Saat ini Anastasia sedang berada di kamarnya sambil membaca buku. Ketika waktu makan malam tiba ia pun turun dan menuju meja makan, disana ia melihat Lucas dan Diana, serta bibi Mei yang sedang menyajikan makanan.
" Kenapa kalian belum makan?. " tanya Anastasia.
" Kami menunggu, kakak. " ucap Diana di iringi senyuman manisnya.
" kalau begitu, sekarang makanlah. " ucap Anastasia sambil mengelus kepala Diana.
" Baik. " ucapnya, sedangkan Lucas hanya mengangguk.
Mereka pun makan bersama dengan damai. Bibi Mei begitu senang melihat keakraban Anastasia dengan kedua anaknya, meskipun sikap Anastasia dingin, tapi ia yakin kalau Anastasia adalah orang baik.
Bibi Mei juga penasaran dengan masa lalu Anastasia yang membuatnya bisa jadi seperti ini, tapi ia tidak bertanya karena tidak mau menyakiti perasaan Anastasia.
" Nona, bagaimana masakannya. " ucap bibi Mei memecah keheningan.
" Ini enak. " jawab Anastasia.
" Syukurlah jika anda menyukainya, nona. Tapi maaf ini hanya masakan sederhana. "
" Tidak masalah, dan panggil aku Nana. Itu adalah nama panggilan ku. "pinta Anastasia.
" Tapi... "
" Bibi Mei, aku punya permintaan. " potong Anastasia.
" Iya, Nona. "
" Jadilah bibiku. "
Ucapan Anastasia membuat bibi Mei terkejut, pasalnya ia baru saja bertemu dengan Anastasia dan ia langsung mengangkat nya jadi bibi. Sedangkan Anastasia memang merasa kalau bibi Mei adalah orang yang tulus, ia juga sangat menyukai Diana dan Lucas, entah mengapa ia begitu nyaman dengan kehadiran mereka.
" Kau keberatan. " tanya Anastasia.
" Tidak, saya sama sekali tidak keberatan. Malah saya sangat senang dengan hal itu, Terima kasih, Nona. " ucap bibi Mei yang terharu.
" Sudah ku bilang panggil aku Nana. "
" Baiklah, Nana. " Bibi Mei terkekeh dengan sikap Anastasia yang bersikeras ingin dipanggil dengan nama panggilan nya.
Anastasia tersenyum tipis mendengar ucapan bibi Mei yang bersedia menjadi bibinya. Ia mulai yakin kalau ia bisa membuat sebuah keluarga baru tanpa ayah dan ibunya.
" Lucas, Diana berapa umur kalian?. " tanya Anastasia
" 8 tahun. " ucap Diana.
" Sekolah?. "
" Kami tidak sekolah, tapi kami selalu diajari oleh ibu. " ucap Lucas.
" Mulai besok kalian sekolah. "
" Benarkah, Terima kasih kakak. " ucap keduanya kompak.
" Terima kasih, Nana. " ucap bibi Mei.
Anastasia hanya mengangguk dan melanjutkan makannya. Setelah selesai Anastasia menyuruh bibi Mei, Lucas dan Diana untuk beristirahat. Anastasia juga pergi ke lantai tiga menuju kamarnya untuk membaringkan tubuhnya dan segera tidur.
Pagi harinya Anastasia turun menuju meja makan untuk sarapan, hari ini ia akan mendaftarkan Lucas dan Diana ke sekolah baru mereka. Setelah selesai sarapan Anastasia langsung mengajak Lucas dan Diana untuk pergi. Setelah sampai tempat tujuan Anastasia langsung mendaftarkan mereka
" Lucas, Diana kalian mulai sekarang sekolah di sini, dan jika ada yang mengganggu kalian beritahu aku ya. " ucap Anastasia sambil mengelus kepala mereka.
" Baik kak. " ucap Diana.
" Lucas jaga adikmu dengan baik. "
" Kakak tidak perlu khawatir, aku akan menjaganya dengan sangat baik. " ucap Lucas dengan percaya diri.
Anastasia tersenyum kecil mendengar ucapan mereka, kemudian ia pun pergi menuju sekolahnya sendiri. Saat sampai Anastasia pun pergi menuju perpustakaan, karena masih terlalu pagi untuk bel pertama.
Ia mengambil beberapa buku untuk ia baca. Namun saat ia ingin mengambil sebuah buku lagi, ia merasa kesulitan karena buku tersebut berada di rak yang paling tinggi dan Anastasia tidak bisa mencapai nya.
" Ck. Siapa yang menaruh buku itu dirak setinggi itu, sih?! " gumam Anastasia yang kesal.
Ketika ia tengah berusaha untuk mengambil buku itu, ada sebuah tangan yang membawa buku tersebut. Anastasia pun berbalik untuk melihat siapa yang membantunya mengambil buku, seorang pria berambut hitam dengan manik mata berwarna merah tepat berdiri di hadapannya.
Pria kelihatan seperti terkejut melihat nya tapi kemudian ia pun tersenyum dan memberikan buku itu kepada nya. Setelah menerima buku itu ia mengucapkan terima kasih dan langsung meninggalkan pria itu tanpa berkata apapun lagi. Sedangkan pria itu tetap tersenyum dengan senyuman yang sulit di artikan sambil menatap kepergian Anastasia.
" Akhirnya aku menemukanmu, Nana. " ucap pria misterius itu.
***
Tak lama dari itu bel pun berbunyi, para siswa pun sedang belajar di kelas mereka masing-masing. Sedangkan Anastasia tetap dengan kebiasaan nya menatap keluar jendela sambil lamunannya.
" Kenapa pria tadi terasa tidak asing?. " batin Anastasia.
Saat tengah asik dengan lamunannya, Anastasia mendapatkan panggilan dari guru yang sedang mengajar di kelasnya.
" Anastasia." ucap bu Fani, guru fisika.
Anastasia hanya melirik dengan tatapan malas sambil menaikan salah satu alisnya yang dapat diartikan 'apa'.
" Anastasia, maju ke depan dan kerjakan soal ini." ucap bu Fani.
Tanpa menjawab perkataan bu Fani, Anastasia langsung maju dan mengerjakan nya dalam waktu kurang dari 3 menit. Lalu ia kembali duduk dan menatap keluar jendela, bu Fani hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Anastasia, setelah itu pelajaran pun kembali berlanjut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Nita Itha
Damian
2023-07-19
1
Nana
oh that's me 🙋🏻♀️
2023-06-18
1
Sri Mulyati
anak kembar itu didaftarin sekolah ko gak dibeliin perlengkapan sekolahnya
2021-07-26
0