Kembali ke rumah pemuda pelajar yuni memberi tau sera apa yang telah terjadi.
" apa semua ini ulah mu " sera menatap yuni
Yuni mengaruk kepala yang tidak gatal sambil cengar-cengir, sera hanya bisa menghela nafas dengan temannya ini.
" lain kali aku akan berhati-hati " yuni membuat janji
" tidak ada lain kali " sera membantahnya.
Yuni membuat janji bahwa dia tidak akan mengulanginya lagi kecuali kalau ada yang menganggu sera lagi maka dia akan melakukannya lagi.
Janji yuni membuat sera terharu dia punya teman yang baik tapi malah percaya dengan muka lotus yang pura-pura itu.
" terimakasih " sera tulus
Yuni membalas dengan tersenyum lebar.
Disisi lain li Ruirui dan kedua anak-anak tidur pulas entah kenapa malam ini li Ruirui tertidur nyenyak .
Paginya li Ruirui bangun dengan gembira. Bahkan kedua anak itu bangun tanpa di bangunkan
' uh anak ku sangat lucu aku harus membeli baju piyama dinosaurus kayaknya ' batin li Ruirui meronta-ronta.
Li Ruirui menahan jantungan yang bergetar karena kelucuan anak-anaknya .
" ibu " panggil Miao Jiang menguap.
Li Ruirui segera sadar . " bersiaplah ibu akan membuatkan kue untuk kalian "
Miao Jiang dan meng Hu mengangguk patuh pergi membersihkan diri .
Li Ruirui sibuk didapur membuat beberapa kue osmanthus bahkan li Ruirui sudah lama tidak makan masih tetap sangat serakah saat melihatnya.
Menyajikan hidangan di meja makan li Ruirui melihat tidak ada siapa pun dia masuk ke dalam ruangan melihat barang-barang yang menumpuk belum dibuka li Ruirui merasa hidupnya akan berumur panjang.
Menbuka beberapa kotak li Ruirui sangat antusias melihat piyama yang dia pesan.
" uh lucunya pasti mereka akan gemoy saat memakainya " gumam li Ruirui sangat semangat.
Mengambil beberapa beberapa keperluan harian li Ruirui keluar dari luar.
Celingak- celinguk melihat sekitar li Ruirui langsung lega untung tidak ada yang melihatnya muncul tiba-tiba.
Li Ruirui meletakan semua sayuran beberapa daging premium yang dia beli di dapur membuatkan susu li Ruirui meletakan di meja.
" ibu " sapa Miao Jiang dan meng Hu dengan senyum mekar
" ayo makan " mereka mengangguk
Duduk di tempat biasa mereka duduk menatap susu malt di gelas mereka meneguk ludah menatap serakah tapi segera lurus . walaupun mereka sudah berkali-kali minum tapi manisnya susu membuat mereka senang.
Dengan semangat mereka minum hingga tegukan terakhir.
" manis "
Meng Hu mengangguk Mengelap mulutnya.
"Ayo makan "Memberikan potongan-potongan daging untuk mereka . Kedua anak itu juga memberikan daging dan sayuran di mangkuk li Ruirui hingga penuh .
Li Ruirui tersenyum menyantap makanan dengan tenang.
Miao Jiang cegukan bersender di kursi.
" ah ibu makanan mu sangat nikmat "
" ibu ini sangat enak "
Mereka berdua memuji li Ruirui.
" berhenti memuji ibu ayo kita harus pergi " li Ruirui membersihkan meja serta piring-piring kotor Dibantu kedua anak itu. Mengambil tas mereka dengan langkah ringan mereka langsung bergegas pergi .
Dalam perjalanan li Ruirui melihat banyak wanita didesa bergosip tentang kejadian ziyu dan hou. Dia merasa ziyu pantas mendapatkan semua ini apalagi jika dia ingat wanita itu penyebab kematian kedua anak-anak api di mata li Ruirui seakan membara ingin membunuh ya
' sabar sabar sabar sabar ' li Ruirui berulang kali menenangkan diri
Kedua anak itu juga dewasa mendengar wanita yang datang ke rumahnya dihukum dia merasa sangat senang. Kedua anak itu saling memandang dan tersenyum .
Dengan suasana bagus dan indah ketiga orang itu berjalan ke sekolah dengan bahagia.
Setelah mengantar kedua anak itu li Ruirui seperti biasa pergi mengajar karena kemarin ada sendikit masalah li Ruirui tidak mengajak mereka pergi ke kota jadi li Ruirui memutuskan akan mengajak mereka setelah pulang sekolah.
Disisi lain sera berkerja seperti biasa tanpa memikirkan kedua pasangan menjijikan itu.
" sera dengarkan aku " hou mencoba berbicara dengan dengan sera tapi sera sejak kemarin menghindarinya terus.
Mengeretak gigi dia menahan amarahnya dan pergi membujuk sera karena hanya sera yang bisa memenuhi kebutuhannya selama didesa.
" sera dengar kau tau ziyu yang mengoda ku " hou memelas
Mungkin jika orang melihat dia akan luluh tapi setelah mendengar kata-kata saat malam itu sera sudah menghapus rasa suka dan hanya ada kata jijik dalam benaknya.
Mengabaikan pria itu sera tetap fokus pada pekerjaan.
Hou merasa kesal karena diabaikan dengan marah dia mengengam tangan sera dengan kasar.
" lepas " protes sera dengan tidak suka
Hou mengabaikan protes sera tapi dia semakin mengeratkan gengaman tangan sera
" ah sakit lepas " teriak sera meronta-ronta minta dilepaskan.
" tidak " Hou dengan nada kasar
Sera terus berusaha melepaskan tangan tiba-tiba tangan seseorang mengenggam tangan Hou dengan keras
" lepaskan tangannya " seseorang berbicara dengan nada memerintah
Hou dan sera langsung menoleh ke arah pemuda itu
" kamerand Bing " sera menatap Bing dengan harapan
Mengegam dengan erat lengan Hou " lepaskan tanganya " menatap tajam ke arah Hou.
Hou merasakan tekanan dengan takut dengan melepaskan tangan sera dengan kasar Bing melempar tangan Hou.
" sampah " jijik Bing.
" kau liat saja aku akan membalas mu " teriaknya marah
Bing melihat pria pengecut didepannya dengan jijik, menarik kerah bajunya
" aku akan melihat bagimana kau membalas ku " nada Bing semakin dingin disertai tatapan tajam seakan detik berikutnya dia akan melenyapkan Hou
" ti-dak tidak aku tidak akan membalas mu lepaskan " Hou meronta-ronta
Bing dengan kasar langsung mendorong Hou kebelakang menyebabkan dia tersungkur dengan keras, melihat kesempatan itu Hou kabur dari sana tidak memperdulikan sakit punggungnya.
Melihat tajam ke arah kepergian Hou Bing langsung berbalik melihat sera dengan wajah dan suasana yang berubah seketika .
" apa kau baik-baik saja " tanyanya khawatir.
" aku baik-baik saja Terima kasih " sera agak canggung
Bing tidak menjawab tapi fokus ke arah lengan sera yang merah akibat gengaman Hou yang keras.
" apakah sakit "
" tidak tidak sakit " sera langsung menjawab tanpa hitungan detik.
" kalau sakit aku akan mengantar mu ke rumah sakit desa " Hou dengan pandangan lembut
Sera merasa malu dan canggung saat bersamaan mungkin jika dia tidak mengetahui Bing menyukainya dia akan biasa-biasa saja tapi saat mengetahui itu entah kenapa hatinya deg deg degan saat berdekatan dengannya.
" jangan ini hanya luka kecil aku akan mengobatinya " sera tidak mau dirinya di gosipkan wanita-wanita desa dia cukup risih.
Bing melihat dia tidak ingin jadi dia berhenti memaksanya pergi.
" kalau begitu ayo aku akan mengantar mu balik " Bing tersenyum.
" kamerand kau pasti sibuk aku tidak mau merepotkan mu " sera menunduk takut pemuda di depannya melihat mukanya yang merah karena senyumannya
" tidak repot aku akan mengantar mu "
" tapi _"
" bagaimana jika hou menghentikan mu di jalan "
Sera langsung terdiam dia juga takut Hou akan berbuat sesuatu padanya.dengan bujukan Hou sera mengangguk
Bing merasa senang ' sukurlah pria pengecut itu masih ada manfaat ' pikirnya senang.
Dengan langkah bahagia Bing mengantarkan sera kembali ke rumah pemuda pelajar
Disisi lain wanita tua keluarga yu terus merah terhadap menantu ketiga karena tidak becus mendidik anak, hingga cucunya tidak mau kembali tentu saja menantu ketiga bukan orang yang hemat bahan bakar dia merasa kesal karena terus disalahkan dengan marah dia membantah dan menyalahkan wanita tua untuk semua ini
" kalau bukan karena kau membedakan cucu mu akan kah kedua anak ku tidak pulang "
" apa kau bilang ah " nenek tua itu marah memegang tongkat kayu memukul menantu ketiga.
Pertengkaran keluarga itu telah menjadi leluconan di desa.
" ibu tengah lah biarkan aku yang membujuk mereka " menantu kedua tersenyum tapi dalam benaknya telah berfikir mengambil semua barang bagus milik anak-anak dari anak ketiga.
Nenek tua itu nendengus dan langsung mengangguk tidak peduli dengan cara apa menantu kedua membujuk mereka. Dia sama sekali tidak peduli dengan hidup dan mati atas cucu-cucunya yang tidak berbakti.
" nenek aku melihat anak-anak itu memakan daging dan tofel setiap hari aku juga ingin " rengek ya
Menantu kedua membujuk anaknya dengan sayang dan mengatakan ibu akan segera menberikan tofel dengan gembira anak itu keluar bermain.
Pria tua baru saja pulang dan melihat menantu ketiga di pukulin langsung marah
" kenapa ribut sekali ah apakah tidak cukup keluarga yu lama ku menjadi leluconan karena mu " teriaknya kepada wanita tua itu.
" kenpa kau memarahi aku " wanita tua tidak Terima
" cukup, jika kau terus seperti ini aku akan mengembalikan mu ke rumah kelahiran mu dan menantu pertama yang mengurus keuangan " pria tua itu sudah habis kesabaran.
" hiks hiks kau sangat jahat kenapa aku punya keluarga yang tidak baik " histeris nya melirik ke pria tua itu
Melihat pria tua itu sangat marah menatapnya dengan dingin wanita tua langsung diam bagaimana bisa dia kembali ke rumah kelahirannya saat umurnya sudah tua begini.
Pria tua itu langsung berbalik keluar dari rumah.
Wanita tua itu mengeretak gigi semua ini salah bocah-bocah bau itu suami yang di nikahi yang tidak marah sekarang memarahinya dan mengancamnya.
Menantu pertama cukup senang jika ibu mertuanya benar-benar pergi ke rumah kelahirannya setidaknya dia bisa memegang keuangan keluarga dan tidak perlu menghabiskan semua untuk anak kedua.
Dia cukup kasihan dengan suaminya yang berkerja keras tapi anak kedua yang harus mendapatkan semua berkah itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments