PAD | BAB 2

Setelah Denis dibawa polisi suasana di rumahnya masih sangat ramai, karena pihak kepolisan masih mengumpulkan bukti-bukti di TKP.

"Siapa yang menemukan korban dan pelaku pertama kali?" tanya detektif Gilang yang memimpin kasus ini.

"Kekasihnya komandan" jawab Ari anak buah detektif Gilang.

"Dimana dia?" tanya detektif Gilang sambil melihat sekeliling rumah.

"Dalam perjalanan ke kantor polisi komandan. Kami memintanya untuk memberi kesaksian di sana" jawab Ringgo salah satu anak buah detektif Gilang.

"Heeemmm! Suruh tim investigasi untuk menyisir seluruh bagian rumah jangan biarkan satu pun terlewat dan ambil cctv di depan jalan masuk ke rumahnya" perintah detektif Gilang.

"Baik komandan" ucap Ari dan Ringgo dengan serentak.

Detektif Gilang lalu memakai sarung tangan sebelum memegang barang bukti yang dipakai Denis untuk membunuh ibunya.

Kamu akan menyesal telah membunuh ibu kandungmu sendiri Denis Arkana, batin detektif Gilang sambil menatap darah Amira di lantai yang sangat banyak.

Melihat kondisi ruang makan dan ruang tengah yang hancur, ia langsung tahu jika sebelum kejadian pembunuhan ada keributan disini.

Detektif Gilang menggertak giginya melihat pisau dan tongkat golf yang dipisahkan dari barang bukti yang lain, karena ada bercak darah di ujung kedua benda tersebut.

"Berengsek! Baru kali ini aku dapat kasus yang bikin aku emosi seperti ini" umpat detektif Gilang sambil mengepal kedua tangannya dengan erat.

Setelah mengamankan barang bukti dan memasang garis polisi di rumah Denis, detektif Gilang dan anak buahnya segera pergi dari sana karena masih banyak yang harus mereka kerjakan.

~ Kantor Polisi Jakarta Selatan ~

Sampainya di kantor polisi detektif Gilang bergegas turun dari mobil sambil menerobos wartawan yang berdiri disana ingin mendapat berita tentang Denis Arkana.

"Dimana bangsat itu?" tanya detektif Gilang dengan emosi.

"Ada di ruang interogasi komandan" jawab Sandy salah satu opsir polisi di sana.

Dengan langkah panjang detektif Gilang pergi ke ruang interogasi untuk melihat sosok manusia bejad yang barusan ditangkap.

Kedua tangannya mengepal membayangkan apa yang dilakukan oleh Denis kepada ibu kandungnya sendiri.

Ceklek...........

"Komandan" hormat Luki petugas yang bertugas menginterogasi Denis saat ini.

Bugh..........bugh..........bugh........bugh...........

Tak berbicara apa-apa detektif Gilang langsung menghajar Denis melampiaskan semua emosinya.

Menurutnya kejahatan yang dilakukan oleh Denis tak pantas mendapat maaf dari dunia dan harus dihukum seberat-beratnya.

"Komandan tolong tenang" ucap Luki menahan tubuh detektif Gilang.

"Lepaskan aku! Lepas!" bentak detektif Gilang dengan suara tinggi.

"Tidak komandan. Jika atasan tahu hal ini komandan akan mendapat masalah" ucap Luki memberitahu konsekuensi yang akan ia dapatkan.

"Aku tidak perduli! Aku hanya ingin menghajar manusia sialan itu yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri" hardik detektif Gilang dengan tatapan membunuh.

"Aku tahu komandan, tapi aku mohon kontrol emosi komandan"

Phew................

Detektif Gilang membuang napasnya dengan kasar dan memilih keluar dari ruang interogasi sebelum emosinya kembali memuncak.

Sedangkan Denis ia tidak merasa sakit sama sekali dengan pukulan barusan seakan tubuhnya mati rasa. Saat ini yang ia rasakan adalah sakit yang amat luar biasa tepat di hatinya.

"Mam........a" lirih Denis dengan tangisan pilu.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Hiks..........hiks.......hiks..........hiks.........

Tangisannya terdengar menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya begitu pula dengan Luki yang masih berada ada disana.

Apa benar dia membunuh ibu kandungnya sendiri, batin Luki dengan bingung.

Denis masih menangis mengingat semua perlakuannya selama ini kepada sang mama. Hatinya begitu sakit mengingat perlakuan dan kata-kata kasar.

Kamu itu menang wanita sial

Aku tidak sudi punya mama seperti kamu bangsat

Kenapa kamu harus melahirkan aku jika pada akhirnya aku harus ikut menderita miskin bersamamu

Aku lebih baik jadi anak yatim piatu dari pada punya mama seperti kamu

Bangsat! Beraninya kamu mempermalukan aku didepan teman-temanku an***g

Kenapa bukan kamu yang mati saja dari pada papa yang harus mati

Sialan dimana otakmu itu? Kenapa kamu tidak pernah becus bekerja

Wanita tua sial seperti kamu cocoknya jadi pengemis di luar sana dari pada jadi mamaku

Kenapa kamu yang harus jadi mama aku sialan. Aku tidak sudi punya mama cacat seperti kamu

Wajahmu itu sungguh membuat aku ingin muntah setiap kali

Pergi dari hadapanku berengsek

Jangan menyentuh barangku dengan tangan kotormu itu

Kamu itu cocoknya makan bersama an**ng di luar sana karena di mataku kamu itu sama seperti a**ing

Aku menyesal telah lahir dari rahim wanita sialan dan menjijikan seperti kamu berengsek

Arrrgghhh...............

Teriak Denis dengan histeris saat ingatan-ingatan itu bermunculan di kepalanya saat ia menghina dan memaki sang mama.

"Maafkan Denis ma..........hiks hiks hiks hiks hiks hiks.........Denis mohon ampun ma.......hiks hiks hiks......Denis menyesal ma" ucap Denis sambil membentur kepalanya dilantai.

Bugh.........bugh..........bugh.........

Ia sudah tidak ada gairah hidup lagi memikirkan semua perbuatannya kepada sang mama selama ini. MENYESAL

Itulah yang dirasakan oleh Denis saat ini. Ingin rasanya Denis berlari memeluk sang mama dan meminta maaf, tapi itu semua sudah tidak bisa lagi apa lagi mamanya sudah tak bernyawa.

Denis merasa hancur sejadi-jadinya, karena di saat-saat terakhir sang mama masih memikirkan dirinya tak perduli ia sudah sekarat.

Tes...........

Tanpa sadar Luki juga ikut menangis melihat Denis menangis meraung-raung sambil menyebut nama sang mama.

Ceklek...........

"Hentikan interogasinya. Lanjutkan nanti besok setelah tim forensik mengirim laporan sidik jari di barang bukti" ucap salah satu rekan Luki yang membuka pintu barusan.

"Oke"

Sedangkan diruang interogasi yang lain saat ini Alexa sedang ditemani pengacara keluarganya memberikan kesaksian sebagai saksi utama di kasus Denis.

Setelah 2 jam berada di dalam ruang interogasi akhirnya Alexa keluar dari sana dengan wajah pucat ditemani sang pengacara.

"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Ros Sophia ibu Alexa.

"Aku baik bu hanya kecapean dan syok aja" jawab Alexa sambil memeluk sang ibu.

"Bagaimana interogasinya pak Candra?" tanya Adam Sophia dengan suara tegas.

"Semuanya berjalan dengan lancar tuan Adam. Nona Alexa hanya memberikan kesaksian karena ia orang pertama yang menemukan keduanya" papar pengacara Candra menjelaskan.

"Baguslah" ucap Adam dengan lega.

"Mas ayo kita pulang biar putri kita bisa istirahat" ajak Ros.

"Iya bu"

Adam menuntun istri dan anaknya keluar dari kantor polisi.

Baru saja sampai di depan lobby kantor polisi mereka sudah disambut dengan bunyi blitz dan pertanyaan wartawan tapi beruntung pengawal Adam sudah stand by disana menjaga mereka.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Didalam mobil Alexa bersandar di bahu sang ibu sambil menutup mata. Tanpa kedua orang tuanya sadari, ternyata Alexa sedang tersenyum bahagia karena rencana mereka berhasil.

~ Deluxe Apartment ~

Kenzo menatap suasana malam kota Jakarta yang tak pernah tidur dari balik jendela apartemen mewah milik Denis yang sudah berpindah tangan menjadi miliknya.

Senyuman puas dan bahagia terus saja terbit di kedua sudut bibirnya.

"Akhirnya apa yang aku nantikan selama ini mulai besok akan menjadi milikku semua! Hahahaha" ucap Kenzo sambil tertawa dengan puas.

Ia sudah tak sabar ingin cepat-cepat besok agar ia bisa pergi mengunjungi sahabat terbaiknya itu, sekaligus memberitahu dia sesuatu yang akan membuatnya semakin hancur.

Kring..............

"Halo bos" ucap seseorang dari seberang.

^^^"Aku suka kerja kalian. Bentar lagi aku akan transfer sisa pembayaran kalian"^^^

"Baik bos kami tunggu"

^^^"Ingat malam ini juga kalian pergi dari kota ini dan jangan pernah kembali lagi"^^^

"Beres bos intinya bayaran kami masuk secepatnya"

^^^"Aku akan kirim sekarang"^^^

"Baik bos"

Kenzo lalu mematikan panggilannya sepihak dan mengirimkan sisa pembayaran kepada ketiga preman yang sudah membantunya melakukan rencananya tadi.

Karena sedang bahagia, Kenzo malah memberikan bayaran lebih kepada ketiganya dan hal itu sukses membuat ketiganya senang bukan main di seberang sana.

Keesokan harinya Kenzo bergegas ke perusahaan untuk meminta ijin terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kantor polisi.

Meski ia sangat membenci Denis tapi ia tetap harus menjaga citranya dan harus berakting menjadi sahabat yang baik dan selalu ada buat dia di depan semua orang.

"Kamu sudah menunggu lama sayang?" tanya Kenzo saat masuk ke dalam mobil di parkiran basement.

"Belum sayang aku baru aja datang 5 menit yang lalu" ucap Alexa sambil bergelayut manja di lengan Kenzo.

Cup................

Kenzo mencium bibir Alexa dengan rakus membuat Alexa selalu kepayahan membalas ciuman panas selingkuhannya itu.

~ Kantor Polisi Jakarta Selatan ~

Sampainya di kantor polisi Kenzo dan Alexa memilih masuk lewat pintu belakang tak ingin wartawan melihat mereka disini.

Sampainya di pintu belakang keduanya sudah ditunggu oleh petugas kepolisian yang adalah teman Kenzo, yang ia suap agar bisa bertemu dengan Denis secara pribadi.

"Aku hanya bisa kasih kamu waktu 1 jam bro" ucap petugas polisi yang bernama Rian.

"It's okay dude. Itu lebih dari cukup kok" ucap Kenzo sambil menepuk pundak temannya dengan pelan.

"Ikut aku"

Rian lalu memimpin jalan membawa keduanya menuju bagian kanan kantor polisi menemui Denis di ruang sel tahanan.

Sampainya di sel Denis keduanya tersenyum mencemooh melihat penampilan Denis yang sangat berantakan tidak seperti biasanya.

Rian lalu memberi isyarat kepada Kenzo kalau dia akan menunggu mereka di depan. Kenzo lalu berdeham agar Denis bisa menyadari keberadaan mereka.

Denis mengangkat kepalanya melihat siapa yang datang dan ia tersenyum bahagia tak menyangka sahabat dan kekasihnya akan datang menemuinya disana.

Tapi seketika senyumannya luntur, melihat tangan Kenzo yang memeluk pinggang Alexa dengan erat seakan ingin menunjukkan kalau Alexa adalah miliknya.

"Kalia.....n" ucap Denis dengan terbata-bata sekaligus syok melihat keduanya.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

"Hay bro. Gimana kabar kamu disini?" tanya Kenzo basi-basi.

"Katakan apa maksud ini semua Kenzo. KATAKAN!" teriak Denis dengan emosi.

"Apa kamu yakin ingin mendengarnya Denis? Aku takut setelah kamu tahu bisa-bisa kamu langsung mati" ejek Kenzo.

"Sayang bukannya kalau dia mati itu lebih baik lagi karena tidak perlu menjalani hukuman" ucap Alexa dengan suara lembut bergelayut manja didalam dekapan Kenzo.

"KAMU! Dasar wanita pe***ur hina. Sejak kapan kamu selingkuh di belakangku an**ng" maki Denis dengan suara tinggi.

"Tutup mulutmu bangsat. Asal kamu tahu ya, ini semua karena kamu yang tidak ada waktu buat aku jadi lebih baik aku cari orang yang bisa ngertiin aku!" bentak Alexa sambil menunjuk Denis.

"Sayang tenang ya. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberi pelajaran ke pembunuh itu" bujuk Kenzo.

"Heemmm"

Alexa menatap Denis dengan sinis begitu juga dengan Denis yang menatapnya tak kalah sinis. Kenzo lalu menatap Denis sambil tersenyum smirk seakan mengejeknya.

"Kamu tahu Denis? Teriakan mama kamu sangat merdu saat aku menusuknya" ucap Kenzo sambil terkekeh.

Duar...............

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue..............

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/

2025-03-24

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😝😄💪👍🙏

2023-12-11

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Gimana yaaa... rasanya dikhianati oleh sahabat baik dan kekasihnya sendiri yang menjebaknya seperti itu... karmanya seorang anak durhaka kepada ibu yang melahirkannya....😝😄💪👎👎👎

2023-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!