Sudah sangat lama Nona Kedua menanti kedatangan Jendral Fu ke Ibukota.
Bertahun-tahun lamanya, entah apa yang telah terjadi pada Sang Jendral.
Kini Nona Kedua menginjak Usia ke 15 tahun.
Walaupun Usianya sudah beranjak Remaja bahkan dinyatakan sudah siap untuk jatuh cinta bahkan harus bertunangan sekalipun dia tetap tidak berubah .
Apalagi ? pastinya selalu berulah , berulah dan seterusnya begitu.
Semakin Bertumbuh semakin menampilkan sikap Barbarnya bahkan dimata Masyarakat setempat dia terkenal Gadis Tidak tau aturan hampir tidak ada yang mengatakannya sisi kelebihannya .
Sangat Mendominasi Keburukan. Hal itu membuat Kepala Perdana Menteri Liu Kepalang dan hampir menyerah karena Malu .
" Ning'er ! dengarkan Ayah bicara , mau sampai kapan kau terus membuat malu ? apa kau tidak ingin menikah suatu saat ? hah . " Cecarnya .
" Tuan , Harap Maklumi Sikapnya." Nyonya Liu selalu membela.
Disisi Lain, Selir Fang menyunggingkan Senyumannya karena Wanita itu terlalu membela dan melindungi anak Nakal yang selalu membuat Onar.
" Fu Suang ? Apakah Kau menyesal menikah denganku ?" . Ucapan Perdana menteri tentu membuat Nyonya Liu terperanjat bahkan tak menyangka Jika Suaminya berkata seperti itu.
Nyonya Liu diam sejenak, mengambil nafas pelan-pelan untuk mengontrol emosinya.
" Mengapa Tuan berkata demikian ? apa sebabnya ." Lirihnya dengan penuh ketenangan.
" Aku benar-benar gagal menjadi seorang Ayah untuknya ? aku tak bisa mendisiplinkan Ning'er ". Jawab Perdana Menteri matanya berkaca - kaca.
" Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu . Tentunya kau masih menyimpan alasan lainnya bukan ." Tebaknya.
Nona Kedua sedari tadi bingung melihat Kedua Orang Tuanya yang terlihat saling ambigu.
" Ck. membosankan ? apakah kalian sedang berakting didepanku ?" . Keluhnya pada Kedua Orang Tuanya.
" Ning'er , Enyahlah ? Bersihkan dirimu lalu pergi Istirahat dan Ingat jangan keluar Kamar bahkan sampai Berani Keluar Kediaman . Ibu tidak segan lagi terhadapmu. " Pekiknya.
" Kau harusnya berkaca pada Kakakmu . sudah berbakat , lemah lembut sangat membanggakan keluaga ." Nasehatnya begitu menyakiti Namun Hal seperti itu sudah biasa dianggap hanya angin lewat saja.
Nona Kedua memanglah berbeda dari Kedua Putrinya yang lain.
Nona Pertama Liu Ming dan Liu Jing selalu menampilkan bakatnya di depan semua orang hingga terdengar di Kekaisaran.
Hari ini Musim Dingin dan bertepatan dengan diadakannya Upacara Kedewasaan Putri Pertama Perdana Menteri , Liu Ming.
Kini Putri Pertama Perdana Menteri telah beranjak dewasa dan Siap menikah.
namun Nona Pertama masih terlihat nyaman dengan bakatnya yaitu bermain Guqin.
Banyak Lamaran yang berdatangan ke Kediaman Liu, namun Perdana Menteri sendiri masih menunggu Para Pangeran untuk melihat Putrinya.
Tujuannya tidak jauh dari Politik.
Didalam Kamar .
" Menyebalkan. Aku sudah tidak tahan lagi ? mau sampai kapan Ibu mengurungku seperti seekor Sapi saja ". Katanya dengan Emosi.
" Nona , Jika Kau seperti ini bukankah Nyonya akan menambahkan hukuman lagi ."
" Liqin ?". Panggilannya seperti meminta sesuatu.
" Cukup Nona . Aku tidak ingin menurutimu lagi. " bantahnya.
" Kau berani sekarang padaku Liqin bahkan kau sudah tak menganggapku Nonamu lagi ." Tiba-tiba membuat Pelayannya merasa bersalah.
" Nona ? Kau tak lelahkah membuatku terus bersalah . baiklah ?". Akhirnya Pelayan Setia Nona Kedua itu mengabulkan Permintaannya.
Ketika semua orang sudah tertidur , namun Tidak dengan Nona Kedua yang sedang menjalankan Aksinya keluar dari Kediaman dengan Diam-diam.
" Andai saja Aku bisa menguasai Ilmu tenaga dalam mungkin saja bisa terbang dan melompat sepuas hati ".
" Nona , cepat bantulah aku ? ". Lamunan Nona Kedua buyar karena Pelayan Setianya merusak Angannya itu.
Mereka berhasil keluar kediaman dengan memanjat tembok belakang.
" Ingatlah , Panggil aku Tuan Muda ? paham ." Peringatan itu seolah membuat Liqin terhentak .
Keduanya pergi mencari Kesenangan di dalam Pasar .
Suatu Ketika dari Kejauhan terlihat seorang Kusir sedang memberi Peringatan untuk memberinya jalan karena Kudanya tidak bisa dikendalikan dengan tenang.
" Minggir ? awas , jika kalian tidak ingin terluka maka cepatlah menyingkir ?". Kata Kusir Kuda itu sambil berteriak.
" No-- ehh Tu--Tuan ? itu ada Kuda Gila ?" . Menunjukkan Ekspresi Khawatir.
" Kuda Gila ?" . Sejenak melihat kebelakang.
Kuda itu benar-benar sudah tidak bisa dikendalikan bahkan kehilangan kesadaran sehingga Mengamuk tidak karuan membuyarkan Keramaian yang semula tennang kini acak acakan berlari-larian karena ketakutan.
" Kuda itu Mengarah padaku ?". Teriak Nona Kedua.
" Tolong , Tolong kami ?" . Teriakan Liqin.
Kuda itu Semakin mendekat ke arah Nona Kedua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
AngHa02
pling suka sma MC bar bar /Drool/
2024-05-28
0
meMyra
terlalu nakal karena terlalu dimanjakan ibunya tapi mau sampai kapan begitu
2024-04-22
0