Arya berdiri didepan sebuah gedung yang sangat tinggi dan terdapat poster digital iklan dari game New World.
Arya memandang gedung itu dengan mata yang penuh kebencian.
Gedung ini adalah tempat terakhir yang akan dikunjungi Arya di muka bumi.
Arya memasuki gedung dan bertanya kepada resepsionis.
"Apakah saya bisa menemui bapak Prasetyo."
Sebelum menjawab pandangan resepsionis itu merayap dari atas sampai bawah tubuh Arya.
"Oh ... apakah sudah ada janji?" Tanya resepsionis dengan ramah.
Arya menundukkan kepala.
"Ehrr ... bilang saja Arya ingin bertemu jika boleh aku akan menunggu."
Resepsionis tersebut memiringkan kepala siapa sebenarnya anak ini.
"Baiklah akan saya sampaikan ke bapak Prasetyo silahkan tunggu di tempat duduk disana."
Arya menuju ke tempat duduk yang ditunjuk oleh resepsionis.
Sambil duduk Arya terlihat menggerakkan kakinya gemetaran.
Setelah berjam jam menunggu seorang laki-laki berjas mendatangi Arya.
"Tuan arya?" Tanya lelaki itu.
"Iya?"
"Silahkan ikuti saya bapak Prasetyo sudah menunggu."
Setelah menaiki lift sampai lantai 25 pintu lift terbuka dan pria tersebut berjalan di lorong dengan diikuti Arya hingga tiba di depan pintu besar, dan ketika pintu itu terbuka terlihat seorang pria yang duduk di kursi besar.
"Saya sudah membawanya Tuan."
"Terima kasih Pak Dir dan tunggu diluar," jawab pria itu dingin.
"Duduklah," perintah pria itu kepada Arya.
Arya menurutinya.
"Apa yang kau inginkan ... kenapa datang kemari?" Tanya pria itu dengan dingin.
Sebelum menjawab Arya memperhatikan pria tersebut dan kebencian memasuki hatinya, Arya memandangi pria tersebut terlihat dari rambutnya yang klimis dengan sisir ke belakang meskipun ada sebagian uban yang tumbuh dengan wajah terlihat mirip Arya dengan tampilan lebih tua.
"Ayah..."
Sampai matipun Arya tidak ingin mengucapkan kata itu tetapi demi ibunya apapun akan Arya lakukan.
Pria tersebut adalah ayah kandung Arya yang telah meninggalkan dirinya dan ibunya sewaktu kecil karena Arya bukan anak sah sehingga mereka ditinggalkan agar tidak mencemari nama baiknya.
Sewaktu kecil anak lain akan dengan bangga menyebut ayahnya dan apa pekerjaannya tetapi Arya bahkan tidak mengucapkan apa apa dan hanya kebencian yang tampak di hidupnya jika harus mengingat ayahnya.
Dan sampai sekarangpun kebencian itu tidak padam malah semakin berkobar-kobar.
Arya melanjutkan kata katanya lagi.
"Aku ingin meminjam uang dan aku janji akan aku bayar tiap bulan."
Ayah Arya hanya diam dan hanya menatap Arya.
Setelah keheningan yang cukup lama ayah Arya menjawab dengan datar.
"Bukankah sudah kukatakan agar jangan kemari lagi kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dan aku sudah membelikan kalian rumah jual saja rumah itu untuk kebutuhanmu."
Jawaban ayah Arya membuat amarah Arya tak terkendali.
"Rumah reyot itu tidak cukup untuk membayar hutang!" teriak Arya.
"Diam!!! Aku bisa mengusirmu jika mau," ucap ayah Arya
"Memang apa yang kau lakukan sampai harus hutang besar?" Tanya ayah Arya penasaran.
Dan dia yakin pasti digunakan untuk keperluan yang tidak penting.
"Aku menggunakannya untuk membayar biaya pengobatan ibu..."
Ayah Arya agak sedikit terkejut tetapi tetap tidak menunjukan ekspresi.
Saat hening ayah Arya berpikir dengan mengetukkan jari di meja.
kemungkinan berencana untuk meminjaminya uang tapi ayah Arya punya ide lain.
"Begini saja... Aku punya ide, aku akan memberikan satu kapsul untuk mu."
Kapsul yang dimaksud adalah kapsul atau tempat yang mirip kapsul untuk bermain game New World, game terbesar yang dimainkan jutaan orang bahkan digunakan untuk mencari uang atau menjadi pekerjaan dan ayah Arya adalah salah satu pengembang terbesar dari game tersebut itulah mengapa Arya begitu membenci game tersebut.
Sebelum Arya benar benar meledak dan menyerang ayahnya, pria itu menambahkan kata katanya.
"Dan satu lagi....jika kau mampu menjadi juara dunia di turnamen yang akan diadakan 2 tahun lagi baik turnamen perorangan dan tim maka seluruh aset yang aku miliki akan aku serahkan ke kamu... Ya jika kau merasa yakin bisa menjadi player tangguh."
Arya yang terkejut dengan kata kata ayahnya menjernihkan pikirannya sebelum menjawab.
"Kau bisa berbohong dengan tidak mengakuinya."
"Kita akan membuat perjanjian tertulis."
"Kau bisa mengutak Atik gamenya semaumu."
"Aku tidak bisa merubah game tersebut karena game tersebut dikendalikan oleh 4 AI (Artificial Intelligence) dan kami sebagai pengembang hanya bisa menambahkan event dan tidak akan bisa mengubah status player secara pribadi."
Arya berpikir sejenak dia masih bingung bagaimana untuk melunasi hutang tapi mungkin untuk awal 20 juta Arya masih bisa mengusahakannya tetapi mungkin ini kesempatan Arya untuk mencoreng muka ayahnya dia akan memainkan game yang dibuat ayahnya untuk menghancurkan ayahnya.
"Baik..aku setuju."
"Tapi ada syaratnya," tambah ayah Arya
"Apa itu?" tanya Arya dengan cemas.
"Sebelum menjuarai dunia ataupun jika gagal jangan pernah datang kesini dan jangan pernah menyebut sekalipun Bahwa kau adalah anakku dan jika melanggar akan ada hukuman sesuai perjanjian."
Mendengar syarat itu Arya lega karena itu juga keinginan dalam hatinya.
"Tentu saja," jawab Arya dengan seringai tajam.
Setelah terjadi kesepakatan ayah Arya memanggil pria yang mengantar Arya untuk menyiapkan dokumennya.
Setelah ayah Arya menandatanganinya dia menyerahkan kepada Arya, setelah Arya membaca sebentar dan cukup yakin dengan isinya Arya menandatanganinya.
"Baik perjanjian sudah dibuat dan akan diserahkan kepada ahli hukum sekarang pulanglah dan akan kukirim kapsul itu ke rumahmu pak dir antarkan dia..."
"Aku bisa pulang sendiri dan tolong antarkan ke alamat yang aku sebutkan."
Saat Arya berbalik dan hendak pergi ayah Arya menghentikannya.
"Tunggu sebentar!!!"
"Ada apa lagi."
"Jangan pernah memanggilku ayah lagi," ucap ayah Arya dengan dingin
"Tentu saja." jawab Arya dengan senyuman dingin
Setelah sosok Arya pergi pria yang disamping ayah Arya memberanikan diri untuk bertanya.
"Tuan apakah tidak apa apa, perjanjian itu..."
"Jangan kuatir Pak Dir, anak itu tidak mungkin bisa menjuarai dunia dengan game yang sudah berjalan setahun, bagaimana dia bisa mengejar ketertinggalannya, dan dengan ini aku bisa menyingkirkan mereka agar tidak menggangguku lagi, lagipula aku sudah menyiapkan jebakan di dalam kapsul itu dia tidak bisa memilih pekerjaan seperti yang diinginkannya."
Senyum jahat ayah Arya melebar seolah semua sesuai dengan perhitungannya, ya benar semua sesuai perhitungan kecuali bahwa Arya pemain yang benar benar tangguh.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Frando Kanan
dgn kta lain Arya anak Haram huh.... yare2 🙄
2024-03-08
4
Lilisdayanti
aqu mampir thur,,,dasar ayah kurang asam minta di tambah cuka,,terus di ungkeb di belanga,,biar jadi makanan mas mo,monyet 😥
2023-07-09
4