Bab 10 Wanita Adalah Beban
Setelah Long Fai bekerja di sekte sebagai tukang sapu, dia bangun pagi untuk menyapu semua halaman yang ada di area sekte ini.
Setelah beberapa jam menyapu..
Dalam menyapu setiap siang orang yang sebagai tukang sapu, akan di berikan jam istirahat untuk makan dan seperlunya. Dan Long Fai yang sedang istirahat dia tidak lupa untuk mencari tempat yang teduh di luar sekte tersebut.
Ketika dia sedang di atas batu yang besar dia melihat bahwa ada wanita yang sangat angun sedang duduk bersila. Dalam penglihatan mata Long Fai wanita itu memakai baju yang putih panjang dan Long Fai juga melihat bahwa di samping wanita yang sedang bersila melihat pedang yang sangat bagus yang sedang tergeletak.
Long Fai mengamati terus menerus dia merasa bahwa wajah wanita itu menyegarkan sehinga enak di pandang.
Long Fai menatap terus menerus dengan melihat gunung yang sedikit berkembang, bibir tipis yang imut dan sexy, di bandingkan nona Nalan atau bajingan Han Ruo itu masih kalah jauh.
Long Fai memandang wanita itu sampai tersesat sehinga dia tidak menyadar bahwa wanita itu membuka matanya dan berkata dengan dingin.
"Apakah kamu sudah puas untuk memandang bicah bocah..!" Wanita berkata dengan dingin.
"Uhh!" Long Fai terkejut langsung sadar kembali dia melihat bahwa wanita itu tidak terlihat jauh tapi ketika dia mengucapkan kata-kata itu seperti sangat dekat.
"Maaf kamu terlalu cantik sehinga aku tersesat..!" Long Fai malu dan berbalik pergi untuk meningalkan tempat ini.
"Ehh..?" Wanita itu juga linglung, anda mengatakan bahwa dia cantik tapi anda langung pergi dan mengabikan.
"Tungu.. kamu..!" Wanita itu berteriak untuk memangil Long Fai.
"Aku?" Long Fai berhenti dan menoleh ke arah wanita dan dia Long Fai menunjuk ke dada sendiri untuk membuat kode bahwa anda memangil dirinya.
"Iya kamu tungu..!" Kata wanita itu dan menghampiri Long Fai.
Setelah Long Fai melihat bahwa wanita itu sudah dekat dengan dirinya lalu, Long Fai berkata seperti ini. "Ada perlu apa kamu?"
Wanita itu terheran lagi ketika dia melihat raut wajah pemuda itu dia menujukan bahwa pemuda itu tidak senang, dengan itu wanita berkata. "Ngomong-ngomong aku juga murid di sekte ini dan kamu apakah tukang sapu baru yang bekerja di sini?"
"Iya betul." Kata Long Fai, walau dia cantik tapi hanya sebatas cantik saja dan tidak ada rasa suka hanya sebatas mengagumkan.
"Ayo kita pergi di tempat untuk makan." Wanita itu berkata kepada Long Fai.
"Maaf aku menolak." Long Fai langsung menolak dia tidak repot-repot untuk menjadi pengila wanita, karena mengingat Han Ruo dia takut apakah wanita sama saja.
"Kamu..!" Wanita itu tidak bisa berkata-kata. Menurut dirinya bahwa di sudah memikiki wajah yang cantik dan bagus. Tapi di depan pemuda itu kecantikannya tidak berguna.
Karena di tolak dia tidak ingin memaksa lagi hinga dia melihat bahwa Long Fai sudah meningalkan dengan jarak 10 meter.
Tapi Fai yang sedang berjalan menoleh dengan waspada karena dia melihat bahwa ada satu kelompok tiba-tiba muncul di samping wanita itu sedang mengayunkan pedang untuk menebas kepala wanita itu.
"Awas.. hati-hati kamu..!" Long Fai berteriak mencoba mengingatkan kepada wanita itu.
"Uhh?" Wanita itu belum paham akan situasi, tapi dia merasa ada sosok yang sedang ingin menyerang dirinya dari samping.
Dia belum siap hinga takut ingin kencing, ketika mata wanita itu melihat pedang yang ingin menebas ke arahnya. Dia ingin menyerang balik dengan menahan dengan pedangnya.
Tapi dia lupa bahwa pedang miliknya, dia lupa bahwa pedang itu masih dia taruh di tempat dimana di samping ketika dia berkultivasi.
Posisi ini sangat bahaya, sehinga dia ingin memarahi diri sendiri bahwa dirinya sunguh bodoh karena meningalkan pedang itu. Dia tidak berdaya bahwa dia akan mati konyol karena kesalahan dirinya.
Tapi dia juga berharap ada seseorang yang menyelamatkannya.
Dia menutup mata sudah siap akan kematian dirinya tapi dia kaget karena di pada saat itu..
"Sikat!"
Pemuda itu sudah di depan dirinya dan dia juga melihat bahwa tangan kanannya langsung meraih tebasan pedang itu yang di lakukan oleh pria misterius.
Long Fai menangkap pedang itu dengan tangan kosong. Setelah di tangkap pedang itu di remas hinga hancur.
"Crack!"
"Mustahil tidak mungkin..!" Pembunuh itu ngeri melihatnya ketika pedang di hancurkan oleh pemuda dengan tangan kosong.
Setelah menghancurkan pedang itu tangan Long Fai membuat sebuah tamparan.
"Plakkk"
Pipi pembunuh itu di tampar sampai terpental dengan leher terpelintir dan terbang seperti gangsing berputar-putar di udara.
Setelah Long Fai membunuh dia tahu ada salah satu lagi yang kelompok pembunuh yang masih tersembunyi. Tangan kiri Long Fai mencoba mengamankan wanita itu dan dia melihat sekeliling dengan serius.
Dan benar saja tiba-tiba dari sebuah pohon di atas keluarlah pedang yang sangat tajam dan mencolok, pedang itu melesat sangat cepat mengarah Long Fai.
"Sikat!"
Tapi tembakan pedang itu dengan mudah Long Fai menangkapnya. Ketika Long Fai sedang memegang pedang itu dia berteriak dalam hati dia ingin sekali memarahi mulutnya bahawa dia tidak mempunyai seni bela diri untuk menyerang.
Dengan tidak ada seni bela diri untuk menyerang dia ragu-ragu ketika dia bergegas meningalkan wanita ini takut akan bahaya.
"Kamu apakah bisa mengambil pedang kamu yang tergeletak di sana?" Kata Long Fai.
"Aku.. aku munkin bisa mengambil pedang aku..!" Wanita itu dengan gugup menjauh dari jangkauan Long Fai.
Ahirnya Long Fai lega bahwa wanita itu bisa mengambil pedannya. setelah itu Long Fai melihat bahwa wanita berlari dengan serius untuk mengambil pedangnya.
Long Fai berharap bahwa setelah wanita itu mengambil pedang masalah akan selesai dan dia bisa membantu untuk membunuh kelompok itu bersama.
Tapi, dia apa yang di harapkan tidak sesuai yang dia pikirkan. Long Fai melihat bahwa ketika wanita itu berlari dengan serius dia melihat entah kenapa wanita itu tiba-tiba tersandung dan terjatuh.
"Ini..!" Long Fai tak berdaya dia ingin menampar wanita ini.
"Ehhh aku terjatuh..?" Wanita itu bodoh dan tiba-tiba dari atas ada bayangan gelap dan dia membawa pedang hendak menebas dan membunuh wanita itu.
"Awas.. hati-hati...!" Long Fai berteriak dengan tangan kanan membawa pedang dia langsung melempar pedang itu dengan kecepatan Extrime.
"Swoshh!"
Pedang itu sangat cepat dan pembunuh itu tidak bereaksi sehinga kepalanya tertusuk pedang itu sehinga mati dengan darah muncrat di tanah.
Di samping wanita itu, mata dia terpesona dia berpikir akan mati lagi.
Ahirnya wanita itu lega lalu dia menoleh ke arah Long Fai dengan rasa terima kasih.
Dia juga melihat bahwa Long Fai mendekatinya, dia berdiri dan hendak mengucapkan rasa terimakasih. Tapi kata-kata itu di potong oleh Long Fai.
" Sial..! dasar kamu bodoh apakah kamu tidak berhati-hati hah!" Tiba-tiba Long Fai memarahi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 1007 Episodes
Comments
zaenal fazir
kenapa ingin kencing terus....????? 😰😰😰😰
2024-09-07
0
Yan Sofian
sepertinya ini novel hasil plagiat.. tampak sekali dari cara penerjemahan yg kacau balau
2024-08-17
2
Ajna dillah
kok suka sekali marah marah mc.nya gk bisakah rendah diri dan lebih sopan tegas tega boleh tp pada mungsuhnya
2024-07-27
1