Bab 13 Sekarang Giliran Kamu Untuk Mati
Long Fai melihat di sekitar sekeliling area dari tempat dimana dia tingali dia tahu bahwa ada orang yang sengaja berurusan dengannya.
Long Fai berpikir jika dia keluar dari pintu dan mencoba memburu para pembunuh, maka akan gagal bisa jadi anda membunuh salah satu tapi salah satu lain nya akan kabur.
Long Fai membuat pengaturan dengan itu, dia berpura-pura tidur dan pingsan. Akibat terkena racun ini dan ketika pembunuh mendekati Long Fai tingal memanen nyawa satu persatu.
Kemudian Long Fai berbaring tidur menungu para penyusup mememuinya.
"Suara pintu terbuka!"
Dan benar saja ketika beberapa menit mata Long Fai terpejam ada sekawan pembunuh yang datang menghampirinya. Karena mata Long Fai terpejam dia tidak jelas berapa jumlah penyusup yang mendobrak pintu untuk membunuh dirinya.
"Tuan muda Chan Yu? Mungkin anak malang ini sudah dalam kondisi paling lemah?" Salah satu bawahan berkata kepada Chan Yu dia sudah melihat bahwa Long Fai sedang tertidur pulas dan dia hanya membunuh anak ini hanya satu tebasan.
"Tuan ayo cepat sebisa mungkin bunuh anak ini jika tidak kita akan ketahuan oleh penjaga Sekte..!" Salah satu bawahan berkata lagi kepada Chan Yu dia cukup berhati-hati karena takut oprasi ini tidak berjalan mulus.
"Kalian sabar dulu.. aku ingin melihat wajah bastard ini sebelum kematiannya..!" Wajah Chan Yu sangat jelek dan tidak sedap pandang.
Ahirnya dia bisa membunuh bastard Long Fai ini sehinga dia bisa melampiaskan rasa kebencianya. Entah kenapa dulu dan sekarang ketika bertemu Long Fai ada rasa iri yang sangat mendalam dan dia juga tidak tahu apa alasan yang sangat jelas.
Tapi ketika dia berada di posisi berhasil merebut wanita Long Fai yang sudah bersama cukup lama dia ada kepuasan batin yang lega, tapi sekarang dia melihat bahwa bastard Long ini mengendog dewi kecantikan yang bernama Nalan Hu entah kenapa ada rasa iri lagi.
Alasan inilah dia memutuskan untuk membunuh secepatnya dan tidak boleh menunda waktu. Dengan kesempatan bahwa Long Fai adalah tuan muda yang terbuang maka oprasi ini akan berjalan cukup mulus lancar tanpa kendala apa pun.
Chan Yu memandangi wajah tampan Long Fai dengan sedikit kebencian setelah itu dia mundur menjauh dari Long Fai lalu, dia memerintahkan pengawal bawahan untuk membunuhnya. Dengan alasan dia tidak perlu repot-repot untuk tangan ini menyentuh barang menjijikan seperti Long Fai.
"Cepat bunuh dia..!" Chan Yu memerintahkan para bawahan untuk membunuh dengan berbisik.
Orang itu mematuhi dan membawa belati dan menusuk leher Long Fai.
"Sikat!"
"Ini..!"
Ada pemandangan ajaib ketika belati itu mencoba menusuk leher Long Fai, entah kenapa belati itu tidak bisa menembus ke dalam leher Long Fai yang sedang tidur. Pembunuh itu merasa bahwa dia menusuk batu yang sangat keras.
"Bajingan kulit apa ini sunguh keras..!" Orang itu cemberut ingin sekali memarahi ibunya.
Dia mencoba mengunakan pedang tajam dan dia juga mencoba menyayat leher Long Fai tapi tetap sama bahwa kulit leher itu masih bersih tanpa ada goresan luka sedikit sama sekali.
Dia menjadi bingung dia mengira bahwa senjata ini apakah sudah usang atau kulit pemuda itu mempunyai kekuatan yang kuat.
Dia sekali lagi membuat serangan dengan sekuat tenaga tapi tiba-tiba ketika belati itu hendak menyayat Long Fai tiba-tiba tangan kanan Long Fai menangkap belati itu dan meremas sampai belati dan tangan penjahat itu hancur.
"Crack!"
"Tidak tangan aku..!" Penjahat itu ngeri dia mundur dengan tangan kiri memegang tangan kanan yang hancur.
"Ketika aku sedang tidur aku tidak suka pengngu, apa lagi kamu bajingan berani membunuh aku..!" Mata Long Fai sangat dingin dengan itu dia mengunakan langkah angin sudah ada di depan penjahat yang tangannya hancur.
Tangan kanan Long Fai berubah menjadi cakar langsung meraih leher penjahat itu. Long Fai mencekik sampai jari-jarinya menusuk ke leher penjahat itu.
"Puf!"
Dengan cekik yang keras ahirnya penjahat itu meningal dalam keadaan leher patah dan terpelintir dan sampai tulang kelihatan. Mata penjahat itu masih melotot karena kengerian yang dia alami.
"Sekarang kamu bajingan akan aku bunuh kamu..!" Long Fai mengeram mencoba menyerang salah satu penjahat lagi. Dia melompat mengunakan langkah angin dan sudah tiba di depan penjahat itu. Tapi ketika Long Fai mau mencakar leher orang itu, tiba-tiba penjahat itu mengeluarkan senjata artefak yang bentuknya seperti kipas raksasa.
Long Fai tidak bereaksi tiba-tiba...
"Plakk!"
Long Fai terkena tamparan kipas raksasa itu hinga terpental dan menabrak dinding rumah yang dia tingali sampai jebol dan dia juga terlempar sangat jauh dengan berguling-guling hinga 15 meteran.
"Brengsek apakah bajingan ini menyembunyikan kekuatan hinga sekuat itu..!" Chan Yu sunguh panik. Dia harus cepat-cepat untuk membunuh Long Fai jika tidak mungkin nyawa dirinya yang akan menjadi korban.
Hanya tersisa dua penjahat mereka menatap serius dimana Long Fai terlempar.
Penjahat itu melihat bahwa ketika di mana Long Fai terlempar, dia melihat bahwa Long Fai bangun dari tidurnya dan menepuk-nepuk baju setelah itu menatap kedua penjahat itu dengan senyum iblis sehinga kedua penjahat itu bulu kuduk mrinding.
Long Fai tanpa lama-lama langung berlari dengan sangat cepat seperti kecepatan mobil.
"Sial sangat cepat!" Salah satu penjahat panik.
"Sikat!"
Secara ajaib Long Fai sudah ada di depan kedua penjahat itu dia mencoba menyerang penjahat yang tidak membawa senjata kipas raksasa terdahulu.
Tangan Long Fai yang berbentuk cakar naga meraih penjahat itu. Tapi Long Fai melihat bahwa penjahat itu tersenyum licik, dia Long Fai melihat dengan mata telanjang bahwa penjahat itu melemparkan botol mengarah ke dirinya.
"Bom!"
Long Fai terkena asap warna hitam pekat dan menyelimuti tubuhnya.
"Hahahah bajingan mati kamu..! Apakah kamu tidak tahu apa yang benda itu lemparkan kepada kamu hahaha..! Benda itu adalah racun asap asam jika terkena dan menghirup maka kulit dan dalam oragan kamu akan luntur dan mati hahahah..!"
Kata-kata banga itu belum selesai tiba-tiba dari asap itu muncul tangan penuh cakar dan langsung mencekik leher penjahat itu sampai darah menciprat akibat tekanan cekikan yang di lakukan Long Fai.
Penjahat itu tidak bisa berkata dia ngeri sampai memingal dengan mata melotot dan mengeluarkan darah.
Tangan kanan Long Fai mencekik leher penjahat itu kemudian penjahat yang mati dia gunakan untuk senjata menyerang penjahat yang mengunakan kipas besar.
"Bang!"
Penjahat yang membawa kipas tidak bereaksi terkena sapuan Long Fai hinga terpental menyamping sejauh 10m.
Long Fai tidak tingal diam dia berlari sambil bertelanjang dada akibat bubuk asam racun itu hinga membuat baju luntur.
Long Fai berlari dengan tangan kanan membawa mayat karena dia gunakan sebagai senjata tameng.
Penjahat yang membawa kipas panik dia mencoba mengunakan senjatanya untuk mengibas Long Fai agar terpental jauh.
Tapi pergerakan Long Fai sangat tanguh dengan melombat dan di kombinasi langkah angin dia sudah di depan penjahat itu.
"Tidak baik..!" Penjahat itu sangat ngeri dia takut hinga ingin kencing.
Tangan kanan Long Fai membawa mayat, tangan kiri Long Fai ngangur. Tangan kiri yang ngangur langsung mencekram kipas itu kemudian kaki kanan Long Fai menendang dada penjahat itu sangat keras.
"Bang!"
"Puf!"
Seketika mulut penjahat itu menyemprotkan darah dari mulutnya seperti mata air sunguh sangat deras dia ingin berkata berbelas kasihan dan luangakan hidupnya. Tapi kata-kata itu tidak bisa keluar hanya darah yang keluar dari mulutnya.
Long Fai setelah menendang penjahat itu, dia tahu bahwa orang itu dalam ke adaan lemah tanpa lama-lama tangan kiri melepaskan dari memegang tangan penjahat itu, kemudia dia beralih menusuk dada penjahat itu hinga menembus ke pungung.
Setelah membunuh kedua tangan kanan Long Fai mengangkat kedua jenasah penjahat itu ke atas dan darah penjahat itu, mengalir derah kebawah membasahi tubuh Long Fai.
Setelah membunuh para bawahan dia menatap Chan Yu dengan dingin. Terus, Long Fai berkata seperti ini. :"Sekarang giliran kamu untuk mati..!"
...****************...
*Jangan lupa like dan doain semoga novel ini bisa di kontrak
...****************...
SELAMAT MEMBACA SEMOGA TERHIBUR*
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 1007 Episodes
Comments
zaenal fazir
😰😰?????
2024-09-07
0
anton manfrust
Kemungkinan besar penulis semacam memendam emosi akibat sering di bully kawan2 atau mungkin saudara nya, ungkapan "bajinngan" seperti mendarah daging, padahal ada ungkapan Laen yg bisa di gunakan
2024-07-19
3
Hutahaean Andesna
sekedar saran tolong perhalus kata " sikat" dan "ingin kencing" 🙏💪💪
2024-05-15
2