[Perut Kenyang]
"Terima kasih banyak atas makanannya!" ucap Alan
"Alan bawalah makanan ini untuk adikmu, hangatkan sebelum diberikan kepadanya!" ucap Bibi Hitoka sambil memberikan bekal makanan
"Siap bibi. Paman Kenma terima kasih banyak sudah membantuku dan Bibi Hitoka, makanannya sangat enak. Aku pulang dulu karena ada yang harus kulakukan. Terima kasih banyak!" ucap Alan sambil membungkuk untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya
Setelah itu, Alan meninggalkan toko paman dan bibinya untuk pulang ke rumah karena dia ingin melakukan Pelatihan Akting. Sesaat Alan tiba di apartemennya, dia melihat jam dinding menyentuh jam 12 sedangkan adiknya pulang jam 5.
Alan tidak ingin berlatih di saat adiknya pulang dari sekolah karena adiknya pasti akan langsung belajar. Jadi, Alan akan memakai sisa waktunya untuk mencapai angka yang diperlukan supaya menjadi Aktor Amatir. Bersama dengan Sistem Actor, Alan meminta bantuannya untuk memberikan penjelasan tentang apa yang harus dia lakukan untuk melatih aktingnya.
Alan terlalu semangat hingga dia melupakan sesuatu yang mencerminkan dirinya sebagai seorang manusia. Oleh karena itu, Sistem Actor memberitahu kepada Alan bahwa melatih akting tidak semudah memetik buah apel di tangkainya sontak Alan kembali menyadari kalau dia bukan hidup di dunia cerita yang segalanya bisa tercapai dengan langkah mudah.
Tuan Alan, saya bertugas untuk membantu anda menjadi Aktor hebat dan terkenal melalui cara yang sudah seharusnya dilakukan. Sabar adalah kunci keberhasilan dan pantang menyerah adalah cara untuk mencapai keberhasilan, saya bisa melihat kedua itu dari masa lalu Tuan Alan!
"Kau benar sekali, dua hal itu adalah kekuatan yang aku miliki. Mari kita berjuang lalu hal pertama yang harus aku lakukan adalah...." ucapan Alan berhenti ketika tulisan muncul di depan wajahnya
Memerankan anak pria raja yang memiliki sifat sombong dan penyayang!
"Kenapa aku harus memerankan anak pria raja yang sama sekali tidak ku sukai!" ucap Alan dengan ekspresi kecewa
Sudah kuduga, Tuan Alan sangat tidak menyukai pemeran tersebut yang selalu membuat anak perempuan raja kesulitan tapi perlu diingat kalau tujuan Tuan Alan adalah menjadi Aktor bukan Aktris!
"Kau ada benarnya. Terus, aku hanya perlu memerankan anak pria raja sesuai di film?" tanya Alan sambil mempersiapkan dirinya untuk memerankan anak pria raja
Benar sekali. Mulai dari gerakan, postur tubuh, ekspresi dan suara!
Tuan Alan harus bisa menyerupai sosok anak pria raja walaupun wajah memang tidak terlalu mirip tapi akting harus sama!
"Sistem kau terlalu jujur!" balas Alan dengan ekspresi kesal
Maafkan saya Tuan Alan!
"Baiklah, aku bisa melakukannya!" gumam Alan sambil berkonsentrasi mengingat setiap adegan untuk anak pria raja
Alan menutup kedua matanya lalu mulai mengingat di setiap detik dia melihat kesombongan anak pria raja yang terus menghina anak perempuan raja dengan mengatakan bahwa dia tidak pantas untuk menjadi istrinya. Setelah itu, Alan mulai mengingat adegan di saat anak pria raja diam-diam sangat sayang terhadap istrinya hingga rela membantu di setiap istrinya kesulitan, itu terjadi saat anak pria raja sudah menyadari kalau dirinya telah jatuh cinta.
Alan berkonsentrasi penuh untuk mengikuti adegan tersebut hingga dia membuka kedua matanya. Setelahnya, dia mempraktekkannya seakan-akan sudah sesuai dengan adegan yang dia lihat hingga berhenti ketika sudah menyelesaikan setiap adegan yang menyentuh kesombongan dan penyayang. Alan dengan bangga melihat dirinya berhasil melakukan adegan kesombongan dan penyayang tersebut hingga dia meminta pendapat dari Sistem Actor.
Tuan Alan, apa anda memiliki cermin besar yang dapat memperlihatkan seluruh tubuh?
"Sepertinya Rena punya satu di kamarnya. Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya!" balas Alan sambil masuk ke kamar Rena
Setelah itu, Alan meletakkannya di depan kemudian Sistem Actor menyuruh Alan agar mengulangi akting yang dia lakukan sebelumnya serta menyuruhnya untuk melihat akting yang dia lakukan melalui cermin. Selama beberapa menit, Alan mengulanginya sesuai apa yang dia ingat dari film. Setelah selesai tiba-tiba dia menyadari satu hal ketika melihat dirinya melalui cermin yaitu aktingnya sangatlah payah.
"Bergerak seperti robot, ekspresi aneh yang tidak sesuai dan suaraku yang tidak jelas. Sungguh lucu mengira diriku sudah mirip dengan anak pria raja!" ucap Alan dengan menjelekkan dirinya sendiri
Sepertinya pendapat saya sudah anda katakan berarti saya tidak perlu meminta maaf lagi!
[Menghela Napas]
"Sepertinya ini memerlukan waktu yang lama. Aku tidak akan punya waktu untuk terus melakukan ini karena harus mencari pekerjaan untuk menghidupi keluargaku, apa yang harus kulakukan sistem?" tanya Alan sambil membaringkan tubuhnya di lantai
Sudah tugas saya untuk mendukung anda. Tuan Alan, Sikap sombong pernah anda lihat selama bekerja dan sikap penyayang sudah pernah anda rasakan dari orang terdekat. Apakah sudah terbayang siapa orang yang saya maksud?
"Sombong seketika teringat sikap bos di saat aku bekerja dengannya tepatnya pada usia 16 tahun. Memperlihatkan harta dan merendahkan bawahannya, sungguh menjengkelkan sekali ketika mengingat ekspresi pria tua itu. Ekspresi sombong muncul dikarenakan dia memiliki apa yang seseorang tidak punya dan menganggap dirinya selalu di atas itulah definisi orang sombong jadi yang aku perlukan untuk mengeluarkan sifat sombong adalah menganggap semua orang berada di bawah dan aku memiliki semua yang tidak mereka miliki ternyata menjadi sombong itu cukup menghayal saja!" ucap Alan sambil memperlihatkan senyum penuh dengan kesombongan
[Ting!]
Alan tidak mendengar suara peningkatan angka statusnya karena dia sudah berkonsentrasi untuk mengingat seseorang dalam hidupnya yang banyak sekali memperlihatkan ekspresi seakan-akan berakting sesuai peran mereka, Alan tertelan oleh aktingnya sendiri.
"Penyayang. Sudah banyak aku rasakan dari sosoknya, dia adalah ibuku dan dia adalah sosok yang berharga untukku hingga apapun akan kuberikan begitupun paman dan bibi. Sungguh beruntung memiliki mereka berdua yang sangat peduli kepada kami!" ucap Alan sambil memperlihatkan sifat penyayang yang lembut dan sangat tulus
[Ting!]
"Gabungkan keduanya lalu buat itu seakan-akan adalah sifat milikku kemudian tampilkan melalui cuplikan kalimat anak pria raja!" gumam Alan sambil mengingat kalimat tersebut kemudian mempersiapkan napasnya
Sepertinya anda sudah paham!
"Wanita bunga sepertimu itu akan selalu mendapatkan masalah di istana ini. Berlindung dan meminta tolong adalah satu-satunya yang harus kamu lakukan. Jadi, di saat kamu kesulitan jangan pernah untuk berpikir kalau kamu sendirian. Aku ini suami-mu bodoh!" ucap Alan dengan menampilkan sifat sombong dan penyayang di saat bersamaan
[Ting! Ting! Ting!]
[Lelah]
Alan berhenti sejenak dengan napasnya terengah-engah sambil melihat akting dari awal ketika sudah memahami dua sifat tersebut di sebuah cermin seketika merubah ekspresinya menjadi senyuman puas.
Tuan Alan berhasil melakukannya bahkan peningkatan status sudah sesuai. Selamat telah berhasil meningkatkan Status TUBUH, SUARA dan EMOSI menjadi 30%. Besok kita akan melakukan syuting menjadi peran sekali pakai walaupun sedikit tapi uang dari hasil kerja keras akan sangat nikmat!
"Melakukan akting sangat melelahkan tapi sangat menyenangkan. Sistem, aku sangat ingin menjadi Aktor!" ucap Alan sambil tersenyum puas
Mari kita wujudkan impian tersebut!
"Yoshh. Besok adalah awal karir dari Aktor Alan!" teriak Alan dengan penuh semangat hingga rasa lelah dari usahanya seharian membuatnya tertidur lelap di lantai
Alan tidak menyadari kalau Rena sudah melihat aktingnya melalui jendela sebab dia pulang lebih awal.
"Kakak berakting seperti itu?" gumam Rena dengan bertanya kepada dirinya sendiri seakan-akan tidak percaya melihat akting kakaknya yang sangat keren
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
anggita
👍👍,,,
2022-10-02
1