempat itu, dia malah menyerang Sugi Chen. Tapi tidak sesuai apa yang diperkirakan Kurnia.
Ketika akan meluncurkan serangan kearah Sugi Chen, Kurnia tidak menyangka dia di serang oleh tetua di tingkat mendingkers tingkat tinggi terlebih dahulu dan tetua itu menggunakan kekuatan penuhnya untuk menyerang Kurnia. Lalu Kurnia pun terpental kebelakang oleh serangan tetua tersebut.
Dan Kurnia memuntahkan darah dari mulutnya pertanda kalau Kurnia terluka cukup serius. lalu Kurnia berdiri dan menggunakan jurusnya dengan cepat untuk melarikan diri dari sana.
" langkah shadow." (kata Kurnia)
Saat melihat Kurnia melarikan diri Sugi Chen tidak terima dan menyuruh kedua tetua itu untuk mengajar Kurnia.
" Tetua cepat kejar Kurnia kalau tidak dia akan menjadi duri bagi kita semua." (kata Sugi Chen)
" Yaa aku akan mengejarnya." (kata Tetua itu)
Setelah itu kedua tetua dengan cepat mengejar Kurnia.
" Tuan ada 2 orang yang mengejar kita. mereka menyusul kita dengan cepat." (kata Zaza)
" itu pasti 2 (dua) tetua tadi." (kata Kurnia)
" Tuan gunakanlah langkah shadow lagi, agar mereka tidak bisa mengejar kita." (kata Zaza)
" Yaa aku akan menggunakannya lagi. walau kakiku sudah terasa seperti hancur dan tulang kakiku terasa segara akan patah. aku harus bisa melarikan diri, dari pada harus ditangkap oleh mereka." (kata Kurnia)
Kurnia merasa sakit di kakinya karena dari awal saat Kurnia melarikan diri tadi dia sudah menggunakan langkah shadiwnya lebih dari 7 kali dan batas Kurnia biasanya hanya bisa menggunakannya 6 kali saja.
Setelah menggunakan beberapa kali langkah shadow dan bimbangan arah yang diberikan oleh Zaza. Akhirnya Kurnia berhasil melarikan diri dari kecaran 2 (dua) tetua yang berada ditingkat mendingkers tingkat tinggi itu.
Dan bersembunyi di sebuah gua di dekat hutan. setelah sampai digua Kurnia langsung bermeditasi untuk menyembuhkan luka yang dia terima tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Dhewa Samadhi
goblok,,,,Dan Goblok MCnya anjing,,Autornya babi,,buat apa baju prisai dewa,,,Otaknya di mana Thor buat cerita ngawur begini dasar novel buangan
2024-11-15
0
Arjuna Singit
🤔🤔🤔😔😔😔
2024-12-05
0
sulistyowati Cantik
next
2023-01-19
1