Sekarang Kurnia akan membuka peti harta karun yang ada di samping peti harta karun yang sudah di buka oleh Kurnia tadi.
Saat hendak membuka peti harta karun itu, seperti tadi, Kurnia menutup matanya lagi agar saat membuka peti harta karun itu matanya tidak silau, karena Kurnia yakin di dalam peti harta karun kali ini akan ada barang berharga dan mungkin itu akan menyilaukan matanya.
Dan terbukalah peti harta karun itu, setelah merasa peti harta karun itu terbuka, Kurnia pun menunggu sesaat setelah terbuka baru dia ikut membuka matanya juga.
Kurnia pun terkejut karena di dalam peti harta karun itu juga tidak ada apa apa.
" Argh.... kenapa tidak ada harta karun juga di dalam peti ini..!!! (kata Kurnia)
Karena Kurnia sangat marah dia memutuskan segera menutup kembali peti harta karun itu lagi.
Kurnia menutup peti itu dengan pelan pelan, tapi saat akan peti harta karun itu sedikit lagi akan tertutup, Kurnia langsung mendorong keras peti harta karun itu agar suara keras itu bisa melampiaskan kemarahannya karena di dalam peti itu tidak ada barang apa pun.
" Brakk... " (suara keras saat Kurnia menutup peti harta karun)
Tertutuplah peti itu dengan rapat, setelah itu Kurnia merasa sedikit lega dan dia menghela napasnya.
" huff..." (suara helaan napas Kurnia)
Setelah itu Kurnia tersenyum dan tertawa sendiri lagi, sambil melirik ke arah kedua peti mati yang tersisa di samping singgasana yang belum dia buka.
" Hahaha... Sekarang aku tau, mungkin kedua peti harta karun ini yang sudah aku buka, sebagai jebakan karena aku yakin seseorang yang meninggalkan ini semua sangat usil dan dia pasti sedikit gila. Hahaha...." (kata Kurnia)
Perkataan Kurnia itu di tunjuk untuk dirinya sendiri agar dirinya terhibur, karena dia belum menemukan barang berharga saat ini.
Dan Kurnia sekarang lebih semangat lagi dari pada saat dia membuka peti harta karun yang telah dia buka. Sebelum membuka kedua peti harta karun yang tersisa, Kurnia berdoa agar di dalam kedua peti itu ada barang berharga dan dia akan menjadi kaya.
Seperti biasa sebelum membukanya Kurnia menutup matanya.
" Aku akan kaya...." (kata Kurnia) Saat bersamaan membuka peti harta Karun itu.
Sekitar 3 (tiga) menit pun sudah berlalu dan Kurnia sudah membuka kedua peti harta karun itu semua.
" Hahaha " (suara tawa Kurnia)
Setelah membuka semua peti harta karun, Kurnia tertawa sangat keras di sana.
" Memang... memang nasibku yang sangat buruk di sini." (kata Kurnia) sambil sedikit meratapi nasibnya.
Ternyata setelah membuka semua peti itu Kurnia tidak mendapatkan barang berharga yang seperti dia bayangkan, malahan Kurnia tidak mendapatkan apa pun, semua peti harta karun di sana kosong melompong tidak ada 1 (satu) barang pun di dalam semua peti itu.
" Yang benar saja, kenapa di dalam semua peti harta karun ini tidak ada apa pun. atau mungkin benar seseorang yang meninggalkan ini semua adalah seseorang yang miskin. Tapi kalau dia benar benar miskin setidaknya tinggalkanlah beberapa keping koin emas di sini agar aku tidak sia sia datang kemari..!!" (kata Kurnia)
Kurnia yang marah pun memutuskan melangkah kakinya untuk keluar dari sana.
" Lebih baik aku keluar dari sini dan melanjutkan meditasiku, walaupun mungkin aku tidak akan bisa mengikuti pertandingan Asakanda karena luka ku masih belum sembuh total. Kalau pun aku mengikuti pertandingan itu dengan keadaan yang sekarang ini, aku belum tentu bisa menang dan masuk ke sekte Langit Merah. Tapi aku juga tidak terlalu sia sia datang kemarin karena aku mendapatkan pil ular red long dan juga dagingnya." (kata Kurnia) sambil melangkah kakinya menuju jalan keluar.
Tapi baru beberapa langkah, Kurnia di hadang oleh perkataan Zaza.
" Tuan sebelum anda pergi lebih baik anda cek lah di belakang singgasana itu. Hamba merasakan ada energi yang lumayan kuat di belakang singgasana. (kata Kurnia)
Kurnia lupa kalau dia kemari bersama Zaza dan Zaza bisa merasakan benda berharga yang ada sekitarnya.
" Oh iya. betapa bodohnya aku, aku hampir melupakan keberadaanmu di sisi ku Zaza." (kata Kurnia)
" Tidak apa apa tuan, itu maklum kalau tuan melupakan keberadaanku. Mungkin karena tuan belum terbiasa dengan keberadaan hamba di kehidupan tuan. (kata Zaza)
" Yaa mungkin karena itu. Dan biasanya aku juga hanya hidup sendirian saja, tidak ada yang pernah aku ajak bicara. (kata Kurnia)
Kurnia merasa seperti itu juga karena benar apa adanya, dari dulu setelah kedua orang tua Kurnia menghilang dari kehidupannya, Kurnia hanya menyendiri dan hanya fokus berlatihan dengan keras.
Langkah kaki Kurnia pun berubah berjalan ke arah belakang singgasana, setelah Kurnia tadi memutuskan untuk keluar. Setelah sampai di belakang singgasana, Kurnia melihat lihat di sana tapi dia tidak menemukan apa apa juga.
" Zaza bagaimana mungkin di sini tidak ada apa apa, bukannya kamu merasakan ada benda berharga di belakang singgasana ini?" (kata Kurnia)
" Yaa tuan hamba merasakan ada benda berharga di sini. Tuan lihatlah yang hamba maksud adalah di sini." (kata Zaza)
Zaza berkata sambil menunjuk ke arah benda yang ada di belakang singgasana itu.
" Di mana? " (kata Kurnia)
" Tuan lihatlah hamba, dan lihatlah hamba menunjuk kemana." (kata Zaza)
Kurnia pun akhirnya melihat arah mana yang di tunjukkan oleh Zaza.
" Yah... ternyata di sini." (kata Kurnia)
Dengan petunjuk yang di berikan oleh Zaza akhirnya Kurnia melihat ada sebuah kotak kecil di sana.
" Pantas saja aku tidak melihatnya, ternyata benda ini tertempel tepat di belakang singgasana ini. Hahaha." (kata Kurnia)
Kali ini Kurnia sangat senang sekali karena dia menemukan harta karun yang sesungguhnya, Dia yakin di dalam kotak itu ada benda berharga dan sangat yakin sekali karena Zaza sendirilah yang berkata bawah ada benda berharga di kotak ini.
Kotak yang tertempel di belakang singgasana itu pun di ambil oleh Kurnia.
" Tuan bukalah kotak itu dan lihatlah ada benda apa di dalamnya." (kata Zaza)
" Baiklah aku akan segera membukanya sekarang." (kata Kurnia)
Sekarang kotak itu sudah ada di tangan Kurnia, tapi sebelum kurnia membuka kotak itu, Kurnia berjalan ke arah depan singgasana dan dengan santainya Kurnia duduk di singgasana itu dengan bangga.
Setelah duduk di singgasana, Kurnia kembali berdiri lagi dengan cepat, Kurnia merasa ada yang aneh dan dia berfikir sejenak. lalu dia berkata.
" oh iya aku hampir melupakannya. Tuan senior yang telah meningkatkan hadiah ini aku benar benar sedikit berterima kasih kepada anda. karena tuan senior telah menyembunyikan kotak ini di tempat yang sulit di temukan. tapi sayangnya saya tetap bisa menemukannya. Hahaha." (Kata Kurnia)
Dan Kurnia melanjutkan duduknya di singgasana itu lagi.
" Tapi saya hanya bercanda tuan senior. junior ini sungguh berterimakasih dan junior ini akan mengambil kotak dan isinya yang ada di dalam. sekali lagi terima kasih senior." (kata Kurnia)
Kurnia pun kembali berdiri lalu dia melakukan penghormatan yang biasa di lakukan oleh seseorang ahli bela diri seperti perkenalan antara senior dan junior. penghormatan itu di berikan kepada seseorang yang meninggalkan harta karun itu.
Dan akhirnya Kurnia membuka kotak itu sambil duduk di singgasana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Putra_Andalas
dari kemaren² emg pada BODOH,,,baik MC atau AUTHOR 😬
2024-12-18
0
sulistyowati Cantik
kurnia
2023-01-19
1
Mbah Wiro
kocak amat kamu Kurnia🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-21
1