Setelah Denis dibawa polisi suasana di rumahnya masih sangat ramai, karena pihak kepolisan masih mengumpulkan bukti-bukti di TKP.
"Siapa yang menemukan korban dan pelaku pertama kali?" tanya detektif Gilang yang memimpin kasus ini.
"Kekasihnya komandan" jawab Ari anak buah detektif Gilang.
"Dimana dia?" tanya detektif Gilang sambil melihat sekeliling rumah.
"Dalam perjalanan ke kantor polisi komandan. Kami memintanya untuk memberi kesaksian di sana" jawab Ringgo salah satu anak buah detektif Gilang.
"Heeemmm! Suruh tim investigasi untuk menyisir seluruh bagian rumah jangan biarkan satu pun terlewat dan ambil cctv di depan jalan masuk ke rumahnya" perintah detektif Gilang.
"Baik komandan" ucap Ari dan Ringgo dengan serentak.
Detektif Gilang lalu memakai sarung tangan sebelum memegang barang bukti yang dipakai Denis untuk membunuh ibunya.
Kamu akan menyesal telah membunuh ibu kandungmu sendiri Denis Arkana, batin detektif Gilang sambil menatap darah Amira di lantai yang sangat banyak.
Melihat kondisi ruang makan dan ruang tengah yang hancur, ia langsung tahu jika sebelum kejadian pembunuhan ada keributan disini.
Detektif Gilang menggertak giginya melihat pisau dan tongkat golf yang dipisahkan dari barang bukti yang lain, karena ada bercak darah di ujung kedua benda tersebut.
"Berengsek! Baru kali ini aku dapat kasus yang bikin aku emosi seperti ini" umpat detektif Gilang sambil mengepal kedua tangannya dengan erat.
Setelah mengamankan barang bukti dan memasang garis polisi di rumah Denis, detektif Gilang dan anak buahnya segera pergi dari sana karena masih banyak yang harus mereka kerjakan.
~ Kantor Polisi Jakarta Selatan ~
Sampainya di kantor polisi detektif Gilang bergegas turun dari mobil sambil menerobos wartawan yang berdiri disana ingin mendapat berita tentang Denis Arkana.
"Dimana bangsat itu?" tanya detektif Gilang dengan emosi.
"Ada di ruang interogasi komandan" jawab Sandy salah satu opsir polisi di sana.
Dengan langkah panjang detektif Gilang pergi ke ruang interogasi untuk melihat sosok manusia bejad yang barusan ditangkap.
Kedua tangannya mengepal membayangkan apa yang dilakukan oleh Denis kepada ibu kandungnya sendiri.
Ceklek...........
"Komandan" hormat Luki petugas yang bertugas menginterogasi Denis saat ini.
Bugh..........bugh..........bugh........bugh...........
Tak berbicara apa-apa detektif Gilang langsung menghajar Denis melampiaskan semua emosinya.
Menurutnya kejahatan yang dilakukan oleh Denis tak pantas mendapat maaf dari dunia dan harus dihukum seberat-beratnya.
"Komandan tolong tenang" ucap Luki menahan tubuh detektif Gilang.
"Lepaskan aku! Lepas!" bentak detektif Gilang dengan suara tinggi.
"Tidak komandan. Jika atasan tahu hal ini komandan akan mendapat masalah" ucap Luki memberitahu konsekuensi yang akan ia dapatkan.
"Aku tidak perduli! Aku hanya ingin menghajar manusia sialan itu yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri" hardik detektif Gilang dengan tatapan membunuh.
"Aku tahu komandan, tapi aku mohon kontrol emosi komandan"
Phew................
Detektif Gilang membuang napasnya dengan kasar dan memilih keluar dari ruang interogasi sebelum emosinya kembali memuncak.
Sedangkan Denis ia tidak merasa sakit sama sekali dengan pukulan barusan seakan tubuhnya mati rasa. Saat ini yang ia rasakan adalah sakit yang amat luar biasa tepat di hatinya.
"Mam........a" lirih Denis dengan tangisan pilu.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Hiks..........hiks.......hiks..........hiks.........
Tangisannya terdengar menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya begitu pula dengan Luki yang masih berada ada disana.
Apa benar dia membunuh ibu kandungnya sendiri, batin Luki dengan bingung.
Denis masih menangis mengingat semua perlakuannya selama ini kepada sang mama. Hatinya begitu sakit mengingat perlakuan dan kata-kata kasar.
Kamu itu menang wanita sial
Aku tidak sudi punya mama seperti kamu bangsat
Kenapa kamu harus melahirkan aku jika pada akhirnya aku harus ikut menderita miskin bersamamu
Aku lebih baik jadi anak yatim piatu dari pada punya mama seperti kamu
Bangsat! Beraninya kamu mempermalukan aku didepan teman-temanku an***g
Kenapa bukan kamu yang mati saja dari pada papa yang harus mati
Sialan dimana otakmu itu? Kenapa kamu tidak pernah becus bekerja
Wanita tua sial seperti kamu cocoknya jadi pengemis di luar sana dari pada jadi mamaku
Kenapa kamu yang harus jadi mama aku sialan. Aku tidak sudi punya mama cacat seperti kamu
Wajahmu itu sungguh membuat aku ingin muntah setiap kali
Pergi dari hadapanku berengsek
Jangan menyentuh barangku dengan tangan kotormu itu
Kamu itu cocoknya makan bersama an**ng di luar sana karena di mataku kamu itu sama seperti a**ing
Aku menyesal telah lahir dari rahim wanita sialan dan menjijikan seperti kamu berengsek
Arrrgghhh...............
Teriak Denis dengan histeris saat ingatan-ingatan itu bermunculan di kepalanya saat ia menghina dan memaki sang mama.
"Maafkan Denis ma..........hiks hiks hiks hiks hiks hiks.........Denis mohon ampun ma.......hiks hiks hiks......Denis menyesal ma" ucap Denis sambil membentur kepalanya dilantai.
Bugh.........bugh..........bugh.........
Ia sudah tidak ada gairah hidup lagi memikirkan semua perbuatannya kepada sang mama selama ini. MENYESAL
Itulah yang dirasakan oleh Denis saat ini. Ingin rasanya Denis berlari memeluk sang mama dan meminta maaf, tapi itu semua sudah tidak bisa lagi apa lagi mamanya sudah tak bernyawa.
Denis merasa hancur sejadi-jadinya, karena di saat-saat terakhir sang mama masih memikirkan dirinya tak perduli ia sudah sekarat.
Tes...........
Tanpa sadar Luki juga ikut menangis melihat Denis menangis meraung-raung sambil menyebut nama sang mama.
Ceklek...........
"Hentikan interogasinya. Lanjutkan nanti besok setelah tim forensik mengirim laporan sidik jari di barang bukti" ucap salah satu rekan Luki yang membuka pintu barusan.
"Oke"
Sedangkan diruang interogasi yang lain saat ini Alexa sedang ditemani pengacara keluarganya memberikan kesaksian sebagai saksi utama di kasus Denis.
Setelah 2 jam berada di dalam ruang interogasi akhirnya Alexa keluar dari sana dengan wajah pucat ditemani sang pengacara.
"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Ros Sophia ibu Alexa.
"Aku baik bu hanya kecapean dan syok aja" jawab Alexa sambil memeluk sang ibu.
"Bagaimana interogasinya pak Candra?" tanya Adam Sophia dengan suara tegas.
"Semuanya berjalan dengan lancar tuan Adam. Nona Alexa hanya memberikan kesaksian karena ia orang pertama yang menemukan keduanya" papar pengacara Candra menjelaskan.
"Baguslah" ucap Adam dengan lega.
"Mas ayo kita pulang biar putri kita bisa istirahat" ajak Ros.
"Iya bu"
Adam menuntun istri dan anaknya keluar dari kantor polisi.
Baru saja sampai di depan lobby kantor polisi mereka sudah disambut dengan bunyi blitz dan pertanyaan wartawan tapi beruntung pengawal Adam sudah stand by disana menjaga mereka.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Didalam mobil Alexa bersandar di bahu sang ibu sambil menutup mata. Tanpa kedua orang tuanya sadari, ternyata Alexa sedang tersenyum bahagia karena rencana mereka berhasil.
~ Deluxe Apartment ~
Kenzo menatap suasana malam kota Jakarta yang tak pernah tidur dari balik jendela apartemen mewah milik Denis yang sudah berpindah tangan menjadi miliknya.
Senyuman puas dan bahagia terus saja terbit di kedua sudut bibirnya.
"Akhirnya apa yang aku nantikan selama ini mulai besok akan menjadi milikku semua! Hahahaha" ucap Kenzo sambil tertawa dengan puas.
Ia sudah tak sabar ingin cepat-cepat besok agar ia bisa pergi mengunjungi sahabat terbaiknya itu, sekaligus memberitahu dia sesuatu yang akan membuatnya semakin hancur.
Kring..............
"Halo bos" ucap seseorang dari seberang.
^^^"Aku suka kerja kalian. Bentar lagi aku akan transfer sisa pembayaran kalian"^^^
"Baik bos kami tunggu"
^^^"Ingat malam ini juga kalian pergi dari kota ini dan jangan pernah kembali lagi"^^^
"Beres bos intinya bayaran kami masuk secepatnya"
^^^"Aku akan kirim sekarang"^^^
"Baik bos"
Kenzo lalu mematikan panggilannya sepihak dan mengirimkan sisa pembayaran kepada ketiga preman yang sudah membantunya melakukan rencananya tadi.
Karena sedang bahagia, Kenzo malah memberikan bayaran lebih kepada ketiganya dan hal itu sukses membuat ketiganya senang bukan main di seberang sana.
Keesokan harinya Kenzo bergegas ke perusahaan untuk meminta ijin terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kantor polisi.
Meski ia sangat membenci Denis tapi ia tetap harus menjaga citranya dan harus berakting menjadi sahabat yang baik dan selalu ada buat dia di depan semua orang.
"Kamu sudah menunggu lama sayang?" tanya Kenzo saat masuk ke dalam mobil di parkiran basement.
"Belum sayang aku baru aja datang 5 menit yang lalu" ucap Alexa sambil bergelayut manja di lengan Kenzo.
Cup................
Kenzo mencium bibir Alexa dengan rakus membuat Alexa selalu kepayahan membalas ciuman panas selingkuhannya itu.
~ Kantor Polisi Jakarta Selatan ~
Sampainya di kantor polisi Kenzo dan Alexa memilih masuk lewat pintu belakang tak ingin wartawan melihat mereka disini.
Sampainya di pintu belakang keduanya sudah ditunggu oleh petugas kepolisian yang adalah teman Kenzo, yang ia suap agar bisa bertemu dengan Denis secara pribadi.
"Aku hanya bisa kasih kamu waktu 1 jam bro" ucap petugas polisi yang bernama Rian.
"It's okay dude. Itu lebih dari cukup kok" ucap Kenzo sambil menepuk pundak temannya dengan pelan.
"Ikut aku"
Rian lalu memimpin jalan membawa keduanya menuju bagian kanan kantor polisi menemui Denis di ruang sel tahanan.
Sampainya di sel Denis keduanya tersenyum mencemooh melihat penampilan Denis yang sangat berantakan tidak seperti biasanya.
Rian lalu memberi isyarat kepada Kenzo kalau dia akan menunggu mereka di depan. Kenzo lalu berdeham agar Denis bisa menyadari keberadaan mereka.
Denis mengangkat kepalanya melihat siapa yang datang dan ia tersenyum bahagia tak menyangka sahabat dan kekasihnya akan datang menemuinya disana.
Tapi seketika senyumannya luntur, melihat tangan Kenzo yang memeluk pinggang Alexa dengan erat seakan ingin menunjukkan kalau Alexa adalah miliknya.
"Kalia.....n" ucap Denis dengan terbata-bata sekaligus syok melihat keduanya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Hay bro. Gimana kabar kamu disini?" tanya Kenzo basi-basi.
"Katakan apa maksud ini semua Kenzo. KATAKAN!" teriak Denis dengan emosi.
"Apa kamu yakin ingin mendengarnya Denis? Aku takut setelah kamu tahu bisa-bisa kamu langsung mati" ejek Kenzo.
"Sayang bukannya kalau dia mati itu lebih baik lagi karena tidak perlu menjalani hukuman" ucap Alexa dengan suara lembut bergelayut manja didalam dekapan Kenzo.
"KAMU! Dasar wanita pe***ur hina. Sejak kapan kamu selingkuh di belakangku an**ng" maki Denis dengan suara tinggi.
"Tutup mulutmu bangsat. Asal kamu tahu ya, ini semua karena kamu yang tidak ada waktu buat aku jadi lebih baik aku cari orang yang bisa ngertiin aku!" bentak Alexa sambil menunjuk Denis.
"Sayang tenang ya. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberi pelajaran ke pembunuh itu" bujuk Kenzo.
"Heemmm"
Alexa menatap Denis dengan sinis begitu juga dengan Denis yang menatapnya tak kalah sinis. Kenzo lalu menatap Denis sambil tersenyum smirk seakan mengejeknya.
"Kamu tahu Denis? Teriakan mama kamu sangat merdu saat aku menusuknya" ucap Kenzo sambil terkekeh.
Duar...............
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Mamat Stone
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
2025-03-24
1
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍🙏
2023-12-11
1
Eros Hariyadi
Gimana yaaa... rasanya dikhianati oleh sahabat baik dan kekasihnya sendiri yang menjebaknya seperti itu... karmanya seorang anak durhaka kepada ibu yang melahirkannya....😝😄💪👎👎👎
2023-12-11
1