Sepulang sekolah Bobby terburu buru pulang bahkan dengan setengah berlari, Arya bertanya-tanya ada apa dengannya
"Hei tunggu kenapa kau cepat sekali" teriak Arya dari jauh
"Cepatlah bodoh kau seperti siput saja"
"Iya tapi ada apa kenapa kau terburu buru sekali"
"Kau buta ya tidak lihat kah di forum ada apa" kata Boby dengan jengkel
"Memang ada apa" ucap Arya dengan memiringkan kepala
"Ya ampun kau ini, di kota Romant ada toko yang menjual potion dengan keefektifan dua kali lipat, dan katanya edisi terbatas hanya berjumlah seratus saja"
"Hah!"
"Kau ini maka cepat lah!!" Sergah Boby
"Tunggu sebentar dengarkan aku dulu"
"Ada apa lagi"
"Kalau mau aku bisa memberikanmu sebanyak yang kau butuhkan"
"Kau apa..." Boby berhenti dan menoleh kepada Arya tidak percaya dengan apa yang didengarnya
setelah Arya bercerita Boby mendengarkan dengan mematung sepertinya arwahnya keluar separuh
"Jadi...kau..." Boby menatap Arya dengan mata berbinar
Arya hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan sombong
"Oh sahabat terbaikku berikan aku potion itu kumohon" ucap Boby memohon dengan menarik-narik kaki Arya
"Hei menjijikan tahu lepaskan aku"
"Tidak akan aku lepaskan cepat berikan atau kucium kakimu" ancam Boby
"Iya baik.. baik tapi aku harus membuatnya dulu"
Setelah mendengar penjelasan Arya barulah Boby melepaskannya
"Tapi tidak kusangka kau benar benar beruntung loh menemukan skill seperti itu"
"Aku juga tidak menyangka padahal rencana awalku hanya ingin membuat potion untuk menghemat pengeluaran"
"Tuan muda Arya sang pemilik game memang selalu beruntung" ucap Boby dengan terkikik
"Diam kau" kata Arya dengan menjitak kepala Boby
******
Sesampainya dikamar Arya penasaran mau digunakan untuk apa potion itu
"Aku mengambil misi Hungry Wolf Shirna"
Hungry Wolf Shirna adalah misi yang belum terselesaikan oleh siapapun karena banyaknya kawanan serigala yang menyerang, masalahnya adalah yang mengikuti quest dibatasi 7 orang menghadapi ratusan serigala biru yang merupakan terkuat kedua dari spesiesnya
menurut analisa Arya quest ini akan mudah jika mampu menjaga HPnya tetap tinggi dan benar potion Arya sangat dibutuhkan
Daripada menggunakan potion 100 HP dengan cooldown 2 menit lebih efektif dengan potion 60 HP dengan Cooldown 1 menit
Meskipun harganya mahal Semua player akan berebut selama masih ada kemungkinan untuk bisa menyelesaikan misi
"Tapi kan kamu di Land of Valiant bagaimana..."
"Kamu bisa menggunakan sistem transfer kan kita sudah berteman disana" ucap Boby mengingatkan dengan kesal
"Oh iya lupa" jawab Arya dengan senyum menjulurkan lidahnya
"Baiklah begitu potionnya jadi akan segera kukirim"
Arya segera login dan menuju ke Bardar Shop, saat tiba di belokan Theo tidak sengaja menabrak punggung seorang Warrior
"Perhatikan langkahmu" ucap Warrior dengan marah
Theo tidak percaya gang yang biasanya sepi sekarang penuh dengan orang, Theo bertanya dalam hati ada kejadian apa
"Hei kau Summoner antrilah jika mau ke toko jangan menerobos antrian seenaknya saja" teriak salah satu player yang sedang mengantri, tanpa mereka sadari player inilah yang membuat kehebohan ini
Karena Theo tidak bisa masuk, Theo memutuskan pergi ke penginapan langganannya untuk mulai membuat potion setelah membeli bahan dari Alchemist Shop hingga tempat penyimpanannya penuh
Setelah dua jam membuat potion Theo mengirimkan 100 Potion kepada Boby dan balasannya Boby mengirimkan emoticon love
"Menjijikan" ucap Theo sembari tertawa
Dan pesan berikutnya 10 emas menunggu konfirmasi untuk diterima tetapi Theo menolaknya
Theo sudah banyak berutang padanya mungkin hanya dengan cara ini Theo bisa membalasnya
Pesan masuk lagi dengan emoticon tinju
"Terima uangnya bodoh"
"Tidak butuh uangmu tapi kau boleh mentraktirku makan di restoran italia besok"
"Makanlah sampai perutmu meledak" dengan emoticon tertawa
Siapapun yang melihat persahabatan mereka pasti iri
Theo menutup obrolannya dan menghubungi temannya yang lain yang kebetulan sedang online
"Scand"
"Ya"
"Mau party denganku hari ini"
"Hei sudah lama aku menunggu kau mengajakku, kirim lokasimu sekarang aku akan merapat secepat kilat"
Theo mengirimkan lokasinya dan tidak lama Scand datang menghampirinya disambut dengan lambaian tangan Theo
"Mau kemana kita" tanya Scand penasaran
"Kita akan menyerang Artog Lair"
"Hah!!! Dengan berdua saja kau yakin?" Ucap Scand dengan ragu
"Yakin" kata Theo dengan percaya diri
Melihat ekspresi Theo akhirnya Scand memutuskan mengikutinya
Mereka Melintasi tempat terdalam Forest of Bain sambil menghindari para monster
Setiba di lokasi ternyata sudah ada seseorang yang hendak memasukinya juga, mereka berjumlah 5 orang terdiri Tanker, Mage, Thief, Priest dan Swordman tampaknya pemimpin rombongan ini adalah si Swordman
"Halo tampaknya kalian hanya berdua" sapa si Swordman
"Namaku Freedom aku pemimpin party ini" lanjutnya
"Apa kalian mau menantang Artog Lair?" Tanya Freedom
Mereka berdua hanya menganggukan kepala
"Bagaimana jika kalian bergabung dengan party kami" ajak Freedom
Fredom memandangi Scand dan beralih Ke Theo, saat melihat pakaian Theo Freedom berekspresi jijik meskipun berusaha menutupinya
'Mereka sama saja' batin Theo
"Ehm..maksudku kami hanya membutuhkan satu..."
"Kalau begitu kami tidak ikut" jawab Scand tegas
Mereka berlima menertawakan Theo dan Scand
"Ayolah kalian lucu sekali aku mengajak karena kasihan tapi kau menolaknya sungguh arogan sekali, apalagi menantang Artog lair hanya dengan berdua yang satu Archer satunya job sampah" ucap Freedom yang masih tertawa
"Enyahlah" ucap Scand dingin
"Kau...jaga ucapanmu.. jika kami tidak sedang quest akan kubantai kalian dengan pedang kesayanganku ini" ancam Freedom dengan mengelus pedang di pinggang sebelah kirinya
"Ayo pergi dan kau jangan sampai kita bertemu lagi"
Mereka berlima memasuki gua dengan percaya diri sementara Theo dan Scand mengikuti dengan jarak agak jauh dan berikutnya terdapat percabangan, party Freedom memilih kanan sehingga party Theo ke arah kiri
"Summon"
Theo mengeluarkan semua summonnya dan membentuk formasi
"Kau yakin dengan kita berdua dan summon goblinmu kita bisa menaklukan gua ini"
Theo tidak langsung menjawab, setelah melihat Gornage yang memanggul Gornage Axe dengan wajah angkuh barulah dia menjawab
"Tentu saja"
Dan benar saja para laba laba sudah menyerang dari depan
Sekitar 10 laba-laba berwarna hitam menyerang bersamaan, saat Scand akan menembak Theo menghalangi dengan rentangan tangan kanannya yang membuat Scand bingung
[Title Insect Repellent aktif]
"Tim Gotcha"
Tiga goblin maju menyerang dengan cepat Gotcha menebas tiga laba-laba secara horizontal dengan dua pedangnya
[Laba-laba telah mati]
[Laba-laba telah mati]
[Laba-laba telah mati]
saat laba-laba lain menyerang Gotcha dari kedua sisi, dua rekannya menahan dan menebas si makhluk delapan kaki berikutnya Gotcha menebas lagi menewaskan laba-laba di kanan dan kirinya
[Laba-laba telah mati]
[Laba-laba telah mati]
dan timnya menghabisi sisa laba-laba dengan cepat
[Laba-laba telah mati]
[Laba-laba telah mati]
Sepuluh laba-laba dihabisi tidak lebih dari 30 detik tampaknya selain Gotcha kedua anggotanya juga sudah berkembang
Setelah melihat pertarungan cepat di depan matanya Scand bersiul lirih
"Sepertinya berdua saja cukup"
"Tentu saja" jawab Theo dengan senyuman
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
josss
2024-05-23
1
Frando Kanan
teringet Gundam itu....freedom Gundam atau gk strike freedom Gundam 😆
2024-03-15
1
Buana Lukman
bagus
2023-07-28
0