Anastasia keluar dari monsion nya dan pergi menuju bangunan yang terletak agak jauh dari kediaman utama. Ia masuk, kemudian naik dan berjalan menuju sebuah ruangan dilantai 2 yang adalah ruangan miliknya. Anastasia membuka pintu di tempat itu perlahan berjalan menuju dinding, ia kemudian menekan sebuah tombol rahasia yang hanya dia ketahui di dinding itu.
Seketika itu dinding tersebut berputar dan muncul lah berbagai jenis senjata yang ia dapatkan dari pasar gelap. Anastasia mengambil 2 buah pistol dan sebuah katana miliknya. Setelah persiapan selsai, Anastasia pergi meninggalkan kediamannya menggunakan mobil berwarna hitam kesayangan nya dan menuju markas Black Fire.
* Di markas Black Fire
Seorang wanita tengah berjalan menyusuri bangunan markas tersebut dengan gaya yang sangat angkuh. Dia adalah Yuna Arianda, putri dari ketua mafia Black Fire. Yuna pergi menuju sebuah ruangan yang ia tuju dan memasukinya, di dalam ruangan tersebut ada seseorang pria yang tengah berdiskusi dengan beberapa bawahan nya, Kevin Ariand itulah namanya.
" Ayah.. " ucap Yuna manja.
Pria itu mengalihkan perhatian nya ketika mendengar itu, dan menatap putrinya yang sedang berjalan kearahnya. Disaat yang sama para anak buahnya yang ada di sana berinisiatif keluar dari tempat itu dan menunggu terlebih dahulu di luar, agar tidak mengganggu kedua ayah dan anak itu.
" Sayang, kenapa kesini. Apa ada yang kau inginkan? " tanya Kevin kepada putrinya itu.
" Ayah bantu aku menyingkirkan seseorang ya. " ucap Yuna.
" Siapa? "
" Mereka. "
Yuna menyerahkan poto Anastasia dkk yang ia ambil diam-diam kepada ayahnya, dan Kevin pun memperhatikan foto itu dengan seksama.
" Hemm... Mereka cukup cantik, terutama yang berambut putih. Kenapa kau ingin mereka mati, sayang?" tanya Kevin, setelah melihat foto Anastasia dkk.
" Karena mereka membully ku, ayah. Mereka mempermalukan aku di sekolah. " jawab Yuna sambil membuat ekspresi sedih diwajahnya.
" Apa!!. Berani sekali mereka. Sepertinya mereka belum tahu siapa kau. " ucap Kevin pula marah.
" Karena itu.. aku ingin ayah menangkap mereka, ya. " pinta Yuna.
" Jangan khawatir, sayang. Besok kau bisa melihat dan menyiksa mereka. " ucap Kevin percaya diri.
Yuna kelihatan begitu senang setelah mendengar ucapan ayahnya, ia jadi tidak sabar menunggu hari esok tiba, saat dimana ia bisa menyiksa Anastasia dkk. Yuna pun pergi dari tanpat itu setelah urusannya selesai, ia berencana merayakan keberhasilan nya lebih awal.
Namun ia sama sekali tidak tahu kalau ia lah yang akan jatuh di akhir permainan.
***
Tidak jauh dari markas Black Fire, Anastasia memarkirkan mobilnya dibalik semak-semak dan juga pepohonan yang menjulang tinggi disekitar nya. Ia memakai sebuah jaket hitam dengan tudung di kepalanya dan juga mengenakan topeng agar tidak ada yang mengenainya.
Anastasia pun mulai mengawasi penjagaan markas Black Fire dari sudut gelap yang menyatu dengan pakaian hitamnya agar ada yang menyadari keberadaannya. Di tempat itu ia hanya melihat 2 penjaga di depan pintu markas mereka, Anastasia pun bergerak diam-diam menuju ke belakang dua orang panjang itu dan segera menebas kepala mereka sebelum mereka sempat memperingati atau mengeluarkan suara.
" Apa mereka meremehkanku atau mereka memang kekurangan orang. " batin Anastasia.
Ia pun berbalik menatap pintu markas yang akan ia masuki itu, ia menarik nafas sejenak karena ini adalah pertama kalinya ia membunuh manusia. Ia pikir mungkin akan merasakan perasaan bersalah tapi ternyata tidak sama sekali.
Braakk...
Anastasia pun kemudian menendang pintu markas Black Fire dengan cukup keras, alhasil semua anggota Black Fire yang ada di dalam pun menjadi waspada dan mengarahkan senjata mereka pada yang ada di depan pintu Anastasia.
" Siapa kau? " tanya salah satu dari mereka.
" Aku, dewa kematian kalian. "
Setelah mengucapkan kalimat itu, Anastasia langsung menerjang orang-orang yang menghalanginya. Para anggota Black Fire tercengang melihat kekuatan dan kelincahan Anastasia, yang bisa menghindari serangan sekaligus menjatuhkan orang-orang mereka secara bersamaan. Anastasia terus menerobos untuk mencari Leader Black Fire, ia tidak ragu sama sekali untuk menebas orang-orang yang mencoba menghalanginya jalannya.
Merasa waktu terbuang percuma karena hanya melawan anggota Black Fire, Anastasia pun memutuskan langsung melompat ke lantai 2, dengan menggunakan salah satu anggota Black Fire sebagai pijakan. Akhirnya Anastasia pun sampai di depan ruangan tempat Kevin berada, ia pun langsung menendang pintu ruangan tersebut seperti sebelumnya.
Braakk...
Dor... Dor... Dor...
Setelah pintu terbuka Anastasia langsung menembakkan senjatanya ke orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Sebelum mereka sempat melawan, Anastasia sudah lebih dulu mengakhiri permainan dengan hanya menyisakan sang ketua saja.
" Beraninya kau membuat keributan di tempatku. " ucap Kevin emosi.
" Tuan Kevin Arian, Leader Black Fire, benar?. " tanya Anastasia dengan santai.
" Benar. Dan siapa kau, gadis kecil?. " tanya Kevin.
" Siapa aku itu bukan masalah, Tuan. Masalahnya adalah putri mu telah menyinggung ku dan orang-orang ku, jadi kau harus membayar nya. " ucap Anastasia menyeringai.
" Berapa yang kau inginkan? "
" Sepertinya anda salah memahami situasi saat ini, Tuan. Maksudku membayar itu bukan dengan yang, tapi.... nyawamu. " Anastasia tersenyum miring.
" Cih, ternyata kau cukup angkuh juga, ya. "
" Terima kasih pujiannya. "
" Kalau begitu majulah, aku akan melayani mu dengan senang hati. "
Sring...
Sebelum Kevin mengangkat senjatanya, Anastasia lebih dulu memotong lengannya. Ia hanya meringis kesakitan karena kehilangan lengannya. Sedangkan Anastasia hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.
Anastasia pun berjalan lebih mendekati Kevin, " Kau terlalu banyak bicara, Tuan. Seharusnya... jika kau mau melakukan sesuatu, lakukan saja. " ucap Anastasia mengangkat katananya tinggi, kemudian...
Sratt...
Duk...
Dalam sekejap Anastasia memenggal kepalanya, Kevin sang Leader Black Fire pun mati dengan cepat. Anastasia pun memungut kepala Kevin tanpa rasa takut dan membawanya menuju aula tempat para anggota Black Fire berada.
Sesampainya ia disana, Anastasia melemparkan kepala Kevin ke hadapan seluruh anggota Black Fire. Membuat semua orang yang ada di aula tersebut terkejut melihat kepala ketua mereka dengan mudahnya dilemparkan oleh gadis kecil yang ternyata sudah mengalahkannya.
" Dua pilihan. Setia atau mati. "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
clararine
seru Thor 👍❤️❤️❤️
2022-01-06
0
LaddyZhiieaa
woaaaaahhhhh ... ini niiihh pemeran utama cewek yg aku suka,,, kuat , lincah , pintar , tangguh , cantik , berani, dan juga kaya😁😁
gak kyak yg biasx yg pemeran utama cewek nya , lemah , nangis Mulu , sllu mengalah , gak tegas , lembek aaahhhh pokoknya nii komik kesukaan gue bangettt dehhhh😂😂😂 karna gue juga gak suka lembek" an 😄😄😄
2021-05-05
0
Refisca Triwindari Rahma
ceritanya ini jiplak atau gimana? kok mirip banget kek nggk ada kekurangan sama sekali yg beda cuma tokohnya
2021-03-30
0