chapter 5

ruirui membawa kain dan kapas masuk keruangan mengambil mesin jahit modern li ruirui mulai membuat pakaian untuk kedua bocah itu. Mulai dari pakaian sehari-hari serta pakaian pergi . Setelah selesai li ruirui lanjut membeli beberapa buah-buahan untuk dia jual serta mengambil 5 susu malt , membuka lemari li ruirui mengambil baju sederhana tapi tetap bagus di mata orang.

Keesokan harinya li ruirui bangun seperti biasa membersihkan rumah memasak hidangan daging serta pangsit dengan mie.saat kedua anak itu bangun mereka melihat meja makanan sangat kaya mereka meneguk ludah

" ayo makalah  " li ruirui girang

Melihat bibi li ruirui girang mereka juga tersenyum senang . Disela-sela makan si sulung melirik li ruirui diam-diam, tentu saja li ruirui tau tapi dia tetap diam pura-pura tidak melihat hingga selesai makan li ruirui membereskan piring.

Kembali ke dapur membersihkan barang-barang selesai membersihkan itu, li ruirui berfikir ingin menanam stoberi dan beberapa buah lainnya agar anak-anak dapat makan jajanan sehat.

Keluar dari dapur li ruirui pergi ke sekolah mulai mengajar untuk hari pertama mengajar dengan senang hati li ruirui menjejali anak-anak dengan permen dan makanan ringan

" bibi pergi dulu " mereka mereka mengangguk sedih tapi tetap tidak menunjukan .

Li ruirui langsung bergegas ke sekolah menyapa setiap guru lama disekolah dengan senyum.

" kamerand li ruirui "

" guru Shin " li ruirui ramah tentu saja di tau beberapa nama orang di brigader karena waktu pertama kalian datang di desa pemilik asli tubuh sudah dijelaskan oleh sekertaris siapa saja nama warga walaupun tidak semua di ingat .

Guru Shin mengangguk " li ruirui kamu akan mengajar di kelas 2  , mari ikut saya " li ruirui mengangguk ramah . Li ruirui membuntuti guru Shin menuju ruang kelas 2 di sekolah brigadir tidak terlalu banyak orang yang sekolah karena kurangnya ekonomi keluarga desa.

" anak-anak perkenalkan ini  guru ki ruirui yang akan sekarang akan mengajar jadi dengarkan dengan baik " guru Shin tersenyum dan langsung keluar

Setelah guru Shin keluar li ruirui langsung memulai pelajar dengan ramah li ruirui menjelaskan membuat anak-anak tidak terlalu tegang ,mengajar mtk dengan batokan gambar uang dan ditambah li ruirui menceritakan dogeng disaat terakhir yang menarik membuat mereka tambah tertarik dan meminta di cerita lagi tapi karena waktu yang kurang li ruirui terpaksa menghentikan ceritanya

" bu guru besok harus menceritakan kami lagi "

" iya bu guru "

Li ruirui mengangguk tersenyum, dengan senang hati mereka keluar dan bercerita dengan teman yang lain yang mereka dapat. Dalam sekejap li ruirui mendapatkan kesan positif dari guru Shin karena dari awal di sudah memperhatikan li ruirui mengajar dari awal.

Disisi lain Miao jiang dan meng Hu bermain di depan rumah.

" meng Hu " panggil bocah gemuk sambil menyeringai . Meng Hu menatap bocah itu dengan sengit

" ayo kembali ibu mu memanggil pulang " ucap bocah gemuk itu

" tidak " Miao jiang tegas

"Cih bibi li ruirui hanya orang luar di akan mengusir mu nanti " cibir bocah itu

" tidak akan bibi li ruirui tidak akan " Miao jiang, sedangkan meng Hu memikirkan perkataan bocah itu

Disisi lain Kembali dari sekolah lebih awal li ruirui mampir ke agen pemasokam membeli gula merah serta garam dan beberapa makanan laut , baru saja dia akan pulang seorang wanita menghampiri li ruirui

" kamu " tunjuk wanita itu, li ruirui hanya menaikan alis

" kamu menculik seorang anak dari ibunya apa kamu tidak takut " teriak wanita itu

" menculik? Siapa yang aku culik? " tanya balik li ruirui

" anak-anak yu jie adalah cucu ku berani sekali kau menculik dari putri ku "marah wanita itu, wanita itu bukan orang yang hemat bahan bakar tapi li ruirui juga tidak kalah

" kalau dia cucu mu kemana kamu saat dia sakit, lapar, atau butuh seseorang saat dia bully " geram li ruirui dengan orang-orang tidak tau diri ini

" apa urusan itu dengan mu " tanya wanita itu kesal

" aku pemuda pelajar yang di berikan hak untuk menjaga anak itu jika keluarga tidak bisa merawat mereka " li ruirui tegas

" kau wanita tau diri " kesal wanita itu

" kalau kau keberatan , kau bisa langsung pergi ke kepala desa " li ruirui lugas langsung pergi mengabaikan teriakan wanita tua itu.

Berjalan pulang li ruirui pulang melihat kedua anak itu duduk di pintu

" kenapa kalian duduk di depan " tanya li ruirui bingung

" tidak bibi kami bosan " bohong Miao jiang

Li ruirui mengangguk tidak bertanya lebih lanjut jika mereka tidak mau memberi tau sendiri.

Bersama mereka li ruirui mengajak membuat kue, di anggukan mereka membantu li ruirui membuat kue tiramisu karena kebetulan di membawa beberapa bahan dari ruangan yang pas untuk membuat tiramisu. Dengan gembira Miao jiang makan-makan enak melupakan kata-kata bocah gemuk tadi siang .

Selesai makan mereka membersihkan piring sedangkan li ruirui memindahkan pot-pot bunga kosong ke tanah kosong disebalah kamar li ruirui .

" kamerand li ruirui " panggil seorang  dari arah luar, mencuci tangan li ruirui langsung membuka pintu

" bibi dahu masuk lah "li ruirui ramah mempersilakan masuk.

Bibi dahu masuk melihat rumah yang rapi dan bersih di mengangguk puas.

" kamerand li ruirui apa kau sudah memutuskan untuk anak-anak itu kedepannya " tanya bibi dahu

" bibi dahu akau berencana untuk memasukan mereka ke sekolah apakah bisa ? " li ruirui ragu karena masa pendaftaran sudah telat

" tentu saja bisa " ujar bibi dahu senang tidak menyangka Li ruirui akan menyekolahkan anak-anak itu . Bibi dahu semakin memiliki kesan baik tentang li ruirui

Berbicara sebentar bibi dahu pamit pulang karena dahi erzhong menunggunya dirumah, mengangguk kepada bibi dahu serta mengucap terimakasih li ruirui mencuci baju-baju yang dibuat untuk anak-anak itu.

" bibi kami akan membantu menjemurnya "

Li ruirui tersenyum mengangguk, mereka bertiga menjemur pakaian sambil sesekali li ruirui mencipratkan air ke mereka , puas bermain air mereka pergi membersihkan diri .

Keluar dari kamar mandi li ruirui membaca tinjauan anak-anak sedangkan Miao jiang dan meng Hu bermain dikamar .

Li ruirui langsung pergi ke dapur memasak makanan laut untuk makan malam. Menyajikan di meja li ruirui memanggil anak-anak itu untuk makan. Saat mereka melihat hidangan di meja mereka kaget ' apakah setiap hari adalah tahun baru bagi bibi li ruirui ' pikir anak-anak itu

" ayo makan sayang" li ruirui memanggil kedua anak itu , anak itu dengan ragu-ragu duduk dan menyantap makanan , merasa makanan yang mereka makanan sangat enak lebih enak dari pada makanan ibu atau nenek mereka

Li ruirui sudah lama tidak makan makan-makan laut membuat selera makannya menikah drastis. Selesai makan melihat perutnya yang buncit membuat li ruirui malu . Bangkit dan membersihkan piring li ruirui melihat mata si sulung yang menatap secara diam-diam

Kembali ke kamar li ruirui membaca buku pelajar walaupun buku pelajar tidak banyak diera ini, itu sudah cukup untuk li ruirui jadikan materi..

Baru saja li ruirui akan membaca buku matematika, si bungsu datang ke kamar li ruirui

" bibi " panggilnya ragu-ragu

" meng Hu kemari lah " li ruirui langsung menyuruh masuk karena diluar dingin. Meng Hu segera masuk dan  ditarik li ruirui agar duduk disampingnya

" bibi boleh aku mengangap mu sebagai ibu ku " ragu, dia takut li ruirui akan tidak senang tapi nyatanya itu yang di tunggu li ruirui

Mengelus kepala meng Hu " tentu saja bibi akan menjadi keluarga kalian sekarang " li ruirui tersenyum manis

Meng Hu menangis entah kenapa tiba-tiba air mata yang sudah beberapa tahun tidak muncul sekarang keluar , li ruirui menatap anak kecil didepannya dengan penuh kasih sayang memeluk serta mencium kening anak itu

" sekarang bibi adalah keluarga " li ruirui berkata, meng Hu hanya mengangguk menghapus air matanya li ruirui mengantar meng Hu ke kamar, merindukannya serta menceritakan dongeng di zaman modern kepada mereka . Selesai bercerita li ruirui kembali ke kamar

" saudara " panggil miao jiang yang bangun

" hmm "

" apakah kau merasa bibi li ruirui sangat berbeda dengan yang lain "

" iya aku tau dia memiliki mata yang tulus "

Si bungsu mengangguk " kakak aku sangat senang bibi li ruirui akan merawat kita sekarang di sangat baik " ucapnya menguap dan segera tertidur

" aku tau,dia melihat kita seperti keluarga mata tulus kepada kita berbeda dengan mata orang-orang yang menatap dengan jijik, benci atau tidak suka " gumam si sulung merasa sakit hati saat mengingat ibu kandung sendiri menatapnya dengan tidak suka, jijik saat di berumur 3 tahun . Melihat ke langit-langit meng Hu ikut tertidur dengan nyenyak.

Disisi lain li ruirui membaca buku SMP dan SMA hingga larut malam . Membolak balik buku mencatat materi yang bisa diambil untuk besok li ruirui langsung masuk ke ruangan melihat pesanan yang sudah sampai dia sangat antusias, kali ini li ruirui membeli beberapa bibit serta barang 90 an yang dapat di pakai.

Melihat jam sudah sangat malam li ruirui memutuskan kembali Dengan barang yang dia beli , keluar dari ruangan melihat kotak yang di pegang hati li ruirui rileks meletakan semua dilemari li ruirui kemudia istirahat untuk memulai hari indah bersama anak-anak yang sudah di sukai sejak membaca novel. Mungkin ini sebabnya dia datang untuk membantu anak-anak itu dan protagonis pria . Tersenyum li ruirui langsung masuk kedalam mimpi yang indah ..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!