PAD | BAB 7

Seketika semuanya menjadi hening saat Denis datang, apa lagi aura disekitarnya menjadi sangat mencekam saat matanya melihat dengan jelas bagaimana orang-orang disana memperlakukan sang mama dengan buruk.

"Siapa kamu berani ikut campur" hardik salah satu preman yang menganggu Amira tadi.

"Denis" ucap Amira sambil menggelengkan kepalanya agar tak mencari masalah dengan mereka.

"Siapa dari kalian yang membuat tangan mama aku terluka?" tanya Denis dengan tatapan berkilat tajam.

"Oh jadi kamu anak si tukang sapu ini" ucap salah satu preman dengan sinis.

"Aku yang mendorong mama kamu sampai jatuh dan terluka. Siapa suruh dia tidak mau bayar uang keamanan" timpal seorang preman yang menjadi ketua mereka.

Denis tersenyum smirk melihat ketua preman itu yang membuat dia bergetar, merasa sekujur tubuhnya seperti ditenggelamkan ke dasar lautan yang paling dalam.

Bugh.............bugh...........bugh.............

Dengan brutal Denis menghajar ketiganya membuat Amira yang sedari tadi takut anaknya dipukul berdiri tercengang.

Bahkan warga dan pengguna jalan yang melihat keributan di sekitar sana, tak berani mendekat atau berniat memisahkan mereka.

Malahan mereka senang karena ada yang mau menghukum preman-preman itu, yang sering meresahkan para pengguna jalan disana dan menganggu warga yang mencari hidup disekitar sana.

"Jadi ini tangan yang sudah mendorong mama aku" ucap Denis sambil memegang kedua tangan preman tadi.

"Ampun! Aku mohon ampun! Kami janji tidak akan menganggu mama kamu lagi" pinta ketua preman sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

"Hehehehe! Ampun kamu bilang. Bukannya tadi mama aku minta ampun kalian tidak mendengarkannya" ucap Denis sambil terkekeh.

Krek.............aarrgghh............

Jeritan kesakitan bergema disana saat kedua tangan preman tadi dipatahkan oleh Denis dengan santai. Amira yang melihat anaknya seperti itu bergidik ngeri tak tahu jika anaknya itu sangat mengerikan.

Apa ini benar Denis anakku, batin Amira dengan syok.

Bugh............bugh..........bugh..........

Aaarrghh...........

Teriak kesakitan mereka bersahutan saat Denis kembali memukul dan menendang mereka. Amira yang tersadar dari lamunannya segera menahan anaknya agar tidak lagi memukul mereka.

"Hentikan Denis. Mereka bisa mati nak" ucap Amira sambil memeluk putranya.

"Biarin mereka mati ma! Beraninya mereka membuat mama terluka!" bentak Denis dengan suara tinggi sambil menatap ketiganya dengan tajam.

"Cukup nak. Mama tidak mau kamu membunuh mereka karena kamu bisa masuk penjara nak.....hiks hiks hiks" ucap Amira sambil menangis.

Mendengar mamanya menangis Denis segera menghentikan gerakan kakinya yang akan menendang preman-preman itu.

Ia menutup mata menetralkan emosinya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Denis lalu membawa mamanya pergi, tak memperdulikan ketiga preman itu yang sudah babak belur disana.

Arsen yang sempat melihat perkelahian itu, bergidik ngeri tak menyangka jika Denis sangat mengerikan saat menghajar ketiga preman tadi.

Aku tidak boleh mencari masalah dengan Denis jika tidak aku akan mati ditangannya, batin Arsen.

Arsen berlalu pergi menuju mobilnya yang terparkir di parkiran mall karena tadi ia ditarik oleh ketiga anak buah Denis saat hendak pulang.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

~ Rumah Arkana ~

Sampainya di rumah, Denis membawa mamanya masuk ke dalam rumah dengan wajah merah padam menahan emosi.

Amira yang tahu tabiat anaknya jika sedang emosi hanya diam saja, tak berani berbicara takut membuat anaknya semakin emosi.

"Mulai besok mama berhenti bekerja" tegas Denis sambil berbalik menatap sang mama dengan tajam.

"Tapi nak kalau mama berhenti bekerja kita mau makan apa. Sedangkan kebutuhan kita sangat banyak" bantah Amira dengan memelas.

"Aku tidak mau tahu pokoknya mama berhenti bekerja mulai besok" tegas Denis tak mau dibantah.

"Maaf Denis mama tidak bisa mengikuti keinginan kamu. Ini pekerjaan mama selama ini yang membiayai hidup kita" Amira menolak perintah anaknya untuk pertama kali.

Brak............

Amira menutup mata saat Denis menendang meja di sampingnya hingga terbelah dua.

Wajahnya memerah hingga urat-urat lehernya kelihatan menandakan ia sangat emosi mendengar sang mama tak mau mengikuti keinginannya.

"Nak maafin mama.......hiks hiks hiks........jika mama berhenti bekerja dari mana kita bisa makan nak" lirih Amira sambil menangis.

Denis memilih pergi, takut emosinya semakin tak terkontrol saat melihat sang mama yang menangis dengan pilu.

Ada rasa sakit dihatinya melihat air mata mamanya jatuh, tapi ia memilih pergi dari rumah tak ingin mamanya menjadi sasaran amukannya saat ia sedang emosi.

Amira hanya bisa menatap kepergian putranya dengan sedih dan tak bisa berbuat apa-apa. Hatinya sakit memikirkan tatapan tajam Denis yang melihatnya tadi seperti biasa.

"Maafin mama belum bisa membahagiakan kamu nak........hiks hiks hiks" lirih Amira dengan histeris di lantai.

Setelah tangisannya reda Amira segera beranjak pergi untuk ke tempat kerjanya yang lain. Meski tubuhnya sangat lemah karena belum makan siang, tapi ia tetap memaksakan diri untuk pergi bekerja.

~ Basecamp Ular Cobra ~

Denis memilih pergi ke basecamp Ular Cobra dimana anggotanya biasa berkumpul disana. Sampai disana ia masuk ke dalam dengan wajah dingin dan datar, membuat semua anak buahnya bergetar ketakutan.

"Kumpulkan semua anggota kita di aula pertemuan" perintah Denis dengan suara dingin.

"Baik bos" ucap Sandro salah satu anggotanya.

Denis berlalu menuju ke aula pertemuan dan duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu semua anggotanya disana.

Kenzo yang baru saja datang, segera berlalu pergi ke aula pertemuan saat Sandro memberitahunya jika mereka semua disuruh Denis berkumpul di aula pertemuan.

"Hay bro. Kenapa kamu tidak memberitahuku jika kamu akan kesini?" tanya Kenzo sambil tersenyum bahagia.

Greek.............

Rahang Denis mengeras dengan gigi gemeletuk melihat siapa yang datang. Tatapan matanya berkilat tajam seakan ingin membunuh Kenzo saat ini juga.

Ingatan-ingatan saat di kehidupan sebelumnya berputar di kepalanya saat melihat Kenzo. Kedua tangannya mengepal hingga terlihat buku-buku jari menandakan saat ini ia sangat emosi.

Tenang Denis kamu tidak boleh membunuhnya sekarang, batin Denis sambil mengontrol emosinya.

Denis menutup mata sambil mengontrol emosinya tak membalas ucapan Kenzo. Hal itu membuat Kenzo mengerutkan keningnya dengan bingung karena baru kali ini Denis bertingkah seperti itu.

Ada apa dengan anak itu? Kenapa dia bertingkah seperti itu, batin Kenzo penuh dengan tanda tanya besar.

Kenzo memilih duduk di kursi yang bersebelahan dengan Denis, sesekali melirik Denis yang masih menutup mata dan menerka apa yang terjadi dengannya.

Tak berselang lama semua anggota geng Denis sudah berkumpul disana membuat Kenzo semakin penasaran.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

"Bos semuanya sudah disini" ucap Sandro.

Denis membuka matanya dan langsung menatap semua anggota gengnya yang berjumlah 100 orang dengan tatapan dingin dan tajam.

Aura kekuasaan menguar dari dalam tubuhnya, membuat semua yang disana bergidik ngeri takut.

"Aku kumpulin kalian semua disini karena ada hal penting yang mau aku sampaikan" ucap Denis dengan suara lantang sambil berpangku kaki.

Hal penting apa yang mau Denis sampaikan? Jangan-jangan dia sudah tahu rencana aku dan lainnya, batin Kenzo menerka.

Denis tersenyum menyeringai sangat tipis melirik Kenzo yang sempat kaget mendengar ucapannya barusan. Ia tahu jika Kenzo dan lainnya saat ini sedang menyiapkan rencana untuk menjebaknya beradu domba dengan geng Elang Putih.

"Mulai saat ini aku mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua geng Ular Cobra" ucap Denis dengan suara lantang.

"APA" pekik Kenzo dengan kaget hingga ia berdiri dari kursinya.

Seketika riuh suara dari anggota gengnya menggema didalam aula pertemuan tak menyangka dengan ucapan Denis barusan.

"Maaf bos tapi kenapa bos mengundurkan diri?" tanya Sandro dengan penasaran.

"Aku hanya ingin saja" jawab Denis dengan santai.

"Lalu bagaimana dengan anggota geng kita dude? Mau dikenakan mereka?" tanya Kenzo.

"Kalian bisa memilih ketua geng yang baru. Sepertinya Kenzo adalah kandidat yang cocok" ucap Denis.

"Apa maksudmu Denis? Bagaimana bisa aku jadi ketua geng Ular Cobra sedangkan kamu sendiri adalah kandidat yang sangat pantas buat posisi itu" papar Kenzo keberatan.

Denis melihat Kenzo dengan tatapan tajam tapi dalam hatinya sedang tertawa, melihat sandiwara Kenzo yang seakan tidak ingin dilihat sebagai orang yang tamak akan kekuasaan.

Padahal Denis tahu kalau Kenzo selama ini sangat ingin posisinya sebagai ketua geng Ular Cobra.

Terlebih saat ini ia berencana bersama anggota inti, ingin menjebak Denis untuk mengadu domba mereka dengan geng Elang Putih.

Tidak untuk kedua kali aku akan masuk jebakanmu lagi bangsat, batin Denis.

"Aku rasa mereka semua setuju jika kamu menjadi ketua geng Ular Cobra menggantikan aku" ucap Denis dengan tegas.

"Tapi aku" ucap Kenzo yang langsung dipotong beberapa anggota inti geng Ular Cobra.

Kami setuju jika bos Kenzo menganti posisi bos Denis

Bos Kenzo memang pantas menjadi ketua kami

Ya kami setuju jika bos Kenzo yang menggantikan posisi bos Denis

Ucapan beberapa anggota inti membahana, membuat semua anggota geng Ular Cobra berbondong-bondong menyetujui jika Kenzo yang menggantikan Denis sebagai ketua geng mereka.

"Berarti sudah diputuskan mulai detik ini Kenzo akan menjadi ketua geng Ular Cobra" ucap Denis dengan suara lantang.

"Selamat buat kenaikan jabatannya bos Kenzo" serentak semua anak buah geng Ular Cobra mengucapkan selamat kepada Kenzo tapi tidak dengan Sandro.

Denis memilih pergi meninggalkan mereka karena ia rasa ia sudah tidak punya hak lagi di basecamp Ular Cobra.

"Bos boleh aku ikut bos?" tanya Sandro yang mengejar Denis sampai di jalan umum.

Denis berbalik melihat Sandro dengan tatapan tajam dan dingin membuat Sandro gemetar ketakutan.

Ia tahu Sandro adalah anak buahnya yang paling setia tidak pernah mengkhianatinya, sampai ia rela menggantikan Denis masuk penjara hanya karena di jebak Kenzo.

#Flashback On

"Bos pergi saja biar aku yang urus ini semua" ucap Sandro yang baru saja datang di club tempat mereka nongkrong.

"TIDAK. AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKANMU MENANGGUNG INI SEMUA!" bentak Denis dengan suara tinggi.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Sandro menatap Denis dengan tatapan teduh, membuat Denis menggelengkan kepalanya tak bisa mengikuti keinginan Sandro.

"Aku yakin bos tidak bersalah. Hanya satu pinta aku bos, tolong jaga ibu dan adikku yang masih sekolah" pinta Sandro dengan memohon.

"Kamu harus ikut aku keluar dari tempat ini sebelum polisi datang. Kita bisa cari jalan keluarnya sama-sama" hardik Denis dengan suara tinggi.

"Tidak ada waktu lagi bos! Mereka sudah di depan club" ucap Sandro sambil menggelengkan kepalanya.

Sandro mendorong Denis menuju tempat pembuangan sampah yang terhubung dari lantai dua.

Ia bergegas masuk kembali ke dalam ruang VVIP dan menghapus sidik jari Denis di pistol yang ia pegang sebelum pingsan lalu memegangnya.

Ia sebenarnya tahu siapa dalang dibalik ini semua tapi ia tidak bisa memberi tahu Denis mengenai pelaku utamanya, yaitu sahabat yang selalu ia percayai lebih dari siapapun bahkan menganggapnya seperti saudara.

#Flashback Off

Denis mengangguk kepalanya memberi jawaban kepada Sandro kalau ia mengijinkannya utuk ikut. Melihat hal itu Sandro tersenyum lebar karena diijinkan Denis mengikutinya.

Sedangkan didalam basecamp Kenzo dan anggotanya sedang berpesta pora, merayakan kenaikan jabatan Kenzo yang sekarang sudah berubah menjadi ketua geng Ular Cobra menggantikan Denis.

"Bos selamat sudah dapat posisi yang kamu inginkan selama ini bos" ucap Jeri salah satu anggota Ular Cobra.

"Thank's bro"

"Jadi bagaimana rencana kita dengan mantan bos kita bos?" tanya Jeri.

"Malam nanti kita ketemu di club biasa buat bahas ulang rencana kita"

"Oke aku akan beritahu anak-anak bos"

"Jangan sampai hal ini bocor ke yang lain" ancam Kenzo dengan tatapan tajam.

"Mulutku terkunci rapat sampai aku mati bos" balas Jeri dengan suara tegas.

"Aku percaya sama kamu" ucap Kenzo sambil menepuk pundak Jeri dengan pelan.

"Suatu kehormatan buat aku bos"

Kenzo menatap Jeri yang sudah berlalu pergi menghampiri teman-temannya sambil membisikkan sesuatu ke telinga mereka.

Kenzo hanya mengangguk kepala sebagai isyarat untuk mengikuti ucapan Jeri barusan.

Berengsek si Denis. Kenapa juga dia harus mengundurkan diri dari jabatannya bikin repot aja an***g sialan itu, batin Kenzo dengan emosi.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue...............

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😝😄💪👍🙏

2023-12-14

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Mang paling tidak enak kalo punya musuh dalam selimut, dimana saatnya kita tidak waspada, dia menusuk kita dari belakang... makanya janganlah kamu percayai siapapun didekatmu sampe 100%, sehingga saat dikhianati oleh orang yang kamu percayai tidak membuatmu hilang akal...🤔🙄😫😠💪👍👍

2023-12-14

1

Nino Ndut

Nino Ndut

emg dna penghianat y si kenzo kampret..gw harap pembalasannya g singkat n ringan..

2023-08-10

2

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!