"jangan tidur disini" bisik Alex tepat di belakang telinga Amel
"Heung, geli pak" jawab Amel spontan
"ayok turun" ajak Alex turun menuju soffa tempat mereka tidur sebelumnya.
Amel pun tanpa berucap banyak kata, dia turun dari tempat tidur Aira dan membenarkan selimut Aira.
Amel tidur di soffa dan Alex memeluknya dari belakang.
"sayang, tidur nya jangan gini bisa nggak sih" ucap Alex pelan
"Hmm? memang nya tidur nya mau gimana pak?" tanya Amel masih membelakangi tubuh Alex
"hadap sini sayang, aku mau peluk kamu dari depan" ucap Alex dengan sesekali tangannya mengusap perut Amel
"emm"
Amel membalikkan tubuhnya dan seketika hadiah ciuman kening Alex hadiahkan untuk sang kekasih.
"jangan asal cium bisa nggak mas? kaget akunya"
"maaf, tapi aku suka"
"sayang" lanjut Alex
"iya"
"udah ngantuk belum?"
"sedikit, kenapa?" tanya Amel dengan menatap mata Alex
"ada yang ingin aku tanyakan"
"tanya apa? tanyakan mas"
"keluarga kamu dimana? kamu tinggal disini sendiri?"
"aku disini tinggal sendiri mas, dari aku kecil juga sendiri. hanya ada ibu panti dan teman-teman panti yang menemaniku sampai waktu sekolah dulu"
"keluargaku? bahkan orangtuaku saja aku tidak tau dia siapa dan dimana?" Amel menjawab dengan menunduk.
Menyesakkan pastinya, dia harus melewati lika-liku kehidupan sendiri. dia harus bertarung melawan pahit,getirnya kehidupan sendiri. Dulu dia berdoa agar dia dipertemukan dengan orangtuanya, tetapi sekarang dia tidak mengharapkan itu lagi.
Dia bisa bertahan sampai sekarang sudah sangat bersyukur.
"maaf sayang, aku tidak tau" ucap Alex ketika mendengar cerita kehidupan sang kekasih yang tidak begitu beruntung.
"tidak papa, aku sudah berteman dengan masa lalu" ucap Amel tersenyum, meskipun mata nya tidak bisa berbohong.
"semangat ya, aku akan selalu ada di sisimu. kita akan selalu bersama" ucap Alex memeluk Amel
"terimakasih"
"ada lagi yang ingin aku tanyakan" lanjut Alex
"apa?"
"kamu mau menikah kapan? secepatnya atau bagaimana?"
"aku ngikut kamu aja, apa yang terbaik aku ikut"
"kalau gitu 2minggu lagi gimana?" tanya Alex tiba-tiba
"ha? jangan becanda deh" kaget Amel dan memukul pelan dada Alex
"aku becanda sayang, kalau bisa sih seminggu lagi. tapi kan harus banyak yang diurus",
"hahhh dasar" decih Amel
"sayang"
"apa lagi yang kamu tanyakan?" jawab Amel
"aku cuma mau bilang, kalau kamu sudah yakin menikah denganku. kamu tidak boleh mengkhianati ku, kalau itu terjadi. aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang" ancam Alex dengan rahang sedikit mengeras
"tidak akan, aku bukan tipe wanita yang mudah mencintai. bahkan saat aku mau menikah denganmu ,aku belum mencintai mu. mengkhianati mu? jangan berharap itu terjadi jika kamu menikahi ku" kekeh Amel
"aku serius sayang" ucap manja Alex
"aku juga serius, apa yang aku ucapkan itu sungguhan",
"oke ,aku catat jawabanmu. awas aja sampai kamu macam-macam"
"tidak akan"
"sudah aku mengantuk" ucap Amel membalikkan tubuhnya lagi
"selamat tidur calon istri" ucap Alex dengan mencium kepala Amel
"Hmm, night too" jawab Amel pelan
Mereka tidur dengan sangat nyenyak. mungkinkah ini awal kebahagiaan Amel? atau awal dari kehancuran kehidupan Amel sesungguhnya?
Entahlah, author juga tidak tau. yang pasti, semua cerita ini keluar refleks saat author menulis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat pagi,
Ditempat kalian hujan terus nggak??
ditempat ku kemarin seharian ujan dan hari ini cuaca sedikit mendung..
Apapun situasi saat ini, mau mendung ,ujan atau panas . yang paling penting kalian semua sehat yaaa.. tetap jaga kesehatan, akhir tahun jangan bepergian jauh-jauh dulu ya ges ya 🥰
.
.
oiya jangan lupakan kalau kalian berhak bahagia ..
setiap masalah yang ada ,akan selalu ada solusinya. Ingat itu !! jangan jadi kerdil hanya karna masalah yang datang.
Salam sehat ,salam bahagia..
Terimakasih ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Melfa juni Fitri
sekali2 cerita nya jgn ada nangis napa Thor...udah menderita dari kecil masa menderita Mulu
2023-11-23
0
Sintia Dewi
udh menderita dr kecil jangan ada kata2 kehancuran hidup amel...jahat amat thour...konfik dikit boleh lah tp jngan berat2 thour
2023-11-02
0
Widi Andriani
dr kecil udah nggak bahagja malh dibilang awal kehancuran ma othor...hedeehhh kl emang hancur berarti kehancuran yg berlanjut bukan awal.
2023-10-19
1