[Kamar Pasien]
Sosoknya yang lemah terbangun dari tidur karena merasakan hembusan angin mengenai wajahnya, dia tersenyum melihat anak muda yang membuka jendela agar sinar matahari mengenainya.
"Alan, sudah berapa lama menemani ibu?" tanya ibunya dengan suara lemah
"Astaga ternyata ibu sudah bangun!" ucap Alan sambil melihat ke arah ibunya
[Ibunya Tersenyum]
Alan langsung mendekatinya sambil memegang tangan kanan ibunya.
"Ibu, ibu, ibu. Hari ini mau makan apa?" tanya Alan dengan penuh semangat
[Terkejut]
"Biarkan ibu sarapan dari rumah sakit saja. Alan, khawatirkan adikmu jangan meninggalkannya!" ucap ibunya dengan suara lemah
"Rena pasti baik-baik saja lagipula dia adalah adikku!" ucap Alan dengan ekspresi yakin
[Melempar Sendal]
Sendal itu mengenai belakang kepala Alan dengan cukup keras.
"Matamu, aku baik-baik saja!" teriak Rena dengan ekspresi marah
"Ada apa sih, sampai segitu marahnya?" tanya Alan sambil mengelus belakang kepalanya
Tiba-tiba Paman dan Bibinya masuk ke dalam kamar pasien sembari membawa beberapa makanan dan buah-buahan. Paman Kenma langsung menarik telinga kiri Alan dengan Rena mendukungnya sambil menarik telinga kanan kakaknya.
[Kesakitan]
"Aduh. Entah, kenapa kalian berdua ini memiliki kemiripan!" ucap Alan sambil mengelus daun telinganya
"Diam!" teriak Paman Kenma dan Rena secara bersamaan
[Alan Terdiam]
"Membiarkan adikmu berurusan dengan pemilik apartemen, teganya kamu Alan!" teriak Paman Kenma dengan ekspresi marah
"Dari dulu memang adikku yang sanggup melawan pemilik apartemen itu!" ucap Alan sambil mengingat saat pemilik apartemen meminta bayaran tapi Rena memarahinya
"Ehhh, benarkah Rena lalu kenapa kamu marah?" tanya Paman Kenma sambil melihat Rena
"Aku marah karena dia tidak mengabariku kalau ingin menjenguk ibu!" balas Rena dengan ekspresi kesal
"Lah, ternyata marahnya di situ!" gumam Alan dan Paman Kenma secara bersamaan
Suasana di dalam kamarnya mulai terasa hidup. Ibu Alan tersenyum ke arah sahabatnya seakan-akan mengucapkan rasa terima kasihnya selama dia tidak bisa bersama mereka berdua.
Bibi Hitoka meletakkan makanan dan buah-buahan di atas meja sembari mengupas kulit apel untuk diberikan kepada sahabatnya. Rena, Alan dan Paman Kenma masih berdebat hingga muncul perawat ingin memberikan sebuah nota rumah sakit sontak semua yang melihatnya terkejut.
"Alan, apa kamu sudah melunasinya?" tanya Paman Kenma dengan ekspresi terkejut
"Alan!" ucap Bibi Hitoka dengan ekspresi senang
"Kakak, benarkah ini?" tanya Rena dengan ekspresi terharu
"Aku sudah mencicilnya selama 3 tahun dan uang yang aku dapatkan dari memainkan peran sekali pakai di lokasi syuting tepatnya Tokyo Tower berjumlah banyak dikarenakan sutradaranya menyukai akting yang aku perlihatkan jadi beberapa uangnya aku bayarkan ke rumah sakit untuk melunasi biaya rumah sakit jadi ibu hari ini resmi pulang ke rumah!" jawab Alan dengan memperlihatkan senyuman senangnya bahkan air mata tidak bisa dia tahan
Karena, perjuangan Alan akhirnya membuahkan sebuah hasil yang dapat membuat ibunya tidak tinggal lagi di rumah sakit. Alan mengelap air matanya sambil memeluk ibunya bersama dengan adiknya kemudian di susul Paman Kenma dan Bibi Hitoka.
Selamat Tuan Alan!
Ibu Alan dibawa pulang ke rumah Paman Kenma dan Bibi Hitoka bersama dengan adiknya juga sedangkan itu, Alan pergi menemui pemilik apartemen untuk membayar biaya sewa dengan menggunakan sisa uang yang dia miliki. Beberapa hutang sudah Alan lunasi sehingga dia dan adiknya bisa tinggal bersama bahkan suasana keluarganya sudah mulai terbentuk lagi dan semua itu membuat Alan semakin ingin mengubah kehidupan keluarganya.
"Sistem, apa langkah selanjutnya untuk meningkatkan status Aktor-ku?" tanya Alan dengan ekspresi bahagia melihat keluarganya sudah mulai bersatu lagi
Kita akan mengincar pencapaian Aktor Pendatang Baru!
Dengan menaikkan semua status berada pada 50%!
[Suara Dering Ponsel]
Paman Kenma mengangkat panggilan dari ponselnya lalu suara orang yang tidak dia kenal sedang mencari Alan. Mendengar namanya dipanggil sontak Alan langsung mengambil ponsel pamannya yang kemudian suara tersebut berasal dari Sutradara Hayamura.
"Alan, sudah siapkah kamu untuk melakukan akting di salah satu film milikku?" tanya Sutradara Hayamura
"Benarkah, di salah satu film anda?" tanya Alan dengan ekspresi terkejut
"Iya. Namun, kamu masih memerlukan sebuah pelatihan dariku sebelum memulai akting di salah satu pemeran dalam film milikku jadi apa kamu siap untuk tinggal di studio selama tiga minggu?" tanya Sutradara Hayamura
Alan menaikkan suara ponsel pamannya sehingga semua yang ada di rumah itu dapat mendengar suara Sutradara Hayamura.
"Bibi, Paman, Rena dan ibu. Bagaimana pendapat kalian?" tanya Alan untuk mendengarkan keluarganya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk pergi berlatih
Dari tiga orang itu, ibunya Alan angkat bicara.
"Alan wujudkan impianmu itu jangan khawatirkan ibu kini perjuangkan dulu apa yang kamu inginkan!" ucap ibunya dengan suara lemah
"Kakak serahkan sisanya kepadaku jangan khawatir!" ucap Rena yang sepenuhnya mendukung impian kakaknya
"Semangatlah Alan!" ucap Bibi Hitoka
"Jangan pulang dengan tangan kosong!" ucap Paman Kenma
Jawaban dari keluarganya bisa Sutradara Hayamura dengar sontak Alan bersemangat untuk dapat berlatih bersama dengan Sutradara yang sangat mengerti akan dunia akting dan film.
"Aku siap, Mura-san!" teriak Alan dengan penuh semangat
"Yoshh, kirim alamat rumahmu dan besok kita akan pergi ke studio milikku yang berada di Shinjuku!" ucap Sutradara Hayamura sambil menutup panggilan telepon
Alan sangat bersemangat untuk mengejar impiannya kini semua keluarga yang ada bersamanya mulai panik untuk mempersiapkan keberangkatan Alan selama tiga minggu. Besoknya, saat Sutradara Hayamura sudah mendapatkan lokasi Alan kini dia langsung berangkat untuk menjemputnya ketika sampai sontak keluarga Alan sudah menunggu kedatangannya dengan Alan diberikan sebuah koper besar yang isinya tidak diketahui.
"Beratnya!" ucap Alan sambil mendorong kopernya
Sebuah mobil van yang sangat mewah membuat siapapun melihatnya akan terpukau. Koper Alan dibawa masuk oleh sopir mobil lalu Alan masuk dengan melihat beberapa fasilitas di dalam mobil yang sama sekali tidak dia ketahui. Sutradara Hayamura berterima kasih atas penyambutan dan meminta ijin untuk membawa Alan agar ikut bersamanya sontak sekeluarga melambaikan kedua tangannya untuk kepergian Alan tapi saat mobil sudah sangat jauh tiba-tiba semuanya menangis karena tidak tahan melihat kepergian Alan yang sudah melekat pada perasaan mereka.
Mereka berdoa untuk impian Alan agar tercapai sedangkan itu, Alan yang berada di dalam mobil van mulai menganggap semua ini dengan serius. Alan tidak akan membuang kesempatan emas ini untuk dapat meningkatkan status Aktor miliknya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Rianoir⏳⃟⃝㉉
Rianoir mampir nih kak. bunga mawar meluncur🥳
2022-09-26
5
TK
bunga untuk Thor 🌷👍
2022-09-26
1