chapter 8

Hari-hari li ruirui berjalan mulus sejak memberikan informasi katak itu membuat penduduk desa semakin memiliki kesana bagus bahkan anak-anak li ruirui juga mendapatkan pujian

" ibu apa kita akan ke kota " Miao jiang penasaran sekaligus antusias

" ibu akan mengajak kalian jalan-jalan " li ruirui bahagia

Bertiga saling saling bergandengan pergi ke county , melihat kota yang besar, rame mereka sangat antusias

" ibu banyak orang pakai mobil " Miao jiang memandang sekitar

" ayo kita makan dulu " li ruirui mengajak mereka makan di restoran milik negara

" hmm ibu baunya harum " ngiler meng Hu

Ya sekarang meng Hu sudah mulai membuka diri dengan li ruirui walaupun dengan orang luar dia akan sendikit bicara.

" makan lah yang banyak " li ruirui tersenyum

Mereka makanan dengan nikmat

" ah kenyang " meng Hu menepuk perut buncit nya

Li ruirui terkekeh " liat perut ini awas kalian seperti babi " mencowel-cowel perut meng hu

" ibu " rengek meng Hu menutupi perutnya

" ibu kami ini anak mu bagaimana bisa terlihat seperti babi " protes Miao jiang

Tidak Terima

" baiklah kalian anak ibu yang tampan " cium li ruirui

Setelah membayar li ruirui memutuskan mengajak mereka ke departemen store . Li ruirui melihat-lihat sekitar melihat sepatu yang dipanjang sangat indah li ruirui membeli 2 untuk masing-masing bukan hanya membeli beberapa pakaian , kebutuhan sehari-hari li ruirui juga membelikan mereka mainan balok dll li ruirui juga tidak lupa membeli kebutuhan sekolah paling utama. Puas melihat semua itu li ruirui tampak senang

Kedua anak itu juga tampak senang tapi melihat ibu mereka hanya membeli untuk mereka dan tidak membeli untuk diri sendiri mereka cukup tertekan.

" ibu gaun itu sangat indah cocok untuk ibu " meng Hu menunjuk gaun yang dipanjang agar li ruirui membelinya

" tidak tidak ibu tidak suka " li ruirui jujur karena gayanya norak untuk orang masa depan seperti li ruirui

Kedua bocah itu berfikir ibu mereka menghabiskan uang untuk mereka dan tidak ada sisa . Li ruirui tidak melihat pikiran mereka dan lanjut berjalan-jalan melihat matahari sudah ada di atas kepala li ruirui mengajak mereka ke restoran

" kamerand " panggil seseorang pria mendekati li ruirui

" iya " li ruirui bingung

" kamerand kamu sangat cantik mau kah kamu membuat hubungan dengan ku " pria itu membusungkan dada bangga pada dirinya

Li ruirui mengerutkan kening jijik " maaf aku punya anak-anak " ingin pergi

" kamerand jika kamu menikah dengan ku aku akan menyuruh ibuku menjaga mereka " pria itu tersenyum

Li ruirui ingin muntah melihat gigi kuning itu

" maaf kamerand saya tidak mau " li ruirui sopan langsung membawa pergi anak-anak itu ke restoran

' ayah sampah itu kenapa tidak muncul saat ibu di ganggu ' geram kedua bocah itu kesal dengan ayah kandung mereka yang tidak muncul-muncul

Author : ibu kalian belum nikah ( pusing)

Melihat kedua anak itu yang suram li ruirui memesankan iga daging kesukaan mereka . Melihat makanan di depan mereka semua kejadian itu langsung dilupakan

' kalau ayah ku datang aku ingin dia menikah dengan ibu ' tekad kedua bocah itu

Siapa sangka kedua bocah itu memiliki ide menikahkan ayah mereka dengan li ruirui tanpa mengingat bahwa mereka masih punya ibu kandung..

Jika li ruirui tau dia tidak akan bisa habis pikir dengan pikiran protagonis pria saat kembali..

Setelah kenyang mereka kembali ke desa melihat beberapa warga li ruirui dengan sopan menyapa mereka..

Kembali kerumah dengan senyum anak-anak senang dan melihat dunia luar seperti apa..

di rumah yu wanita tu yu marah dengan menantu anak ketiga yang pergi kerumah kelahirannya membawa barang-barang rumah. Membuatnya kesal

" wanita tidak tau diri " geramnya memukul dengan tongkat

" ah ah ibu mertua " teriak kesakitannya

Wanita tua yu tidak peduli dan semakin keras memukul wanita di depannya.

" cih tidak tau kalau " cibir menantu kedua menatap jijik

Menantu pertama tidak peduli dan sibuk mengerjakan pekerjaannya.dia sama sekali tidak peduli dengan urusan wanita tua yu yang menurutnya patriakal dengan anak ketiga

Menantu ketiga hanya mengeram sakit saat wanita tua yu puas memukulnya dia menangis benci dengan wanita itu..

Pertama kali dalam beberapa tahun dia di pukul karena bocah bocah kurang ajar itu. Benci, marah, kesal, sedih itu yang dia rasakan

" ibu bagaimana sekarang liat yu bong tidak punya baju baru " menantu kedua menekan titik lemah ibu mertuanya

" ini belilah kain dan buat baju baru " wanita tu yu memberi uang 50 sen yang dia ambil dari menantu ketiga

Menantu ketiga menekan amarahnya ' itu uangnya mengapa harus memberikan ke istri anak kedua ' batinnya marah

Dari semua menantu keluarga yu hanya menantu pertama yang masuk akal bersama suaminya sama-sama tidak peduli dengan urusan wanita tua yu sedangkan menantu kedua orang yang suka mencari kesempatan untuk mendapatkan uang berbeda dengan menantu ketiga yang tidak disukai dia nikahkan oleh wanita tua yu agar gaji anak ketiga tetap dia miliki dan agar menantu ketiga tidak bisa ketentaraan.

Di sisi lain li ruirui membuat sabun yang cocok untuk muka sensitif dari lidah buaya yang dia temukan di gunung bahkan anak-anak itu juga dengan senang hati ikut membantu li ruirui mencari lidah buaya

"Ibu " panggil meng Hu sambil turun gunung

" ada meng " li ruirui membantu turun dari gunung

" itu ada buah " tunjuk meng Hu melihat buah yang merah di depannya

Li ruirui melihat kearah buah itu dan langsung ikut girang " buah apel " gumam li ruirui membantu anak-anak itu berjalan ke arah buah itu memetiknya langsung membawa ke mulutnya

" hmm manis " girang li ruirui memetikan untuk kedua anak itu

Kedua anak itu langsung membawa buah itu ke mulutnya mereka langsung senang merasakan buah yang manis di mulut mereka

" enak " Miao jiang senang langsung memberikan jempol ke mata kakaknya

Meng Hu yang minat itu langsung bangga

Li ruirui memetik sisa yang ada di pohon meletakkan di keranjang dan berjalan turun bersama anak-anak

Dijalan li ruirui bercanda dengan mereka pandangan harmonis itu tentu saja dianggap baik oleh warga desa bahkan saat mereka memanggil li ruirui ibu warga desa tidak mengatakan apa apa dan hanya tersenyum

Keesokan harinya li ruirui dan anak-anak pergi kesekolah bersama baru saja li ruirui akan masuk ke kelas setelah 1 libur sekolah dihentikan oleh kepala sekolah

" guru tin ada apa " li ruirui bingung perasaan tidak ada masalah

Kepala sekolah tersenyum ramah " guru li ruirui kepala desa ingin meminta bantuan 1 guru sekolah untuk mengajak pemuda pelajar yang baru datang berkeliling " jelasnya

Deg deg deg deg

" guru tin apa ada pelajar baru yang datang " tanya li ruirui mengkonfirmasi

Guru tin mengangguk

' ini lebih cepat yang aku perkirakan ' batin li ruirui tegang

Tersenyum manis li ruirui mengangguk setuju dan bergegas ke rumah kepala desa..

Disana li ruirui sudah ditunggu kepala desa bersama dengan beberapa penduduk desa. Melihat ke traktor yang datang membawa 10 pemuda pelajar lainnya semua orang tampak biasa-biasa saja

Pemuda pelajar yang turun langsung memandang jijik ke arah penduduk desa tentu saja tatapan itu diiat oleh penduduk desa membuat mereka mengerutkan dahi

" bau "

" ibu aku ingin pulang " nangis pemuda wanita

Dan banyak rengekan lainnya, li ruirui mengabaikan tangisan itu dan melihat seorang wanita cantik di barisan kedua.

' cih tampang lotus putihnya kelihatan sekali ' pikir li ruirui mengerutkan kening

Kepala desa mengerutkan kening terhadap sikap pemuda pelajar wanita. Selesai mereka menangis kepala desa memberikan beberapa pesan dan langsung meminta li ruirui memberikan sendikit tour, li ruirui mengangguk.

" kamerand sekalian mari ikuti saya " suara lembut li ruirui langsung membuat mereka melihat kearah li ruirui

Li ruirui mengajak mereka jalan melihat ke ladang, sawah sambil menjelaskan dengan suara lembut tanpa disadari pemuda pelajar pria menjadi pengemar li ruirui sedangkan protagonis wanita mengepalkan tangan menatap jijik ke li ruirui

Li ruirui sadar akan itu tapi tetap profesional menjelaskan dengan tenang, dan lembut.

Selesai li ruirui langsung mengajak mereka untuk ke tempat tinggal pemuda yang lain

" kalian bisa tinggal disini "li ruirui selesai langsung bergegas pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!