Bab 6 Hanya Satu Tamparan
Long Fai setelah mengambil kalung dia bergegas keluar pergi dari ruman yang tidak layak ini.
Diam-diam berpikir untuk mencari musuh yang kuat untuk memukul dirinya sehinga pintu nadi terbuka sedikit demi sedikit.
Tapi sebelum itu dia menuju tempat pavilium bambu kuning dia ingin mengetes bakat ranah yang dia miliki apakah bakatnya bisa terdeteksi.
Jika anda pergi ke lavilium untuk mengetes bakat akar spritual maka anda harus membayar beperapa keping emas. Tapi ketika mengetes bakat di setiap menginjak umur 10 tahun tentunga gartis.
Sekarang Long Fai yang sudah memasuki umur lima belas dan ketika umur sepuluh tahun mengetes bakat akar dia hanya manusia biasa dan sangat malu.
Tapi ketika dia sekarang hendak untuk mengetes maka anda perlu untuk mengeluarkan sedikit uang untuk membayar.
Long Fai memasuki ke Pavilium.
Di Pavilium ini dia melihat berapa jenis obat alat senjata dan manual buku bela diri untuk di jual. Diam-diam Long Fai menuju ke tempat di mana jurus-jurus itu di jual.
Tapi ketika hendak sampai di tempat tujuan, tiba-tiba artefak Nisa Naga membuat getaran bahwa seni bela diri di sini semuanya sampah dan Long Fai tidak di ijinkan untuk mempelajari.
Mulut Long Fai berkedut ingin memarahi mulutnya dia ingin sekali mencabik Nisan Naga ini.
"Nisan Naga yang agung, jika kamu mempunyai manual seni bela diri yang menentang lagi, coba tunjukan kepada aku! Aku ingin berlatih.
Sayangnya ketika kata-kata itu di ucapkan tiba-tiba nisan naga tidak memberikan sinyal getaran sehinga Long Fai cemberut.
Dia membatalkan untuk ke arah tempat manual seni bela diri. Tapi, dia langsung ke intinya dia ingin melihat akar spritual apa yang terbangun.
Dia menuju tempat itu dan kebetulan dia melihat petugas untuk sebagai penilai bakat akar spritual.
Orang itu adalah paman Li.
"Oh ada perlu apa kamu nak datang kesini?" Paman Li berkata kepada Long Fai ketika dia melihat dia datang ke sini
"Paman Li aku datang kesini hanya untuk menguji bakat akar lagi." Long Fai berkata dengan hormat dan rendah hati kepada Paman Li.
Mengelengkan kepalanya paman Li berkata seperti ini. "Nak kamu adalah sudah di tes bakat di waktu dulu. Jika sudah manusia maka menjadi manusia seutuhnya."
Paman Li mencoba menjelaskan bahwa jika anda mencoba mengetes bakat, itu tidak berguna karena pada umumnya bakat akan muncul ketika anda mencapai umur 10 tahun.
Maka dari itu dia mencoba membujuk Long Fai untuk menyerah. Tapi, dia melihat bahwa dia bersikeras.
Tapi jika anda ingin mengetes lagi di umur lebih dari umur 10 tahun maka akan di keluarkan biaya berupa kepingan emas. Tidak sedikit juga orang mengetes bakat lagi karena di umur 10 tahun tidak ada menujukan munculnya bakat. Tapi setelah tes bakat itu, kebanyakan orang akan putus asa karena ketika orang mengetes lagi maka akan tetap sama seperti di waktu lalu ketika orang masih umur 10 tahun.
Oleh sebab itu dia membujuk Long Fai bahwa tidak perlu repot-repot untuk melakukan lagi karena itu percuma. Tapi dia masih bersikeras dia Long Fai berkata seperti ini. "Tidak apa-apa paman aku sudah menangung konsukein nya."
Paman Li juga tidak repot-repot untuk membujuk lagi toh karena yang dia butuhkan hanya kepingan emas.
Long Fai menyerahkan beperapa keping emas, dan seketika itu hatinya berdarah ingin menangis. Karena ini adalah jumlah uang yang dia gunakan dalam jatah satu bulan.
Long Fai maju.
Bentuk penguji itu seperti batu besar dengan bentuk tugu. Batu itu memiliki ukran dan pahatan yang sangat rumit tapi indah seperti karya maha seni yang bagus.
Jika anda menguji bakat itu ke batu itu akan memunculkan cahaya tergantung tingkatkan akar spritual.
Akar dengan warna emas adalah yang paling tertingi. Long Fai kebetulan akibat Nisan Naga yang menyatu dalam tubuh memiliki akar emas.
Dan di samping itu dia kemungkinan akan mempunyai bakat petarung Naga Emas Taiko.
Tapi ketika maju dan tangan Long Fai menyentuh penguji batu tidak ada sedikit perubahan pada batu penguji itu.
Long Fai juga terpana tapi dia juga akan siap menerima hal itu.
Sementara paman Li hanya mengelengkan kepalanya bahwa kejadian ini akan tertebak juga.
Long Fai juga tidak berpikir keras dia tahu menurut artefak Nisan Naga yang ada dalam tubuhnya, bahwa dia sudah tidak terkalahkan.
Setidaknya Long Fai dengan berjalan-jalan saja sudah akan kuat perlahan lahan.
Kemudian dia setelah mengetes dia Long Fai pergi meningalkan pavilium itu dan melanjutkan perjalanan yang tak ada arah tujuan.
Tapi ketika dia sudah melewati pamam Li dia tiba-tiba ada yang mengejek dari samping. Orang itu mengejek seperti ini. :"Kamu adalah pangeran yang terbuang dan kamu adalah manusia biasa itu sangat cocok dengan kamu sebagai manusia rendahan dan tidak sebaik babi itu sendiri."
Tapi Long Fai tidak mendengarkan dia masih dalam perenungan kemana dia akan di tuju selanjutnya. Tapi dalam pandangan orang itu bahwa Long Fai mengabaikan sehinga merasa tidak senang.
Orang yang mengejek Long Fai adalah Qin Luo salah satu tuan muda pertama di keluarga Qin.
Qin Luo sangat marah karena merasa di abaikan dia kebetulan sedang mengandeng beberapa wanita cantik di sebelahnya sehinga dia akan membuat postur berpura-pura di paksa di hadapan wanita ini.
Qin Luo mendekati Long Fai yang sedang menunduk dalam perenungan. Setelah itu, dia menarik bahu Long Fai dengan paksa lalu dia berteriak memarahi. "Hei bajingan berani sekali kamu mengabaikan tuan muda ini, apakah kamu mencari kemat..!"
Kata-kata kematian belum sepenuhnya di ucapkan tapi dia tiba-tiba di lempar oleh Long Fai sangat jauh.
"Gulungan!"
"Bajingan kamu menghalangi jalan aku..! Apakah kamu tidak lihat aku sedang berjalan Hah!" Kata Long Fai dengan marah dia saat ini sedang memikirkan ketika keluar dari keluarga Long. Setelah keluar dia hendak berteduh dimana, tapi ada orang yang memegang bahu dia sehinga Long Fai sangat marah dan melemparkan ke samping layaknya karung sampah.
Qin Luo terlempar selayaknya karung sampah dan mendarat juga sangat cangung. Dia adalah tuan muda dan anda adalah orang yang menyedihkan dari pada pengemis. Tapi dia di permalukan oleh orang yang sangat rendahan dari pada pengemis itu sendiri sehinga dia tidak terima.
Dengan marah dia berdiri langsung menyerang lagi mengunakan kekuatan seni tangan mematuk ular.
Tangan Qin Luo sangat lemas tapi itu sangat berbahaya seperti pelatukan ular yang sangat ganas.
Long Fai melihat dia menyerang lagi, sehinga dia memunculkan garis hitam di dahinya bahwa orang itu sunguh tidak masuk akal.
Tangan Qin Luo mencoba mempelatuk dada Long Fai tapi tiba-tiba, tangan kanan Long Fai menangkap nya.
Pada saat itu...
"Bentak!"
Long Fai menampar pipi Qin Luo sampai gigi hancur dan terbang lebih jauh.
"Ini...!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 1007 Episodes
Comments
spooky836
bagi keturunan otak kosong baca. jgn bagi orang lain baca sampah ni.
2024-12-16
1
zaenal fazir
sejauh ini masih nyaman untuk di baca..👍👍👍👍
2024-09-07
0
Ardi Provision
sudah tahu akarnya ngapain pergi tes lagi, buang2 uang saja
2024-08-29
0