Nona Kedua dibawa ke Kediaman Keluarga Liu tepatnya halaman belakang .
Saat Nona Kedua tau jika yang menculiknya adalah Sepupunya sendiri yaitu Liu Ban kini wajahnya benar-benar terlihat kesal hingga menginjak kaki Liu Ban.
" Auwhh , Kau !!". Ringisnya menahan kesakitan .
" Apa ? Tidak terima ". Katanya dengan kesal.
" Baiklah . Maaf membuatmu takut ? tapi ini semua kulakukan karena tidak ingin kau mendapatkan masalah dari Pangeran ke empat dan Diomelin terus menerus oleh Paman Han ." Khawatirnya pada Nona Kedua.
" Tunggu , Apa yang barusan kau katakan . Pangeran ke empat ?". Tanya Nona Kedua disertai Rasa kepanikan.
" Iya , Pangeran ke Empat yang sepertinya selalu mengincarmu ." Jawabnya dengan tenang .
" Mengapa itu harus Pangeran ke empat . A'ban , Liqin ? " . Mulai Panik saat mengingat Pelayannya.
" Aku sudah menyuruh orang untuk mengurusnya . " Jawabnya lagi yang membuat Nona Kedua terheran .
Begitu mudahnya Liu Ban berkata seperti dirinya lebih tinggi martabatnya dari Pangeran ke Empat yang terkenal Tegas,Dingin,Acuh tak acuh bahkan Sangat Kejam tidak pernah mengampuni Nyawa Orang yang mencari gara-gara dengannya.
Dalam Sejenak , Nona Kedua terdiam dan mematung.
" Masuklah kedalam kamarmu , Paman dan Bibi akan melihatmu . Untuk hukumanmu , tenanglah aku pasti akan menemanimu." Ungkapnya dengan jelas.
" Kau tau ." Tatapannya mulai dingin sedingin Salju.
Liu Ban hanya tersenyum lalu pergi begitu saja.
Nona Kedua menghela Nafasnya dengan panjang dan dikeluarkan dengan kasar.
Selama ini , Liu Banlah yang telah mengajarinya Ilmu bela diri pada Nona Kedua .
Nona Kedua kembali ke dalam kamarnya lalu tidak sengaja Netranya bertemu dengan Selir Fang dan Nona Ketiga yang terlihat Kesal.
Dia segera bersembunyi dibalik semak-semak .
" Ibu ? Pokoknya aku harus membalas Kakak Pertama ". Decaknya dengan kesal.
" Tentu. Kau harus membalasnya dan itu sangat Mudah ." Suaranya terlalu sangat percaya diri membuat Nona Kedua yang mendengarnya merasa muak.
Anak dan Ibu itu pergi ke Kamarnya Masing-masing.
" Mereka punya dendam apa pada Kakak ? mengapa aku bisa melewatkan Hal seperti ini , ck aku harus tau ." Sesalnya.
Liqin telah kembali ke Kediaman dengan diam-diam dan memanjat tembok halaman belakang dengan dibantu oleh orang Liu Ban.
dan segera pergi melihat Nona Keduanya.
Pada saat yang bersamaan , Tuan dan Nyonya Liu sedang menuju kamar Nona Kedua.
Mereka melihat keadaan Nona Kedua.
" Ning'er , bagaimana keadaanmu ?". Tanya Nyonya Liu.
" Sudah baik Ibu ". Jawab Nona Kedua.
" Jika sudah baik, Persiapkan diri besok untuk pergi ke Desa Damei disana kau akan diajari kedisiplinan serta tata krama yang baik ." Kata Tuan Liu.
" Ya Ayah." Jawabnya dengan Pasrah.
Didalam hati Nona Kedua saat ini antara senang dan sedih semua bercampur jadi satu.
sedikit tidak merelakan untuk pergi dari Ibukota yang menyenangkan ini.
Nampaknya diluar dia melihat Cahaya sang Rembulan yang meñangkan hatinya.
" Liqin ". Panggilnya pada Pelayan setia.
" Iya Nona ".
" Kau tau , Kata Ibu ? Aku dilahirkan dengan bertepatan saat Bulan Purnama , Saat hatiku Gundah gulana entah mengapa saat melihat Rembulan yang bulat sempurna itu Rasanya Mendamaikan Kalbu . Aku sangat menyukai Saat Bulan Purnama. ". Kagumnya pada Bulan.
" Pantas saja Mata Nona bersinar sama persis seperti Rembulan itu ". Pujinya.
*Pletak*
" Awwhh.. Nona , tidak bisakah kau sedikit lebih lembut padaku . bukankah aku ini sedang memujimu." Protes Liqin pada Junjungannya itu.
" Siapa yang mengajarimu ". Telusur Nona Kedua.
" Tidak ada Nona . Itu yang kukatakan barusan Fakta ". Jawabnya dengan Polos.
" Besok kita akan pergi ke Desa Damei , Sebelum kita pergi tolong selidiki tentang masalah Kakak Pertama dan Nona Ketiga ". Pintanya pada sang Pelayan.
" Baik Nona .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Sintapriyanti Andini
bgus critaya beda sm yg lain.. yg mati trus reankasnasi mlo. klo ini beda.. sjauh ini msi suka sm critayaa
2024-03-23
3