chapter 19

Chang ming pergi ke bawah melihat yu jie dia tersenyum.

" saudara yu jie " panggilnya

" cih dari mana saja kau pas saudara yu jie datang baru kau datang " cibir Chang zheng

" apa kau cemburu " goda Chang ming

" bah siapa yang cemburu pih " Chang zheng merinding.

Chang ming tertawa melihat adiknya jijik menatapnya

Yu jie menggelengkan kepala menatap kedua saudara ini

' semoga anak ku tidak seperti itu ' doanya dalam hati.

Ayah Chang chang ming menepuk jidat dengan kelakuan kedua anaknya.

Yu jie tinggal makan siang di rumah Chang dan berjanji akan membawa kedua anaknya besok .

Disisi lain li Ruirui baru ingat akan surat dari keluarganya membaca surat itu li Ruirui mengerutkan kening.

Isinya adalah li Ruirui di minta pulang karena keluarganya mencarikan mak comblang dan menemukan pria untuknya dengan mahar 100 yuan.

' cih bahkan uang dari menjual beberapa barang di pasar gelap lebih banyak dari pada itu '

Apalagi dia sama sekali tidak menyukai orang yang dia tidak kenal.

Pulang sekolah tiba li Ruirui mengajak kedua anaknya pulang bahkan yu jie berada di gerbang menunggunya.

" bagaimana hari mu " tanya nya

" baik " tulus li Ruirui Ceria melupakan surat itu

Yu jie tersenyum bahkan kedua anak itu tercengang melihat senyuman ayahnya.

" kakak sepertinya ayah kerasukan " bisik Miao masih bisa didengar ketiga orang itu.

Li Ruirui terkekeh .

" ya apakah kau akan mengejek ayah mu " yu jie menjentikan kepalanya

" aduh, ayah aku salah " berlari sembunyi dibelakang li Ruirui

Keempat orang itu berjalan pulang bersama dengan senyum yang mekar.

Kembali ke rumah yu jie diam mematung di pojok dia binggung apa yang harus dia lakukan sisi lain dia menyukai li Ruirui tapi disisi lain dia merasa tidak baik untuk li Ruirui.

Apakah orang tua li Ruirui mau menerima menantu yang telah bercerai dan memiliki anak ' fikirnya.

Yu jie merasa hatinya sakit entah kenapa.

Disisi lain li Ruirui merasa ada sesuatu yang dirasakan entah apa itu.

Kedua orang yang sama-sama tidak tau harus berbuat apa.

Sedangkan kedua anak itu sibuk makan jeli yang di buat li Ruirui.

" saudara apakah kau merasakan ada yang aneh di tatapannya ayah " Miao jing dengan pipi mengembun penuh dengan jeli

" apakah ayah suka dengan ibu " meng Hu memikirkan lagi tingkah ayah ya saat di depan ibunya serta permintaan ayahnya mengajak ibu jalan-jalan

" apakah ibu akan menjadi ibu kita " Miao semangat

" apakah kita harus membantu mereka " gumam meng di dengar Miao

" ya itu harus, ayah sangat tidak bisa diandalkan " Miao jiang berkata jika didengar yu jie akan merasa kedua anak ini bukan anaknya tapi anak li Ruirui.

Meng Hu mengangguk membenarkan

" tapi apa yang harus kita lakukan " Miao tidak punya ide sama sekali

Meng Hu diam dia sama sekali tidak memiliki ide saat ini.

" meng,Miao " panggil serempak beberapa anak dari luar rumah

Kedua anak itu bangkit ke arah pintu.

" kalian "

" ayo kita main "

Meng Hu berkata " main apa? "

" ayo kita melihat beberapa paman berburu babi di gunung " seseorang memberikan ide

" apakah ada perburuan? " Miao sudah lama tidak melihat orang berburu

Mereka mengangguk.

" ayo kita pergi " ketua kelompok itu langsung semangat.

" tunggu sebentar " kedua anak itu masuk kedalam

" ibu "

" iya "li Ruirui menatap mereka

" kami akan pergi melihat orang berburu"

Li Ruirui mengangguk " Hati-hati dan pulang sebelum malam "

" baiklah " mereka berlari keluar dengan semangat melupakan ayahnya

Yu jie menatap mereka dengan putus asa, apakah mereka tidak menganggapnya ayah.

" apa kau ingin melihat orang berburu " tanya li Ruirui

Tertegun sejenak yu jie langsung mengangguk.

" aku akan mengemasi beberapa makanan " li Ruirui berjalan mengambil toples makanan anak-anak di lemari.

Selesai memasukan makanan ke keranjang li Ruirui pergi ke kamar, mengganti pakaian dengan lebih ssederhan.

Keluar dari ruangan yu jie terpana melihat li Ruirui

" apakah ada sesuatu diwajah ku " li Ruirui bertanya

" tidak_ ada " yu jie memaling wajah

" benarkah? "

Yu jie tidak menjawab tapi wajahnya memerah saat wajah li Ruirui tepat di depannya.

' cantik ' batin yu jie.

Melihat telinga yang merah li Ruirui terkekeh geli

' lucu ' pikirnya.

Berhenti mengoda yu jie li Ruirui berangkat ke tempat perburuan.

Saat sampai disana li Ruirui menatap dengan antusias dia memang pernah membaca tentang ini tapi belum pernah melihat secara langsung

" yu jie ayo kita liat lebih dekat " li Ruirui menatap dengan penasaran.

Yu jie tertawa melihat li Ruirui seperti anak kecil yang belum pernah melihat dunia.

Mengangguk

Li Ruirui langsung menarik yu jie ke barisan depan. Melihat pemuda desa mengiring babi itu ke arah paman anaing yang berada di atas pohon

Li Ruirui terkagum-kagum

Dengan beberapa kali panah babi besar itu tumbang membat warga langsung bersorak gembira bahkan anak anak berteriak girang

Li Ruirui juga ikut bersorak tanpa sadar dan dilihat lucu oleh yu jie

Semua orang sedang fokus melihat babi yang sedang di potong tetapi suara teriakan Datang dari hutan membuat semua orang menoleh tak terkecuali li Ruirui.

" tolong " teriaknya

Ternyata adalah ziyu yang dikejar oleh babi yang lebih besar dari babi yang baru saja tumbang

" tolong kepala desa tolong " teriakanya ketakutan

Penampilan ziyu saat ini sudah berbeda dari biasanya rambut yang berantakan baju yang kotor tak lupa wajah yang penuh dengan lumpur

Sontak para pemuda desa serta paman anaing berusaha menghentikan babi itu.

Ziyu yang disuruh untuk ke arah pohon tempat paman anaing malah berlari ke arah anak anak sedang bermain.

Li Ruirui langsung menegang ketakutan

" meng, miao " teriak li Ruirui berlari ke arah mereka

Yu jie langsung ketakutan saat li Ruirui berlari seperti itu

Kedua anak itu yang mendengar panggilan li Ruirui menoleh kearahnya

Mereka terkejut melihat babi itu mengarah ke arah mereka.

Babi itu hampir sampai di kedua anak itu Untung saja li Ruirui menarik mereka kedalam pelukannya

" apa kalian baik-baik saja " li Ruirui masih memeluk erat mereka.

Melihat li Ruirui yang tegang mereka mempererat pelukan mereka benar-benar ketakutan.

" ibu kami takut " Miao masih memeluk li Ruirui

Yu jie berlari menghampiri ketiga orang itu.

" apa kalian baik-baik saja " tanya desa wajah cemas

Kedua anak itu menonga melihat ayahnya air matanya jatuh

" ayah "

Yu jie langsung memeluk ketiga orang itu

Ziyu yang masih dikejar ketakutan berteriak minta tolong bahkan dia berlari kembali ke arah li Ruirui

Yu jie bangkit melirik ke arah wanita itu dengan dingin dia mengeluarkan pistol mengarahkan ke depan

Dor dor dor

Suara tembakan membuat mereka takut babi itu tumbang dengan keras bahkan ziyu yang berdiri didepan babi terkejut

Mendekati wanita itu yu jie menatap dengan dingin.

" apakah bodoh atau tuli dan tidak mendengar arahan " nada yu jie dengan wajah tidak enak dipandang

Ziyu mengangkat dagu melihat wajah yu jie yang sangat tampan dia benar-benar terpana

" kamerad _" belum sempat ziyu berbicara

Yu jie menatap dengan tajam

" karena kecerobohan mu banyak orang yang akan menjadi korban " nada yu jie semakin tegas saat mengingat kejadian li Ruirui dan anak anaknya akan menjadi korban

" maaf kamerad " ziyu meminta maaf

Dengan wajah menyesal

Yu jie mengabaikannya berbalik membantu li Ruirui bangkit

" apakah ada yang terluka " tanya yu jie

" ibu apakah terluka "

" biar meng melihat "

Ketiga pria di depan nya memeriksa li Ruirui seperti dokter dadakan

Li Ruirui merasa hangat dizaman modern dia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh disini juga dia tidak mendapat kasih saya orang tua tapi setidaknya dia dapat memiliki orang yang mencintainya

Tersenyum lebih mekar li Ruirui berkata " tidak ada aku_" malu saat melihat warga desa menatap sambil tersenyum misterius.

Ziyu menatap pria yang tampan itu malah memperhatikan li Ruirui merasa jengkel setengah mati.

' kenapa harus wanita itu, aku lebih cantik '

Ziyu mendengus tidak suka.

Ketiga pria itu tidak memperhatikan ziyu mereka sibuk menjadi pengawal untuk li Ruirui kembali ke rumah.

Li Ruirui tersipu malu dengan tingkah mereka.

Tapi ziyu benar-benar tidak suka semua hal baik terjadi di sekeliling li Ruirui

Ziyu seperti sudah kehabisan kesabaran tapi dia tetap tersenyum mendekati li Ruirui

" kamerad rui " panggilnya

Li Ruirui mengangguk tidak tersenyum.

Ziyu tersenyum ke pura-pura an ke pada li Ruirui dan memandang yu jie

" kamerad aku minta maaf aku benar-benar panik tadi " jelasnya

Yu jie tidak memandangnya atau tidak mendengarkan sama sekali sedangkan li Ruirui terus melihat ziyu menatap yu jie dengan pandangan memuja.

Li Ruirui tidak suka dengan tatapan itu tapi dia terkejut saat sadar akan perasaan ' eh kenapa aku seperti ini ' batinnya

Para bibi yang melihat ziyu terus ingin berbicara dengan yu jie padahal yu jie tidak ingin menatapnya atau berbicara mereka menggeleng kepala

" wanita itu sungguh tidak tau malu "

" aku tidak ingin anak ku mendekati wanita tidak tau malu itu "

" mukanya seperti di lapiskan oleh bedak yang tebal "

" cih muka benar-benar sia-sia "

Cibiran wanita desa menghujani ziyu .

Ziyu tidak mendengarkan bisikan wanita-wanita desa dia sibuk berbicara tapi tidak di kubris oleh pria di depannya

Mengeretakan gigi ziyu memikirkan sebuah ide yang terlintas ' ada kata pepatah dekati keluarga terdekat baru didapatkan ' pikir ziyu menyeringai

* catatan dari author

Terimakasih atas saran sekali semoga author dapat meningkatkan kemampuan ya

Jangan lupa untuk tetap menunggu ya

Karena author tidak akan membuat kalian lama menunggu. Author tau rasanya menunggu tidak enak.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!