Yu jie dan li Ruirui serta kedua anaknya mengabaikan keberadaan ziyu mereka kembali dengan mengapit Li Ruirui ditengah
" berhenti lah aku tidak sakit " li Ruirui malu dari tadi di liatin
Mereka mengabaikan perkataan li Ruirui . Li Ruirui menggeleng kepala Bingung dengan jalan novel ini
' apakah karena dia jalur novel berubah ' batinya.
Kembali kerumah li Ruirui di paksa istirahat dengan kedua pria itu yang berkerja.
Li Ruirui tersenyum dia cukup nyaman di manja tapi dia belum terbiasa di perlakukan seperti ini.
Sera dan yuni yang baru saja datang menghampiri li Ruirui saat melihat duduk sendirian
" dimana kedua anak baptis ku " yuni celingak celinguk
" mereka sedang bersama ayah mereka mengerjakan pekerjaan rumah " nada suara li Ruirui rendah
Sera dan yuni saling menatap menaikan alis binggung
Melihat expresi mereka li Ruirui menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Bahkan sera yang tau ziyu tidak tau malu tapi sekarang dia semakin tidak tau malu.
" cih wanita sepertinya memiliki wajah tebal " yuni mencibir
Li Ruirui mengangguk
" untung saja kita mengetahui lebih awal tentang sifatnya " sera menghela nafas
" iya sukurlah " timbal yuni khawatir jika rencana mereka benar-benar terjadi apa yang akan dialami sera.
Li Ruirui juga khawatir jika rencana mereka berhasil makan anaknya akan mati membayangkan itu amarahnya mendidih.
Yuni dan sera yang merasakan amarah yang tiba-tiba langsung terkejut
' sepertinya yang menganggap li Ruirui sebagai kesemek akan merasakan akibatnya ' batin mereka bersamaan
* kesemek itu untuk lebih simpelnya kayak seseorang yang lemah lembut dan mudah untuk di ganggu oleh orang.
Yuni yang merupakan tukang gosip menceritakan gosip yang beredar di desa, li Ruirui yang tidak biasanya bergosip langsung tertarik.
Brak
Suara benda jatuh membuat ketiga gadis itu kaget
" apa itu " sera bertanya
Li Ruirui menggeleng tidak tau.
Bangkit dari kursi li Ruirui pergi ke dapur melihat dapurnya berantakan
" ada apa dengan kekacauan ini " li Ruirui melirik ketiga orang di depannya
Mereka tersenyum memperlihatkan gigi
Li Ruirui memijat pelipis
" meng Hu ceritakan ada apa ini " li Ruirui meminta penjelasan karena meng Hu lebih dewasa dari kedua orang di depannya.
" ibu itu kami mau membuat makanan tapi ayah hanya bisa membuat bubur jadi kami membuat keputusan untuk mencoba memasak hidangan yang lain untuk ibu " meng Hu tersenyum
Li Ruirui ingin marah tapi jatungnya berdetak cepat melihat keimutan di depannya.
Sera melihat itu dia terkekeh membisikan sesuatu li Ruirui mengangguk
Expresi li Ruirui berubah menjadi datar.
" keluar "
Mereka tertegun sejenak mendengar suara li Ruirui yang berbeda
" ibu/rui "
" kalian keluar dulu biarkan ibu yang membersihkannya " li Ruirui
Yuni langsung mendorong mereka keluar
Mereka membereskan dapur dalam sekejap dapur yang berantakan awalnya berubah menjadi bersih dan rapi.semua tertata ditempatnya .
" ini lebih baik " yuni tersenyum
Li Ruirui bersama yuni dan sera membuat hidangan yang kaya mulai dari 2 vegetarian dan 3 daging serta makanan penutup yang manis.
" ayo makan "
Ketiga orang itu langsung bangkit menuju meja makan
Li Ruirui terkekeh jika mereka punya ekor mungkin lebih lucu lagi.
Makan dengan riang gembira disertai celotehan yuni yang tidak habisnya membuat meja makan ini sangat meriah.
Berbeda disisi lain seseorang sedang mencari cara untuk menjebak li Ruirui ya siapa lagi kalau bukan ziyu
Ziyu berjalan ke ingin kembali ke rumah pemuda pelajar tapi bertemu dengan hou
" awas aku mau lewat "
Hou menatap kesal kearah wanita gila didepannya
" cih kau harus mendengar perintah ku "
Ziyu merasa pemuda di depan sudah tidak waras
" bah kenapa aku harus mendengar kan mu ,awas aku mau pergi " ziyu ingin pergi dari sana tapi di tarik Hou
" lepas " marahnya
"Aku tau kau menyukai pria dari keluarga yu kan " berkataan Hou membuat ziyu tidak lagi protes
Ziyu menatap Hou " terus apa mau "
Hou menatap jijik ke arah wanita di depannya " aku hanya mau kita bekerja sama ,kau mendapatkan pria itu dan aku mendapatkan kembali sera "
Memikirkan itu ziyu lumayan tertarik pasalnya dia juga membutuhkan rekan .
Ziyu setuju dengan proposal Hou.
Menyeringai Hou menatap jijik wanita ****** depannya.
" terus apa yang akan kita lakukan "
Hou tertengun dan berkata " kita harus mulai dari kamerad rui " perkataan Hou membuat ziyu tersenyum
" apa kau punya rencana "
" tentu saja "
" tapi kenapa kau menargetkan li Ruirui " tanya ziyu karena menurut tidak maksud akal Hou menargetkan ziyu
Hou merubah wajahnya menjadi datar " itu karena kamerad rui adalah teman dari sera dan dia lah yang memberi tau tentang kita kepada sera "
Wajah ziyu mengeras
" apa " teriaknya
" cih wanita itu " geramnya
Hou tidak peduli dengan dendam yang dimiliki ziyu untuk li Ruirui
Memandang Hou " terus apa langkah pertama kita "
" aku sudah meminta seseorang untuk merusak masa depannya "
Perkataan Hou membuat ziyu mendidih senang
" siapa pria yang kau suruh " ziyu tersenyum mekar
Hou menatap dengan tatapan mengejek " ada kata orang, lebih baik menyuruh orang secara tidak langsung dari pada memperlihatkan diri "
Ziyu menatap Hou tersenyum mengangguk.
Hou tidak sengaja mendengar percakapan yuni dan sera malam itu membuat dia kesal dengan li Ruirui yang mengangguk rencananya.
Li Ruirui yang dibicarakan tidak mengetahui akan jebakannya
" yu jie apa kah kau akan ke kembali ke tentara? " tanya li Ruirui tidak tau panggilannya sudah tidak menggunakan kamerad lagi
Yu jie sadar akan itu tersenyum senang , satu langkah untuk mendekati hati li Ruirui telah terbuka
" untuk saat ini tidak "
Li Ruirui mengangguk paham
" kalau begitu bisa kau menemani ku ke kota " ragu-ragu melirik yu jie
" tentu saja " yu jie langsung setuju
Li Ruirui tersenyum senang seperti anak kecil karena kejadian itu dia takut untuk mengajak anak-anak pergi ke kota.
Yu jie pamit pergi li Ruirui melihat kepergian merasakan ada sesuatu yang hilang
" li Ruirui kau tidak boleh seperti ini " menepuk mukanya untuk sadar
Masuk ke dalam li Ruirui memeriksa kedua anak itu sudah tertidur karena ke melawan
Kembali ke kamar
Li Ruirui masuk ke ruang mengeluarkan mesin jahit li Ruirui membuat beberapa pakaian yang cocok digunakan sehari-hari tidak yang tidak terlalu norak seperti baju dulu.
Uh menghela nafas li Ruirui juga membuat beberapa baju anak-anak karena mereka sekarang sudah dewasa dan akan bersekolah mereka membutuhkan banyak baju baru.
Li Ruirui cukup puas dengan pekerjaannya saat melihat baju itu selesai dengan desain di setiap baju ada karakter kartu favorit di masa depan.
' Kawai '
Li Ruirui menyatukan tangan " untuk bibi ku tersayang Terimakasih telah memaksa ku belajar pekerjaan rumah sungguh ini benar-benar berguna " ucap li Ruirui tulus
Melipat semua baju li Ruirui keluar dari
Ruangan dengan hati yang bahagia makanan selesai, pakaian selesai dll selesai.
Melihat semua semua beres li Ruirui duduk di ranjang membaca buku akademik.
" uh tahun universitas dibuka sebentar lagi aku harus bersiap "
Li Ruirui duduk fokus membaca buku hingga malam menyising
Meregakan badan li Ruirui melihat ke jendela
" uh ternyata sudah malam pantas badan ku sakit " mengeluh pegal
Bangkit dari ranjang li Ruirui membawa lentera keluar dari kamar melihat ke arah bulan yang bersinar
" cantik sekali, uh sayang sekali aku tidak membawa ponsel " lirih li Ruirui duduk menikmati bulan purnama.
Li Ruirui terpesona dengan cahaya yang indah.
Tanpa sadar melamun
Tapi di bangunkan oleh suara pintu terbuka
Li Ruirui melihat ke arah pintu terbuka melihat miao menggosokkan matanya masih mengantuk menghampirinya
" miao kenapa kau bangun "
" ibu aku tidak bisa tidur " miao duduk disebalah li Ruirui menguap
Li Ruirui tersenyum
" apa kau ingin mendengar ibu menyanyikan lagi untuk mu "
Miao mengangguk
Li Ruirui membuat miao tidur di pangkuannya menyanyikan lagu tidur dengan suara lembut.
Suara merdu itu terdengar di beberapa orang yang lewat membuat mereka mabuk serta memuji suara yang indah itu.
Miao tersenyum ingin menutup mata tertidur
" ibu aku senang kau menjadi ibu ku " ucapnya menutup mata tidur.
Li Ruirui tersenyum melihat dia tertidur
Menyaksikan buka purnama sebentar li Ruirui mengendong Miao ke dalam kamar, mengecup kening mereka li Ruirui keluar dari sana kembali ke kamar untuk istirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments