PAD | BAB 8

Kenzo meminum tequila ditangannya dalam sekali teguk sambil mengontrol emosinya, karena rencana yang sudah ia susun dengan matang hancur berantakan.

Ini semua karena Denis yang tiba-tiba saja mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua geng Ular Cobra. Entah apa yang membuat Denis mengundurkan diri, hanya dia saja yang tahu.

Sepertinya ada yang tidak beres dengan Denis dan aku harus mencari tahu, batin Kenzo dengan emosi.

Tak berselang lama Kenzo tersenyum menyeringai memikirkan sebuah ide yang terlintas di benaknya. Ia lalu mengambil hpnya dam mengirim pesan ke orang di seberang sana.

~ Rumah Arkana ~

Denis memilih pulang ke rumahnya, karena ia ingat ia belum menyelesaikan renovasi kamar sang mama. Sampai di rumahnya Sandro yang sudah berulang kali ke sana terus mengikuti Denis dengan diam.

"Bos apa itu paket yang bos pesan?" tanya Sandro sambil menunjuk ke kardus berukuran sangat besar di depan teras.

"Heemmm" deham Denis sambil mengangguk kepalanya.

Keduanya lalu mengangkat kardus itu ke dalam rumah lalu membukanya. Saat di buka Sandro mengerutkan keningnya melihat ranjang berukuran sedang di depannya.

Buat apa bos pesan ranjang baru. Bukannya sebulan yang lalu bos baru membeli ranjang baru, batin Sandro bertanya-tanya.

"Ini khusus buat mama aku" ucap Denis seakan tahu apa yang dipikirkan Sandro.

Eehhh.............

Sandro tercengang mendengar ucapan Denis barusan yang membelikan ranjang baru untuk mamanya. Ia tahu kalau selama ini Denis sangat membenci mamanya dan sering berbuat kasar kepadanya.

"Bos sudah berbaikan dengan tante Amira?" tanya Sandro dengan cepat.

"Ckk! Bukan urusan kamu" ketus Denis dengan tatapan tajam.

"Maaf bos" lirih Sandro sambil menunduk.

Ia lupa jika Denis tidak suka kalau orang bertanya mengenai urusan pribadinya baik itu dirinya sendiri atau keluarganya.

Tak berbicara lagi keduanya lalu membawa ranjang itu masuk ke dalam kamar Amira dan mulai mendekorasi kamar tersebut dengan barang yang barusan Denis pesan.

Bahkan lemari milik Amira yang sudah berlubang dan rusak juga Denis menggantinya dengan lemari yang baru. Semua barang didalam kamar lama Amira di buang Denis dan menggantinya dengan yang baru.

"Akhirnya selesai juga" ucap Sandro sambil mengelap keringatnya.

Denis dan Sandro lalu keluar dan duduk di ruang tengah melepas lelah setelah merenovasi kamar sang mama.

"Bos" ucap Sandro setelah agak lama keduanya hanya diam.

"Heemmm" deham Denis yang sedang mengurut keningnya yang sakit.

"Apa rencana bos ke depan?" tanya Sandro dengan serius.

Denis membuka matanya dan melihat Sandro dengan tajam agak lama, hingga membuat Sandro duduk dengan tidak tenang karena tatapan tajam Denis yang sangat mengintimidasinya.

"Untuk saat ini aku hanya ingin menyelesaikan kuliahku" ucap Denis dengan suara dingin.

"Apa bos tidak berniat ingin membangun kelompok baru?" tanya Sandro.

"Belum waktunya. Saat ini aku ingin seperti ini dulu" jawab Denis.

"Heemmm" deham Sandro sambil mengangguk kepalanya paham.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Denis yang tahu jika Sandro tidak kuliah memikirkan apa yang harus ia lakukan untuknya agar Sandro tidak menganggur saja di rumah.

"Sebarkan berita aku yang sudah tidak menjadi ketua geng Ular Cobra lagi" ucap Denis dengan suara tegas.

"Oke bos"

"Mulai besok kamu cari bangunan kosong yang lokasinya strategis" perintah Denis.

"Buat apa bos?" tanya Sandro dengan cepat.

"Kamu akan tahu nanti" jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.

"Baik bos besok aku akan mencarinya" balas Sandro tak membantah.

Setelah 1 jam akhirnya Sandro pamit pulang, tapi sebelum itu Denis memberikannya sejumlah uang untuk membeli makanan buat ibu dan adiknya.

Awalnya Sandro menolak tapi Denis memaksa untuk menerimanya jika tidak ia akan marah. Sandro akhirnya menerima uang itu dengan haru, karena memang saat ini mereka tidak mempunyai makanan di rumah.

Aku akan selalu setia kepadamu bos, batin Sandro sebelum beranjak pergi dari rumah Denis.

2 Hari kemudian

Amira yang sudah 2 hari menghindar dari anaknya memantapkan diri untuk berbicara dengan Denis. Apa lagi 2 hari yang lalu saat ia pulang, ia tak menyangka jika kamarnya sudah di renovasi oleh Denis.

Amira waktu itu ingin sekali memeluk sang anak dan mengucapkan terima kasih, tapi ia urungkan saat melihat anaknya keluar dari kamar dengan wajah emosi sedang menerima telpon dan pergi keluar.

"Pagi bu" ucap Denis membuyarkan lamunan Amira di meja makan.

"P......agi nak" ucap Amira dengan gugup.

Denis segera serapan karena pagi ini ia ada jadwal kuliah jam 09:00 pagi dan ia tidak mau terlambat ke kampus, apa lagi hari ini mata kuliah dengan dosen yang sangat tidak Denis sukai selama berkuliah.

"Denis" panggil Amira setelah Denis selesai sarapan.

"Heemmm" deham Denis sambil meminum kopi.

"Terima kasih sudah merenovasi kamar mama" ucap Amira sambil menunduk.

"Mama bicara sama Denis atau sama lantai" ucap Denis dengan napas berat.

Dengan cepat Amira mengangkat kepalanya melihat sang anak yang juga sedang menatapnya dengan tatapan tajam.

"Maafin mama Denis"

"Minta maaf buat apa ma? Apa mama ada salah?" tanya Denis dengan suara dingin.

"Mama tidak bisa mengikuti keinginan kamu waktu itu"

Phew...............

Denis membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan sang mama. Entah kenapa jika berbicara mengenai pekerjaan Amira hatinya sangat sakit, karena mamanya diperlakukan semena-mena saat bekerja.

"Jangan bahas pekerjaan mama lagi! Secepatnya mama berhenti dari kerjaan mama karena Denis akan buka usaha untuk mama" tegas Denis dengan tatapan tajam.

"Usaha? Tapi uang dari mana nak?" tanya Amira dengan bingung.

"Denis akan buka usaha dengan uang tabungan Denis selama ini hasil balapan liar tiap malam" jujur Denis mengenai uangnya.

Hah...............

Amira tercengang mendengar ucapan Denis barusan dan ia tidak menyangka jika Denis ternyata mengikuti balapan liar dan ia tahu itu sangat berbahaya.

"Denis apa mama bisa minta sesuatu?" tanya Amira dengan suara pelan.

"Apa ma?" tanya Denis kembali.

"Bisa tidak kamu berhenti ikut balapan liar. Mama takut kamu kenapa-nak Denis" pinta Amira.

"Aku tidak janji ma tapi aku akan selalu hati-hati" ucap Denis tak bisa mengabulkan permintaan sang mama.

"Baiklah"

Setelah itu Denis segera pamit berangkat ke kampus menggunakan motor trail miliknya hasil ia ikut balapan liar selama ini.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

~ Universitas Galaxy ~

Saat masuk gerbang kampus banyak pasang mata yang memandangnya, apa lagi Denis sangat terkenal di kampus sebagai bad boy Universitas Galaxy.

Tatapan mata mahasiswi yang melihatnya seakan ingin menelanjanginya. Ia melirik mereka semua dengan sinis merasa sangat risih.

Perempuan gatel semuanya, batin Denis dengan kesal.

Denis bergegas masuk ke dalam kelas mengikuti perkuliahan seperti biasa. Selesai perkuliahan ia bergegas pergi menemui dosen pembimbing untuk konsultasi mengenai tugas akhir.

"Ibu suka sama judul tugas akhir kamu Denis" ucap ibu Dina dosen manajemen bisnis.

"Heemm"

"Kamu bisa memulai menulis tugas akhir kamu Denis" ucap ibu Dina sambil tersenyum manis.

"Baik bu" balas Denis dengan suara dingin.

Tak mau membuang waktu Denis bergegas pergi dari sana setelah mengambil review tugas akhirnya yang tadi dia tunjukkan ke dosen pembimbing.

Bu Dina hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Denis yang sangat dingin bahkan tidak menghargai dosennya pun. Tapi biarpun begitu ia menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di kampus mereka.

Saat hendak ke parkiran kampus Denis melihat Arsen yang sedang ditarik oleh anggota geng Ular cobra menuju samping kampus.

Ia tahu jika pasti Arsen akan kembali di bully oleh mereka, karena kejadian beberapa hari yang lalu di dekat mall.

"Ckk!! Menyusahkan saja" decak Denis sambil mengikuti mereka.

Sampai disana ia melihat Arsen yang sedang dipukul oleh 3 mahasiswa waktu itu. Denis bersedekap tangan di dada melihat mereka.

Eheemm...................

Deham Denis membuat mereka menoleh ke belakang dan langsung di sambut tatapan dingin dan datar seorang Denis Arkana.

"Bos" ucap ketiganya serentak.

"Sepertinya kalian tidak ada kerjaan selain menganggu dia" ucap Denis sambil berjalan mendekati mereka.

Melihat hal itu entah kenapa ketiganya mundur ke belakang. Denis menarik kerah baju Arsen dari belakang hingga ia berdiri dengan tegak di depannya.

"Kalian perhatikan muka ini baik-baik" ucap Denis dengan suara dingin.

"Mulai saat ini dia itu teman aku. Jika kalian berani mengganggunya lagi maka kalian akan berhadapan denganku" ancam Denis dengan tatapan membunuh.

"Baik bos kami tidak akan mengganggunya lagi" ucap ketiganya serentak.

Ketiganya bergegas pergi dari sana tak ingin mendapat masalah dengan Denis, karena mereka tahu Denis sangat berbahaya dan semua ucapannya tak pernah main-main.

"Terima kas.....ih" ucap Arsen dengan tulus.

"Ckk!!" decak Denis sambil berlalu pergi.

Arsen menatap Denis sambil tersenyum hangat berterima kasih karena sudah menyelamatkannya.

Meski ia tahu ucapan Denis hanya sekedar bercanda untuk menyelamatkan dia kedepannya dari anak-anak yang sering membullynya.

~ AS Cafe ~

Denis masuk ke dalam cafe dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sandro yang mengajak bertemu di cafe.

"Bos" panggil Sandro sambil melambaikan tangan.

Denis berlalu menuju ke meja Sandro yang berada di dekat jendela. Mata coklat tajamnya menatap ke depan dengan dingin tak ada senyum sama sekali diwajahnya, hanya ada wajah datar.

"Ada apa?" tanya Denis to the point.

"Bos tidak mau pesan sesuatu?" tanya Sandro.

"Ice americano with out sugar" (es americano tanpa gula)

"Oke bos aku pesankan"

Tak beberapa lama seorang pelayan pria berpenampilan cupu datang membawa pesanan keduanya.

"Selamat menikmati" ucap pelayan tadi dengan sopan.

"Kamu" tunjuk Denis saat mendengar suara yang ia kenali.

"De....nis" ucap Arsen dengan gugup.

"Kamu kerja disini?" tanya Denis lagi.

"Uhmmm! Aku pemilik cafe ini. Kebetulan aku lagi senggang jadi sekalian aja bantu pelayan melayani pengunjung" ucap Arsen.

Sandro yang mendengar hal tersebut tersenyum penuh arti melihat Arsen dan memikirkan ide di otaknya untuk berbicara dengan Denis ditempat tertutup.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue..............

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😝😄💪👍🙏

2023-12-15

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Ternyata Arsen yang sering di-bully adalah pemilik cafe yang sering didatanginya....😝😄💪👍👍👍

2023-12-15

1

EL Shawieto

EL Shawieto

Ternyata owner kafe si Arsen 👏👏

2023-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!