Saat di sekolah Arya menceritakan kejadian kemarin kepada Boby dan berharap Boby mau membantunya.
"Itu ide yang bagus kamu bisa terus bermain di rumahku."
Dan saat perjalanan pulang mereka berbicara dengan antusias.
"Tidak kusangka akhirnya kamu mau memainkan game ini juga," ucap Boby dengan riang.
"Aku terpaksa bodoh, tapi dengan tawaran seperti itu orang gila pun akan melakukannya," jawab Arya dengan seringai lebar.
"Tapi jika nanti seandainya kamu benar benar menjuarai turnamen ini aku ingin melihat bagaimana wajah ayahmu saat itu."
"Jangan sebut dia ayahku lagi tapi kamu benar aku juga ingin melihatnya," ucap Arya dengan tawa
"Ngomong ngomong job apa yang akan kamu gunakan nantinya?" tanya Boby.
Arya menimbang nimbang sejenak sebelum menjawabnya.
"Mungkin yang paling cocok buatku adalah assasin untuk pemain solo."
Sambil berbicara Arya berpikir lagi dengan menaruh jari telunjuk di dagunya.
"Jika tidak memungkinkan knight yang seimbang antara offense dan defense..."
"Penyihir juga pilihan bagus untuk serangan dengan damage besar."
"Atau mungkin tabib yang bisa membantu keseluruhan party," tambah Boby.
"Tidak mungkin aku menggunakan job yang tidak bisa untuk PVP kan," tolak Arya.
"Benar juga ... Pilihan yang paling baik untuk PVP hanya Assasin, Knight dan Swordman."
"Yah.. mungkin salah satu dari itu yang akan aku pakai."
Dan percakapan seru mereka berlanjut sampai rumah Boby.
****
Rumah Boby sangat besar dan mewah daripada rumah lebih mirip istana dan memang ayah Boby seorang pengusaha.
Arya melihat rumah besar dan Boby secara bergantian seakan tidak percaya.
"Apa maksud pandangan menjijikanmu itu..." tanya Boby dengan mata melotot kepada Arya.
"Ah tidak ... hanya terkejut temanku yang preman ini adalah orang kaya tidak mirip dengan penampilannya," jawab Arya dengan cengingisan.
"Apa maksud ucapanmu sialan!" teriak Boby memukul perut Arya dengan tertawa.
Dan mereka memasuki rumah yang lebih mirip istana dan langsung menuju ke kamar Boby.
Arya memasuki kamar Boby dengan mulut mengangah dimana besar kamarnya sebesar rumah Arya.
Arya memandangi sekitar dimana terdapat dua alat kapsul permainan, sebuah komputer mahal di tembok penuh poster pemain pro player New World.
"Kapsul itu datang waktu kita disekolah dan aku suruh pembantu untuk menaruhnya dikamarku jadi kamu bisa main sepuasmu."
"Bagaimana dengan orang tuamu...?"
"Orang tuaku jarang pulang mereka di luar negeri."
"Jadi gorila ini kesepian tenang saja kakak akan menemanimu," hibur Arya dengan tertawa.
"Sialan musang bodoh."
Boby memukul perut Arya lagi tetapi bisa dihindari Arya.
"Kalau mau tinggallah disini," ucap Boby sambil melirik Arya.
"Maaf aku tidak bisa aku harus menjaga ibuku...." tolak Arya dengan lembut.
Saat melihat wajah Boby yang kusut Arya menambahkan lagi.
"Tapi mungkin aku akan jarang pulang kerumah dan kadang menginap disini."
Dan wajah Boby kembali gembira.
"Sekarang cobalah kapsul itu," pinta Boby.
Arya memasuki kapsul tersebut menyesuaikan dengan tempat duduk di dalam kapsul, ketika pintu tersebut tertutup sebuah cahaya kecil melakukan scan dari atas sampai bawah.
Dan ketika Arya terhubung dengan permainan New World suara pertama yang terdengar adalah suara wanita tegas mirip robot.
[Selamat datang dalam permainan New World.]
[Silahkan sebutkan namamu.]
"Theo."
[Theo jenis Kelamin laki-lak.i]
ulang suara tersebut.
Dalam New World tidak dapat mengubah jenis kelamin karena sesuai dengan scan tubuh.
[Pilih Ras mu.]
"Manusia."
Dalam new world hanya ada 3 ras manusia, giant dan elf Arya memilih manusia karena memiliki karakter yang seimbang sementara elf fokus pada Agility dan Giant pada strength.
[Silahkan pilih Job.]
Gambaran pilihan banyak job muncul di depan Arya dan Arya sudah memutuskan akan memilih assassin.
"Aku pilih Assassin."
[Ditolak.]
Arya kebingungan dan tidak mengerti apa yang terjadi dan Arya tetap memilih assasin berkali kali tetapi jawaban dari pemandu tetap sama.
Arya menenangkan diri dan mencoba memilih job lain.
"Archer."
[Ditolak.]
Apa yang terjadi Arya hendak menanyakan pada Boby tetapi Arya tidak bisa log out dari game sebelum menyelesaikan registrasi.
Arya memilih semua job yang menurut Arya kuat dalam pertarungan PVP tetapi semua ditolak dan yang tersisa hanya dua job summoner dan healer.
'bajingan tua itu.'
Arya menyadari pasti ulah ayahnya yang telah menyabotase pemilihan job dimana job yang tersisa hanyalah dua job pembantu yang tidak berguna dalam pertarungan PVP.
"Aku pilih summoner."
[Job summoner telah dipilih selamat anda telah menyelesaikan registrasi.]
Kemudian terdapat layar besar yang menjadi awal cerita dan Arya melewatkan cerita itu karena ujung ujungnya pasti menyelamatkan dunia seperti kebanyakan game.
[anda akan segara dipindahkan ke kota permulaan Romant.]
Theo telah dipindahkan di tengah kota dekat dengan air mancur dari pusat kota.
Theo memperhatikan kedua tangannya serta seperti apa penampilannya dari wajah dan bentuk badan tidak berbeda dengan aslinya sementara untuk pakaian summoner menggunakan tudung untuk menutupi kepala.
"beli semua wolf leather masing-masing seharga 10 perak."
"Dapatkan Red Stone Armor sekarang dengan diskon 15%."
"Diperlukan Mage dan Healer untuk Raid Gua Mordon."
Theo melihat sekeliling dimana penuh dengan pemain yang melakukan tawar menawar dan perekrutan.
Theo melihat pemandangan kota Romant Theo terpaksa mengagumi kota yang terlihat sangat indah menyerupai abad pertengahan.
Banyak pemain memperhatikan Theo.
"Masih ada yang memakai job tidak berguna."
"Mungkin salah pilih."
"Player bodoh."
Dan banyak cemoohan lainnya serta pandangan menjijikan ditujukan hanya pada Theo.
Theo tahu mereka pasti mengutuk job yang telah dipilihnya.
Theo hanya bisa menahan amarah dan memilih untuk log out.
Theo membuka pintu kapsul dengan sedikit kasar.
Boby yang menyambutnya kebingungan apa yang terjadi.
"Ada apa?" Tanya Boby.
Arya hanya diam.
"Job apa yang kamu pilih?"
"Summoner," jawab Arya dengan kesal.
Boby yang menahan mulutnya yang mengangah menanyakan lagi.
"Kenapa kamu memilih job sampah...maksudku job yang jarang dipilih orang."
Semua orang tahu Summoner hanya bisa memanggil monster dan sangat lemah dengan fisiknya dan untuk party tidak cukup berguna kecuali yang berani mengeluarkan uang banyak untuk membeli monster kuat tetapi memiliki batasan dengan kapasitasnya dan yang paling penting sangat lemah dengan PVP jarang ada orang membuat party dengan anggota Summoner.
"Ayahku..."
Boby mulai mengerti apa yang terjadi.
"Bajingan tua licik itu.." geram Arya.
Suasana menjadi hening.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
Arya berpikir sebentar dan menuju meja komputer dan mulai membuka situs tentang New World.
"Tidak ada gunanya jika aku memainkan game dengan asal asalan..."
"Aku akan mencari semua informasi tentang New World dan akan kubuat bajingan tua itu menyesal karena masih menyisakan job summoner dan akan kubungkam mulut para player yang meremehkan summoner."
"Bagus sekali itu baru pro gamer Arya yang kukenal," ucap Boby dengan menepuk pundak Arya lembut.
*******************
Seharian penuh Arya menatap layar komputer Boby yang menungguinya dengan bosan dan menguap tidur tiduran di tempat tidurnya dengan tangan menyanggah kepalanya.
"Sudah seharian kamu di depan komputer, apakah ada sesuatu yang kamu temukan."
Arya hanya diam dan mengangguk anggukan kepala.
"Ayolah setidaknya makanlah dulu kasian tukang masak ku sudah menyiapkan makanan untukmu."
Arya yang masih terdiam tiba tiba berteriak penuh kemenangan.
"Ini dia!"
"Hah!! Ada apa?"
Boby yang terkejut langsung terbangun.
"Apa? Apa yang kamu temukan!!!"
"Aku akan mencobanya." jawab Arya dengan riang sambil berlari memasuki kapsul.
"Hei setidaknya jelaskan dulu!! "
"Sial dia sudah login!" Boby melihat Arya dan komputer bergantian dan dia menuju komputer untuk melihat apa yang dilihat Arya
"Perburuan King goblin Gornage????"
**************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Ezaa W
keren thorr ceritanyaa lanjutin yaa
2023-10-30
5
Nazrul
💪
2023-08-08
1
Buana Lukman
bagus
2023-07-28
0