Yuna berdiri didepan pintu kamar. Wajahnya menunduk, rambut panjangnya dibiarkan kedepan menutupi lehernya. Melihat Yuna yang sekarang, membuat Leo menahan tawanya.
"Kenapa? Apa kau malu dengan tanda cinta dari ku?" Leo mendekati Yuna. Gerakan Leo membuat Yuna segera mundur. "Apa kamu tidak berniat menggoda ku lagi?" Leo semakin mendekat dan Yuna semakin mundur. "Kenapa mundur-mundur," Leo menyibak rambut panjang Yuna, terlihat sangat jelas bekas kecupannya kemarin.
"Tanda merah di leher mu terlihat sangat indah, rasanya aku ingin menambahkan lagi."
"Leo... ampuni aku. Aku tidak berani menggoda mu lagi, tidak akan berani masuk ke kamar mu lagi, dan tidak akan berani memanggil mu sayang lagi, aku janji," ucap Yuna semakin menundukkan kepalanya.
Melihat Yuna yang seperti sekarang ini semakin membuat Leo menahan tawanya. Leo merasa perempuan di depannya ini, sekarang menjadi tikus yang tengah takut dengan terkaman kucing jantan.
"Segera ganti baju mu dan turun untuk sarapan." ucap Leo.
"Baik," jawab Yuna menurut.
Leo berjalan keluar dan langsung tertawa lepas, bahkan hingga dia sampai dimeja makan tawa itu masih ada. Bi sri ikut bahagia melihat Tuannya tertawa bahagia. Lalu dilihatnya sang Nona duduk berhadapan dengan tuan mudanya, mata Bi sri sangat tajam dan langsung mengetahui tanda merah di leher Yuna, itu membuat Bi sri bahagia menyaksikan mereka berdua. Dia kemudian segera pergi.
***@***
"Kamu tahu betul bagaimana perasaan ku Lee," Tata segera menghampiri Leo yang baru saja masuk keruangannya.
"Dan kamu tahu betul perasaan ku pada mu Ta," jawab Leo datar.
"Kamu kenapa begitu kejam pada ku, kenapa kamu tidak memberi kesempatan pada ku," Tata memegang pergelangan tangan Leo, dengan cepat Leo menangkisnya tapi Tata tidak mau berhenti dan mengulanginya lagi dan lagi.
"Aku sudah bilang pada mu berkali-kali, jangan berharap pada ku," Leo menarik tangannya tapi Tata menahannya.
"Tidak... aku sudah sangat lama menunggu mu dan kemudian akhirnya kamu putus dengan rubah licik itu, jika kamu akhirnya menikah kenapa bukan dengan ku? apa yang kurang dari ku Lee??" suara Tata bergetar, air matanya perlahan jatuh.
"Jangan begini, ini di kantor," suara Leo tinggi.
"Aku tidak perduli, selain di kantor kamu tidak pernah mau menemui ku," Tata semakin terisak dan semakin mempererat peganggan tangannya, ini membuat leo benar-benar kesal tapi dia tidak bisa berbuat banyak.
"Ok, nanti sepulang dari kantor kita makan malam, lepaskan aku."
Mendengar ucapan Leo, Tata segera melepaskan lengan Leo.
"Segera menyusul ke ruang meeting," lanjut Leo. Leo lalu mengganti jasnya dan membuang jas yang dipakainya ditempat sampah.
Leo tidak tahu harus dengan cara apa untuk menolak perempuan yang satu ini. Jika saja dia bisa memecat Tata, maka akan dia lakukan sedari dulu tapi sayangnya tidak bisa.
Tata adalah anak dari sahabat Kakeknya dan selamanya akan berada di perusahaan dalam lindungan sang Kakek. Walaupun sekarang Kakeknya sudah tidak ada tapi Kakeknya sudah memberi surat wasiat kepada para pewarisnya.
***@***
Yuna menghentikan Dvd-nya ketika dia mendengar bel berbunyi. 'Siapa yang magrib-magrib begini bertamu,' Yuna berdiri dan mengintip seseorang yang memencet bel dan berdiri didepan pintu.
'Upsss tante-tante, ya ampun apakah penggemar suami ku ada yang tante-tante? Kenapa pesona mu juga menghipnotis tante-tante Leo?'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 401 Episodes
Comments
Irde Sembiring
aku suka gaya Yuna thorr...kocak
2022-10-22
0
Anonymous
hahahahha
2022-09-08
0
Noor Sukabumi
sadis bnget kau Leo g mau dipegang cewe mp jas langsung dibuang di tempat sampah
2022-07-30
0