"Kamu tidak perlu begitu sopan padanya, seret dia keluar sekarang juga," perintah Tata pada satpam. Tidak punya pilihan lain, satpam langsung meraih tangan Yuna namun gerak gesit Yuna lebih cepat dari raihan tangan satpam. Yuna mundur dan menyingkirkan tangannya.
"Siapa yang berani menyeretnya keluar?" suara Leo membuat semuanya menoleh, kedatangannya membuat Yuna bernafas lega. Leo melangkah melewati Resepsionis, Satpam dan Sekertaris Tata. Dia menghampiri Yuna dan langsung memeluk pinggangnya. Gerakan Leo membuat semuanya molotot tak percaya, terlebih sekertaris Tata. Direktur yang mereka tahu adalah Direktur yang tidak ingin disentuh oleh gadis manapun selain Kiara.
"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Leo. Yuna menggeleng.
"Sayang... aku takut sekali... karyawan mu yang cantik itu sangat menyeramkan," jawab Yuna. Dia lalu dengan sengaja menyandarkan kepalanya di dada Leo. Iyaa... Yuna sengaja melakukan itu, sikap Leo tidak mungkin seperti ini jika tidak sedang berakting. Yuna dengan cepat memproses sinyal dari leo dan memamerkan itu pada sekertaris Tata. Yuna bisa menebak bahwa ada yang tidak beres dengan Sekertaris ini.
"Dia adalah istri ku, tidak ada yang boleh menyinggungnya. Kalian... hari ini terakhir kerja disini," ucap Leo tegas. Yuna tersenyum menang pada Tata lalu kemudian dia mengambil cake yang ada dimeja dan segera mengikuti Leo ke ruangannya.
"Bagaimana ini... ternyata dia adalah istri Direktur, matilah aku...," Resepsionis bingung dan ketakutan, itu juga yang dirasakan satpam.
"Sekertaris Tata, Anda harus bertanggung jawab atas nasib kami. Kami hanya menjalankan perintah mu," kata satpam.
"Benar, Anda harus membujuk Direktur untuk tidak memecat kami," sambung Resepsionis.
"Direktur tidak akan mencabut keputusannya, kalian tahu itu," jawab sekertaris Tata lalu segera pergi.
"Habislah sudah, bagaimana nasib ku...," Resepsionis langsung menangis dan menghampiri rekannya.
Diruangan Leo.
"Untunglah kamu segera datang sayang," ucap Yuna setelah duduk di sofa. Leo memberinya segelas air putih.
"Simpan kata sayang mu, kau tidak perlu akting lagi," Jawab leo, Yuna meliriknya kesal.
"Aku tidak akting sayang...," Yuna menggeser duduknya mendekati Leo.
"Hei ku bilang simpan kata sayang mu, apa kamu budek? Kau membuat ku mual."
Sadis, Yuna semakin kesal pada Leo.
"Sayang... sayang... sayang... sayaaaang," dengan sengaja Yuna mengulangi kata sayangnya.
"Bebek cerewet hentikan," Leo menutup telinganya.
"Sayang, sayang, sayang...," Yuna semakin sengaja. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Leo yang tertutup telapak tangan.
"Kau benar-benar membuat ku mual, pergi dari sini atau diam," teriak Leo. Skak... Yuna langsung diam dan langsung duduk dengan benar. Melihat Yuna sudah menjinak Leo membuka telinganya lagi.
"Baiklah kamu menang lagi hari ini, kamu selalu saja mengancamku," Yuna menunduk. Leo membiarkannya, rasanya telinganya sangat lega tanpa suara Yuna. Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit berlalu dan Yina masih diam saja. 'Perempuan ini mau diam sampai kapan?' Leo melirik sesuatu yang ada diatas meja lalu tersenyum.
"Aku sangat lapar, kau menelfonku jadi aku tidak sempat makan siang di luar," ucap Leo sambil memegangi perutnya dan memasang wajah kelaparan. Yuna segera mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Leo. Sungguh mudah untuk membujuk gadis ini.
"Aku membawakan mu cake hari ini," Yuna membuka bungkusan yang dia letakkan diatas meja.
"Kamu beli dimana? Aku tidak bisa makan cake sembarangan."
"Tenang saja, aku tidak sembarangan membeli. Ini...," Yuna memamerkan cake. "Taarraaaaa... ini buatan ku sendiri," ucap Yuna penuh semangat. Dia kemudian memberikannya pada Leo.
"Buatan mu?" tanya Leo. Dia menaikkan alisnya. Yuna segera mengangguk. Leo mulai ragu dengan cake ditangannya, dia tahu Yuna tidak bisa membuat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 401 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀ᴅͨɪͧᴀᷡɴͨɴͣᴀᷡᴳᴿ🐅
berawal dari akting nanti jadi bucin
2022-12-20
0
Irde Sembiring
udah mati2an les masak bang leeeeek...🤭
2022-10-22
0
Mariana Frutty
✔️
2022-09-13
0