PAD | BAB 5

Hiks............hiks............hiks..........hiks..........

Denis menangis histeris sambil memeluk mamanya dengan erat merasa sangat bersyukur, karena masih bisa bertemu dan memeluk sang mama dalam keadaan hidup.

Ya Tuhan terima kasih karena diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan mama, batin Denis merasa sangat bersyukur.

"Nak............hiks hiks hiks........kamu kenapa menangis? Apa kamu sakit nak?" tanya Amira dengan sesegukan.

Tak menjawab Denis tetap memeluk sang mama tak perduli jika bajunya ikut basah karena pakaian Amira basah kuyup terkena hujan tadi.

Reinkarnasi atau apa ia tidak perduli yang penting ia masih diberikan kesempatan, bisa bertemu kembali dengan mamanya dan ia berjanji ia akan membahagiakan mamanya di kehidupan ini dan menjadi anak yang berbakti.

"Denis baju kamu basah nak? Ayok lepas dulu baju kamu dan segera mandi air hangat nak. Mama tidak mau kamu sampai sakit" ucap Amira dengan cemas.

"Biarkan seperti ini" ucap Denis dengan suara serak yang sangat lembut.

Deg...............

Tubuh Amira menegang mendengar ucapan sang anak yang memanggilnya sangat lembut tidak seperti biasanya. Air matanya mengalir dengan deras tak menyangka akan datang hari ini.

"De.......nis" lirih Amira dengan suara bergetar.

"Iya ma"

Hiks..........hiks...........hiks.........hiks............

Tangisan Amira semakin pecah tak menyangka anaknya akan kembali memanggil dia mama, seperti waktu ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Kamu bila......ng ma.....ma nak?" tanya Amira dengan sesegukan.

"Heemmmm" deham Denis sambil mengangguk kepalanya.

"Anakku" pekik Amira sambil memeluk Denis semakin erat.

"Maafin Denis ma.........hiks hiks hiks........maaf mama. Denis selama ini udah menyakiti mama.......hiks hiks hiks" ucap Denis sambil menangis histeris.

"Mama udah maafin kamu nak" balas Amira.

Keduanya sama-sama menangis melepas semua yang ada di hati mereka. Setelah beberapa saat Denis menyuruh mamanya mandi air hangat sebelum jatuh sakit.

Selesai mandi Amira segera berganti pakaian dan keluar untuk memberitahu anaknya tentang keinginan Denis yang tidak ia bawa hari ini.

"Denis" panggil Amira saat di ruang tengah yang bersebelahan dengan ruang makan dan dapur.

"Kenapa ma?" tanya Denis sambil menatap sang mama dengan tatapan lembut.

"Maafin mama nak. Mama tidak bisa memberikan permintaan kamu. Hari ini mama belum gajian nak dan mama tidak tahu apa cukup bisa beli handphone yang kamu mau atau tidak" ucap Amira sambil menunduk dan meremas kedua tangannya karena takut.

Nyes...............

Dada Denis terasa sakit melihat mamanya yang berdiri di depannya sambil menunduk gemetaran.

Ia tahu jika kelakuannya selama ini pasti sudah membekas dalam hati sang mama, apa lagi jika permintaannya tidak dipenuhi maka Denis akan memukul Amira tanpa ampun.

Denis mengingat permintaannya yang menyuruh mamanya untuk membelikan handphone keluaran terbaru yang baru launching seminggu yang lalu.

Denis ingat tadi pagi tadi setelah melempar makanan di wajah sang mama, ia berpesan untuk membawa hp yang ia mau pulang nanti.

Ia tersenyum getir mengingat kejadian itu yang semakin membuat dadanya seperti dicabik-cabik merasa sangat bersalah dan menyesal.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

"Tidak usah beli lagi ma. Aku sudah tidak pengen" ucap Denis.

"Tapi nak mama tahu kamu sangat menyukai hp itu" ucap Amira dengan cepat.

"Lalu kalau aku suka apa mama bisa membelinya?" tanya Denis dengan tatapan tajam

"Maaf" lirih Amira merasa bersalah tak bisa memenuhi keinginan putranya.

Tes.............

Air mata Amira jatuh tak bisa ditahan lagi, melihat hal itu Denis dengan cepat memeluk sang mama, karena tahu pasti saat ini mamanya menyalahkan dirinya yang miskin karena tak bisa memenuhi keinginannya.

"Jangan menyalahkan diri mama. Aku tidak suka ma" ucap Denis dengan suara tegas.

"Maafkan mama Denis"

"Jangan minta maaf karena mama tidak bersalah"

"Iya nak"

Denis lalu menuntun mamanya ke kamar agar bisa beristirahat. Sampai didalam kamar lagi-lagi hatinya terasa sakit, melihat kasur lantai yang sudah berlubang dipakai oleh Amira.

Jadi ini alasan mama selalu memijit badannya setiap pagi. Aku memang anak durhaka, batin Denis merasa sangat bersalah.

"Malam ini mama tidur di kamar aku" ucap Denis mengagetkan Amira yang hendak berbaring di kasur lantai.

"Tapi nak nanti kasur kamu kotor. Biar mama tidur disini ya" tolak Amira yang tahu anaknya tak suka jika kamarnya di masuki olehnya.

"Jangan membantah ma. Pokoknya malam ini mama tidur di kamar aku! Tidak ada penolakan!" tegas Denis dengan tatapan tajam.

Amira mengangguk kepalanya mengikuti keinginan sang anak yang tak suka dibantah dan keras kepala.

Sifat Denis sama persis dengan mendiang suaminya sama-sama keras kepala, arogan, dan posesif dengan milik mereka.

Keduanya lalu menuju ke kamar Denis dan tak berkata apa-apa lagi Amira segera berbaring diatas ranjang. Senyum di bibirnya tak pernah lepas berharap malam ini jangan pernah berlalu.

Jika semua kebahagian ini hanya malam ini saja, aku sangat senang karena bisa berbicara dengan santai dengan putraku, batin Amira sambil tersenyum manis menutup mata.

Beberapa saat kemudian Denis keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya. Ia tersenyum hangat dan tulus melihat senyuman dibibir sang mama yang tak pernah ia lihat selama ini.

Terima kasih sudah memberikan aku kesempatan kedua untuk mengubah takdir hidupku ya Tuhan, batin Denis merasa bersyukur.

Cup...........

Denis mengecup kening Amira dengan lembut sambil berbaring disampingnya. Ia bertekad mulai besok mamanya tidak akan pernah menderita lagi.

Kenzo tunggu pembalasanku berengsek. Aku akan membuatmu menyesal sudah lahir di dunia ini, batin Denis dengan gigi mengelutuk hingga berbunyi.

Tepat pukul 04:30 pagi Amira terbangun dari tidurnya seperti biasa. Saat bangun ia melihat ke sampingnya dan tersenyum bahagia melihat sang anak yang tidur seperti bayi.

Terima kasih sudah kembali menjadi anak mama Denis, batin Amira dengan bahagia.

Amira bangun dengan perlahan agar tidak membangunkan sang anak yang masih tertidur. Setelah itu ia memperbaiki selimut agar Denis tidak kedinginan dan berlalu keluar.

Seperti biasanya Amira membereskan rumah dan mencuci pakaian mereka sebelum berangkat kerja. Tak lupa ia juga menyiapkan sarapan buat sang anak.

Sedangkan didalam kamar Denis terlihat gelisah dalam tidurnya, memimpikan kejadian saat mamanya mati di pangkuannya hingga ia dihukum mati.

Hosh..........hosh...........hosh........

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

Denis seketika terbangun dengan napas satu-satu seperti habis dikejar hantu. Tubuhnya berkeringat hanya karena mimpi barusan yang membuat dadanya sesak.

"F**k" maki Denis sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

Ia melihat jam sudah 06:00 diatas nakas dan bergegas bangun untuk membersihkan diri, karena hari ini ia berencana untuk merenovasi kamar sang mama.

"Selamat pagi nak. Ayok sarapan dulu baru kamu ke kampus ya" ajak Amira yang melihat Denis keluar dari kamarnya.

"Mama tidak sarapan?" tanya Denis melihat penampilan Amira yang sudah mau berangkat kerja.

"Mama sudah hampir telat jadi nanti saja mama makan di sana" alasan Amira.

Denis tersenyum getir tahu jika mamanya berbohong, karena memang setiap pagi mamanya tidak pernah sarapan.

Hanya demi menghemat dan juga ia berpikir jika anaknya lebih membutuhkan asupan gizi lebih banyak dari dia.

"Tunggu disini jangan pergi" tegas Denis berlalu menuju meja makan.

Amira diam saja menunggu sesuai ucapan Denis tadi dan tak lama Denis datang sambil membawa kotak makan berwarna hijau dengan tulisan tupperware di atasnya.

"Mama harus habiskan jangan sampai aku lihat ada sisa" ucap Denis memperingati.

"Tapi nak" ucap Amira yang langsung dipotong Denis.

"Aku nanti makan di kampus jadi jangan pikirkan aku ma" potong Denis.

"Kamu ada uang nak? Ini mama ada 20 ribu buat kamu jajan di sana ya nak" ucap Amira sambil menyodorkan uang pecahan 20 ribu kepada Denis.

Denis tak menolak karena untuk pertama kali ia menerima uang jajan dari mamanya. Meksi ia tahu itu uang terakhir di dompet mamanya, tapi entah kenapa uang itu sangat berharga untuknya.

"Terima kasih ma" ucap Denis dengan suara lembut.

Mata Amira hampir copot mendengar ucapan sang anak, tapi seketika senyumnya terbit di bibirnya mendengar ucapan Denis tadi.

"Mama berangkat dulu ya nak jaga diri kamu" pamit Amira sambil mengelus pipi Denis dengan lembut.

"Hati-hati ma"

"Iya nak"

Tes..............

Air mata Denis jatuh saat melihat uang pecahan 20 ribu di tangannya. Ia masih ingat dulu ia tidak pernah mau menerima uang segitu, dan sering kali memaki mamanya karena memberinya uang 20 ribu.

Denis menaruh uang 20 ribu di dalam dompetnya di paling bagian belakang. Denis lalu masuk kembali ke dalam kamar dan melihat jadwal kuliahnya hari ini.

Kebetulan hari ini ia tidak ada jadwal kuliah jadi ia akan mengunakan kesempatan ini untuk merenovasi kamar sang mama.

Ting.............

Kenzo

"Dude ingat ya entar malam di club biasa"

Melihat siapa yang mengirimnya pesan Denis segera menghapus pesan itu dan lalu menganti nama kontak Kenzo dengan nama Bangsat.

"Nama ini cocok buat orang kayak kamu berengsek" ucap Denis sambil tersenyum sinis.

...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

To be continue..................

Terpopuler

Comments

Usmi Usmi

Usmi Usmi

aku kok pusing bacanya Thor tadi d penjara kembali LG kerumah gmn sih kok bingung 😕

2025-02-23

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjuuuutt Thor 😝😄💪👍🙏

2023-12-13

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Ber-reinkarnasi ke masa lalu 5 tahun sebelumnya untuk memperbaiki Suratan Takdir...😝😄💪👍👍👍

2023-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 PAD | BAB 1
2 PAD | BAB 2
3 PAD | BAB 3
4 PAD | BAB 4
5 PAD | BAB 5
6 PAD | BAB 6
7 PAD | BAB 7
8 PAD | BAB 8
9 PAD | BAB 9
10 PAD | BAB 10
11 PAD | BAB 11
12 PAD | BAB 12
13 PAD | BAB 13
14 PAD | BAB 14
15 PAD | BAB 15
16 PAD | BAB 16
17 PAD | BAB 17
18 PAD | BAB 18
19 PAD | BAB 19
20 PAD | BAB 20
21 PAD | BAB 21
22 PAD | BAB 22
23 PAD | BAB 23
24 PAD | BAB 24
25 PAD | BAB 25
26 PAD | BAB 26
27 PAD | BAB 27
28 PAD | BAB 28
29 PAD | BAB 29
30 PAD | BAB 30
31 PAD | BAB 31
32 PAD | BAB 32
33 PAD | BAB 33
34 PAD | BAB 34
35 PAD | BAB 35
36 PAD | BAB 36
37 PAD | BAB 37
38 PAD | BAB 38
39 PAD | BAB 39
40 PAD | BAB 40
41 PAD | BAB 41
42 PAD | BAB 42
43 PAD | BAB 43
44 PAD | BAB 44
45 PAD | BAB 45
46 PAD | BAB 46
47 PAD | BAB 47
48 PAD | BAB 48
49 PAD | BAB 49
50 PAD | BAB 50
51 PAD | BAB 51
52 PAD | BAB 52
53 PAD | BAB 53
54 PAD | BAB 54
55 PAD | BAB 55
56 PAD | BAB 56
57 PAD | BAB 57
58 PAD | BAB 58
59 PAD | BAB 59
60 PAD | BAB 60
61 PAD | BAB 61
62 PAD | BAB 62
63 PAD | BAB 63
64 PAD | BAB 64
65 PAD | BAB 65
66 PAD | BAB 66
67 PAD | BAB 67
68 PAD | BAB 68
69 PAD | BAB 69
70 PAD | BAB 70
71 PAD | BAB 71
72 PAD | BAB 72
73 PAD | BAB 73
74 PAD | BAB 74
75 PAD | BAB 75
76 PAD | BAB 76
77 PAD | BAB 77
78 PAD | BAB 78
79 PAD | BAB 79
80 PAD | BAB 80
81 PAD | BAB 81
82 PAD | BAB 82
83 PAD | BAB 83
84 PAD | BAB 84
85 PAD | BAB 85
86 PAD | BAB 86
87 PAD | BAB 87
88 PAD | BAB 88
89 PAD | BAB 89
90 PAD | BAB 90
91 PAD | BAB 91
92 PAD | BAB 92
93 PAD | BAB 93
94 PAD | BAB 94
95 PAD | BAB 95
96 PAD | BAB 96
97 PAD | BAB 97
98 PAD | BAB 98
99 PAD | BAB 99
100 PAD | BAB 100
101 PAD | BAB 101
102 PAD | BAB 102
103 PAD | BAB 103
104 PAD | BAB 104
105 PAD | BAB 105
106 PAD | BAB 106
107 PAD | BAB 107
108 PAD | BAB 108
109 PAD | BAB 109
110 PAD | BAB 110
111 PAD | BAB 111
112 PAD | BAB 112
113 PAD | BAB 113
114 PAD | BAB 114
115 PAD | BAB 115
116 PAD | BAB 116
117 PAD | BAB 117
118 PAD | BAB 118
119 PAD | BAB 119
120 PAD | BAB 120
121 PAD | BAB 121
122 PAD | BAB 122
123 PAD | BAB 123
124 PAD | BAB 124
125 PAD | BAB 125
126 PAD | BAB 126
127 PAD | BAB 127
128 PAD | BAB 128
129 PAD | BAB 129
130 PAD | BAB 130
131 PAD | BAB 131
132 PAD | BAB 132
133 PAD | BAB 133
134 PAD | BAB 134
135 PAD | BAB 135
136 PAD | BAB 136
137 PAD | BAB 137
138 PAD | BAB 138
139 PAD | BAB 139
140 PAD | BAB 140
141 PAD | BAB 141
142 PAD | BAB 142
143 PAD | BAB 143
144 PAD | BAB 144
145 PAD | BAB 145
146 PAD | BAB 146
147 PAD | BAB 147
148 PAD | BAB 148
149 PAD | BAB 149
150 PAD | BAB 150
151 PAD | BAB 151
152 PAD | BAB 152
153 PAD | BAB 153
154 PAD | BAB 154
155 PAD | BAB 155
156 PAD | BAB 156
157 PAD | BAB 157
158 PAD | BAB 158
159 PAD | BAB 159
160 PAD | BAB 160
161 PAD | BAB 161
162 PAD | BAB 162
163 PAD | BAB 163
164 PAD | BAB 164
165 PAD | BAB 165
166 PAD | BAB 166
167 PAD | BAB 167
168 PAD | BAB 168
169 PAD | BAB 169
170 PAD | BAB 170
171 PAD | BAB 171
172 PAD | BAB 172
173 PAD | BAB 173
174 PAD | BAB 174
175 PAD | BAB 175
176 PAD | BAB 176
177 PAD | BAB 177
178 PAD | BAB 178
179 PAD | BAB 179
180 PAD | BAB 180
181 PAD | BAB 181
182 PAD | BAB 182
183 PAD | BAB 183
184 PAD | BAB 184
185 PAD | BAB 185
186 PAD | BAB 186
187 PAD | BAB 187
188 PAD | BAB 188
189 PAD | BAB 189
190 PAD | BAB 190
191 PAD | BAB 191
192 PAD | BAB 192
193 PAD | BAB 193
194 PAD | BAB 194
195 PAD | BAB 195
196 PAD | BAB 196
197 PAD | BAB 197
198 PAD | BAB 198
199 PAD | BAB 199
200 PAD | BAB 200
201 PAD | BAB 201
202 PAD | BAB 202
203 PAD | BAB 203
204 PAD | BAB 204
205 PAD | BAB 205
206 PAD | BAB 206
207 PAD | BAB 207
208 PAD | BAB 208
209 PAD | BAB 209
210 PAD | BAB 210
211 PAD | BAB 211
212 PAD | BAB 212
213 PAD | BAB 213
214 PAD | BAB 214
215 PAD | BAB 215
216 PAD | BAB 216
217 PAD | BAB 217
218 PAD | BAB 218
219 PAD | BAB 219
220 PAD | BAB 220
221 PAD | BAB 221
222 PAD | BAB 222
223 PAD | BAB 223
224 PAD | BAB 224
225 PAD | BAB 225
226 PAD | BAB 226
227 PAD | BAB 227
228 PAD | BAB 228
229 PAD | BAB 229
230 PAD | BAB 230
231 PAD | BAB 231
232 PAD | BAB 232
233 PAD | BAB 233
234 PAD | BAB 234
235 PAD | BAB 235
236 PAD | BAB 236
237 PAD | BAB 237
238 PAD | BAB 238
239 PAD | BAB 239
240 PAD | BAB 240
241 PAD | BAB 241
242 PAD | BAB 242
243 PAD | BAB 243
244 PAD | BAB 244
245 PAD | BAB 245
246 PAD | BAB 246
247 PAD | BAB 247
248 PAD | BAB 248
249 PAD | BAB 249
250 PAD | BAB 250
251 PAD | BAB 251
252 PAD | BAB 252
253 PAD | BAB 253
254 PAD | BAB 254
255 PAD | BAB 255
256 PAD | BAB 256
257 PAD | BAB 257
258 PAD | BAB 258
259 PAD | BAB 259
260 PAD | BAB 260
261 PAD | BAB 261
262 PAD | BAB 262
263 PAD | BAB 263
264 PAD | BAB 264
265 PAD | BAB 265
266 PAD | BAB 266
267 PAD | BAB 267
268 PAD | BAB 268
269 PAD | BAB 269
270 PAD | BAB 270
271 PAD | BAB 271
272 Ekstra Part 1
273 Ekstra Part 2
274 Ekstra Part 3
275 Ekstra Part 4
Episodes

Updated 275 Episodes

1
PAD | BAB 1
2
PAD | BAB 2
3
PAD | BAB 3
4
PAD | BAB 4
5
PAD | BAB 5
6
PAD | BAB 6
7
PAD | BAB 7
8
PAD | BAB 8
9
PAD | BAB 9
10
PAD | BAB 10
11
PAD | BAB 11
12
PAD | BAB 12
13
PAD | BAB 13
14
PAD | BAB 14
15
PAD | BAB 15
16
PAD | BAB 16
17
PAD | BAB 17
18
PAD | BAB 18
19
PAD | BAB 19
20
PAD | BAB 20
21
PAD | BAB 21
22
PAD | BAB 22
23
PAD | BAB 23
24
PAD | BAB 24
25
PAD | BAB 25
26
PAD | BAB 26
27
PAD | BAB 27
28
PAD | BAB 28
29
PAD | BAB 29
30
PAD | BAB 30
31
PAD | BAB 31
32
PAD | BAB 32
33
PAD | BAB 33
34
PAD | BAB 34
35
PAD | BAB 35
36
PAD | BAB 36
37
PAD | BAB 37
38
PAD | BAB 38
39
PAD | BAB 39
40
PAD | BAB 40
41
PAD | BAB 41
42
PAD | BAB 42
43
PAD | BAB 43
44
PAD | BAB 44
45
PAD | BAB 45
46
PAD | BAB 46
47
PAD | BAB 47
48
PAD | BAB 48
49
PAD | BAB 49
50
PAD | BAB 50
51
PAD | BAB 51
52
PAD | BAB 52
53
PAD | BAB 53
54
PAD | BAB 54
55
PAD | BAB 55
56
PAD | BAB 56
57
PAD | BAB 57
58
PAD | BAB 58
59
PAD | BAB 59
60
PAD | BAB 60
61
PAD | BAB 61
62
PAD | BAB 62
63
PAD | BAB 63
64
PAD | BAB 64
65
PAD | BAB 65
66
PAD | BAB 66
67
PAD | BAB 67
68
PAD | BAB 68
69
PAD | BAB 69
70
PAD | BAB 70
71
PAD | BAB 71
72
PAD | BAB 72
73
PAD | BAB 73
74
PAD | BAB 74
75
PAD | BAB 75
76
PAD | BAB 76
77
PAD | BAB 77
78
PAD | BAB 78
79
PAD | BAB 79
80
PAD | BAB 80
81
PAD | BAB 81
82
PAD | BAB 82
83
PAD | BAB 83
84
PAD | BAB 84
85
PAD | BAB 85
86
PAD | BAB 86
87
PAD | BAB 87
88
PAD | BAB 88
89
PAD | BAB 89
90
PAD | BAB 90
91
PAD | BAB 91
92
PAD | BAB 92
93
PAD | BAB 93
94
PAD | BAB 94
95
PAD | BAB 95
96
PAD | BAB 96
97
PAD | BAB 97
98
PAD | BAB 98
99
PAD | BAB 99
100
PAD | BAB 100
101
PAD | BAB 101
102
PAD | BAB 102
103
PAD | BAB 103
104
PAD | BAB 104
105
PAD | BAB 105
106
PAD | BAB 106
107
PAD | BAB 107
108
PAD | BAB 108
109
PAD | BAB 109
110
PAD | BAB 110
111
PAD | BAB 111
112
PAD | BAB 112
113
PAD | BAB 113
114
PAD | BAB 114
115
PAD | BAB 115
116
PAD | BAB 116
117
PAD | BAB 117
118
PAD | BAB 118
119
PAD | BAB 119
120
PAD | BAB 120
121
PAD | BAB 121
122
PAD | BAB 122
123
PAD | BAB 123
124
PAD | BAB 124
125
PAD | BAB 125
126
PAD | BAB 126
127
PAD | BAB 127
128
PAD | BAB 128
129
PAD | BAB 129
130
PAD | BAB 130
131
PAD | BAB 131
132
PAD | BAB 132
133
PAD | BAB 133
134
PAD | BAB 134
135
PAD | BAB 135
136
PAD | BAB 136
137
PAD | BAB 137
138
PAD | BAB 138
139
PAD | BAB 139
140
PAD | BAB 140
141
PAD | BAB 141
142
PAD | BAB 142
143
PAD | BAB 143
144
PAD | BAB 144
145
PAD | BAB 145
146
PAD | BAB 146
147
PAD | BAB 147
148
PAD | BAB 148
149
PAD | BAB 149
150
PAD | BAB 150
151
PAD | BAB 151
152
PAD | BAB 152
153
PAD | BAB 153
154
PAD | BAB 154
155
PAD | BAB 155
156
PAD | BAB 156
157
PAD | BAB 157
158
PAD | BAB 158
159
PAD | BAB 159
160
PAD | BAB 160
161
PAD | BAB 161
162
PAD | BAB 162
163
PAD | BAB 163
164
PAD | BAB 164
165
PAD | BAB 165
166
PAD | BAB 166
167
PAD | BAB 167
168
PAD | BAB 168
169
PAD | BAB 169
170
PAD | BAB 170
171
PAD | BAB 171
172
PAD | BAB 172
173
PAD | BAB 173
174
PAD | BAB 174
175
PAD | BAB 175
176
PAD | BAB 176
177
PAD | BAB 177
178
PAD | BAB 178
179
PAD | BAB 179
180
PAD | BAB 180
181
PAD | BAB 181
182
PAD | BAB 182
183
PAD | BAB 183
184
PAD | BAB 184
185
PAD | BAB 185
186
PAD | BAB 186
187
PAD | BAB 187
188
PAD | BAB 188
189
PAD | BAB 189
190
PAD | BAB 190
191
PAD | BAB 191
192
PAD | BAB 192
193
PAD | BAB 193
194
PAD | BAB 194
195
PAD | BAB 195
196
PAD | BAB 196
197
PAD | BAB 197
198
PAD | BAB 198
199
PAD | BAB 199
200
PAD | BAB 200
201
PAD | BAB 201
202
PAD | BAB 202
203
PAD | BAB 203
204
PAD | BAB 204
205
PAD | BAB 205
206
PAD | BAB 206
207
PAD | BAB 207
208
PAD | BAB 208
209
PAD | BAB 209
210
PAD | BAB 210
211
PAD | BAB 211
212
PAD | BAB 212
213
PAD | BAB 213
214
PAD | BAB 214
215
PAD | BAB 215
216
PAD | BAB 216
217
PAD | BAB 217
218
PAD | BAB 218
219
PAD | BAB 219
220
PAD | BAB 220
221
PAD | BAB 221
222
PAD | BAB 222
223
PAD | BAB 223
224
PAD | BAB 224
225
PAD | BAB 225
226
PAD | BAB 226
227
PAD | BAB 227
228
PAD | BAB 228
229
PAD | BAB 229
230
PAD | BAB 230
231
PAD | BAB 231
232
PAD | BAB 232
233
PAD | BAB 233
234
PAD | BAB 234
235
PAD | BAB 235
236
PAD | BAB 236
237
PAD | BAB 237
238
PAD | BAB 238
239
PAD | BAB 239
240
PAD | BAB 240
241
PAD | BAB 241
242
PAD | BAB 242
243
PAD | BAB 243
244
PAD | BAB 244
245
PAD | BAB 245
246
PAD | BAB 246
247
PAD | BAB 247
248
PAD | BAB 248
249
PAD | BAB 249
250
PAD | BAB 250
251
PAD | BAB 251
252
PAD | BAB 252
253
PAD | BAB 253
254
PAD | BAB 254
255
PAD | BAB 255
256
PAD | BAB 256
257
PAD | BAB 257
258
PAD | BAB 258
259
PAD | BAB 259
260
PAD | BAB 260
261
PAD | BAB 261
262
PAD | BAB 262
263
PAD | BAB 263
264
PAD | BAB 264
265
PAD | BAB 265
266
PAD | BAB 266
267
PAD | BAB 267
268
PAD | BAB 268
269
PAD | BAB 269
270
PAD | BAB 270
271
PAD | BAB 271
272
Ekstra Part 1
273
Ekstra Part 2
274
Ekstra Part 3
275
Ekstra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!