Menjemput anak-anak bahkan wali kelas anak-anak li Ruirui cukup hafal dengan jam jemput li Ruirui tidak akan telat beberapa menit dan akan datang telat pada waktunya.
" ibu " mereka berdua berlari memeluk li Ruirui
" bagaimana disekolah " tanya x
Li Ruirui
" ibu sangat seru teman-teman memuji ibu karena membuat makanan enak " Miao Jiang cukup serakah saat mengingat kue piee yang di makan.
Li Ruirui terkekeh geli melihat dia seperti kucing " ibu akan membuatkan kue yang enak untuk kalian "
" janji " meng hu berbinar-binar
Li Ruirui mengangguk membuat mereka sangat antusias.
Bergandengan tangan li Ruirui membawa mereka pulang.
Di perjalanan pulang li Ruirui melewati ladang tempat pemuda pelajar bekerja dia dapat melihat ziyu bekerja dengan wajah yang tidak enak dipandang
" ibu wanita itu sangat tidak baik " meng hu berbisik
" ibu tau "
Li Ruirui mengubah topik pembicaraan dengan cepat. Tentu saja anak-anak dengan mudah mengubahnya saat li Ruirui bilang akan membuatkan kue enak lainnya.dengan gembira mereka menantikan masakan li Ruirui.
Ziyu yang mendengar suara tawa langsung melirik ke sumber suara, melihat ke arah li Ruirui dia mengepalkan tangan.
' harusnya dia yang menjadi wanita bersinar bagaimana pun dia adalah wanita dari zaman modern ' pikirnya kesal tapi dengan cepat di sembunyikan.
" ziyu apa kamu tidak apa-apa " hou khwatir
" tidak aku baik-baik saja " dengan wajah lelahnya
Hou tidak tega bagaimana pun ziyu adalah bendanya.hou membantu ziyu sesekali mereka diam-diam bergandengan tangan. Tanpa mereka sadari seseorang melihat semua kegiatan mereka dengan dingin siapa lagi kalau bukan sera, sera menatap jijik pasangan didepannya dengan langkah tegas di berbalik pergi.
Sera kembali ke rumah pemuda pelajar. Memasukan semua barang-barang yang dikirim ayahnya ke tas melihat semua barang sudah di simpan , sera duduk di tepi ranjang
" sera kamu kenapa " seorang pemuda pelajar wanita yang merupakan teman kamar sera khawatir.
Melihat temannya sera menangis menceritakan segalanya
" cih siapa sangka ziyu berwajah polos tapi sebenarnya wanita tidak tau diri " cibir nya
" berhenti lah menangis pria seperti itu tidak pantas untuk mu " tambahnya mengelap air mata sera
Teman kamar sera bernama yuni dia adalah pelajar yang datang bersama sera dan hao awalnya dia tidak setuju teman kamarnya bersama hou karena menurutnya pria itu punya motif tersembunyi dan sekarang tebakannya benar melihat wanita yang lebih mengoda dia akan berpaling.
" kenapa mereka jahat " tangis sera semakin pecah.
" berhenti menangis dan tunjukan tanpa pria itu kau bisa hidup bahagia liat lah
Sekitar mu yang mencintai mu "
Kata-kata yuni membuat sera bingung
" apa maksud mu "
" sera apa kau tidak peka selama ini kamerand bing selalu menyukai mu dia lah yang membantu mu, dan merawatmu bila terluka bukan hou itu " jelas yuni membuka sera terkejut
" tidak mungkin "
" apa yang tidak mungkin sera
" kamerand bing adalah orang yang tidak mungkin menyukai wanita seperti ku "
Yuni menepuk jidat entah temanya tidak peka atau otaknya rusak karena hou dia prustasi.
" ya kau itu cantik kenapa tidak bisa ha " yuni berbicara membuat sera malu
" okok sekarang mari kita masak dan membawa sebagian untuk kamerand li Ruirui dia sudah baik memberitahu kita tentang ini " yuni menepuk bundak sera
Sera mengangguk mengerti. Mereka berdua bangkit berjalan kedapur, sera mengeluarkan daging kaleng yang dikirim ayahnya menumisnya dengan rempah-rempah yang kaya.
Jika wanita desa melihat itu mereka akan merasa sera wanita yang menghambur-hamburkan bahan makanan.
Yuni membantu sera memasukan hidangan ke tempat bekal. Pas sekali ziyu pulang saat makan selesai
" sera " ramah ziyu
Sera mengabaikannya bahkan tidak sudi memlirik atau memandangnga. Melihat itu ziyu merasa ada yang aneh seperti nya sera merah padanya tapi kenapa pikirnya
Sera dan yuni mengabaikannya tapi ziyu berpikir mungkin karena dia sibuk membuat makan jadi dia tidak mau berbicara, ziyu terus memandang daging di tempat makan itu
" sera boleh kah aku mencicipi nya " ziyu menatap dengan serakah.
" tidak " ketus sera
" sera kenapa?bukan kah kita teman " ziyu berpura-pura sedih. Membuat semua pemuda pelajar melihat ke arah ziyu merasa kasihan
Yuni terkekeh jijik " apakah seorang teman akan merebut benda temannya bahkan dengan berani berciuman di siang bolong " setelah kata-kata yuni keluar membuat semua orang terkejut bukan maen. Ziyu bahkan lebih kaget apakah dia ketahuan pikirnya
" yuni kenapa kau memfitnah ku " ziyu menangis membuat seolah-olah dia lah yang tersakitii
Pemuda pelajar bukanlah orang desa yang akan langsung marah mereka cukup peka dan lebih memilih mencari kebenaran.
" fitnah buat apa aku memfitnah mu jika kau mau aku bisa memberi saksi mata upsss apa kau takut " yuni mencibirnya
" sera apakah kah kau percaya dengan kata-kata yuni " ziyu menanggil sera dengan lembut
" cukup, kembalikan semua uang yang kau pinjam " setelah sera berkata seperti itu dia pergi keluar
Yuni tertawa " ada sisi dari masakan sera kalian bisa makan tapi jangan biarkan dua pasangan itu mencicipinya " yuni memberikan perintah tentu saja mereka mengangguk bagaimana pun mereka belum makan daging sejak datang ke desa membiarkan ziyu dan hou makan-makan biji-bijian kasar itu tidak masalah
Yuni meledek ziyu langsung mengejar sera. Ziyu mengepalkan tangan dengan marah bahkan kukunya sudah melukai telapak tanganya.
Yuni dan sera berjalan dengan gembira setelah memberikan pelajaran kepada ziyu.
Dengan langkah gembira mereka pergi rumah li Ruirui
Tok tok tok
Li Ruirui membuka pintu
" siapa "
" kamerand Ruirui " sapa yuni dan sera dengan senyum lebar
" kalian masuklah" li Ruirui balas tersenyum.
Sera dan yuni masuk kedalam mengikuti li Ruirui mereka awalnya pikir rumah li Ruirui akan seperti rumah desa lain walapun rumah li Ruirui berbatu bata. Tapi siapa sangka rumahnya bersih, rapi, bahkan pot-pot bunga letakan dengan rapi bukan hanya itu kebun yang tumbuh subur membuat sera tampak iri dia sangat ingin punya rumah bersih seperti ini.
" duduk lah "
Mereka mengangguk.
" ibu " panggil Miao Jiang berlari memeluk li Ruirui
" kenapa sayang "
" liat kakak dia meledek aku lagi karena menjatuhkan balok " rengeknya
Li Ruirui terkekeh geli " meng hu "
" ibu aku tidak salah itu benar kok " tidak mau disalahkan
Miao Jiang mengembungkan pipinya tidak suka semenjak dia bermain balik dia selalu menjatuhkanya dan diledek oleh kakaknya.
" jangan bertengkar dan beri salam kepada bibi yang datang " menepuk kepala mereka dengan lembut
Kedua anak-anak itu langsung menoleh ke sera dan yuni.
" salam bibi " mereka langsung lari kedalam
Mereka langsung sadar dari termenung.
" apakah dia anak-anak dari keluarga yu itu " tanya sera
Li Ruirui mengangguk
" mereka tidak seperti anak dari keluarga yu mereka sangat tampan dan lucu " yuni blak-blakan.
Li Ruirui sangat suka dengan orang seperti yuni yang terus terang
Li Ruirui menyeduhkan mereka teh bunga yang dia buat.
" coba lah ini teh yang aku buat " li Ruirui tersenyum lebar
" sial kenapa kau sangat cantik hati ku berdebar-debar " yuni dengan gaya dramatis
" kau juga pernah mengatakan itu pada ku " sera mendengus
Yuni cengar-cengir " sayang ku apa ku cemburu, dihati hanya milik mu " membuat sera dan li Ruirui tertawa.
" ini untuk mu " sera memberikan hidangan yang dia masak
" kenapa repot-repot "
" tidak repot ini terimakasih ku karena telah memberi tau diri ku " sera tulus berterimakasih
" sukurlah aku sempat mengetahuinya " li Ruirui dengan tulus memberitahu.
Saat kedua orang itu berbicara yuni mencium bau harum dari dapur li Ruirui
Kruak kruak
Suara perut yuni berbunyi.
" maaf " yuni mengaruk kepala yang tidak gatal
Sera dan li Ruirui sontak tertawa.
" karena ini sudah Sore mari makan bersama "
" tidak tida_ " terpotong
" iya boleh kah " yuni semangat
"Ya kau seperti babi serakah " cibir sera
" sera apa kau tidak kasihan pada teman mu sudah sangat lapar "
" sera makan lah disini kasihan kucing mu lapar " canda li Ruirui membuat sera tertawa.
" terserah kalian bilang apa tapi aku sangat lapar " memegang perutnya dengan sedih..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments