PAD | BAB 4

Denis melangkah sambil dituntun petugas menuju ruang sidang. Semua hinaan dan makian dari masyarakat tak ia pedulikan karena di pikirannya hanya ada nama sang mama.

Wajahnya pucat seperti tak ada gairah hidup lagi bahkan bau busuk ditubuhnya tidak dipedulikan. Sebelum masuk ke dalam ruang sidang, Denis disuruh berganti pakaian dengan kemeja putih yang baru.

Ia lalu dibawa masuk ke dalam ruang sidang tapi tatapan mata Denis terlihat kosong, karena tak bisa mengikuti pemakaman sang mama kemarin.

Entah kenapa saat ia meminta kepada petugas mereka tidak mengijinkannya pergi dengan alasan yang tak jelas. Bahkan mereka tak memperdulikan permintaannya dan hanya dianggap angin lalu.

"Hakim memasuki ruang persidangan"

Semuanya berdiri saat hakim ketua dan hakim majelis memasuki ruang sidang, setelah itu hakim ketua membuka persidangan kasus pembunuhan Amira Arkana - Salma dengan tersangka Denis Arkana.

"Saudara Denis Arkana dipersilahkan berdiri di kotak tersangka" ucap hakim ketua.

Denis diam tak mengatakan satu kata pun membuat semua orang yang mengikuti jalannya sidang menatapnya dengan bingung.

Di pikirannya saat ini hanya penuh dengan sang mama tidak memperdulikan lainnya. Jiwanya seakan dibawa pergi sedari kemarin karena tak bisa hadir di pemakaman sang mama.

"Jaksa penuntut hukum apa saudara Denis Arkana dalam kondisi baik dan siap mengikuti persidangan?" tanya hakim ketua.

"Menjawab yang mulia hakim. Saudara Denis Arkana saat ini dalam kondisi stabil dan siap mengikuti persidangan" jawab jaksa penuntut hukum.

Entah bagaimana jalannya sidang itu hanya dengan sekali sidang saja kasus Denis langsung masuk sidang putusan, dengan alasan semua bukti yang ada mengarah kepada Denis dan ia juga sudah mengakuinya.

"Saudara Denis Arkana anda dinyatakan terbukti bersalah telah menghilangkan nyawa saudara Amira Salma yang tak lain ibu kandung anda sendiri. Korban meninggal karena mengalami kehabisan darah akibat 8 tusukan pisau dan 3 pukulan dengan tongkat golf di bagian kepala" papar hakim Ketua dengan suara lantang.

Duar..............

Bagai disambar petir tubuh Denis tersentak mendengar ucapan hakim ketua tentang sang mama yang mendapat 8 tusukan dan 3 pukulan di kepala. Emosinya memuncak mengingat video yang Kenzo tunjukkan waktu itu.

"Aku tidak membunuh mamaku sialan" teriak Denis untuk pertama kali bersuara selama persidangan.

"Dengan ini hakim memutuskan saudara Denis Arkana dijatuhi HUKUMAN MATI"

Tok...........tok..............tok.........

Palu diketok sebanyak 3 kali tanda sahnya putusan hasil sidang Denis Arkana sebagai tersangka pembunuhan ibu kandungnya.

"Berengsek kalian semua! Kalian sudah menangkap orang yang salah bangsat!" teriak Denis.

"Dia orang yang membunuh mamaku bangsat"

"Lepaskan aku sialan! Lepas bangsat!"

"Aku akan membunuhmu Kenzo Arjuna"

"Kalian semua biadab. Kalian hakim sialan beraninya kalian menutup mata sebelah dengan kasus ini" hardik Denis menggelegar.

Para petugas berusaha menahan Denis yang berontak ingin menghajar Kenzo di kursi penonton. Kenzo dan Alexa yang melihat hal tersebut tersenyum mencemooh kearahnya.

"Sampaikan salamku untuk mamamu di neraka ya" ucap Kenzo tanpa mengeluarkan suara.

Denis yang bisa membaca gerakan bibir, semakin emosi sambil berteriak kesetanan ingin membunuh Kenzo.

Setelah persidangan Denis selesai Kenzo dan Alexa bergegas menuju ruangan hakim utama yang tak lain paman dari Alexa.

Karena lobi Alexalah sehingga Kenzo bisa menjalin kerja sama dengan hakim ketua yaitu Hasan Sophia agar kasus Denis hanya perlu satu kali persidangan saja.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

"Terima kasih atas bantuannya pak Hasan" ucap Kenzo dengan sopan.

"Sama-sama Kenzo. Lagian ini semua karena permintaan keponakanku yang manja ini" ucap Hasan sambil tertawa.

"Ah! Paman bisa aja" ucap Alexa dengan malu.

Hahahahaha............

Hasan tertawa melihat wajah keponakannya yang malu-malu. Kenzo yang melihat interaksi keduanya juga ikut tertawa karena, berkat sang kekasih mereka dengan mudah membuat persidangan hukuman Denis hanya sekali sidang saja.

Di luar pengadilan Denis berteriak seperti orang kesurupan memaki tak jelas. Ia tidak terima jika Kenzo orang yang membunuh sang mama lepas begitu saja.

"Arrgghhh! Bangsat kalian semua! Keparat sialan kalian!" teriak Denis dengan suara tinggi.

Cekrek..........cekrek...........cekrek..........

Para wartawan tak membuang kesempatan mengambil gambar sebanyak mungkin dan merekam kejadian tersebut sehingga menjadi trending topik.

Saat berita keputusan kasus Denis keluar semua masyarakat tidak merasa keberatan dan malah mendukung keputusan hakim.

3 Hari kemudian

Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan kini tiba saatnya hari dimana Denis akan menjalani hukuman mati.

Denis tersenyum getir tak merasa takut dengan hukuman tersebut, tapi ia merasa sangat bersalah karena tak bisa membalas orang yang sudah membunuh sang mama.

"Papa maafkan Denis tak bisa menepati janji Denis waktu itu" lirih Denis menatap ke arah langit dengan getir.

Tes............

Air matanya jatuh mengingat kenangannya saat bersama sang papa, dimana ia berjanji akan menjaga dan membahagiakan sang mama sebelum papanya menghembuskan napas terakhir.

"Maafkan Denis ma. Denis sangat menyesal ma" gumam Denis dengan perasaan hancur berkeping-keping.

Denis dibawa masuk ke ruang eksekusi dimana disana sudah ada beberapa pejabat penting, ada pemuka agama, detektif Gilang, dan eksekutor.

Mata Denis ditutup kain hitam lalu diikat di tiang tak lupa kaki dan kedua tangannya juga di rantai agar tidak bergerak nanti.

"Mama papa maafkan Denis sudah jadi anak durhaka kepada kalian" gumam Denis dengan perasaan hancur.

Eksekutor sudah berdiri di posisinya berhadapan dengan Denis. Tangannya terangkat sambil menodongkan pistol tepat ke arah jantung Denis.

Ya Tuhan ampunilah aku atas semua perbuatan aku kepada mama selama ini hingga akhir hayatnya. Jika diijinkan di kehidupan selanjutnya aku akan sangat bahagia jika kembali terlahir sebagai anak mama dan papa, saat itu aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu mama. Denis sayang sama mama dan papa, batin Denis sambil berderai air mata.

"Tembak"

Dor.....................

Denis sangat menyesal ma dan maafkan anak durhaka ini, batin Denis sambil menutup matanya untuk terakhir kali.

Jiwa Denis seakan melayang-layang entah berada di dunia mana, dan seketika matanya sayup-sayup melihat sosok yang sangat ia rindukan selama ini yaitu papanya.

Cup.............

Denis tersenyum dengan tulus saat keningnya dikecup sang papa sama persis waktu ia kecil dan rasanya tak pernah berubah. Ada ketenangan dan kehangatan yang ia dapat saat keningnya dicium.

"Papa" lirih Denis dengan suara pelan.

Tiba-tiba matanya tertutup bersamaan dengan cahaya yang datang mengenai tubuhnya yang terjatuh dalam lubang yang paling dalam.

Duar............duar..............

Mata coklat tajam itu seketika terbuka, saat petir tiba-tiba menyambar di langit bersahutan, disertai hujan badai yang sangat lebat di luar sana.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Hosh.............hosh............hosh..........

Napasnya satu-satu seperti habis lari maraton dengan keringat yang bercucuran di sekujur tubuhnya. Netra coklatnya menatap kearah depan dengan jantung yang bergemuruh kuat.

Ingatan-ingatan itu terlintas di otaknya seperti film yang diputar di bioskop.

"Mama" lirih Denis dengan suara bergetar.

Ia memandang sekelilingnya karena setahunya ia terakhir berada di lokasi eksekusi dan ia masih merasakan jantungnya yang berdenyut sakit karena tembakan tersebut.

"Kenapa aku bisa berada di kamarku yang dulu" ucap Denis saat melihat sekelilingnya.

Ia mengenali interior ini karena ia yang mendesain sendiri interior kamarnya dan ini adalah kamarnya saat di rumah mereka yang dulu.

Netranya tertuju pada jam digital di atas meja yang menampilkan tanggal hari ini di pojok atas. Dengan cepat Denis berdiri dan mengambil jam tersebut melihat tanggal yang tertera disana.

"03 Juni 2016" ucap Denis dengan mata melotot.

Jika hari ini tanggal 03 Juni 2016 berarti aku kembali ke 5 tahun yang lalu, batin Denis dengan mata melotot.

Denis berlari ke arah lemari yang ada cermin disana dan melihat luka di keningnya yang ia tahu ia dapat di tanggal yang sama.

Deg............deg.............deg............

Jantung Denis berdetak dengan cepat melihat luka di keningnya akibat berkelahi di kampus tadi pagi. Ia masih ingat kejadian itu karena perkelahian itu antara kelompok gengnya dan geng kampus sebelah.

Prang............

Bunyi benda pecah di luar sana mengagetkan Denis dari lamunannya. Dengan langkah cepat ia berlari keluar ingin melihat apa yang pecah.

Tubuh Denis menegang melihat sosok di depannya yang sedang terduduk di lantai dengan tubuh basah kuyup.

"Denis maa.......fkan mama nak. Ma.....af mama tidak bisa mem.....bawa barang yang ka.....mu mau" ucap Amira dengan terbata-bata sambil bergetar hebat di lantai.

Deg.................

Tubuh Denis menegang mengingat kejadian ini seperti dejavu ingatannya berputar karena pernah mengalami hal yang sama.

#Flashback On

"Maa......fkan mama Denis"

"APA KAMU BILANG MAAF" teriak Denis menggelegar.

"Kamu tahu aku itu sangat ingin hp itu sejak lama. Kenapa kamu sebagai mamaku tidak pernah memberikan apa yang aku mau" hardik Denis.

"Maaf nak. Mama belum dapat gajian hari ini"

Bugh...............

Denis menendang mamanya dengan kuat hingga terjungkal ke belakang. Saking emosinya Denis menarik sang mama membawanya ke kamar mandi dan mendorongnya hingga terjatuh di lantai.

Byur.........byur...........byur..............

Denis mengguyur mamanya dengan air dingin membuat tubuh Amira semakin gemetaran kedinginan.

"Kenapa aku harus lahir dari perempuan miskin seperti kamu sialan"

"Karena kamu aku itu dihina sejak dulu karena punya ibu tukang sapu jalan" teriak Denis dengan emosi.

"Am......pun Denis..........hiks hiks hiks........maafkan mama nak........hiks hiks" Amira menangis gemetaran sambil menunduk memohon ampun kepada sang anak.

Bugh..............

Denis melempar gayung tepat di kening Amira hingga memar dan keluar dari kamar mandi tak lupa menguncinya.

"Denis mama mohon jangan kunci mama disini nak.......hiks hiks hiks......mama mohon nak" pinta Amira memohon sambil mengetuk pintu.

"Ini hukuman buat kamu perempuan sialan" bentak Denis sambil berlalu pergi.

"Denis.......hiks hiks hiks.........jangan kunci mama disini nak.......hiks hiks hiks..........Denis" lirih Amira dengan histeris.

#Flashback Off

Tangan Denis mengepal dengan erat mengingat kejadian itu, sedangkan Amira yang melihat sang anak mengepal kedua tangannya semakin bergetar ketakutan takut dipukul.

"Maafkan mama nak.........hiks hiks........mama janji akan cari uang lebih giat lagi nak........hiks hiks" mohon Amira sambil mengatupkan kedua tangannya.

Grep..............

Tubuh Amira menegang sempurna tak menyangka akan dipeluk oleh sang anak dengan sangat erat seperti ini.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue................

Terpopuler

Comments

Disimpang Jalen

Disimpang Jalen

anjirrrr w padahal preman...baca ini air mata w netes🥱🥱

2025-02-23

1

ria sufi

ria sufi

asli Danis emang kejam ma ortu sendiri

2025-03-10

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😝😄💪👍🙏

2023-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!