Berita tentang player Theo telah mendapatkan quest dunia ramai dibicarakan di televisi, berita internet maupun di forum New World dan yang menjadi pertanyaan adalah siapa player Theo ini
Di dalam kelas para siswa ramai membicarakan player Theo dengan quest dunia
"Baru kali ini ada quest dunia yang terbuka"
"Menurut kalian player macam apa dia"
Arya tidak tertarik dengan percakapan mereka dan seperti biasa di jam istirahat Arya tidur di atap sambil menunggu Boby, setelah beberapa menit menunggu terdengar langkah kaki mendekat dan Arya menduga yang datang adalah Boby
"Lama sekali kau bod...!!!"
Saat Arya bangun dan menoleh Arya tidak dapat meneruskan perkataannya yang datang bukan Boby melainkan Varia
"Hei!!" Sapa Varia dengan senyum manisnya
Arya tidak merespon karena Shock
"Boleh bergabung disini?" Tanya Varia lembut
Arya yang masih Shock tidak dapat menjawab sehingga hanya menganggukan kepalanya
'Bagaimana mungkin dia disini, ya tuhan apakah aku masih bermimpi, tidak.. tidak mungkin, suara dalam kepala Arya terus berputar seperti gangsing
"Arya?"
Panggilan Varia membubarkan pikiran Arya
"Y-ya" jawab Arya dengan tergagap
"Kamu baik baik saja kan wajahmu memerah?"
"Eh..ya tentu aku baik baik saja mungkin aku terlalu lama berjemur haha" Arya masih berusaha menutupi rasa malunya
"Ehm..tumben main ke atap mana teman temanmu?" tanya Arya yang sudah bisa menenangkan diri
"Ya-kadang ada saatnya aku ingin sendirian tidak bersama mereka, Oh iya kamu mau makan masakan buatanku?" Varia menyodorkan kotak plastik didalamnya sebuah roti isi sosis
Baru saja Arya berhasil menenangkan diri tiba tiba mendapatkan serangan lagi
'Ya ampun, Varia memberikanku makanan, makanan dari dewi Varia'
"Kamu tidak mau?"
"Tidak-maksudku tidak mungkin aku menolak"
Arya segera mengambil roti tersebut dan memakannya
"Enak?"
"Enak-enak sekali, aku belum pernah memakan roti seenak ini"
"Kamu bisa saja" Varia menyenggol Arya dengan gemas
"Uhuk-uhuk" Arya tersedak
"Kamu tidak apa apa?" Tanya Varia dengan panik sambil menepuk punggung Arya
Arya memandang wajah Varia yang menepuknya
"Imutnya"
"Apa?"
"Ehm..tidak maksudku aku sudah tidak apa apa"
"Ehm-ehm"
Dari belakang mereka terdengar suara berdehem dan ternyata adalah Boby
"Temanmu sudah datang aku pergi dulu ya" Varia bangkit dan berjalan pergi
"Lain kali kita mengobrol lagi ya" ucap Varia dengan senyum sehangat mentari pagi sambil melambaikan tangan
"Y-ya tentu kapanpun" jawab Arya dengan senyum bodoh
"Hentikan tingkah bodohmu itu" ucap Boby dengan ketus
"Enak kau dari tadi berpacaran, Tidak masuk akal bagaimana mungkin seorang putri bisa berbicara dengan penjahat macam kamu, sihir macam apa yang kau gunakan"
Arya terus makan sambil mendengarkan omelan Boby yang sepertinya masih panjang
"Kamu dengar tidak dan apa yang kamu makan itu"
"Oh...ini makanan buatan Varia" ucap Arya santai
Boby bergegas merebut kotak dari Arya dan dilihatnya sudah kosong
"Kau memakan makanan buatan dewi Varia dan tidak membaginya denganku" Boby hampir menangis
"Aku tidak percaya ini pasti mimpi buruk"
"Sama aku kira ini juga mimpi" kata Arya dengan senyum sumringah
"Mati saja kau"
Saat Boby sudah tenang Arya menceritakan pengalamannya kemarin di New World
Boby mendengarkan dengan seksama dan hampir tidak percaya dengan cerita Arya tetapi kenyataannya quest dunia benar benar muncul
"tidak mungkin level 10 menyelesaikan quest Gornage Slayer solo apalagi untuk Summoner" Boby masih tidak percaya dengan cerita Arya ditambah mendapatkan sebuah artefak membuat Boby iri
"Bagaimana Jika video pertarunganmu dimasukan ke yourtube kamu akan memiliki banyak penonton" saran Boby
"Aku juga berpikir begitu tapi saat ini aku tidak ingin menjadi sorotan, jika ayahku mengetahui itu aku, dia akan menghalangiku dengan segala cara"
"Benar juga perkataanmu lalu apa yang akan kamu lakukan berikutnya" tanya Boby penasaran
"Saat ini aku akan memperkuat mahluk panggilanku"
Pembicaraan mereka tidak dapat diteruskan karena bel sudah berbunyi tanda istirahat telah selesai
"Kita lanjutkan lagi nanti" dan Arya pun pergi
******************
Seperti biasa pulang sekolah Arya langsung menuju rumah Boby masuk kamar dan login
"Ya ampun anak ini sudah seperti kamarnya saja" ucap boby dengan geleng-geleng
Setelah login Theo segera menuju Bardar Shop untuk melengkapi summonnya dengan perlengkapan yang lebih baik
"Paman" sapa Theo dengan ramah
"Apa yang kau butuh...oh kau ternyata"
"Bagaimana dengan questmu tidak apa apa semua orang pasti pernah melakukan kebodo..."
"Aku berhasil" ucap Theo dengan tenang
"Apa!!!" Pria tua itu terkejut seakan rambutnya terbang dari kepalanya
"Bagaimana....kau...seorang Summoner...???" Bardar kebingungan merespon jawaban Theo
"Partymu pasti sangat kuat"
"Aku bermain solo"
"Tidak mungkin kau melemparkan bom itu dan langsung berhasilkan?"
"Ehmm mungkin saja"
"Tunggu tidak mungkin kamu yang mendapatkan quest dunia kan"
"Itu aku"
"Sudah cukup ceritakan padaku bagaimana kamu mengalahkannya" pinta Bardar yang setengah mati penasaran
"Ehm bagaimana ya" ucap Theo dengan jari telunjuk menyentuh pipinya seolah sedang berpikir
"Hei aku janji akan merahasiakannya"
"Tapi tetap saja..." Theo yang masih ingin menggodanya berkata dengan menoleh ke kanan kiri melihat perlengkapan
"Iya baiklah..baiklah aku akan memberikanmu potongan sebesar 20% jika kamu menceritakannya"
"....."
"Oke 30% aku sudah merugi demi kamu..."
"...."
"Baik 50% dasar bocah pencuri.."
"Deal" jawab Theo singkat dengan senyum lebar
"Apa paman tahu berkat perisai paman aku berhasil menyelesaikan misi ini"
Theo menceritakan kisahnya sama seperti saat bercerita kepada Boby dan Bardar hanya mengangguk anggukan kepala setengah tidak percaya
"Kau...kau hebat sekali nak ternyata hahaha" sambil tertawa Bardar mengagumi cara bermain Theo
"Lalu apa yang bisa kubantu nak"
"Apakah kau bisa memperbaiki Aegis Shield?"
"Aegis shield tidak bisa diperbaiki"
"Atau anda punya stock lain"
"Aku bisa membuatnya tapi sayangnya bahan untuk membuatnya tidak ada"
"Bahan apa yang anda perlukan barangkali saya bisa mencarinya"
"Untuk saat ini kau tidak akan bisa, bahan yang paling penting adalah kepala medusa itu bisa kau dapatkan di level 23 keatas untuk syarat masuk dungeon"
"Kau tahu kenapa aku menyerah menjadi petualang karena aku menemukan resep pembuatan Aegis Shield saat di dungeon Medusa Lair sehingga aku putar halauan mendirikan shop ini dan keuntungannya lumayan banyak serta ada beberapa player yang menjual material tersebut dengan harga murah karena itu harga itemku lebih murah dari toko yang lain"
"Tetapi para player itu naik level tinggi sehingga mereka sudah tidak dapat memberikan stock lagi" lanjutnya lagi dengan nada mengeluh
Dalam New World ada batasan level bawah dan level atas untuk menjelajahi dungeon maupun quest sehingga para player yang sudah level atas tidak akan bisa mengambil quest ataupun masuk dungeon dengan level rendah dan di New World ada ratusan dungeon dan quest yang masih belum terselesaikan, tujuan Theo adalah menyelesaikan dungeon dan quest semacam itu karena hadiah penyelesaian pertama pasti mendapatkan item yang terbaik agar dapat bersaing dengan ranker yang lebih awal bermain
"Kali ini apa yang kau butuhkan nak?"
"Aku membutuhkan perlengkapan yang memiliki elemen api apakah ada yang cocok"
"Quest apa yang akan kau ambil?" Tanya bardar penasaran
"Ratu lebah Trabiene"
"Aku menduga kau akan solo tapi yang kau dapat dengan mengambil quest itu hanya skill Blitz Sting, skill untuk Archer" Bardar kebingungan dengan niat Theo
"Kalau anda penasaran mungkin akan saya ceritakan" goda Theo dengan mengedipkan sebelah matanya
"Dasar kau perampok kecil bisa gulung tikar jualanku jika bertemu kau"
Meskipun begitu Bardar kelihatan senang dengan Theo karena selama ini belum ada Player yang menarik seperti Theo dan Bardar punya harapan besar terhadap perkembangan karakter Theo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
mantap
2024-05-23
1
Buana Lukman
bagus up
2023-07-28
1
Fikri Ghozali
mantep Thor. semangat
2023-07-09
0