Bab 17 Batu Bata Yang Mendominasi
Long Fai terbang bebas di udara dengan berputar-putar tidak terkendali dan dia ahirnya dia Long Fai berhenti karena menabrak bukit.
Tentu saja karena tabrakan itu bukit menjadi runtuh dan karena tamparan itulah pintu nadi milik Long Fai di buka satu lagi.
Long Fai yang terkena tamparan tidak merasakan rasa sakit sama sekali dia bangun setelah menabrak bukit yang besar.
Dia mengunakan langkah anginnya untuk mendekati dan menyerang balik ke arah orang yang membuat tamparan.
Di suatu sisi orang yang telah menampar Long Fai hinga terbang sangat jauh dia sudah yakin bahwa mungkin pemuda itu sudah tewas.
Orang yang menampar Long Fai adalah nenek moyang dan sekaligus mantan patriak keluarga Chan dia bernama Chan Buo. Chan Buo setelah menyerahkan patriak kepada Chan Louji dia membuat retret untuk meningkatkan dan memahami jurus-jurus untuk memperhalus kekuatan yang di milikinya.
Ketika dia dalam retret, tiba-tiba tanda batu giok kehidupan Chan Louji mati sehinga dia menyimpulkan dengan marah untuk memberi pelajaran orang yang membunuh Chan Louji.
Tapi dia tidak sangka bahwa orang yang membunuh Chan Louji adalah hanyalah pemuda berumur setidaknya lima belas atau enam belas tahun.
"Lihat apakah dia patriak terdahulu di keluarga Chan?" Salah satu murid berkata lepada murid lainya yang ada di sampingnya.
"Apakah patriak pendahulu tidak meningal dan hanya menyerahkan jabatanya ke generasi selanjutnya." Ada satu lagi murid yang berkata lagi.
"Ohh tidak mungkin tukang sapu itu sudah mati karena sebuah tamparan oleh pendahulu patriak Chan" Tiba-tiba murid wanita berkata dia cukup ber belas kasih karena tukang sapu itu adalah memiliki kekuatan yang cukup mendominasi. Tapi sayang tukang sapu itu menghadapi lawan yang salah.
Kebanyakan para murid mencibir kepada Long Fai karena dia tidak mengetahui ketingian langit sehinga memprovokasi pendahulu patriak Chan.
Tapi para murid tidak di sangka dia melihat bahwa dari ke jauhan ada seseorang pemuda yang melompat-lompat mengarah ke sekte ini.
Tentu saja setiap lompatan Long Fai sangat jauh seperti lompatan Hulk. Dan ketika Long Fai sudah dekat di sekte Chan Buo juga melihat pemuda itu.
"Ternyata ada anjing yang lebih besar lagi yang keluar." Long Fai setelah tiba di depan Chan Buo, dia mencibir bahwa ketika dia membunuh semut kecil maka semut-semut besar akan datang untuk mengeroyokinya.
Long Fai seperti gula yang sangat manis sehinga di kerumuni para semut-semut.
"Nak lidah kamu sunguh berbisa jika itu aku orang biasa maka akan tertekan oleh kata-kata kamu." Chan Buo berkata kepada Long Fai dengan sedikit muram. Dia tidak menyangka sebuah tamparanya itu tidak melukai tubuh pemuda yang ada di depanya sedikit pun.
Dia hanya melihat bahwa pakaian penuda itu hanya compang-camping dan di sekitar area kulit masih mengkilap dan mulus.
"Sisik emas?" Tiba-tiba Chan Buo berkata lagi dengan ingin tahu setelah mengamati Long Fai sekujur tubuhnya dia melihat kedua tangan pemuda itu di lapisi sisik emas yang bersinar indah.
Mungkin ini adalah ketrampilan ajaib sehinga dia serakah.
Long Fai menyerang ke arah Chan Buo setelah melihat tatapan serakah dengan tangan kanan mengepal dia mencoba meninju Chan Buo dengan keras.
"Bang!"
Tubuh Chan Buo juga bergemuruh kepalan tanganya mengeluarkan sinar yang menyelimuti kepalan itu. Tapi ketika kedua tinju saling bertabrakan Chan Buo merasakan rasa sakit dan sepertinya dia meniju plat besi.
Chan Buo terkena tinju mundur beberapa langkah tapi Long Fai tidak mundur sedikit sama sekali dia melanjutkan langsung menyerang patriak Chan.
"Sikat!"
Long Fai melompat sambil berputar dengan kaki itu mencoba mengayunkan untuk menendang Chan Buo.
"Ahhhgrt!"
Tapi tendangan itu di tahan oleh sebuah tangan Chan Buo, dengan mencekram dia berteriak dan membanting dan melemparkanya Long Fai layaknya sampah.
Sementara itu Long Fai karena kekurangan jurus dan teknik dia hanya mengandalkan sebuah tinju.
Setelah di buang Long Fai tidak merasakan kelelahan tapi bergegas lagi serangan pertama gagal dia membuat serangan lagi dengan menyelinap.
Dia ketika berdiri tangan satunya meraih tanah untuk memburamkan mata pihak musuh.
Long Fai berlari lagi dan dia meniju Chan Buo tapi patriak Chan menghindari karena dia tahu bahwa tinju itu menakutkan dan untung saja, dia melihat bahwa Long Fai dalam hal betarung tidak memikiki jenis jurus hanya mengandalkan tinju dan kekuatan tubuh.
Long Fai juga tertekan bahwa setiap menyerang musuh itu menghindar terus menerus dia ingin sekali mempunyai jurus juga untuk menyerang.
Tapi tiba-tiba artefak nisan naga itu membuat getaran hebat seseolah dia mengetahui isi pikiran batin Long Fai yang tertekan.
Tiba-tiba ada informasi yang memasuki pikiran Long Fai sehinga dia ingin sujud sukur kepada artefak yang ada dalam tubuhnya itu.
Ahirnya dia mempunyai jurus penguatan benda dan jurus tembakan angin.
Dia Long Fai menyingkirkan rasa bahagia dulu masih berfokus untuk membunuh Patriak Chan. Setelah dia meninju dan tinju itu tidak berhasil dia mengunakan jurus anginya untuk menghempaskan Chan Buo hinga terpental dengan terbang.
"Bang!" Chan Buo setelah terjatuh dia memandang Long Fai dengan ganas. Beraninya anda membuat pendahulu patriak menjadi cangung.
Dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan langsung dengan kilat menghilang sudah ada di samping Long Fai dia hendak memengal kepala pemuda itu.
Tapi Long Fai menghindar dengan kepala menuduk dan sambil berjongkok dia menyebarkan tanah ke arah mata Cahn Buo.
"Sikat!"
Tanah itu mengenai matanya sehinga pemandanagan terganggu dan merasakan rasa tidak nyaman di matanya.
"Bajingan nak mata aku..!" Chan Buo marah dia sambil memejam kan matanya menebas lagi ke arah Long Fai. Tapi Long Fai bisa menghindar dengan berguling-guling ke kiri setelah penghindaran itu berhasil, kebetulan dia melihat sebuah bata dan mengambil bata itu dan dia mengunkan teknik penguatan benda sehinga baya itu menjadi kuat dan sangat keras.
Setelah mengambil bata dan meningkatkan kualitas bata dia melompat dengan menyelinap.
Setelah penyelinapan itu berhasil dia menyerang dari belakang Long Fai memukul kepala patriak Chan dengan sebuah batu bata.
"Bang!"
Kepala Chan Buo terkena pukulan bata dan kepala itu langsung meledak seperti semangka. Tentu saja Long Fai yang membunuhnya juga bodoh apakah kekuatan batu bata ini sunguh menakutkan.
Memikirkan teknik penguatan benda yang di miliki Artefak naga dia sudah yakin bahwa teknik yang di berikan setidaknya kekuatah ajaib dan menentang surga.
Kepala Chan Buo hancur dan darah melumuri sebagian tubuh Long Fai.
Para murid yang melihat juga kagum dia baru melihat bahwa ada seseorang meningal dengan sebuah batu bata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 1007 Episodes
Comments
Widya Wati
mantaaap...sikat bro
2024-08-20
0
eryco
bingung
2024-08-11
1
Fitriansyah
aneh
2024-07-21
0