Sierra mengunci pintu kamarnya, lalu ia membuka laptopnya kembali dan menghubungi pria yang bernama samaran Lucifer. Meskipun Sierra tahu dirinya termasuk tidak profesional , tapi ia tak memiliki jalan lain lagi.
Sierra tidak memiliki satupun teman baik, ia selalu sendirian. Karena saat ia memiliki teman, Carine akan dengan sengaja menjelek - jelekan Sierra pada teman Sierra dan membuatnya menjauhi Sierra.
Sierra mengetik dengan cekatan di laptopnya dan mengirim pesan pada Lucifer.
" Halo tuan Lucifer, bolehkah aku meminta bantuanmu?" Pesan itu pun terkirim.
TING!
Sebuah pesan masuk.
"Cepat juga respon nya." Ucap seirra.
"Semua ada haraganya tuan. Kira kira apa yang akan saya dapat jika membantu anda?" Balas Lucifer.
"Hmmmm... Apa yang bisa aku berikan? Uang jelas tidak mungkin, dia pasti lebih kaya dariku." Gumam Sierra.
"Jika kau butuh bantuanku apapun itu, selagi aku bisa melakukan nya, aku akan membantumu." Balas Sierra.
TING!
Sebuah pesan masuk.
"Baik.. Katakan, apa yang harus saya lakukan." Balas Lucifer.
Sierra pun tersenyum senang, akhirnya ia mendapatkan jalan. Ia pun mengirimkan beberapa foto Alden dan Carine, juga sebuah alamat apartemen tempat mereka biasa bermadu kasih.
"Selidiki mereka, lalu kumpulkan foto atau video saat mereka beradegan mesra. Aku berencana membongkar perselingkuhan mereka, dan aku hanya punya waktu 2 hari." Balas Sierra.
TING!
Bunyi pesan masuk.
"Baik.. ingat janjimu tuan." Balas Lucifer.
"Aku selalu memegang janjiku." Balas Sierra.
Sierra pin bernafas lega, tetapi saat ia memegangi kepalanya, ia teringat bahwa ia harus kembali kerumah sakit untuk mengganti perban nantinya.
"Sudahlah, pikirkan itu nanti. " Ucap Sierra.
Sementara itu seorang pria tengah duduk di mobil dengan laptop di pangkuan nya. Sepertinya ia baru saja berbalas pesan dengan seseorang, setelah tak ada pesan lagi yang masuk, ia pun mematikan laptopnya.
"Leo.. Sepertinya nama samaran." Gumam pria itu.
Pria itu sedang berparkir di seberang jalan sebuah rumah minimalis, Ia seperti tengah menunggu seseorang disana.
"Kemana gadis itu? Jelas jelas agen rumah itu bilang dia beli rumah disini karena ingin beristirahat. Tapi aku tidak melihat ada tanda tanda kehidupan disana, apakah dia sudah pergi?" Gumamnya.
RING... RING..
Tiba - tiba ponselnya berdering.
"Halo Sam.." Ucapnya.
"Arthur Edward! Dimana kau!? Sudah jadwalnya kau ganti perban. Kemari atau aku tinggal kau." Teriak seorang pria dari seberang sana.
Ya, pria yang tengah duduk tidak jelas didalam mobil sembari menunggu seseorang adalah Arthur Edward, CEO muda ED Group. Juga satu satunya tuan muda keluarga Edward yang di emaskan, ia begitu berharga bahkan jika ia terluka sedikit saja sang ibu akan memarahi seisi kediaman.
Tetapi yang menjadi masalah besarnya adalah, Arthur ini memiliki hobi ekstrim, juga identitas gelap sebagai ketua mafia. Tentu saja akan ada luka setiap ia pulang entah dari mana. Dan.. Yang menjadi sasaran nya adalah teman nya, Sammy Kendraga. Dokter muda yang terkenal dengan kejeniusan nya di dunia kedokteran.
"Astaga Sam! Bisa tidak bicara tanpa berteriak!?" Ucap Arthur.
"Kau tidak tahu saja, aku lebih menderita di rumahmu, ibumu memarahiku. Cepat kembali kau! Aku bukan dokter yang senggang." Ucap Sammy.
"Iya.. Iya.. Cerewet!" Ucap Arthur lalu sambungan pun dimatikan.
"Sepertinya kita tidak bisa bertemu hari ini gadis pawang." Gumam Arthur, lalu ia melajukan mobilnya membelah jalanan kota Jakarta.
..........
Dua hari berlalu, Sierra tengah berjalan mondar - mandir di kamar nya. Ia sedang menunggu email dari Lucifer yang katanya mau membantu dirinya mengumpulkan bukti perselingkuhan Alden dan Carine. Hari ini adalah hari terakhir, dan besok adalah hari pertunangan nya dan bukti itu belum ada ditangan nya.
"Kemana dia.. apakah dia lupa?" Gumamnya.
TING!!
TING!!
Bunyi beberapa pesan masuk.
Sierra membuka laptopnya dan ia tersenyum senang, rupanya Lucifer tidak melupakan nya. Bukti bukti itu kini ada dilaptopnya. Sierra langsung mendownload beberapa video, dia juga mengedit foto - foto menjijikan pasangan itu agar menjadi slide show lalu kemudian ia pindah kedalam sebuah USB kecil miliknya.
"Perang dimulai.." Ucap Sierra.
Sierra keluar dari kamarnya, ia melihat ada pengawal berbadan besar yang menjaga didepan kamarnya.
"Kenapa kalian disini?" Ucap Sierra.
"Maaf nona, anda dilarang keluar kamar. Nyonya memerintahkan kami untuk menjaga nona." Ucap salah satu pengawal itu.
"Aku hanya ingin berjalan keluar dari kamarku, aku tidak keluar rumah. Lalu.. aku adalah nona sah di keluarga ini, beraninya kau mendengarkan perintah ibu tiriku." Ucap Sierra tajam.
"Maaf nona, kami hanya menjalankan perintah." ucap pengawal itu.
"Minggir!" Ucap Sierra.
" Sierra, kamu mau kemana!?" Ucap Julia yang muncul entah dari mana.
"Kau menyuruh mereka untuk mengurungku dikamar nyonya Julia?" Ucap Sierra.
Julia kaget, biasanya Sierra akan memanggilnya ibu dengan wajah bodohnya, tetapi kini Sierra memanggilnya nyonya.
"Benar, ibu menyuruh mereka karena.."
"Kau lupa statusmu dirumah ini nyonya Julia? Kau hanya istri kedua, dan aku adalah nona yang sah dirumah ini. Yang mana aku lebih ber HAK untuk mengatur rumah ini daripada kau." Ucap Sierra dingin memotong ucapan Julia.
'Anak ini mengapa sekarang begitu berani, ia bahkan membicarakan status denganku.' Batin Julia bermonolog.
"Sierra, ibu hanya.."
"Kau bukan ibuku, jangan bersikap menjijikan di depanku. Bukankah kau selalu ingin melihat aku menderita di pukuli ayah hingga hampir mati?" Ucap Sierra kembali meotong perkataan Julia.
"Suruh mereka minggir, atau kau tahu akibatnya." Ucap Sierra mengancam.
"Mundur." Ucap Julia pada dua pengawal itu.
Pengawal itu pun benar benar mundur menuruti perintah Julia.
"Sierra, ayahmu akan marah jika ia tahu kau keluar rumah. Besok adalah hari pertunanganmu, sebaiknya kau baik baik dirumah, atau ayahmu akan menyiksamu. Kau tahu kehadiranmu itu bagai kutukan bagi ayahmu bukan?" Ucap Julia.
"Apakah aku bilang ingin keluar rumah? Membosankan berada didalam kamar. Lagi pula setelah aku bertunangan nanti aku akan keluar dari rumah ini, aku hanya ingin mengenang kenangan bersama ibuku." Ucap Sierra.
Sierra menyadari kedatangan seseorang, jadi dia sengaja menggunakan ibunya sebagai alasan yang bagus. Dan benar saja, sosok itu kini hanya diam mematung di balik tembok.
'Kau masih menyalahkan aku atas kematian ibuku sendiri ayah.. suatu hari kau akan menyesalinya.' Batin Sierra bermonolog.
Ya benar, yang berdiri dibalik tembok adalah Daniel ayahnya yang tidak sengaja telah mendengar ucapan terakhir Julia.
Sierra melangkah pergi, tujuan nya saat ini adalah ia ingin mengamati rumahnya yang saat ini tengah di dekor. Juga sekaligus ia ingin melihat situasi yang ada.
'Rupanya dekorasinya sangat megah, aku ingat di kehidupanku yang sebelumnya mereka tidak membuatkan aku dekorasi yang megah. Kenapa ini bisa terjadi? Seharusnya apa yang terjadi di kehidupanku sebelumnya juga terjadi padaku saat ini. Apa takdir ku berubah? ' Batin Sierra bermonolog.
Benar aula dikediaman Sierra dihias dengan begitu megahnya. Bunga bunga segar, bernuansa putih, bagai hari pernikahan saja.
'Tapi baguslah, semakin megah maka akan semakin banyak tamu. Semakin banyak tamu, maka semakin banyak pasang mata yang melihat kelakuan menjijikan putri yang di banggakan oleh Daniel' Batin Sierra kembali bermonolog.
TO BE CONTINUED...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Sierra pasti kamu kuat dan jngn harapkan lg cinta ayahmu yg durjana itu 💪💪
2025-01-08
0
Linda Agustina Wardhana
kata nya hacker kok masih minta bantuan /Chuckle/
2024-12-12
0
𝔻𝔸𝕄𝔸ℝ 𝔸ℝ𝕊𝔼ℕ
next chap
2025-03-11
0