[Matanya Buka Tutup]
Tuan Alan, bangun!
Tuan, tolong bangun atau anda akan terkena serangan dingin!
[Siraman Air Dingin]
"Rena, kenapa kamu melakukan ini lagi kepadaku?" tanya Alan dengan tubuhnya menggigil
"Makan dan cepatlah mandi. Kakak berbeda sekali selama dua hari ini. Bangun terlambat bahkan tidak berkerja, mau ekonomi keluarga kita semakin buruk?" tanya Rena dengan ekspresi marah
Selagi Rena mengembalikan ember ke kamar mandi, Alan makan dengan tubuh menggigil.
"Sama sekali tidak mau. Rena, dengarkan kakak. Apa kamu mendukung kalau kakak menjadi seorang Aktor?" tanya Alan sambil mengunyah makanannya
[Berhenti Bergerak]
Seketika Rena teringat dengan penampilan akting kakaknya kemarin sore yang sangat keren. Rena langsung meletakkan ember di kamar mandi lalu pergi duduk sembari menatap kedua mata kakaknya.
"Kakak yakin ingin menjadi Aktor?" tanya Rena dengan ekspresi serius dan senang
"Hooh, hari ini kakak akan memulai karir sebagai Aktor!" jawab Alan dengan ekspresi serius
"Maka cepatlah pergi dari apartemen ini dan mulailah berkarir!" ucap Rena dengan ekspresi senang
"Rena, ucapanmu itu seperti ingin mengusirku!" ucap Alan dengan sudah menyelesaikan sarapannya
Rena mendorong kakaknya untuk segera mandi kemudian dia mempersiapkan pakaian bagus yang Alan simpan sejak lama dengan menggunakan hasil uang kerja lemburnya. Setelah Alan selesai mandi, dia langsung mengenakan pakaian tersebut yang ukurannya ternyata masih sesuai kemudian Rena mengeluarkan kakaknya serta memberikannya sebuah ucapan semangat.
"Berjuanglah!" ucap Rena sambil menutup pintu apartemen
"Dia benar-benar mengusirku!" gumam Alan sambil memasang ekspresi datar
Beberapa menit berlalu, Alan bersama dengan sistem menuju lokasi syuting yang berada di Tokyo Tower. Sebelumnya Alan sudah mengetahui lokasi syuting tersebut karena dia melihat di sebuah majalah kalau tempat tersebut sering digunakan oleh sutradara film untuk mengambil adegan romantis dan lain-lain. Alan menggunakan uang simpanan terakhirnya untuk menaiki kereta menuju Tokyo setelah itu, beberapa menit berlalu dengan Alan telah sampai di depan Tokyo Stasiun.
Sesaat Alan menaiki tangga untuk keluar dari Tokyo Stasiun seketika dia terpukau dengan keindahan Tokyo yang memperlihatkan bangunan-bangunan besar dan mewah berjejer di segala sisi bahkan terdapat ribuan manusia yang sedang lalu-lalang.
[Ting!]
Sebuah kado hologram muncul di depannya dengan dia sendiri yang bisa melihatnya.
"Sistem, apakah itu darimu?" tanya Alan sambil melihat sebuah peta Tokyo di samping kirinya
Benar sekali, itu adalah hadiah dari saya karena Tuan Alan telah berhasil mencapai Aktor Amatir jadi silahkan dibuka!
Alan membuka kado hologram tersebut ketika kado sudah terbuka tiba-tiba muncul sebuah rasa sakit di kepala Alan tapi itu hanya sebentar saja. Bingung dengan apa yang terjadi kepadanya, sistem langsung menjelaskannya kalau itu adalah efek ketika sebuah Skill Aktor masuk ke dalam pengguna.
Tuan Alan, saya akan memberitahu anda soal reward skill yang bisa anda dapatkan ketika mencapai sebuah prestasi contohnya seperti saat ini. Reward skill ini diberikan secara acak sehingga saya tidak tahu skill seperti apa yang akan Tuan Alan dapatkan tetapi setiap skill yang keluar pasti akan sangat bermanfaat kepada anda di dalam keadaan apapun itu!
Congratulations!
Skill Virtual Script berhasil didapatkan. Skill ini dapat memperlihatkan naskah kepada pengguna di dalam pikirannya, cara menggunakannya adalah melihat naskah dari awal hingga akhir kemudian sistem akan menyimpan semuanya setelah itu pengguna bisa melihat seluruh naskah yang sama sekali tidak perlu diingat atau hafal, skill ini bisa juga memberikan sebuah perubahan pada naskah jika dibutuhkan atau lebih tepatnya improvisasi.
Alan Mengabaikan Penjelasan Tersebut.
"Sistem, sistem. Hari ini adalah hari keberuntungan kita, coba lihat pengumuman ini bukankah sesuai dengan apa yang kita cari?" tanya Alan sambil melihat sebuah lembaran kertas yang sedang mencari beberapa orang yang mau menjadi bawahan penjahat dari sebuah film
Tuan Alan....
Alan mengabaikannya dengan mengambil lembaran pengumuman tersebut sembari pergi menuju lokasi syuting yang berada di Tokyo Tower, Alan mengandalkan kecepatan larinya untuk dapat sampai di lokasi tersebut walaupun harus melewati lampu merah bahkan ribuan manusia lalu-lalang. Alan dengan mudah bisa berlari mulus tanpa hambatan dan napasnya dikeluarkan secara teratur untuk menjaga stamina. Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh kini Alan telah sampai di Tokyo Tower dengan memperlihatkan kerumunan orang sedang menyaksikan syuting film.
"Syukurlah masih sempat, sistem sepertinya kita akan berhasil mendapatkan uang untuk hari ini!" ucap Alan tanpa merasa lelah
Stamina Tuan Alan sangat mengerikan!
Terlihat kerumunan manusia juga membawa lembaran pengumuman sontak Alan langsung masuk ke dalam kerumunan tersebut dengan memaksakan tubuhnya untuk bisa berada di depan.
"Sutradara tolong mainkan saya!" teriak Alan dengan nada tinggi sampai membuat siapapun mendengar teriakan tersebut
Sutradara film langsung menatap ke arah Alan.
"Hey, anak muda ternyata kamu punya semangat tinggi. Baiklah, kamu kami terima jadi tunjukkan semangatmu itu!" ucap sutradara film
"Siap sutradara!" balas Alan dengan ekspresi semangat
"Panggil aku Hayamura!" ucap Hayamura sebagai sutradara film
"Baiklah, Mura-san!" balas Alan dengan penuh semangat
"Hahah, aku suka sikapmu itu jadi siapkan dirimu untuk menjadi penjahat yang akan menculik pasangan dari Aktor itu!" ucap Hayamura sebagai sutradara film
Sesaat Alan memasuki tempat syuting, dia melihat Aktor terkenal yang namanya terus booming selama beberapa tahun terakhir dikarenakan penampilan dan ekspresinya yang dingin. Memberikan daya tarik kepada penonton untuk melihatnya sebagai seorang protagonis yang tenang, kalem dan keren.
"Haruchiyo Uzumi, aku akan bermain peran dengannya!" ucap Alan dengan ekspresi menahan rasa senangnya
"Yup, dia Aktor yang cukup mengerikan karena dengannya kami bisa melakukan adegan dengan tempo cepat tanpa cut sedikitpun. Dia Aktor yang mampu menyesuaikan diri dengan perannya sehingga aku sebagai sutradara sangat kagum melihat aktingnya. Jadi, ini adalah hari keberuntunganmu karena bisa bermain peran dengannya walaupun kamu cukup menjadi bawahan dari penjahat!" ucap Hayamura sambil tersenyum
"Kalau begitu saya tidak boleh membiarkannya melihat akting yang jelek!" ucap Alan dengan tatapan serius dan penuh keyakinan
[Deg-degan]
"Apa-apaan anak muda ini, seharusnya dia gugup tapi kenapa dia memberikan perasaan seperti ini?" gumam Hayamura dengan jantungnya berdegup kencang
Persiapan syuting di mulai dengan memperlihatkan bawahan penjahat berjumlah lima orang dengan menggunakan tutup wajah sedang bersiap-siap mengepung Haruchiyo Uzumi ketika datang untuk menyelamatkan pasangannya. Sutradara film menyuruh lima orang tersebut untuk menyerang Aktor Uzumi dengan serius dikarenakan ingin mengincar adegan asli tanpa adanya pemalsuan, Aktor Uzumi ahli dalam bela diri sehingga akan aman untuknya memainkan peran tersebut.
Proses analisis film. Sukses!
Tuan Alan jadikan ini sebagai panggung pertama anda untuk memberikan kesan terhadap semua orang yang berada di sini!
"Apa maksudmu, sistem?" tanya Alan dengan posisinya berada di belakang
Mari kita buat improvisasi untuk film ini!
[Alan Kebingungan]
"Action!" ucap Hayamura dengan memulai syutingnya
Syuting di mulai dengan kedatangan Aktor Uzumi sambil memperlihatkan ekspresi datarnya yang seakan-akan sudah menduga semua ini akan terjadi kepada pasangannya. Tidak ada rasa takut di dalam perannya hingga tatapan yang memandang rendah kepada lima penjahat di depannya itu, Aktor Uzumi memberikan sebuah kesan yang membuat penonton di lokasi syuting tidak berkedip sedikitpun melihat aktingnya.
Alan terkesan melihatnya kemudian pertarungan di mulai dengan Aktor Uzumi mampu melawan empat penjahat dengan mudah sembari memperlihatkan seni bela diri yang memukau para penonton. Adegan aksi berlalu dengan waktu yang cukup untuk memberikan kesan terhadap tokoh di dalam cerita tetapi Sistem Actor yang terdapat pada pikiran Alan tiba-tiba memaksakan tubuh Alan untuk mengubah naskah dengan memasuki salah satu bawahan penjahat yang dapat memberikan pertarungan hebat untuk tokoh utama.
Alan yang sudah sangat ingin berakting tanpa sadar kalau dirinya mulai masuk ke dalam penghayatan walaupun cuma 20% dari statusnya tapi sistem membantunya. Tersisa Alan sebagai penjahat terakhir kemudian suasana syuting seakan-akan berubah dengan Alan berjalan santai ke hadapan Aktor Uzumi sembari memperlihatkan Style Street Fighting yang mampu membuat aksi pertarungan mereka menjadi hebat.
Seni Bela Diri melawan Style Street Fighting yang mana durasi aksi pertarungan untuk tokoh utama seharusnya sudah cukup malah ditambahkan sesuatu yang di luar skenario film seketika perubahan itu membuat Hayamura sebagai sutradara mulai menyadari kalau Alan saat ini sedang melakukan improvisasi kepada skenario dan naskah film agar lebih meningkatkan pertarungan untuk tokoh utama supaya dapat diingat oleh setiap penonton.
"Hayamura-san, durasi aksi sudah melebihi apa yang anda minta!" ucap kameramen
"Teruskan jangan hentikan kamera dan fokus kepada pertarungan mereka berdua!" ucap Hayamura dengan ekspresi tersenyum puas
Di akhir pertarungan, Aktor Uzumi mampu membuat Alan terjatuh dengan tangan sudah menekan tubuh musuhnya agar tidak bisa berdiri.
"Menyebalkan sekali. Selama duel ini, aku sama sekali tidak bisa merubah ekspresi tenang itu seakan-akan lima orang seperti kami tidak bisa menggerakkan emosimu!" ucap Alan dengan tubuh di tahan oleh tubuh Aktor Uzumi yang saat ini sedang mendudukinya
"Lima orang tidak akan cukup untuk mengalahkan ku. Beritahu kepada bos kalian untuk membawa yang lebih kuat dari semua yang ada di sini!" ucap Aktor Uzumi dengan ekspresi datar
Alan tersenyum kemudian Aktor Uzumi menghantamkan tinjunya tepat di kepala Alan hingga pingsan. Pertarungan tersebut selesai dengan Aktor Uzumi berhasil menyelamatkan pasangannya, semua penonton terpukau dan merinding melihat aksi yang sangat keren tersebut.
"Baiklah semuanya sudah cukup. Kita mendapatkan sesuatu yang bagus untuk hari ini!" ucap Hayamura dengan senyuman puas
"Hayamura-san. Ini tidak sesuai permintaanmu sebelumnya kalau ada perubahan seperti ini nanti akan merusak editan yang sudah kita buat!" ucap kru film yang bertugas mengedit
"Baiklah, serahkan pekerjaanmu itu kepadaku. Adegan menarik ini mana mungkin dibuang!" ucap Hayamura sambil mendekati Alan yang masih tiduran di bawah Tokyo Tower
Sekilas Aktor Uzumi sangat menikmati aktingnya itu bahkan ingin melihat wajah di balik topeng yang membuatnya sampai melakukan akting tambahan. Namun, staf pendukung menarik tangan Uzumi untuk menyuruhnya istirahat kemudian pergi menuju lokasi syuting selanjutnya.
"Ha...ha...ha..." Alan kelelahan
"Nak, tadi sangat hebat sekali. Terima kasih atas kerja kerasnya!" ucap Hayamura sambil jongkok melihat ekspresi Alan yang sedang menikmati aktingnya
[Ting!]
Status OBSERVASI, PIKIRAN DAN PENGHAYATAN telah naik menjadi 30%
Status TUBUH, SUARA DAN EMOSI telah naik menjadi 40%
Alan pura-pura pingsan ketika mendapatkan pukulan keras dari Aktor Uzumi walaupun wajahnya ada sedikit luka lebam tapi dia menikmati setiap akting yang dia lakukan sendiri begitupun melihat akting dari Aktor Uzumi.
[Melepaskan Topengnya]
"Ini sangat menyenangkan!" ucap Alan sambil tersenyum
...
Setelah selesai syuting, Alan mendapatkan bongkahan es batu di plastik untuk menghilangkan luka lebam di wajahnya. Alan duduk sembari melihat proses pembersihan lokasi syuting bersama dengan sutradara Hayamura.
"Terimalah bayaranmu!" ucap Hayamura sambil memberikan sejumlah uang di sebuah amplop putih
"Terima kasih banyak!" balas Alan sambil membuka amplop putih tersebut
Seketika jumlah uang banyak lebih dari lainnya membuat Alan syok.
"Anda serius memberikan saya dengan jumlah ini?" tanya Alan dengan ekspresi terkejut
"Hahaha, aku sangat serius dan tolong terimalah. Alan, kenapa kamu ingin melakukan syuting dan rela untuk pergi ke Tokyo Tower?" tanya Hayamura
"Saya ingin menjadi seorang Aktor!" jawab Alan dengan ekspresi serius sambil melihat ke atas langit
"Hmmm, beritahu aku nomormu kalau ada peran kosong akan kuberikan kepadamu!" ucap Hayamura dengan melihat sebuah potensi di dalam dirinya Alan
"Benarkah, terima kasih banyak Mura-san sungguh terima kasih banyak!" ucap Alan dengan ekspresi senang
"Baiklah sampai jumpa lagi!" ucap Hayamura sambil pergi menaiki mobilnya untuk menuju lokasi syuting selanjutnya
Alan merasakan sebuah kesenangan yang tidak tertahankan hingga dia berteriak kegirangan di saat lokasi tersebut sedang sepi kemudian dia berlari pulang dengan membawa uang yang cukup untuk satu bulan serta membayar biaya rumah sakit ibunya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Baday ys
mantab
2025-02-03
1
★OYEN DRAGON�☑️
keren
2022-10-29
3
PASYA VOLDIGOD
mantap bng
2022-10-15
1