bab 12

Saat ini di kediaman keluarga besar Chen.

Saat Kurnia hendak berjalan pulang ke arah kamarnya, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan kepala Keluarga Chen dan adik kandungnya.

Kepala keluarga Chen bernama "Shon Chen" sedangkan adik dari kepala keluarga Chen bernama " Rhon Chen."

Mereka ber dua sedang membicarakan tentang seseorang yang bernama " Landing Chen dan Mira Chen. mereka adalah nama orang tua dari Kurnia. Kurnia yang mendengar itu pun berniat untuk bersembunyi dan menguping pembicaraan tersebut.

Kepala keluarga Chen, Shon Chen adalah ayah dari Ye Chen sedangkan Rhon Chen adalah ayar dari Sugi Chen.

" Kenapa kamu ngajak bertemu denganku di sini dan kenapa wajahmu terlihat pucat." (kata Shon Chen)

" Aku baru saja bermimpi lagi tentang Kurnia. Aku khawatir Kurnia akan membunuhku setelah dia mengetahui alasannya mengapa ayah dan ibunya mati. kak lebih baik kita membunuhnya sekarang dari pada nanti menimbulkan masalah di masa depan." (kata Rhon Chen)

" Untuk apa kamu takut? kalaupun Kurnia mengetahui kenapa bisa ayah dan ibunya mati. Dia tidak mungkin bisa berbuat apa apa. Bukan kah dia sudah menjadi orang tidak berguna karena meridiannya telah di hancurkan oleh Ye Chen. ( kata Shon Chen)

" Yaa itu benar. Tapi aku masih tidak tenang karena aku sudah bermimpi kejadian itu beberapa kali. (katan Rhon Chen)

" Tenang saja itu hanya lah mimpi. Sudah kembalilah ke kamarmu dan tidur. jangan membahas masalah ini lagi. Kalau sampai masalah ini tersebar kebenarannya maka habis sudah harga diri kita. (kata Shon Chen)

Mereka mengakhiri pembicaraan tersebut dan mereka berpisah untuk saling pergi kekamar mereka masing masing.

Kurnia yang mendengar pembicaraan itu merasa ada yang salah dengan kematian kedua orang tuanya. Dan Kurnia memutuskan untuk mengikuti Rhon Chen dan akan bertanya dengan Rhon Chen. apa yang sebenarnya terjadi kepada kedua orang tuanya.

Saat Rhon Chen sudah ada di depan kamar hanya kurang beberapa langkah lagi, tiba tiba ada seseorang yang dengan cepat menghadang nya.

Rhon Chen yang takut dan terkejut pun melangkahkan kakinya mundur dengan cepat dan berkata.

" Siapa kamu? berani beraninya menghadangku." (kata Rhon Chen)

" Ohh.. apakah paman Rhon Chen sudah tidak mengenalku sekarang? padahal baru belum lama ini kita pernah bertemu. (kata seseorang itu)

Ketika Rhon Chen mendengar suara dan melihat wajah seseorang itu, dia pun terkejut.

" apakah itu kamu Kurnia?" (kata Rhon Chen)

Yhaa siapa lagi orang itu kalau bukan Kurnia yang telah lama mengikutinya dari tadi.

" Yaa.. ini aku paman Rhon Chen" (kata Kurnia)

Rhon Chen pun sedikit takut kepada Kurnia, kenapa tiba tiba Kurnia berada di depannya.

" apakah Kurnia sudah tau apa yang terjadi pada kedua orang tuanya dan kemari mencariku untuk balas dendam." (batin Rhon Chen)

Rhon Chen yang takut kalau apa yang pikirannya itu benar benar terjadi, dia pun sedikit melangkahkan kakinya untuk menjauh dari Kurnia lalu berkata.

" Tumben sekali kamu kesini menemuiku Kurnia? apakah ada sesuatu yang penting, sampai sampai kamu datang mencariku. kalau ada sesuatu yang penting bicaralah taoi kalau tidak ada yang oenting lebih baik kamu pergilah sekarng karena aku ingin tidur dan beristirahat." (kata Rhon Chen)

" Yaa... ada sesuatu yang sangat lah penting. jadi aku perlu kamu menjawabnya dengan jujur. (kata Kurnia)

" oh... baiklah. katakan lah apa sesuatu yang penting itu. (kata Rhon Chen)

Kurnia pun berjalan maju ke arah Rhon Chen dengan tatapan marah yang terlihat terpancar di kedua matanya, dan sambil bertanya kepada Rhon Chen.

" Apa hubunganmu dengan kematian kedua orang tua ku?? (kata Kurnia)

Rhon Chen pun sedikit gugup karena pertanyaan Kurnia itu.

" Ap.. apa yang.. yang sedang kamu bicarakan, aku... aku sama sekali tidak mengerti." (kata Rhon Chen)

" kalau kamu tidak menjawabnya jangan salah kan aku karena bertindak kejam." (kata Kurnia)

" Bertindak kejam? hahaha... apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak berguna sepertimu ini. kalau pun aku tidak menjawabnya, apakah menurutmu kamu bisa menghajarku? hahaha.. dasar orang tidak berguna yang meridiannya hancur. Cepat pergilah dari pada aku akan membunuhmu sekarang. ( kata Rhon Chen)

" Baiklah kamu yang memintanya." (kata Kurnia)

Setelah itu Kurnia menyerang Rhon Chen dengan kekuatan penuhnya.

" tinju iblis penghancur."

Dengan kecepatan Kurnia, Rhon Chen pun tidak bisa menghindari serangan dari Kurnia. Dan seketika meridian Rhon Chen pun hancur hanya dengan sekali serangan dari Kurnia.

Rhon Chen pun langsung terjatuh ketanah dan memuntahkan banyak darah.

" Apa.. apa yang telah kamu lakukan. meridianku... meridianku hancur." (kata Rhon Chen)

" jangan banyak bicara. Cepat katakan apa hubunganmu dengan kematian kedua orang tuaku. Kalau kamu tidak mau menjawabnya maka jangan salahkan aku bertindak lebih kejam lagi." (kata Kurnia) sambil menginjak kaki Rhon Chen dan akan mematahkannya.

" Baik.. baiklah aku akan mengatakannya tapi aku mohon jangan mematahkan kakiku." (kata Rhon Chen)

" Kamu tidak berhak untuk tawar menawar kepadaku." (kata Kurnia) sambil menekan injakanya terhadap kaki Rhon Chen.

Rhon Chen yang kesakitan dan takut pun akhirnya mau menjawab pertanyaan Kurnia.

" Baiklah... aku akan menjawabnya. Sebenarnya kematian ayahmu, Landing Chen disebabkan karena dia di jadikan sebagai kambing hitam oleh Kepala keluarga. Karena kepala keluarga, dia telah menyinggung Shuji Yun dari keluarga besar Yun. Karena kekuatan keluarga Yun yang sangat besar. Dan keluarga Chen kita tidak ada apa apanya bagi keluarga Yun. Kepala keluarga panik dan takut terhadap Shuji Yun dan keluarga Yun. Untuk menenangkan keluarga Yun. Kepala keluarga kita Shon Chen memutuskan untuk mengirimkan dan menyerahkan ayahmu ke keluarga Yun untuk di hukum di sana." (kata Rhon Chen)

" Mengapa ayahku yang dikirim ke keluarga Yun dan Bukankah Shon Chen yang telah menyinggungnya?" (kata Kurnia)

" itu karena keluarga Yun tidak tau kalau yang menyinggung keluarga mereka adalah Shon Chen. Karena waktu itu Shuji Yun sedang mabuk dan tidak tau jelas siapa yang telah memukulnya saat di rumah bordil (rumah bordil adalah tempat untuk seseorang pria memesan wanita dan melakukan aktivitas yang menyenangkan) Dan untuk itulah Shon Chen mengirimkan ayahmu sebagai gantinya." (kata Rhon Chen)

" Klau itu yang telah terjadi kepada ayahku. lalu apa yang sebenarnya terjadi kepada ibuku?" (kata Kurnia)

" Kalau soal ibumu aku... aku.. " (kata Rhon Chen) gugup karena takut.

Sebelum Rhon Chen menyelesaikan bicaranya, Tanpa ragu Kurnia langsung mematahkan kaki kanan Rhon Chen.

" krakk.... " (suara patahnya kaki Rhon Chen) dan di susul teriakan Rhon Chen yang kesakitan.

" arghh.... Kakiku..... " (teriakan Rhon Chen)

" Diam..... atau aku akan mematahkan kaki kirimu juga." (kata Kurnia)

Ancaman Kurnia pun berhasil dan seketika Rhon Chen pun diam tidak berteriakan dan tidak berkata apa. Rhon Chen hanya bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan dan hanya bisa pasrah kepada apa yang Kurnia lakukan.

" Cepat katakan jangan berani berani membohongiku atau kamu akan merasakan yang namanya "hidup segan mati pun tak mau." (kata Kurnia)

Dengan ancaman Kurnia yang begitu mengerikan, Rhon Chen pun langsung menjawabnya.

" Yaa... yaa. aku akan menceritakanya. Sebenarnya ibumu bukan mati karena bunuh diri seperti rumor rumor yang telah tersebar. ibumu mati karena aku tidak sengaja menariknya untuk mengajaknya menemaniku, karena pada saat itu ayahmu sudah tidak ada di keluarga Chen. aku sangat kagum dengan kecantikan ibumu dan ingin memilikinya. Aku pun mencoba mengajak ibumu. karena ibu mu menolaknya lalu aku menarik tangannya secara paksa dan ibumu terjatuh, kepalanya terbentur dinding dan saat jatuh kepala juga terbentur oleh batu. Darah pun mengalir dari kepala ibumu terus menerus dan akhirnya dia mati. Aku benar benar tidak sengaja dan tidak berniat untuk membunuh ibumu. Aku mohon ampunilah aku Kurnia. Kita ini adalah keluarga, jadi maafkanlah aku." (kata Rhon Chen)

Dan seketika Kurnia marah setelah mendengar cerita yang sebenarnya terjadi kepada kedua orang tuanya. Kurnia bersiap untuk mematahkan kaki Rhon Chen lagi.

Tapi sebelum Kurnia melakukannya Rhon Chen berkata.

" Tunggu.. Tunggu dulu. Aku masih belum selesai bicara. ini sangat penting bagimu. Tapi aku mohon jangan mematahkan kaki lagi." (kata Rhon Chen)

" Baiklah aku. Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan." (kata Kurnia)

" Aku mendengar dari orang lain kalau Ayahmu disana hanya disiksa tapi tidak di hukum mati. Dan yang aku dengar ayahmu kemungkinan masih hidup." (kata Rhon Chen)

" Ohh... ini memang berita baik untukku. aku harus secepat mungkin menyelamatkan ayahku." (kata Kurnia)

" Jadi kamu tidak akan mematahkan kakiku lagi kan? aku sudah memberitahu kepadamu tentang ayahmu." (kata Rhon Chen)

" Yaa.. aku memang tidak akan mematahkan kakimu. Tapi aku akan langsung membunuhmu. (kata Kurnia)

Dan Kurnia langsung menginjak kepala Rhon Chen dengan kekuatan penuhnya, sampai kepala Rhon Chen hancur dan Rhon Chen pun mati.

" Aku harus lebih cepat menjadi kuat, agar aku bisa menyelamatkan ayahku. Untuk saat ini aku tidak mungkin bisa membunuh Shon Chen, karena Shon Chen jauh lebih kuat dari pada Rhon Chen. Lebih baik aku lebih fokus untuk saat ini yang ada di depanku." (batin Kurnia)

Setelah membunuh Rhon Chen. Kurnia pun pergi dari sana dengan cepat dan menuju kamarnya sebelum ada yang melihat dia di sana.

Terpopuler

Comments

sulistyowati Cantik

sulistyowati Cantik

next next next

2023-01-19

1

Mbah Wiro

Mbah Wiro

mantul... ayo kurnia genjot terus kultivasimu😁😁

2022-12-19

1

tanon

tanon

lanjut lanjut

2022-12-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!