chapter 16

Kembali ke desa dibawa tatapan penasaran penduduk desa li Ruirui memberikan lokasi rumahnya.

Bahkan kepala desa dan bibi dahu kebetulan sedang berada di dekat rumah li Ruirui saat melihat yu jie datang dengan dengan li Ruirui dia cukup terkejut

Li Ruirui melihat kepala desa dan bibi dahu menyapanya

" kepala desa, bibi dahu " sapa li Ruirui

" baik " bibi dahu tersenyum

Bibi dahu mendekati li Ruirui " bagaimana kalian bisa bersama "

" kamerand yu jie menyelamatkan ku dari penjahat " li Ruirui menundukan kepala.

Bibi dahu terkejut" apakah kau terluka "

" tidak tidak bibi aku baik-baik saja "

Bibi dahu menghela nafas lega " bagus lah "

" untung kamerand yu jie datang tepat waktu "

Li Ruirui mengangguk setuju dia merasa lega.

" apakah kau sudah memberi tau apa yang di lakukan keluarga yu " tanya bibi dahu.

" bibi aku belum mengatakannya " li Ruirui mengeleng dia bingung ingin mulai dari mana.

" tenang lah biarkan kami yang menjelaskan "

Li Ruirui berterimakasih kepada bibi dahu. Mengajak mereka semua masuk li Ruirui meminta kedua anak itu ke kamar dulu sedangkan dia pergi ke dapur membuat teh dan makanan ringan .

Di sisi lain keluarga yu serta menantu ketiga yang mendengar kabar kepulangan yu jie langsung pulang mereka yakin bahwa yu jie akan mendengarkan wanita tua itu dan membawa pulang kedua bocah bau itu .

Berbeda dengan yu jie yang mendengar kebenaran dari kepala desa merasa marah, dia tau ibunya tidak menyukainya tapi dia sudah sangat keterlaluan bahkan wanita yang merupakan istrinya tidak menjaga anaknya dengan benar dia memang tidak mencintai istrinya tapi dia memberikan haknya sebagai istri dan tetap memperdulikannya. Yu jie mengerutkan kening memikirkan semua masalah yang menimpa anak-anaknya.

" bibi dahu, kepala desa , kamerand yu jie sihlakan minum " li Ruirui menyajikan teh serta beberapa kue osmanthus.

Bibi dahu tersenyum li Ruirui duduk di sebelah bibi dahu sesekali tanpa sadar yu jie melirik li Ruirui .

Selesai berbicara atau lebih tepatnya bertanya tentang bagaimana keadaan di ke tentaraan bibi dahu dan kepala desa pergi dari rumah li Ruirui membiarkan kedua anak itu berbicara.

" kamerand Ruirui "

" baik? "

Yu jie tertegun sebentar " terimakasih karena sudah merawat kedua putra ku " berterimakasih dengan tulus.

Memandang mata yu jie li Ruirui tersenyum " tidak apa-apa mereka semua cukup masuk akal "

Yu jie sekali lagi berterimakasih

" berbicara lah dengan mereka " li Ruirui memberikan masukan

" tapi mereka tidak ingin melihat ku "

" bicara lah mereka anak baik pasti mendengarkan "

Yu jie mengangguk, li Ruirui mengajak yu jie ke kamar kedua anak itu

Saat yu jie masuk kedua anak itu diam seperti patung dapat di liat mereka ragu-ragu.

" Miao, meng " panggilnya tapi mereka tetap ragu-ragu

" apakah kalian marah pada ayah " mendekati mereka

"Tidak " meng Hu berbicara memegang adiknya.

" maaf ayah datang terlambat "

" tidak ayah datang sangat terlambat kenapa baru datang sekarang " Miao jiang berkaca-kaca.

Meng Hu memegang tangan Miao jiang untuk menguatkannya.

" maaf " yu jie merasa bersalah langsung memeluk kedua anak itu bahkan meng Hu yang tidak menangis langsung menangis membiarkan semua keluhannya keluar. Yu jie mendengarkan semua berkata an mereka sungguh dia merasa sakit hati melihat kedua anaknya seperti ini tapi sukur dia bertemu dengan li Ruirui.

Bahkan li Ruirui sudah tidak kuat menahan air mata setiap mendengar keluhan dari anak-anaknya saat berada di rumah keluarga yu bagaimana bisa ibunya kandung serta nenek nya seperti itu.

Li Ruirui tidak kuat melihat itu pergi dari sana membiarkan ketiga orang itu berbicara.

Disisi lain li Ruirui menunggu mereka sambil menyiapkan makan hidangan .

Berbeda dengan orang yang di tunggu li Ruirui sedang berbicara.

" ayah kami tidak ingin kembali ke sana " meng Hu berbicara dianggukin yang Miao jiang

" ya kami ingin disini bersama ibu " Miao jiang juga ikut berbicara

" ayah mengerti " yu jie mengelus kepalanya

" bagaimana kamerand Rui menjaga kalian "

" ibu sangat baik, dia membuat kami baju, menyekolahkan kami, dan memberikan kami makanan enak " Miao jiang ngiler saat mengingat makanan li Ruirui.

Yu jie menatap jijik ke arah Miao jiang yang ngiler . Tapi sukurlah li Ruirui menjaga mereka saat dia tidak ada

Yu jie diam-diam saat mengingat pertama kali dia mengingat pertemuan dengan li Ruirui.

Saat itu hati yang cerah dia pulang dari tugasnya dan sedang menunggu bus saat itu lah dia melihat seorang gadis dengan teman-teman sedang bercanda dari semua wanita dia tampak sangat menonjol bahkan hanya dia yang memberikan makanan kepada orang yang tidak mampu,saat itu juga dia jatuh cinta pada pandangan pertama tapi keluarganya membuatnya menikah dengan wanita pilihan mereka.

Li Ruirui saat masih sma.

Ternyata dunia sempit dia melihat wanita yang disuka merawat anak-anaknya entah kenapa hatinya berdebar-debar.

Ketiga orang itu keluar dengan suasana yang sudah senang, tapi pandangan yu jie tidak sengaja melihat li Ruirui sedang menyiapkan hidangan sungguh dia tampak sangat cantik.

" ayah apakah ibu cantik " goda Miao jiang

" iya " tanpa sadar segera dia langsung sadar memukul kepala Miao jiang

" jangan mengoda ayah "

Kedua anak itu tertawa, li Ruirui mendengar suara tertawa langsung melihat kearah mereka.

" ayo kemari makan " li Ruirui memanggil mereka.

Mereka mengangguk duduk dengan tenang. Li Ruirui memberikan potongan daging ikan ke mangkuk mereka.

Meng Hu berkata " ibu berikan ayah juga "

Li Ruirui tersenyum mengangguk memberikan makanan ke mangkuk yu jie.

"Makanlah "

" terimakasih " telinga yu jie memerah.

Li Ruirui tentu saja melihat dan terkekeh .

Menyantap makanan dengan tenang yu jie tertegun sebentar saat memasukan potongan ikan ke dalam mulutnya.

" enak " puji yu jie

Li Ruirui tersenyum lebar

Menyantap makan dengan lahap mereka puas bersandar di kursi.

Kedua anak itu memberikan jempol ke arah li Ruirui.

Yu jie dan li Ruirui saling pandang dan tertawa. Yu jie bangkit membantu li Ruirui membereskan bekas dia makan.

" kakak apakah ibu dan ayah akan menikah " tanya Miao jiang berharap

" itu harus kita akan membuat mereka bersatu " tekad yang membara

Miao jiang setuju

Di dapur li Ruirui membersihkan piring dan yu jie membantu membereskannya

" terimakasih sudah merawat kedua anak itu "

Li Ruirui mengeleng " jangan berterimakasih kasih aku juga menyukai mereka " tersenyum lembut

Yu jie tertegun melihat senyuman itu " cantik " gumamnya masih bisa didengar li Ruirui

Li Ruirui terkejut langsung memerah malu, yu jie yang sadar langsung memaling wajah karena malu kedua orang itu merasa canggung.

" yu jie " teriak seseorang dari luar membuat mereka menoleh dan keluar dari dapur.

Kedua anak itu segera bersembunyi di belakang yu jie dan li Ruirui.

" yu jie akhirnya kamu pulang liat lah kedua anak mu tidak mendengarkan ku " menantu ketiga tidak senang

Yu jie diam tidak berkata apa-apa bahkan kesananya terhadap wanita ini menjadi semakin buruk dia tau wanita ini tidak memiliki akal untuk membedakan baik dan buruk tapi membiarkan anak bekerja di ladang sedangkan dia beristirahat dirumah itu sungguh membuatnya marah.

" yu jie kenapa kau diam saja " teriaknya tidak senang dengan pria di depannya

" diam atau aku akan memasukan mu ke penjara karena telah menyakiti anak-anak ku " nada dingin yu jie membuat wanita itu takut walaupun mereka saling tidak mencintai tapi yu jie tidak pernah memarahinya seperti ini.

Mengeretakan gigi wanita itu khawatir hanya karena anak-anak itu lah dia mendapatkan tunjangan hidup.

" yu jie aku salah " wanita itu ingin minta maaf

" mulai hari ini kita akan bercerai " yu jie langsung to the poin

" yu jie aku tidak mau apakah karena wanita ini " protesnya

" jangan pikir aku tidak tau kau berhubungan dengan pria lain " yu jie menatap dingin dengan aura membunuh

" aku salah aku tidak mau bercerai "

" jika kau tidak mau bercerai kau akan masuk penjara, apakah kau tidak tau seriusnya pernikahan tentara " nada yu jie semakin dingin saat melihat wanita di depannya.

Wanita itu ingin berbicara tapi dia takut masuk penjara.

" kapten " hormat pemuda tentara yang baru datang

" bawa wanita ini untuk tanda tangan surat perceraian " Perintah yu jie

Mereka mengangguk sebagai teman perjuangan yu jie mereka mengetahui semua kisah hidupnya lagi pula bagaimana mungkin tentara akan membiarkan anak-anak pahlawan yang berjuang di medan perang menderita seperti ini.

Kedua tentara itu menyeret wanita itu pergi, lolongan wanita itu bergema dimana-mana

Yu jie melihat li Ruirui yang menenangkan kedua anak itu.

" kamerand Rui aku ingin bertanya boleh? " tanya yu jie

" tentu saja "

" tolong jaga mereka aku akan datang besok aku akan mengurus semuanya " yu jie tidak ingin mengajak anak-anak itu ke keluarga yu lagi

" aku mengerti hati-hati lah "

Yu jie pergi dengan pemuda tentara lainnya kembali ke rumah keluarga yu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!