Leo sudah hampir satu jam diam menatap dirinya di cermin. Wajahnya datar tanpa senyum. Hari ini adalah hari yang dibencinya, hari yang tidak ingin dia lewati, hari yang memuakkan. Diraihnya hanphone miliknya yang tergeletak diatas meja lalu melemparkan dengan keras kearah kaca.
Pecah... berantakan seperti hatinya saat ini. Dia membenci dirinya sendiri, membenci kenapa tidak bisa menjaga orang yang dia cintai hingga seseorang itu punya alasan untuk lepas darinya.
Tampan, mapan, perhatian, setia, masih kurang apa? Kenapa seseorang itu begitu tega meninggalkannya. Leo mengacak-ngacak rambutnya yang sudah tersisir rapi, pikirannya kacau. lalu sebuah telfon membuatnya kaget, dengan kesal dia mengambil Hpnya yang retak, Neva calling.
"Berisik," teriaknya setelah tersmbung. Sang adik mengeryitkan dahinya dan mulai kesal lagi pada kakaknya. Dia sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Kakaknya.
"Acara 30 menit lagi, apa kakak tidak mau datang? Jemput Kak Yuna di salon langganan ku."
"Belikan aku ponsel baru," perintah Leo.
"Iya aku tahu," jawab Neva singkat dan kemudian mengakhiri panggilannya. Neva sudah menebak bahwa ponsel kakaknya pasti jadi korban.
Leo dengan malas merapikan kembali rambutnya, langkahnya gontai menuju mobil tapi akhirnya dia melajukan mobilnya juga. Berhenti di depan salon dan membuka kaca mobilnya.
Melihat mobil Kakaknya yang sudah menunggu didepan, Neva segera memanggil Yuna yang masih ada di dalam. "Kakak ku yang bodoh, siap-siaplah terpesona. Kali ini aku akan membawa bidadari ke hadapanmu," Neva menggumam sangat pelan saat menggandeng Yuna. Mereka berjalan keluar tapi lalu Neva melangkah mundur, ia tak ingin berada di sebelah Yuna.
"Biarkan Kak Yuna jadi perhatian satu-satunya," bisik Neva sebelum dia benar-benar menghentikan langkahnya.
Yuna berjalan anggun menuju mobil Leo. Langkah kakinya berayun seirama. Leo hanya melihatnya sekilas tapi lalu Leo kembali menoleh ke arahnya lagi... memandang Yuna yang begitu cantik dan sangat anggun malam ini. Gaunnya yang indah, tatanan rambut yang menawan dan high heels yang ikut menyempurnakan semuanya.
Leo benar-benar terpana, rasanya matanya tak ingin berkedip menyaksikan setiap langkah anggun Yuna yang tengah menghampirinya.
Sejujurnya Yuna sangat grogi melihat Leo memandang ke arahnya, itu... membuat detak jantungnya tak beraturan.
"Hai...," sapanya manis setelah ia sampai di depan Leo. Sapaannya membuat Leo segera tersadar.
"Lama banget sih, terus... dandanan macam apa ini? Norak, menggelikan, semakin terlihat seperti bebek," ucap Leo sadis. Yuna langsung cemberut mendengar ucapan Leo. Ekspektasinya terlalu tinggi pada leo. Dia membayangkan bahwa Leo akan terpesona olehnya lalu memuji dengan kata-kata yang manis. Alih-alih dipuji dibilang bagus juga nggak, malah dibilang seperti bebek.
"Menyebalkaaaaaaaan," teriak Yuna dalam hati.
"Mau berdiri disitu sampai kapan?"
"Sampai kau membawaku masuk," Yuna masih cemberut.
"Ah ya ampuuun... apa kamu sedang bermimpi? Buruan masuk atau aku akan meninggalkan mu disini."
Mendengar ucapan Leo membuat Yuna semakin kesal, rasanya sia-sia dia dari sore berada di salon.
Dengan wajah kesal Yuna membuka pintu mobil dan segera duduk. Leo melajukan kendaraannya. Yuna masih terus menekuk wajahnya.
'Mulut laki-laki ini sungguh sadis, untung saja dia tampan jadi aku sedikit memaafkannya. Hahh pantas saja Kiara meninggalkannya dan memilih bersama bule, siapa juga yang mau dan betah dengan cowok yang mulutnya lebih pedes dari cabe rawit.'
"Berhenti mengumpat ku dalam hati," ucap Leo yang langsung membuat Yuna menoleh ke arahnya. "Sudah selesai mengumpatnya?" lanjut Leo. Yuna kembali berpaling tak ingin memperlihatkan wajah kesalnya pada Leo, matanya memperhatikan jalanan.
"Kenapa? Takut ketahuan sedang mengumpat ku lagi?"
Yuna tak menjawab, dia masih asik membicarakan leo dalam hatinya. Dia merasa benar-benar kesal. Masih terngiang ditelinganya Leo menyebutnya mirip bebek.
"Sudah sampai," ucap Leo. Yuna segera membuka pintu mobil tapi ah sial Leo masih menguncinya, Yuna mencoba lagi tetapi tetap tidak bisa.
"Apa kau mau memperlihatkan wajah bebek mu itu pada semua orang??"
Mendengar ucapan Leo, Yuna memejamkan matanya, menarik nafasnya panjang 'Ya ampun lagi-lagi dia menyebutku bebek,' Yuna kemudian menoleh ke arah Leo dan tersenyum.
"Bagus."
Klik... Leo membuka kunci pintu mobil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 401 Episodes
Comments
Normahasrul
Muka bebek😂😂😂 tpi yakin deh dg muka bebek seperti ini bisa bikin tuan muda Lee klepek2 nanti
2023-11-09
0
Anonymous
sabar Yuna nanti pasti Leo jatuh cinta
2022-09-07
0
Noor Sukabumi
yey c Leo pdhal mah terpesona m bebek Yuna cm g berani ngaku 😍😍😍
2022-07-30
0