Yuna berdiri di depan kantor Leo, dia melihat takjub bangunan kantor suaminya. Dia mengenggam erat bungkusan cake ditangannya. Sudah hampir satu bulan dia belajar dan sekarang dengan PeDe dia membawa cake buatannya.
"Selamat siang...," Yuna menyapa satpam dengan senyumnya, hingga membuat satpam terpana. Dia lalu melenggang masuk begitu saja.
"Selamat siang," ucap Yuna pada Resepsionis.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" jawab Resepsionis ramah.
"Saya ingin bertemu Direktur Leo."
"Mohon maaf, Direktur Leo sedang meeting di luar. Silahkan menunggu di sebelah sana atau anda bisa langsung kembali saja," jelas Resepsionis itu dan melirik tangan Yuna yang memegang cake.
"Perempuan penggoda lagi," gumamnya yang terdengar jelas di telinga Yuna.
"Maaf... apa saya bisa menunggu di ruangan Direktur saja?" pinta Yuna ramah.
"Ah ya ampuun... kamu boleh masuk kesini saja udah syukur, masih melonjak minta menunggu di ruangan Direktur," Resepsionis itu mulai tidak ramah. Yuna menghela nafas dan berjalan ke tempat tunggu yang tak jauh dari tempat resepsionis itu. Dia kemudian duduk dengan santai, menaruh cakenya di atas meja dan kemudian memfoto bungkusan cakenya. Dia mengirim foto itu pada Neva. Tak lama Neva langsung membalas chatnya.
"Kak Yuna keren... semangat kakak," Isi pesan Neva yang membuat Yuna tersenyum.
Yuna memperhatikan dua Resepsionis yang tengah berbisik-bisik, sebenarnya tidak bisa dibilang bisik-bisik karena mereka dengan sangat jelas mengucapkannya, sepertinya memang sengaja agar Yuna mendengarnya.
"Mengejar Direktur kita? Hufftt mimpi saja."
"Hahaaa benar."
"Dia terlihat cantik sih, kenapa tidak mencari orang lain saja untuk digodanya?"
"Iya... ini sudah yang keberapa? Menyusahkan saja, hampir tiap hari ada perempuan datang kesini."
"Aku yakin yang ini juga akan berakhir sama."
"Hhaa bener-bener."
Mendengar pembicaraan mereka Yuna jadi tahu satu hal bahwa ada beberapa perempuan yang mencoba mendekati suaminya.
Ketika Yuna masih memperhatikan dua Resepsionis itu lalu datang seorang perempuan cantik dengan baju kantor. Dia melirik Yuna sekilas dan berdiri di depan Resepsionis.
"Siapa perempuan itu?" tanyanya pada Resepsionis.
"Seperti biasa. Dia ingin menemui Direktur." jelas Resepsionis.
"Direktur tidak ada waktu untuk menemuinya. Suruh dia pergi, jika dia menolak, suruh satpam turun tangan," perintahnya. Mendengar ucapan perempuan itu Yuna segera menghubungi Leo.
"Baik sekertaris Tata," Resepsionis menerima perintah. Yuna memperhatikan tatapan sang Sekertaris lalu memperhatikan Resepsionis yang berjalan menghampirinya.
"Leo kamu dimana?" Yuna segera bertanya keberadaan Leo begitu panggilan telfonnya tersambung.
"Kamu sudah di kantor?" Leo balik bertanya. Tepat saat itu, Resepsionis sudah berdiri didepan Yuna.
"Nona... silahkan pergi dari sini, karena Direktur tidak berkenan menemui anda." Yuna menatapnya.
"Buruan balik atau karyawan mu akan melempar ku keluar," klik Yuna memutuskan panggilannya kemudian berdiri.
"Direktur Leo yang tidak ingin bertemu dengan ku atau...," mata Yuna menatap sekertaris Tata yang masih berdiri di depan meja resepsionis. "Seseorang tidak membiarkan ku untuk menemuinya?" lanjut Yuna, dia masih terus menatap Sekertaris Tata. Mendapat tatapan seperti itu, Sekertaris Tata langsung berjalan mendekatinya.
"Kamu menyindir ku? Kamu pikir kamu siapa?" Sekertaris tata membalas tatapan Yuna, mata mereka saling menatap sinis. "Satpam...," Tata teriak memanggil satpam. Dengan sigap satpam menghampiri Tata.
"Bawa perempuan tak tahu malu ini keluar," Perintahnya pada satpam.
"Siap," jawab satpam.
"Mari nona silahkan keluar dengan saya, saya tidak ingin menggunakan cara kasar," satpam berbicara dengan Yuna, tapi Yuna tidak menghiraukannya. Matanya masih beradu dengan Tata.
"Nona mari ikut saya...," satpam kembali meminta Yuna untuk keluar. Yuna tetap diam tak bergeming sedikitpun.
"Kau tidak perlu begitu sopan padanya, seret dia keluar sekarang juga."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 401 Episodes
Comments
April wanda
ihhh sekretaris ganjen 🙄🙄
2023-03-21
0
Eyis Resmawati
oh mog
2022-11-30
0
Irde Sembiring
ga ada akhlak ni si seker...
awas Lo ada lakiknya!😛
2022-10-22
0