Li Ruirui bergegas pergi dari sana jika terus berlama-lama dia akan membuka sifat aslinya. Menjemput anak-anak li Ruirui langsung pulang kerumah dengan canda tawa. Dari kejahuan mereka melihat wanita pemuda pelajar yang baru datang berkumpul di depan pintu li Ruirui
" ada apa ini " li Ruirui bingung
" kenapa kau tidak tinggal di gubuk itu ah " protes wanita yang diperkirakan menjadi pemimpin orang-orang itu
" ya bukan kah kau pemuda pelajar juga " teriak yang lain tidak Terima dia sudah lama kesel saat melihat wajah cantik li Ruirui
" terus apa hubungannya dengan kalian " li Ruirui menaikan satu alisnya
" aku akan tinggal juga disini " wanita pertama menatap li Ruirui dengan sengit
Li Ruirui memutar mata malas
" apa kalian sudah selesai berbicara " li Ruirui dingin
Menatap wajah dingin li Ruirui mereka tertegun
" ini adalah rumah kepala desa yang di berikan untuk aku dan anak-anak ku tinggal jadi kalian tidak berhak memutuskan " li Ruirui tegas menarik kedua anak itu karena jika ada perkelahian mereka tidak akan luka.
" kamerand kenapa dia memberika rumah ini pada mu " tanya protagonis wanita dengan muka sok polos melihat kearah kedua anak itu, li Ruirui yang melihat itu menyembunyikan anak-anak itu
Kedua anak itu menatap protagonis wanita dengan tidak suka
" jika kamu ingin tau pergi dan tanya ke kepala desa " li Ruirui males meladeni
" aku akan __ " ucapan wanita pertama terpotong dengan suara bibi dahu
" ada apa ini " bibi dahu datang dengan beberapa bibi yang baru saja pulang dari ladang
" kamerand Ruirui apa mereka menganggu mu " tanya salah satu bibi
Li Ruirui mengangguk dengan tampang sedih, membuat semua bibi menatap tidak suka ke arah pemuda wanita itu
" kamerand Ruirui jangan takut kami bersama mu " bibi dahu ramah
" terimakasih bibi " li Ruirui dengan lembut dengan suara bergetar seakan takut atau pura-pura takut
' berani macam-macam ' batin li Ruirui bangga tidak sia-sia dia dulu belajar akting atau lebih tetap di paksa ikut sama temannya
Bibi dahu memandang mereka dengan sinis " ini adalah rumah ku dan siapa pun yang aku izin tinggal di sini adalah urusan saya " menekan kata urusan saya
Li Ruirui memberikan jempol untuk bibi dahu
" tapi kenapa hanya dia yang tinggal disini " tanya ziyu protagonis wanita dengan muka polos
Bibi dahu memandang ziyu dia akui ziyu cantik tapi masih kalah cantik dari li Ruirui
" apa urusan dengan mu dan siapa kau mempertanyakan keputusan keluarga ku " bibi dahu menatap sinis ke arahnya
Ziyu tersedak dia belum pernah di perlakukan seperti ini jika bukan karena kakak perempuannya yang akan bertunangan dengan pria kaya akankah dia yang pergi ke sini , dia adalah orang modern keluarganya memperlakukannya dengan baik tapi mereka tetap mengirimnya kesini membenci itu lah yang dirasakan ziyu. Menahan amarah ziyu berpura-pura nangis
" bibi aku tidak bermaksud seperti itu, aku pikir rumah ini besar tidak mungkin kamerand Ruirui dapat mengurus rumah ini sendirian " jelas ziyu penuh dengan harapan untuk tinggal di tempat bagus itu
" kamerand li Ruirui sudah memberikan banyak untuk desa ini dia juga bisa bertanggung jawab dengan semua kegiatannya dan dia tidak butuh orang asing untuk membantunya " jelas bibi dahu
" ya jika dia menilik masalah kami akan membantunya " salah satu bibi yang bersama bibi dahu berbicara jika bukan karena li Ruirui akan kah dipunya penghasil untuk membiayai anaknya.
Pemuda pelajar terdiam saat melihat begitu banyak warga desa mendukung li Ruirui . Bahkan pemimpin kelompok itu tidak berbicara dia mengeretak gigi dengan marah
' jika bukan karena ziyu apakah dia akan mengalami penghinaan ini ' pikir feifan pemimpin kelompok itu
" bibi jika boleh aku akan tinggal dengan kamerand Ruirui aku akan membantunya membersihkan rumah " ziyu dengan muka tebalnya berbinar binar
Bibi dahu baru pertama kali melihat orang tidak tau malu seperti ini
" tidak rumah ini sudah cukup ditempati kamerand li Ruirui aku tidak mau ada orang asing tinggal dirumah ku " bibi dahu sinis
Li Ruirui merasa akan memeluk bibi dahu jika dia tidak menahan emosi gembiranya
Ziyu merasa sedih dan malu disaat bersamaan
" jangan membuat keributan disini sebaiknya kalian bersiap untuk besok" bibi dahu menyela saat melihat ziyu akan berbicara entah kenapa filingnya mengatakan wanita itu sangat jahat
Dengan expresi malu dan marah mereka pergi bahkan ziyu yang biasanya akan menunjukan wajah polos kali ini tidak bisa menyembunyikan kemarahannya
Li Ruirui berterimakasih atas bantu dari para bibi setelah mereka semua bubar li Ruirui mengajak kedua anak-anak itu masuk
" ibu wanita itu sangat menakutkan " Miao Jiang memberitahu li Ruirui untuk berhati-hati bahkan meng Hu juga mengatakan hal yang sama. Li Ruirui tertegun kedua anak ini memiliki intuisi yang tajam.
Tapi sesat kemudian dia terkekeh saat melirik mereka seperti kucing kecil yang melihat ada bahaya
" jika mereka datang ibu akan menghajar mereka " li Ruirui menujukan otot yang tidak dia miliki
" ibu kami yang akan melindungi mu jika dia macam-macam " kata Miao Jiang dianggukin meng Hu
Li Ruirui tersentuh dengan berkata an mereka
" anak ibu sungguh manis sekali " li Ruirui memeluk mereka
Setelah saling memeluk li Ruirui mengajak mereka makan membuat beberapa hidangan ikan
" ibu ini sangat harum " meng Hu ngiler
" ya ingin akan sangat enak " Miao Jiang ikut ngiler
Li Ruirui terkekeh melihat kucing serakah kecil itu.membawa hidangan ke meja makan mereka langsung duduk dan menyantapnya
" ibu ini sangat enak " meng Hu memberikan jempol
" iya ini benar-benar enak " timbal Miao Jiang
" kalian seperti kucing serakah habiskan dulu makanan baru bicara " geli li Ruirui melihat pipi kembung
Mereka terkekeh dan melanjutkan makanan , bersandar di kursi dengan perut buncit mereka merasa sangat nikmat
" uh ibu aku akan menjadi babi jika terus seperti ini " Miao Jiang menepuk perutnya dengan bahagia
Li Ruirui terkekeh mencubit pipinya " babi kecil kesayangan ibu " li Ruirui tertawa
Li Ruirui melepaskan cubitan " ibu aku babi kecil kakak babi dewasa " Miao Jiang tertawa
" ya kenapa bawa-bawa aku " meng Hu tidak Terima
Li Ruirui terkekeh Mengambil piring-piring kotor meng Hu langsung berdiri membantu Miao Jiang juga tida mau diam saja dia membantu li Ruirui mencuci piring selesai li Ruirui meminta mereka mengerjakan tugas rumah mereka dan li Ruirui pergi ke kebun melihat tanamannya selepas itu li Ruirui pergi membersihkan rumah
Melihat semua tertata rapi li Ruirui cukup puas sejak dia datang ke zaman ini dia memiliki orang yang dia cinta sekarang dia memiliki keluarga yang di lindungi tidak hanya melihat orang lain memiliki keluarga tapi dia juga punya.
Puas dengan kehidupan li Ruirui pergi kedapur menyiapkan susu malt untuk kedua anaknya
Mengetuk pintu li Ruirui masuk kedalam melihat mereka sedang mengerjakan tugas
" ibu apa yang kau bawa " Miao Jiang menatap dengan antusias
" ini susu untuk kalian " li Ruirui meletakan dimeja
" minum lah "
Miao Jiang dan meng Hu menganggu meminum dengan nikmat, mereka jarang meminum hal enak seperti ini biasanya nenek mereka hanya akan memberikan barang-barang enak ke sepupunya tapi kali ini mereka dapat minum dengan tenang.
Mereka sungguh senang semenjak mereka tinggal dengan li Ruirui mereka bisa mendapatkan apa yang belum pernah mereka dapatkan bahkan li Ruirui akan melindungi mereka dari orang-orang jahat . Mereka serasa mimpi jika benar ini mimpi mereka sama sekali tidak ingin bangun untung pertama kali mereka memiliki orang yang menyayangi mereka..
" kalian minum ibu akan pergi ke kota jangan lupa tutup pintu saat ibu pergi " mengingatkan mereka akan diganggu
Oleh orang-orang muka tebal..
Kedua anak itu mengangguk "ibu kau harus hati-hati " meng hu takut ada yang mengangguk ibunya seperti saat mereka pergi
" ibu mengerti " li Ruirui mengelus kepala mereka
Li Ruirui langsung bergegas pergi sebelum malam
' untung saja kota lumayan dekat ' pikir li Ruirui lumayan tenang saat meninggal anak-anak untuk sementara
Mencari gang sepi li Ruirui masuk ke ruang mengambil beberapa buah-buah
Serta mie dan telur pergi ke pasar gelap li Ruirui berjualan dengan make-up agar tidak dikenalin , li Ruirui pergi menjual dengan mudah karena beberapa orang sekarang cukup berkembang sekarang jika hanya membeli beberapa kati mereka cukup mampu
Selesai berjualan li Ruirui dalam suasana hari yang bagus membeli beberapa daging, ikan, abalon, sayur dan kue-kue di pinggir jalan li Ruirui penuh dengan senyum hangat dan ramah membuat siapa saja yang melihat akan terpana saat melihatnya
' emang ya menghasilkan uang itu sangat nikmat ' batin li Ruirui senang saat berjalan pulang sampai dirumah li Ruirui mengetuk pintu meng Hu langsung membuka pintu
" ibu akhirnya kau kembali " meng Hu lega saat li Ruirui pulang
" ada apa " li Ruirui membawa meng Hu masuk dan mengunci pulang
" ibu tadi pemuda pelajar wanita yang berbicara dengan bibi dahu dia datang tapi kami tidak membuka pintu " jelas meng Hu agak takut tadi saat ibunya tidak ada
Li Ruirui mengerutkan kening lalu kembali ke suasana normal " ayo kita makan dulu " li Ruirui memberikan kue ayam yang di beli tadi
Meng Hu berbinar langsung memanggil Miao jing untuk makan
" ibu kau sangat hebat "Miao Jiang kagum dengan ibunya. Dia juga tau pasti ibunya bekerja keras untuk mencari uang itulah kenapa li Ruirui sesekali pergi ke kota tentu saja kedua anak itu tau karena mereka pernah mendengar dari neneknya bahwa beberapa wanita di desa pergi ke kota menjual sayuran ke kota itulah yang mereka pikirkan karena li Ruirui selalu membawa keranjang 🧺 didalamnya terdapat beberapa daun sayuran.
Mereka juga berjanji saat mereka memiliki uang mereka akan membahagiakan li Ruirui
Jika li Ruirui mendengar pasti dia akan langsung pergi keatas karena bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments