Jam 14:30
Sekolah baru saja berakhir, semua murid langsung pulang menuju rumah mereka masing-masing, begitu pun dengan Anastasia. Setelah berpisah dengan vero dkk, Anastasia pun masuk ke mobilnya dan melajukan nya menuju ke Mansion miliknya.
Saat dalam perjalanan secara tidak sengaja, Anastasia melihat segerombolan preman sedang memukuli seorang wanita dan menahan dua anak kecil. Anastasia menghentikan mobilnya dan langsung keluar menghampiri orang-orang itu.
" Hentikan. " ucap Anastasia dingin.
Ucapan Anastasia pun membuat para preman itu berhenti memukuli wanita tersebut dan beralih memandangnya.
" Lepaskan mereka. " lanjut Anastasia.
" Hei, hei gadis kecil, jangan ikut campur. " ucap bos preman itu.
" Bos, gadis kecil itu cukup cantik. " ucap salah satu anak buahnya.
" Kau banar juga, hei cantik ikutlah dengan kami. Kami akan mamberikan apapaun yang kau mau. " ucap si bos preman.
" Sampah. " ucap Anastasia.
Saat salah satu dari mereka ingin menyentuh nya, Anastasia langsung memukulnya sampai tidak sadarkan diri. Melihat hal itu anggota preman yang lain pun langsung menyerang Anastasia, namun tidak sampai 5 menit mereka langsung terkapar tidak berdaya. Setelah mengalahkan orang-orang itu, Anastasia langsung menyerang sang ketua dan mengalahkannya.
" Katakan pada ku, kenapa kau memukulinya?. " ucap Anastasia dingin, sambil mencengkram kerah baju si preman itu.
" Mer... Mereka berhutang pada ku. " jawab si ketua preman ketakutan.
" Berapa?. "
" 5 juta. "
Anastasia pun melepaskan nya dan berbalik menuju ke mobilnya, ia mengambil uang dari mobil itu dan melemparkan nya ke hadapan ketua preman itu. Dia terkejut karena gadis kecil di hadapannya memiliki uang sebanyak itu.
" Ambil itu dan jangan pernah muncul lagi dihadapan ku, mengerti. " ucap Anastasia sambil menatap mereka tajam.
Para preman itu pun lari terbirit-birit seperti baru saja melihat setan. Wanita itu dan anak-anak nya menatap Anastasia kagum, selain bisa beladiri Anastasia juga sangat dermawan, ia sangat bersyukur karena ada orang yang bersedia menolongnya.
Anastasia memang ahli dan menguasai berbagai macam bela diri, ia mendapatkan gelar master di usia 10th. Ia juga pernah mengikuti latihan kemiliteran selama 2th, menguasai berbagai jenis senjata dan ahli dalam membuat rencana.
Itu semua berkat kakeknya, atau lebih tepatnya kakek keluarga yang ia benci. Kakek Lin adalah satu-satunya keluarga Akashia yang ia anggap sebagai keluarga, berkatnya Anastasia bisa melatih dirinya sampai mengikuti latihan Militer sekalipun. Kakek Lin selalu mendukung semua keputusan Anastasia dan memberinya kasih sayang yang bahkan tidak ia dapatkan dari orang tua nya.
Saat keluarga Akashia mengasingkannya, kakek Lin lah yang selalu melindungi dan membesarkan nya. Sampai 4 th lalu ia meninggal, ia begitu terpukul akan kepergian kakek Lin, Anastasia juga mendapatkan sebagian warisan kakek Lin secara diam-diam, karena kakek Lin khawatir jika keluarga Akashia akan menyakiti Anastasia jika tahu ia memberinya warisan meski hanya sedikit.
Anastasia begitu menyayangi kakek Lin, karena itu Anastasia juga bekerja paruh waktu sedari usia 12th, agar tidak terlalu merepotkan kakek Lin. Karena itu juga ia punya kartu gold pemberian kakek Lin dan uang hasil ia bekerja selama 5th, Ia sangat bersyukur karena kakek Lin bersedia menganggap nya sebagai cucunya sendiri.
" Terima kasih Nona, anda sudah menolong saya dan anak-anak saya dan untuk uang anda.. " ucap wanita itu yang membuyarkan lamunan nya.
" Lupakan. " potong Anastasia.
" Terima kasih telah menolong ibu kami, kak. " ucap anak laki-laki yang bersama wanita itu. Anastasia hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mereka.
" Apa pekerjaanmu?. " tanya Anastasia.
" Saya tidak punya pekerjaan yang tetap, Nona. " ucap wanita itu.
" Bekerjalah padaku. Aku jamin orang-orang seperti tadi tidak akan pernah mengganggu kalian lagi, aku juga akan menyediakan tempat tinggal untuk kalian. " ucap Anastasia.
" Sekali lagi terima kasih banyak, Nona. " wanita itu tersenyum senang karena mendapatkan sebuah pekerjaan.
" Siapa namamu?. "
" Nama saya Mei, Nona. Dan mereka berdua anak saya." ucap bibi Mei
Anastasia pun memandang 2 anak kembar, yang satu laki-laki dan yang satu lagi perempuan, kemudian ia menanyakan nama mereka.
" Siapa nama kalian?. " tanya Anastasia.
" Namaku Lukas Devian Fernandes, kak. Dan ini adikku, namanya Diana Clarion Hovenobela. " ucap Lucas.
" Halo kak. " sapa Diana
" Nama yang bagus. " puji Anastasia.
" Terima kasih, kak. " ucap keduanya serempak.
Anastasia hanya mengangguk menanggapi ucapan mereka, setelah itu Anastasia pun menyuruh mereka masuk ke dalam mobilnya agar ia dan mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju Mansion nya. Hanya membutuhkan waktu 15 menit mereka pun sampai di Mansion.
Bibi Mei, Lucas, dan Diana begitu kagum dengan Mansion milik Anastasia yang besar dan luas, apalagi halaman dan tamannya yang mungkin empat kali lebih besar dari sebuah taman istana. Anastasia pun membawa mereka masuk dan menunjukan kamar mereka di lantai 2.
" Bibi Mei ini kamarmu. Lucas, Diana apa kalian tidur bersama?. " tanya Anastasia.
" Kalau boleh aku ingin kamar terpisah, kak. " ucap Lucas.
" Lucas... " ucap bibi Mei yang melihat tingkah anaknya itu.
" Baiklah, Lucas kamarmu di sana dan Diana kamarmu ada di depan kamar kakakmu. Kamarku ada di lantai 3, jika kalian butuh sesuatu panggil aku. " jelas Anastasia.
" Baik kak, Terima kasih banyak. " ucap Lucas dan Diana kompak.
" Terima kasih, Nona. " ucap bibi Mei.
" Bibi Mei, tolong siapkan makan malam. " ucap Anastasia sambil melangkah pergi ke kamarnya.
" Baik, nona. "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
LaRisA26
ini ceritanya sat set ya,,,bibi mei lngsung dsruh krja,gk dsruh istirahat dulu,atau paling nggk ngemasin baju mei n anak² nya gt😁 diajak ke mension tanpa bawa baju kah?
2024-07-29
0
Bubur Ketan
🙄
2022-10-30
0
Nur Khotimah
tuh dah terjawab kan , darimana si Anastasya bisa beli mansion
2022-03-06
0