PAD | BAB 12

Sedangkan di luar klinik Sandro sedang menunggu informasi dari Arsen setelah tadi menelponnya memberitahu perintah Denis.

Ting..............

Bocah Mata Empat

"Aku sudah mengirim data kedua preman yang merampok tante Amira"

^^^"Oke thank's bocah"^^^

"Saat ini mereka sedang pesta miras di Jl.Xxx No.XX"

^^^"Good job kid👍" (kerja bagus bocah)^^^

"😠"

Sandro terkekeh melihat pesan balasan Arsen dan ia yakin pasti saat ini Arsen sedang mengumpat dan memakinya karena menyebutnya bocah.

"Tuh bocah pasti lagi sibuk maki aku disana" gumam Sandro sambil terkekeh.

Setelah membaca informasi dari Arsen ia segera bergegas kembali masuk ke dalam bilik rawat tante Amira. Sampai didepan pintu ia tertegun melihat sosok Denis yang baru kali ini menampilkan raut wajah seperti itu.

Sandro tahu ekspresi itu karena ia pernah merasakan hal itu saat mamanya sakit dan ia tidak punya uang sepeser pun untuk membawa sang mama ke rumah sakit.

Tes.............

Tanpa sadar air matanya jatuh mengingat kenangan waktu itu yang tak akan pernah ia lupakan selama hidupnya.

Sandro bersyukur karena waktu itu ada Denis yang membantunya, jika tidak mamanya sudah tidak akan tertolong lagi.

"Bos" panggil Sandro setelah menghapus air matanya.

"Heemmm"

"Aku sudah tahu siapa yang membuat tante Amira seperti ini" ucap Sandro dengan geram.

Mata Denis seketika menghitam dengan aura membunuh yang menguar dari dalam tubuhnya, membuat Sandro menelan salivanya dengan susah.

"Panggil Arsen kesini buat jaga mama aku" perintah Denis dengan suara dingin.

"Bai......k bos" ucap Sandro dengan terbata-bata.

Setelah mengirim pesan ke Arsen untuk datang kesini, Sandro lalu memberikan hpnya ke Denis untuk membaca informasi yang dikirim oleh Arsen barusan.

Krek...............

Handphoneku, batin Sandro merasa lemas saat melihat hpnya sudah hancur ditangan Denis.

Wajahnya mendadak lesu karena tak bisa protes melihat hpnya yang sudah tak bisa dipakai lagi, karena Denis meremas hpnya hingga hancur saat membaca informasi dari Arsen tadi.

Tak berselang lama Arsen pun datang dan tak berbicara apa-apa, keduanya bergegas pergi meninggalkan Arsen disana yang harus menjaga tante Amira.

~ Rumah Kenangan ~

Brum................brum..................

Bunyi deru motor Denis dan Sandro memekikkan beberapa orang yang berada di depan rumah kenangan. Meski tempatnya disebut rumah kenangan, tapi disana bukan hanya ada satu rumah saja tapi ada begitu banyak rumah.

Daerah itu terkenal dengan surganya dunia malam, karena ada banyak sekali wanita penghibur disana yang melayani siapa saja yang datang.

Hai tampan main sama aku yuk

Tampan singgah ke rumah aku dong

Aduh rahim aku bergetar melihat wajah tampan itu

Aww! Baru kali ini ada manusia setampan kalian

Singgah ditempat aku yuk bule ganteng

Denis dan Sandro berdecak kesal mendengar suara-suara itu yang mengajak mereka untuk menghabiskan waktu dengan mereka.

"Bos arah jam 3" ucap Sandro saat menemukan apa yang mereka cari dari tadi.

Denis berbalik menatap ke arah yang disebut Sandro dan seketika ia tersenyum menyeringai melihat dua orang yang dicarinya sedari tadi.

Grep................

"Hey siapa kamu! Berani kamu menarik rambutku!" bentak penjahat A yang dicari Denis.

"Woy bangsat kamu! Lepasin rambut aku anj**g!" bentak penjahat B.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Bugh...........bugh...........brak.........

Denis membentur kepala keduanya ke meja hingga meja itu patah jadi dua bagian, membuat wanita penghibur disana berteriak ketakutan.

"Bangsat! Beraninya kamu memukul teman kami!" bentak salah satu teman dari kedua penjahat tadi yang ingin maju.

"Kalian mending jangan ikut campur jika masih sayang sama nyawa kalian" ucap Sandro memperingati ketiga teman kedua orang itu.

"Apa mau kalian? Kenapa kalian memukul teman kami?" tanya salah satu teman kedua penjahat tadi dengan suara tinggi.

"Denis Arkana" ucap salah satu dari ketiganya yang mengenali sosok Denis.

"Apa! Kenapa kamu menyebut nama orang itu disini" pekik temannya.

"Di......a" tunjuk orang tadi dengan gemetar ke arah Denis.

Kedua temannya seketika menatap kearah Denis dan melihat wajahnya dengan saksama. Seketika tubuh keduanya bergetar hebat mengenali sosok yang selama ini ditakuti oleh semua geng.

Bugh............bugh..........bugh............bugh........

Denis seperti kesetanan memukul dan menendang kedua penjahat tadi dengan brutal, tak memberi mereka kesempatan untuk membalas pukulannya.

Krek...........arrgghh...........

Jeritan kesakitan keduanya saat tangan kanan mereka dipatahkan Denis dengan santai. Bukan itu saja Denis juga menendang wajah keduanya hingga hancur tak berbentuk lagi.

"Berani kalian membuat mamaku harus terbaring di rumah sakit bangsat!" bentak Denis dengan suara tinggi.

Bugh..........bugh.........bugh..........bugh..........

Denis memukul keduanya memakai kaki meja yang tadi patah, hingga badan keduanya hancur dengan darah yang mengalir sangat banyak disana.

"BERHENTI" teriak seorang wanita paruh baya yang baru saja datang dikawal 3 orang berbadan besar bernama Madam Ayu pemilik rumah kenangan.

Denis tak memperdulikan teriakan Madam Ayu dan kembali menghajar kedua penjahat tadi dengan brutal. Melihat hal itu wanita paruh baya tadi semakin menjadi sangat kesal.

"AKU BILANG BERHENTI ANAK MUDA" teriaknya lagi.

"TUTUP MULUTMU WANITA TUA SEBELUM AKU ROBEK!" bentak Denis dengan suara menggelegar dan tatapan membunuh.

Glek............

Madam Ayu seketika terdiam dan menelan salivanya dengan susah, mendapat tatapan Denis yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.

Orang ini bukan sembarang orang. Aku tidak boleh mencari masalah dengannya, batin Madam Ayu bergidik ngeri.

"Bos mereka bisa mati" ucap Sandro.

"Itu lebih bagus" balas Denis sambil tersenyum menyeringai.

"Jangan sampai mereka mati bos. Banyak yang sedang melihat kita dan itu bisa membuat kita dibawah polisi" bisik Sandro menahan Denis yang hendak memukul keduanya lagi.

Phew.............

Denis membuang napasnya dengan kasar sambil menutup mata menormalkan emosi didalam dirinya, karena ucapan Sandro barusan ada benarnya juga.

Sebenarnya ia bisa saja menghilangkan nyawa keduanya, tapi saat ini banyak saksi mata yang melihat mereka dan karena itu ia membiarkan keduanya hidup.

"Bawa tas itu kesini" perintah Denis menunjuk tas yang sangat ia kenali karena itu milik mamanya.

Sandro mengambil tas tersebut yang tak jauh berada disana lalu memberikannya ke Denis. Denis melihat isi dalam tas tersebut terdapat amplop coklat yang masih tertutup rapat sepertinya belum dibuka.

Tak berkata apa-apa keduanya segera beranjak pergi dari sana, tak perduli dengan kerusakan yang sudah Denis perbuat barusan.

"Hey anak muda! Apa kamu mau lari begitu saja setelah menghancurkan tempatku" hardik Madam Ayu dengan emosi.

"Aku bisa hancurkan seluruh tempatmu saat ini juga" balas Denis sambil menatap Madam Ayu dengan tajam dan dingin.

Madam Ayu seketika diam tak menghentikan Denis dan Sandro yang sudah berlalu pergi. Setelah kepergian mereka barulah Madam Ayu tahu siapa Denis dari ketiga teman dari orang yang dihajar Denis.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

"Denis Arkana" gumam Madam Ayu.

Denis dan Sandro akhirnya pergi dari sana menuju rumah Denis, setelah Arsen mengabari jika tante Amira sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena tidak ada luka serius.

~ Rumah Arkana ~

Baru saja Denis sampai dirumahnya ia langsung disambut Kenzo yang datang bersama anak buah setianya di halaman depan rumah Denis.

"Akhirnya kamu pulang juga dude" ucap Kenzo sambil tersenyum manis.

Denis hanya menatap Kenzo dengan wajah datar dan dingin tak membalas ucapannya barusan. Ia berlalu menuju teras rumah karena tak ingin berbicara dengan Kenzo di halaman rumah.

"Aku butuh bantuanmu dude" ucap Kenzo to the point mengutarakan maksud kedatangannya.

Ckk!! Manusia rubah sialan, datang hanya ada mau saja, batin Sandro berdecak kesal.

"Tumben kamu butuh bantuan aku?" tanya Denis sambil tersenyum smirk.

"Karena aku yakin kamu akan membantuku" jawab Kenzo dengan percaya diri.

Hehehehe.............

Denis terkekeh mendengar jawaban Kenzo yang sangat percaya diri. Ia pikir Denis masih sama mudah dibodohi seperti dulu hanya karena merasa Kenzo selalu ada buatnya dan mengerti dirinya.

"Katakan" ucap Denis dengan suara dingin.

"Aku ingin menyerang geng Kalajengking dude tapi aku butuh bantuanmu untuk memimpin pasukan kita menyerang markas mereka" papar Kenzo dengan cepat.

"Cih!" decih Sandro dengan kesal mendengar permintaan Kenzo yang tak masuk akal.

"Seharusnya kamu tahu aku bukan lagi ketua geng Ular Cobra" ucap Denis.

"Aku tahu dude. Tapi menurutku kamu itu tetap selamanya jadi ketua di hati kami"

Yang bisa kalian pergunakan semau kalian, batin Denis dalam hati.

"Aku menolak. Aku tidak mau ada hubungan lagi dengan urusan geng karena saat ini aku hanya ingin fokus ke kuliah saja" tolak Denis dengan cepat.

"APA" pekik Kenzo dengan suara tinggi.

"Jaga nada suaramu di depan bos Kenzo!" bentak Sandro dengan suara tinggi.

"Diam kamu anak tukang cuci. Kamu tidak berhak membentak aku bangsat" hina Kenzo sambil menunjuk Sandro tepat diwajahnya.

Wajah Sandro merah padam menahan emosinya, kedua tangannya terkepal ingin sekali menghantam mulut sialan Kenzo yang sudah menghina pekerjaan mamanya.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue............

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

😝😄💪👍🙏

2023-12-17

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Wes... lanjutkan Thor, Tetap Semangat 😝😄💪👍👍

2023-12-17

1

Merry Dara santika

Merry Dara santika

jadi denis balik kehidupan baru lagi. atau mamah nya meninggal dan dia di hukum mati itu hanya mimpi

2023-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!