Bab 20 Monster Belalang
"Long Fai aku tahu bahwa aku salah! Tapi berikan aku satu kesempatan untuk memperbaik diri." Ini adalah kesempatan bagi Han Mei dia dulu cukup menyesal bahwa dirinya meningalan Long Fai dan berselingkuh kepada Chan Yu.
Sekarang setelah sudah berpisah dengan Long Fai dia baru tahu bahwa Long Fai sangat menyembunyikan kekuatan itu.
Sehinga Han Mei akan sedemikian rupa untuk berusaha untuk merayu Long Fai bahkan dia juga merelakan selakang*n jika rayuan itu tidak berhasil.
Dia memikirkan bahwa jika ini bisa di lanjutkan lagi hubungan Long Fai dengan dirinya tentu saja Han Mei akan menjadi angasa yang bagus lagi dan terbang ke atas menjadi peri.
Tapi ketika melihat sikap Long Fai terhadap dirinya ini membuat dia bertanya-tanya kepada diri sendiri apakah mungkin usaha ini sia-sia?
"Bahkan jika kamu mengemis tujuh hari tujuh malam dan kamu merelakan sedemikian rupa aku tidak akan tertarik dan aku masih berpegang teguh apa lagi sudah tahu hati kamu sunguh picik dan hanya masalah ke untungan." Long Fai mengelengkan kepalanya dan pergi meningalkan Han Mei dengan tenang dia tidak cukup kawatir jika tidak ada wanita.
Long Fai masih ragu-ragu untuk menjalin hubungan toh dia percaya kepada takdir dengan berlalunya waktu mungkin dia akan mendapatkan wanita yang pantas baginya.
"Kamu.. bajingan Long Fai..!" Han Mei menatap kepergian Long Fai dengan dingin dia tidak menyangka niat nya akan mudah di ketahui.
Dia Han Mei memikirkan berbagai cara untuk menaikan setatusnya lagi menjadi angsa yang indah dan sekaligus untuk membuat rencana untuk melenyapkan Long Fai dari muka bumi ini.
Setelah beberapa menit merenengung mata Han Mei cerah dengan tatapan licik dan jahat.
Dia ingat bahwa saudar biologis Long Fai ada di sini dan kebetulan dia adalah jenius pertama di sekte ini. Alsan kenapa dia belum muncul adalah karena sedang dalam retret.
Kakak biologis yang di sebutkan Han Mei adalah Long Yu.
Han Mei membuat rencana ketika Long Yu keluar dari retret dia akan menjilat anjing sedemikian rupa untuk menarik hati Long Yu dan jika itu berhasil otomatis dia menjadi angsa bagus yang naik ke atas langit lagi.
Setelah dalam perencanaan Han Mei menatap kepergian Long Fai dengan mata dingin dan senyum jahat lalu dia berjalan dan pergi.
Long Fai sekiranya bahwa Han Mei tidak mengikutinya dia berhenti dan menoleh ke belakang. Ketika dia Han Mei sudah tidak ada dalam pengelihatan matanya Long Fai melanjutkan lagi menyapunya.
Long Fai sekarang baru merasakan perasaan damai dan tidak ada lagi suara di telinga yang menghina terus menerus dari hari ke hari lainya setelah menujukan kekuatanya dan membunuh dua patriak.
"Ini sangat membuat hati tentram!" Long Fai setelah merasakan rasa nyaman karena satu hari ini tidak ada yang mengolok-olok dirinya dia menyapu dengan sangat gembira.
Dia menyapu dengan gembira dan kebetulan entah kenapa dan mungkin saja karena Long Fai menyapu dengan sangat cepat karena hati sedang merasa bergembira tiba-tiba dia menyapu baru memasuki menjelang siang sudah selsesai.
"Apakah aku secepat ini." Long Fai linglung dia berkata dengan mata bodoh.
Tentu saja pekerjaan lebih cepat di selesaikan maka akan lebih bagus sehinga jika dia ingin melakukan sesuatu akan lebih mudah contohnya seperti meningkatkan kekuatan atau berburu untuk melatih insting.
Karena Long Fai sudah selesai menyapu di bagian sendiri, makan dia pergi ke gubuk lagi dan dia mencoba pergi meningalkan sekte dan pergi ke hutan untuk berlatih.
Dia duduk sebentar dan memandang dinding milik sendiri yang jebol dia mengangkat bahu dan berkata. :"Lupakan meningkatkan kekuatan dulu itu lebih penting, kebetulan ini masih siang saatnya aku pergi ke hutan untuk berburu untuk di makan."
Dengan itu, Long Fai bangun dari duduknya sambil menepuk pantat dan dia juga tidak lupa meraih bata kesayangan itu karena Long Fai sudah menganggap batu bata ini adalah senjata pertamanya.
Setelah mengambil bata dia berjalan menuju hutan sambil memegang bata kesayangan itu. Setelah sudah beberapa waktu lamanya Long Fai menuju hutan, ahirnya dia sudah sampai di pingiran hutan dengan itu dia meloncat ke arah pohong besar yang satu dan lainya loncatan itu sangat mengagumkan seperti katak yang melompat.
Lompatan itu sangat cepat dan berkedip.
Dengan lompatan itu yang sangat cepat Long Fai sudah tiba dia hutan yang rimbun dan gelap. Tentu saja dia sudah di tengah-tengah hutan.
Setelah lama meloncat seperti katak, Long Fai berhenti di tanah dia mencari monster untuk di buru.
"Srakk!"
"Srakk!"
"Srakk!"
Pada saat itu di sesuatu pohon yang pendek tapi rimbun ada suara gemercik deduan yang bergetar, Long Fai menatikan dan siap bertempur.
Tiba-tiba munculah sekumpulan monster belalang raksasa dengan sebesar dan panjang seperti bantal guling.
Belalang itu warna hijau sedikit gelap mata hitam itu dan setiap tangan belalang memunculkan duri besar seperti pisau dan itu Long Fai bahwa duri monster itu sangat tajam.
Tapi Long Fai tidak takut dia malah bersiap-siap untuk tempur.
Belalang itu melompat dan tiba-tiba...
"Swosh"
Sekumupulan belalang itu, melompat sangat cepat dan sudah ada di depan dan segala arah untuk menyerang Long Fai.
"Sangat cepat tidak!" Long Fai berkata dengan serius dia kebtulan di serang bagian depan dan sedikit ke kanan kaki belalang yang penuh duri yang tajam seperti pisau mencoba menendang dan menyerang ke arah wajah Long Fai.
Untungnya dia sudah siap dengan itu tangan kanannya langsung memegang kedua kaki belalang raksasa.
Tapi operasi itu kurang efektif karena serangga memiliki lebih dari satu tangan. Dan betul saja ketika tangan kanan Long Fai menahan kaki belalang monster itu yang hendak menyerangnya tiba-tiba semua tangan belalang itu langsung mencekram wajah Long Fai sehinga menggangu pendanganya.
"Brengsek!" Long Fai cemberut dia mencoba meremas perut belalang itu tapi, karena jumlah monster belalang sunguh banyak tiba-tiba dari belakang depan samping dia di kroyok oleh sekumpulan monster belalang.
Tentunya Long Fai merasa tertekan dan dia berguling-guling tangan kanan Long Fai meremas perut belalang yang menemlel di wajah sehinga perut belalang itu langsung meledak dan meningal.
Otomatis cairan hijau melumuri baju Long Fai.
Setelah meledakan perut belalang dan membunuhnya dia mematahkan kaki belalang yang tajam untuk menjadi senjata.
"Slang!"
Setelah mematahkan kaki belalang dan dia gunakan sebagai senjat ahirnya dia bisa menebas dan menusuk satu persatu.
Kadang-kadang batu bata yang di pegang tangan kiri dia juga gunakan untuk memukul.
Tapi karena belalang ini sunguh banyak Long Fai kewalahan dan pada ahirnya dia di kerumuni selusin monster belang.
"Brengsek!" Long Fai memarahi dalam hati. Baju itu ada yang sobek dan dia tidak kawatir bahwa monster ini melukai tibuhnya karena dia memiliki tubuh emas taiko.
Ahirnya sosok Long Fai menghilang dari pandangan karena di kroyok dan di kerumuni selusin monster belalang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 1007 Episodes
Comments
Indah Hidayat
ini sekte kok tdk ada murid2 yg belajar silat, malah sibuk balas dendam
2024-06-29
1
samahatylentuzen123 Waruwu
bata GK ad selali. it
2024-04-19
3
Bang tata
mati tolol
2023-06-13
7