PAD | BAB 17

"Ada apa bos?" tanya Sandro sambil meraba keningnya yang bengkak karena membentur setir mobil.

"Berengsek" maki Denis dengan suara tinggi.

Brak...........

Sandro yang tadi kaget mendengar suara tinggi Denis, kembali kaget lagi saat Denis membanting pintu mobil dengan kuat saat keluar.

Dengan cepat Sandro memarkirkan mobil ke pinggir jalan agar tidak menghalangi pengendara lain yang melintasi jalan itu.

Saat turun dari mobil Sandro dibuat kaget melihat Denis yang entah kapan sudah berkelahi dengan 4 preman diseberang jalan.

Mau tak mau ia harus turun tangan membantu Denis melawan orang-orang itu, meski ia tahu Denis bisa mengatasi mereka dengan mudah tanpa dibantu.

"Nak Sandro tolong bantuin Denis. Tante takut dia kenapa-napa nak Sandro" pinta tante Amira dengan panik melihat Denis yang sedang berkelahi dengan 4 preman.

"Tante tenang ya. Bos tidak akan kenapa-napa malahan mereka yang bakal kenapa-napa" ucap Sandro menenangkan tante Amira yang sedang panik.

"Tapi nak Sandro" ucap Amira yang langsung dipotong Sandro.

"Tante lihat itu" potong Sandro menunjuk ke arah Denis dan 4 preman tadi.

Eeehhh............

Amira tercengang melihat ke arah Denis dan kaget bukan main saat melihat keempat preman tadi sudah terkapar tak berdaya di tanah.

Sedangkan Denis ia berdiri dengan tatapan seperti singa lapar, menatap mereka dengan tajam seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.

Arrgghhhh.................

Teriak salah satu preman yang sedari tadi menjadi incaran Denis sejak masih berada didalam mobil.

Dengan santai Denis mematahkan jari-jari tangan preman itu membuat semuanya yang berada disana merinding ketakutan melihat aksi Denis, apa lagi saat melihat wajahnya yang seperti monster berdarah dingin.

Denis anakku, batin Amira dengan syok melihat kekejaman sang anak.

"Bos cukup jangan sampai mereka mati karena bisa runyam urusannya" ucap Sandro menahan Denis yang ingin kembali menghajar mereka.

"Bangsat" maki Denis dengan suara tinggi.

"Aku peringatkan kalian! Jika kalian berani menganggu wanita itu maka saat itu juga aku akan mengirim kalian ke neraka" ancam Denis dengan tatapan membunuh.

"Maaf....kan kami. Jangan bunuh kami" pinta keempatnya dengan cepat.

"Pergi kalian sebelum aku membunuh kalian!!" hardik Denis dengan suara menggelegar.

Keempatnya lari terbirit-birit takut dengan ancaman denis barusan, Amira dan Sandro hanya diam saja tak berbicara satu kata pun saat melihat Denis yang masih sangat emosi.

"Mama ikut aku pulang sekarang" ucap Denis dengan suara tegas.

"Iya nak" ucap Amira dengan patuh tak membantah.

Suasana didalam mobil terasa sangat mencekam, membuat Sandro yang menyetir didepannya menelan saliva dengan susah.

Apa lagi Amira yang duduk bersebelahan dengan Denis yang sejak tadi diam dengan mengeluarkan aura mengintimidasi didalam mobil.

Sial aku rasanya belum puas memukul mereka, batin denis dengan kesal karena belum puas menghajar preman tadi yang sudah berani menganggu mamanya dan mendorongnya hingga jatuh ke tanah.

~ Rumah Arkana ~

Brak..........

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Sandro dan tante Amira kaget bukan main saat Denis membanting pintu mobil dengan kuat setelah mereka sampai di rumah Denis.

Keduanya saling melirik seakan berkata lewat tatapan mata, jika tidak boleh menganggu Denis atau membantah ucapannya saat ini.

"Mama" panggil Denis dengan suara dingin saat mereka sudah duduk di ruang tengah tempat biasa Denis bersantai dihari libur.

"Iya nak" jawab Amira sambil menunduk.

"Apa wajah aku dilantai ma?" tanya Denis dengan suara dingin.

"Maaf"

"Mulai besok mama berhenti bekerja disana" titah Denis dengan suara tegas.

Mata Amira seakan ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan Denis barusan,

Ia ingin sekali membantah tapi tak ada keberanian saat melihat wajah anaknya yang masih emosi, apa lagi tatapan matanya seakan berkata untuk tidak membantah ucapannya.

"Sandro besok kamu urus tempat untuk warung makan di depan rumah biar mama jualan saja" ucap Denis memberi perintah.

"Bos apa butuh pegawai paruh waktu?" tanya Sandro dengan cepat.

Denis mengangkat alisnya sebelah menatap Sandro dengan kening berkerut. Melihat arti tatapan bosnya dengan cepat Sandro segera mengutarakan maksud ucapannya barusan.

"Jika tante Amira butuh tenaga tambahan aku mau masukin adikku untuk kerja paruh waktu disini bos" ucap Sandro memberitahu maksudnya.

"Baiklah suruh dia bantu mama aku setelah warungnya jadi"

"Terima kasih bos" ucap Sandro dengan senang.

"Cari 1 pegawai lagi yang bisa bekerja dari jam buka hingga tutup" titah Denis dengan suara dingin.

"Oke bos serahin ke aku semuanya"

"Heeemmm"

Sedangkan Amira sedari tadi diam dan mendengar pembicaraan keduanya yang membicarakan tentang bisnis untuknya.

Ia tak menyangka jika Denis akan membuka bisnis yang selama ini ia dambakan, tapi tidak pernah terwujud karena kendala biaya.

"Tidak usah berterima kasih ma karena ini sudah aku pikirkan sejak lama" ucap Denis sambil menatap mamanya dengan tatapan lembut.

Amira mengangguk kepalanya menjawab ucapan Denis, meski matanya sudah berkaca-kaca tak bisa menahan rasa haru dan bahagia yang ia rasakan saat ini.

Melihat hal itu dengan cepat Denis memeluk mamanya, membuat Amira seketika menangis histeris dalam pelukan keduanya.

"Denis harap mulai sekarang mama fokus saja ke usaha mama dan jangan mikirin hal lain ya ma" lirih denis dengan suara lembut.

"Iya nak"

Sesuai ucapan Denis kemarin, hari ini Sandro mulai memerintah beberapa tukang untuk merenovasi rumah Denis di bagian depan dan membuat warung makan untuk usaha tante Amira.

Ia juga sudah memberitahu adiknya agar sepulang sekolah nanti bisa bekerja paruh waktu di warung tante Amira.

3 Hari kemudian

Dalam waktu 3 hari saja Sandro sudah menyelesaikan pekerjaannya memantau pembangunan warung makan di depan rumah Denis, dengan memakai halaman rumah mereka yang cukup luas.

Apa lagi lokasi rumah Denis yang cukup strategis berada tepat di depan jalan dekat dengan beberapa kantor yang tak jauh dari sana.

"Bagaimana bos?" tanya Sandro dengan cepat.

"Kerja bagus" ucap Denis dengan suara dingin.

"Terima kasih bos"

"Heemmm"

"Jadi kapan mulai buka warungnya bos?" tanya Sandro dengan cepat.

"Kapan orang yang mau bekerja dengan mamaku datang?" tanya balik Denis.

"1 jam lagi dia datang bos" ucap Sandro sambil melihat jam di pergelangan tangannya melihat sudah jam berapa.

"Jika dia datang terlambat dari waktu yang dijanjikan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap Denis dengan tatapan tajam.

"Ya aku tahu bos" balas Sandro dengan suara tegas sudah tahu maksud bosnya yang tidak suka mentolerir keterlambatan.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Denis segera masuk ke dalam rumah setelah melihat hasil kerja Sandro selama 3 hari. Saat keduanya masuk ke dalam, mereka melihat Arsen yang sedang membantu mamanya membereskan peralatan warung yang kemarin di beli Amira.

"Bos" ucap Arsen yang melihat kedatangan Denis.

"Heemmm" deham Denis sambil berlalu menuju lantai dua ke kamarnya.

Sesuai ucapan Sandro mengenai pekerja yang akan membantu tante Amira di warung nanti, ternyata ia datang lebih awal yaitu 10 menit dari waktu janjian mereka kemarin.

Sandro, Arsen, dan tante Amira sedang berbicara dengannya menunggu Denis yang akan melihatnya sebelum diterima bekerja disana.

Tak.........tak...........tak............

Bunyi langkah kaki terdengar dari arah tangga membuat semua mata langsung tertuju ke asal suara. Wajah datar dan dingin Denis membuat suasana yang tadinya hangat berubah menjadi sangat mencekam didalam sana.

"Bos ini dia orang yang aku bilang tadi" ucap Sandro.

"On time" (tepat waktu) ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam menatap orang didepannya.

"10 minutes earlier than the appointment time" (10 menit lebih awal dari waktu janjian) balas Sandro dengan cepat.

"Heemmm"

Denis duduk di sofa tunggal sambil berpangku kaki dengan tatapan tajam ke arah perempuan yang berumur sekitar 20 tahun, membuat perempuan itu selalu menunduk takut dengan tatapan Denis.

"Umur"

"Saya tua.....n?" tanya perempuan itu dengan gugup.

"Jawab pertanyaan bos jangan sampai membuat bos marah" ucap Sandro memperingatinya.

"Saya berumur 23 tahun tuan" jawab perempuan itu sambil menatap Denis singkat dan kembali menunduk.

"Kenapa kamu mau bekerja di sini?" tanya Denis dengan suara dingin.

"Saya butuh pekerjaan untuk membiayai hidup saya dan kedua orang tua saya tuan" jawab perempuan tadi dengan cepat.

"Baiklah kamu diterima" ucap Denis dengan suara dingin dan datar.

"Terima kasih tuan" ucap perempuan tadi dengan senang.

Denis melirik Arsen untuk mengikutinya ke atas, sedangkan Sandro ia memberitahu perempuan itu apa yang harus ia lakukan barulah ke atas.

Sepeninggalnya Denis dan Arsen dari sana, Sandro segera menjelaskan apa yang harus perempuan tadi lakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan selama bekerja disana.

Tok...........tok.............tok..............

Sandro mengetok pintu ruang kerja Denis yang bersebelahan dengan kamar tidurnya sebelum masuk ke dalam. Arsen lalu membukakan pintu untuknya setelah Denis menyuruhnya membuka pintu.

"Cari tahu identitasnya Arsen" titah Denis dengan cepat.

"Baik bos" ucap Arsen segera berkutat dengan laptop didepannya.

"Bos kapan warung tante Amira akan dibuka?" tanya Sandro.

"Setelah ujian sidang aku selesai" jawab Denis dengan suara dingin.

"Oh oke bos"

Ketiganya lalu berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing disana tanpa ada suara sedikit pun. Tak berselang lama Denis membaca email yang baru saja dikirim oleh Arsen mengenai data pegawai yang akan membantu mamanya.

"Keysa Fitri" ucap Denis dengan suara dingin.

"Itu bukannya nama pegawai tante Amira ya" bisik Sandro di telinga Arsen.

"Iya memang itu dia" balas Arsen sambil menunjukkan laptopnya berisi data pribadi Keysa.

Sandro mengangguk kepalanya tanda mengerti apa yang Denis lakukan sekarang.

Dan ia yakin kalau bosnya itu tidak ingin ada musuh yang berkeliaran di sekitar tante Amira, apa lagi saat ini Kenzo sudah menargetkan Denis sebagai musuhnya.

"Bos Risky ketua geng kalajengking mengajak bertemu malam ini" ucap Sandro saat melihat pesan di hpnya.

Tatapan mata Denis berkilat tajam mendengar nama itu yang sudah lama tak pernah ia dengar lagi, setelah ia diberi kehidupan sekali lagi untuk mengubah takdirnya di masa lalu.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue.............

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😝😄💪👍🙏

2023-12-19

1

EL Shawieto

EL Shawieto

Ada apa gerangan ketua Kalajengking minta ketemu?

2023-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!