Perayaan meriah hari ulang tahun Raja membuat seluruh istana berpesta..tak terkecuali penghuni kerajaan mereka tampak antusias menyambut hari besar pemimpin negri itu..
Namun di dalam kamar istana sang Raja tampak murung, ini adalah tahun yang berat baginya..seharusnya hari ini adalah hari bersejarah baginya dan sluruh negri...ia akan menobatkan putrinya menjadi putri mahkota di kerajaan ini sekaligus ia menyerahkan tahta pada sang putri kesayangan kalau saja...peristiwa kelam di 18 tahun yang lalu itu tidak terjadi...
Musuhnya menculik sang putri di hari kelahirannya, saat semua lengah akan kabar bahagia itu, seluruh negri begitu terkejut karna rasa suka cita dengan cepat berganti dengan duka cita karna kehilangan..seluruh negri merasa patah hati karna kehilangan seorang putri...
Ia bahkan baru menggendongnya sekali sambil menganggumi kecantikan sang putri..namun semua hilang tanpa bekas...
Raja begitu hancur ketika beberapa hari kemudian, ia mendapat kabar kalau sang putri telah tewas....hal yang paling membuat Raja tak terima adalah musuh kerajaan itu menginginkannya untuk tidak memiliki pewaris...
''Henri.....''
Sebuah sentuhan di bahunya membuat Henri menoleh menemukan sang istri menatapnya dengan sedih....
''Oh....Letisia....'' balas Henri menyentuh jemari lentik sang istri di bahunya..
''Ini sudah 18 tahun,....lihatlah dirimu sayang, kau....bahkan tidak bisa merelakan putri kita...''
''Mikhayla maksudmu....''
Letisia mengangguk..
Putri Mikhayla nama putri mereka dan sampai saat ini masih sangat berduka dengan kepergiaannya..rasanya teramat sakit...sejak saat itu Letisia tidak lagi di berikan anak....
''Semua sudah berlalu sayang, rakyat kita sudah menunggu, untuk memberimu selamat dan kita harus bergegas...'' ucap Letisia dengan lembut.
Henri menghela nafas....kehilangan putri satu-satunya bukan yang menjadi pikirannya saat ini, kerajaan Cristal Biru sudah lama mengincar kerajaannya, bahkan dia tau ada banyak mata-mata yang telah masuk ke dalam wilayah kerajaan Cristal putih... hingga Henri menjadi sedih..dia sendiri sudah tua..bagaimana membawa kerajaan ini lebih baik....
Kerajaan butuh yang muda dan kuat untuk menghadapi serangan dari luar..dan Henri memikirkan cara bagaimana masa depan kerajaan ini kalau sampai dia meninggal....
Siapa yang akan memimpin para Rakyat.namun mau tak mau dia harus menghadapi Rakyat.
''Baiklah istriku, aku akan bersiap dan menemui mereka...''
''Itu bagus sayang...mereka membutuhkan kita sebagai pemimpinnya...''
Hendri dan Letisia melangkah keluar dari kamar, menuju singgasana mereka, disana ada banyak tari-tarian, pertunjukan para prajurit yang beradu pedang...
Ada banyak rakyat yang bersorak ketika Hendri dan Letisia memasuki singgasana tertinggi,para pelayan berbaris untuk menjamu mereka sesuai kebiasaan...
Sepanjang jalan Hendri dan Letisia saling menggenggam tangan dan melemparkan senyuman kepada para rakyat dan para prajurit juga para penasehatnya..lalu mereka pun duduk di singgasana dan mulai menonton pertunjukan..
Sementara...
Mikha melirik para pelayan yang lain yang menatapnya dengan sedikit segan, bahkan mereka tak berani mendekatinya...
karna penasaran Mikha mendekati seorang pelayan muda yang sedang memegang nampan berisi piala minuman untuk para tamu...ketika Mikha menyentuh bahunya ia berbalik dan begitu terkejut hingga menjatuhkan semua piala yang berisi minuman itu.
''Ada apa denganmu..mengapa terkejut begitu..'' Mikha tentu saja merasa heran...
Sang pelayan menundukan kepala...
''Kami bahkan tidak layak bicara denganmu, ijinkan aku pergi...''
''Tidak layak mengapa...aku meresa kalian sangat aneh....''
''Tidak ada yang aneh nona, apakah Berti tidak memberitahumu apa arti gaun yang kau pakai itu...''
''Tidak....aku juga merasa heran mengapa kalian menjauhiku...aku tidak tau apa arti gaun ini..''
Sang pelayan pun mulai menjelaskan..
''Pakaian yang kau pakai itu menandakan kau adalah seseorang yang istimewa..jadi ketika kau membawa minuman Raja dan Ratu mereka akan memintamu berdiri lama, dan menanyakan beberapa hal tentang keistimewaanmu...''
''Lalu...apa artinya...''
''Jika Raja dan Ratu menyukaimu kau akan mendapat posisi penting di dalam istana dan bukan menjadi pelayan rendahan seperti kami...''
''Pelayan rendahan...''
''Yah....''
Mikha masih tak mengerti namun akhirnya membiarkan gadis itu pergi...namun otaknya masih terus memikirkan ini semua...
Mengapa ia merasa sesuatu yang besar akan terjadi...
tal berapa lama kemudian terdengar suara yang lantang...
''Bawakan minuman untuk yang mulia Raja dan Ratu....''
Mikha terkejut karna Berti langsung menatapnya dan memberi aba-aba kalau sekaranglah gilirannya, memakai pakaian panjang yang menutupi mata kaki Mikha mulai melangkah dengan hati-hati bahkan untuk bernafaspun ia mengaturnya...
Akhirnya ia melangkah keluar dengan kegugupan yang luar biasa...ini pertama kalinya ia berhadapan dengan banyaknya lautan manusia..Mikha sangat gugup sementara tangannya bergetar...apalagi tampak dari jauh sosok Raja dan Ratu menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam..Mikha memalingkan wajahnya..bagaimana ini...ia gemetar...dan minuman di tangannya mulai tumpah sedikit...jika ia menjatuhkannya pasti dia akan di hukum gantung..
Oh...ya ampun Mikha semakin tidak bisa mengendalikannya perasaan takutnya dan gadis itu tak sengaja membuang pandangan menatap ke arah para prajurit yang sedang berdiri di atas kuda salah satunya adalah Alex, pria yang menangkapnya..
Mikha menghela nafas ketika pria itu mengirim isyarat agar ia tenang dengan menunjukan jempolnya,....pria itu lalu tersenyum untuk pertama kalinya kepadanya...
Mikha membeku...Alex prajurit itu sangat tampan dan gagah di atas kuda....ia menatap Mikha dan mulai memandunya agar jangan takut melangkah..
Mikha akhirnya mendapatkan kepercayaan dirinya lagi...gadis itu pun mulai melangkah pelan sementara matanya tak lepas dari mata Alex yang memejaranya seolah tak ingin dirinya membuat kesalahan...
Mikha lalu mendekati singgasana sang Raja dan Ratu yang menantinya dengan kerutan di dahi...gadis yang sangat cantik untuk ukuran seorang pelayan..
Dan mengapa wajahnya sangat mirip dengan Ratu Letisia..?? Hendri dan Letisia saling menatap dengan satu pikiran yang sama..
''Sayangku...anggaplah aku sudah gila...tapi....gadis ini...''
''Aku juga merasakan hal yang sama denganmu Hendri tapi kita harus punya bukti....''balas Letisia dengan lembut..
Raja Hendri mengangguk, menunggu sampai gadis itu mendekat kepadanya,...dan sang Ratu...sementara hatinya berdebar..aura gadis ini berbeda seperti gadis umumnya..ada kedekatan emosional yang tak mampu di tolaknya meski dia sudah mencoba..
Mikha akhirnya sampai di hadapan sang Raja dan Ratu dengan tumpahan sedikit minuman, bahkan jemarinya masih bergetar tapi sykurlah dia tidak sampai menjatuhkan minuman itu...
Mikha tersenyum kepada Alex yang sudah membantunya, dan Alex hanya tersipu menahan debaran jantungnya...
Mikha lalu menatap sang Raja dan Ratu dengan wajah yang sedikit cemas...
''Silahkan yang mulia..........''
Hendri menatap Mikha dengan tajam....
''Penjaga........tangkap gadis ini...'' seru Raja dengan suara yang menggelegar penuh kekuasaan..
Mikha menjadi lemah..ia sangat ketakutan..sementara Alex menatapnya dengan gusar....
Celaka bagi Mikha.....apa yang harus di lakukan Alex sekarang.......''
''Yang mulia apa salahku........'' tangis Mikha pecah....
Disaat yang sama...Alex melompat dan menjatuhkan dirinya di hadapan sang Raja...hingga membuat Hendri dan Letisia saling menatap..
''Mohon ampun yang mulia...jangan menghukum Mikha...hambalah yang membawanya ke istana...''
Raja Hendri menghela nafas....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Magdalena Agustina
next
2022-09-06
0
🍁𝐘𝐖❣️💋🄽🄸🄻🄰-🄰🅁🄰👻ᴸᴷ
Lnjtkn,Adeq 👍🌹❤️🤗😘
2022-09-05
0
Desy Septiani93
gantung Thor ...lgi seru2nya
semangat Thor up LG
2022-09-05
0