"benarkah?" tanya alex dengan wajah berbinar
Amel mengangguk.
"Dan aku juga yang akan mengambil mahkota mu" Alex kegirangan membayangkan hal itu
"Isshh,tau lah" ucap Amel dengan membalikkan badan membelakangi Alex
"jangan marah, sekarang kamu mau ambil ciuman tadi? nih ambil aja dari bibir ku sendiri" ucap Alex dengan memeluk Amel dari belakang
"tangannya jangan asal pegang bisa nggak" kesal Amel
"kepegang sendiri loh Mel"
"bapak kenapa nyebelin banget sih"
"maaf sayang" Alex mencium bibir Amel
.
.
Siang harinya Amel bersiap untuk kerumah sakit. mereka kini benar-benar tidak masuk kantor, padahal banyak pekerjaan yang menunggunya.
"mau ke rumah sakit sekarang Mel?" tanya Alex mendudukan diri di hadapan Amel yang sedang berkutat menyiapkan masakan untuk mama Sandra dan Aira
"iya pak, kasian mama Sandra kalau harus nunggu seharian",
"jangan panggil pak bisa nggak? emangnya aku bapakmu apa gimana"
"trus manggil apa? nama? nggak sopan lah, orang bapak sudah tua"
"tua-tua gini masih kuat bikin kamu nggak bisa jalan"
"panggil aku sayang" lanjut Alex
Amel mengabaikan nya'
"Mel, kamu denger nggak?"
"iya pak, aku denger"
"kalau denger nggak bakalan panggil pak lagi"
"iya maaf mas Alex"
"mas? emmm tidak buruk juga"
.
.
mereka keluar dari kosan Amel, untungnya tempat kosan Amel bukan tempat yang banyak ibu-ibu ngegosip.
Kosan Amel hampir mirip seperti perumahan dan rata-rata penghuni nya wanita pekerja semua.
"pakai seat belt mu Mel"
"iya mas"
Mereka berdua menyisir jalanan berdua dengan diiringi obrolan seperti sepasang kekasih.
Sesampainya di parkiran rumah sakit, Alex membawa paperbag yang berisi makanan untuk mama Sandra dan Aira.
tidak lupa tangan satunya menggandeng tangan Amel.
"malu dilihatin orang mas"
"kenapa harus malu, kamu milikku dan aku milikmu"
"iya iya yaudah , terserah"
tok.tok.tok
"ma"
"loh Alex ,Amel kalian udah pulang? masih siang loh ini"
"hari ini kita nggak ke kantor ma, tadi aku menginap di kosannya Amel"
"astaga Alex , kamu nginap di kosan anak gadis. kamu tidak melakukan apa-apa kan?" panik mama sandra
"tidak ma, masih aman"
"oh ya ma, gimana keadaan Aira?"
"Aira hari ini sudah mendingan ,jika besok keadaan nya sudah stabil .dia sudah boleh pulang"
"oh ya syukurlah"
"ma, ini ada makanan untuk mama. tadi Amel memasak makanan sedikit" ucap Amel sedikit takut
"oh iya, terimakasih Amel. sini mama makan ya, mama tadi mau ke kantin tapi gaada yang jaga Aira"
"iya ma, silahkan. semoga suka ya ma"
"iya, pasti suka"
"ma" ucap Alex mendekati sang mama yang tengah menyantap makanan
"ada apa Lex?"
"aku mau menikah"
"uhukk.. menikah? sama siapa?"
"sama Amel, restui kami ya ma" ucap Alex dengan lembut dan tatapan nya sangat tulus
"Alhamdulillah, jadi Amel sudah menerima kamu?"
"iya ma" Alex tersenyum
"akhirnya, terimakasih nak Amel sudah menerima Alex menjadi pendamping mu" ucap mama Sandra meninggalkan makanan di meja dan menghampiri Amel untuk memeluk nya
"sama-sama ma, mohon doanya"
"pasti. pasti mama doakan"
"rencana kalian kapan akan menikah?"
Amel kaget dan sedikit malu dengan pertanyaan mama Sandra
"maunya sih secepatnya ma, tapi kita juga belum bicarakan utk tanggalnya" ucap Alex
"kalian bicarakan dan kalau bisa secepatnya kalian menikah" ucap mama Sandra dengan sangat bahagia
"Mel,dengerin tu apa kata mama" ucap Alex
"iya ma" Amel tersenyum
***
Sore harinya mama Sandra pulang, gantian yang menjaga Aira ,Alex dan Amel.
"Sayang ,ini buahnya dimakan ya" ucap Amel dengan menyuapi Aira
Aira makan dengan sangat banyak dan dia tidak akan menolak jika Amel memintanya untuk meminum obat.
"Sayang, mau makan apa?" ucap Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya
"Hmm? apa aja boleh mas"
"ini handuknya minta tolong" Alex menyerahkan handuk yang ia pakai ke Amel
"taruh di jemuran yang ada di kamar mandi kan bisa mas"
"buru-buru nyari makan Mel"
Amel hanya mendiami.
"Aira sayang, kamu mau cake tidak?" tanya Alex berjalan kearah Aira
"mau donat pa, yang rasa coklat dan keju"
"oke siap tuan putri" Alex mencium kening Aira dan Amel
"aku pamit dulu ya, jaga anak kita"
"hmmm"
.
.
Malam harinya dan sudah waktunya tidur.
"Tante,temenin Aira tidur lagi ya"
"iya sayang, Tante ganti baju dulu ya"
Aira mengangguk dan tersenyum
"Aira, papa mau tanya deh. kamu suka nggak kalau Tante Amel jadi mama kamu?" tanya Alex sedikit bisik-bisik
"suka pa" jawab Aira dengan mata yang berbinar
"kalau gitu panggil Tante Amel jangan Tante lagi ya"
"oke pa"
ceklek.
"Aira mau minum dulu nggak sayang?" tanya Amel mendekat
"mau ma" jawab Aira
"eo? ma? Aira panggil Tante ma?" tanya Amel
"iya, kata papa .Tante Amel jadi mama nya Aira" ucap polos Aira yang sedikit bingung
Amel mengangguk.
"iya sayang, ini minum dulu . trus kita tidur"
.
.
"mama" ucap Aira
"iya sayang"
"Aira seneng banget sekarang punya mama seperti teman-teman Aira" jawab Aira dengan girang
"oh ya. mama juga senang banget punya anak secantik Aira" ucap Amel dengan mengecup pipi Aira
"Aira nanti mau kenalin ke teman-teman kalau Aira sudah ada mama"
"iya boleh, makanya Aira harus sembuh dulu. biar bisa pulang trus kenalin mama ke teman-teman Aira",
"iyaaa ma" ucap Aira memeluk Amel tepat di depan dada amel
Amel sesekali mengelus Surai rambut Aira dan punggung anaknya.
Selang 25 menit , Aira sudah tertidur dan Amel ingin segera menyusul Aira ke alam mimpi. tapi,belum sempat ia tidur Alex sudah membisikkan sesuatu tepat di telinganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat pagi, selamat beraktifitas dan semoga selalu bahagia 🤗
Selalu berikan dukungan untuk author ya guys 🥰
Follow, like , comment dan vote 🔥
Terimakasih ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Wiwik Wardoyo
ahaayy om dude bizik2
2023-10-24
1
Atik Marwati
semoga bahagia..
2023-10-08
1
Asep Karbu
apakah akan di gass kan ?
2023-09-24
2