Sudah dua bulan semenjak Anastasia membentuk kelompok mafia nya, kini kelompoknya sudah semakin besar dan menerima berbagai permintaan dari orang-orang yang bisa dan berani menyewa mereka.
Saat ini anggota Darkness Angel sudah hampir mencapai 5000 orang yang Anastasia sebar dimana-mana, Vero dkk pun sudah terbiasa ikut kelapangan untuk setiap penyerangan yang mereka lakukan. Anastasia juga memutuskan untuk menyekolahkan sang tangan kanan nya yaitu Adrian, lagipula dia masih berumur 18 th.
Semenjak Black Fire hancur, Yuna dkk jadi semakin jarang membuat keributan disekolah, terutama kepada Anastasia dkk. Tapi bukan berarti ia telah berubah, masih tetap sama tapi tidak membalas Anastasia, karena kejadian waktu itu ia telah kehilangan pendukung terbesar nya.
Saat ini seperti biasa, para siswa/i sedang belajar dengan tenang kecuali Anastasia, ia begitu malas dan tetap melakukan kebiasaan nya menatap keluar jendela, Anastasia yang sedang melamun terus diperhatikan oleh guru yang sedang mengajar saat ini yaitu bu Lily.
" Anastasia. " panggil bu Lily, Anastasia hanya meliriknya dengan malas.
" Anastasia, apa kamu mengerti sama pelajaran yang saya ajarkan?. " tanya bu Lily.
Anastasia sama sekali tidak menanggapi ucapan bu Lily, ia hanya menatapnya malas dan beralih menuju jendela. Perlakuannya kepada bu Lily membuat nya kesal dan membentak kemudian nya.
" ANASTASIA!!. " bentak bu Lily
Hal itu membuat semua mahluk yang ada dikelas langsung terdiam, mereka tahu bahwa bu Lily adalah guru yang paling tegas dan galak di sekolah. Bu Lily tidak segan untuk menghukum siswa/i manapun yang tidak disiplin dalam belajar. Mereka semua memiliki untuk tidak bicara agar mereka tidak kena hukuman, sedangkan Anastasia masih menatap bu Lily tenang dan datar. Semua orang takut padanya, kecuali seseorang.
" Why?. " tanya Anastasia dengan santainya.
" Saya bicara sama kamu, Anastasia. " ucap bu Lily.
Anastasia hanya beroh ria mendengar ucapan bu Lily. Namun tidak dengan bu Lily, ia semakin kesal dengan sikap acuh Anastasia kepadanya.
" ANASTASIA!. Sebenarnya kamu berniat belajar atau tidak!. Bukan hanya tidak memperhatikan materi yang saya ajarkan, kamu juga tidak menganggap saya sebagai guru, ya!. " ucap bu Lily dengan emosi.
Anastasia yang mendengar nya pun mendecih kesal, padahal bisa lebih baik tidak memperhatikan nya saja dan diam, dari pada harus membuat keributan seperti sekarang.
Ia pun kemudian mengangkat wajahnya tinggi-tinggi, " Itu karena pelajaran mu membosankan, aku bahkan sudah menghapal lebih dari yang kau jelaskan saat ini. " ucap Anastasia dingin.
Semua orang terkejut dan menatapnya karena ia berani bicara seperti itu kepada bu Lily. Vero dkk pun sempat khawatir Anastasia akan mendapatkan hukuman, namun ketika mereka ingat siapa Anastasia yang sebenarnya, mereka pun kembali tenang dan memperhatikan apa yang akan terjadi.
" Jaga bicaramu!. Seperti inikah yang orang tua mu ajarkan tentang sopan santun. " ucap bu Lily.
Pelanggaran. Membicarakan tentang orang tua dihadapan Anastasia adalah sebuah kesalahan, dirinya yang sensitive tentang yang namanya orang tua... membuat Anastasia mengingat keluarga yang sudah membuang nya. Vero dkk jadi mengasihani guru dihadapan mereka itu, apalagi saat melihat raut wajah Anastasia yang menggelap.
" Hadeeh, gaswat ini. " batin Veronica, mengasihani nasib bu Lily.
" Mampus lu, ah nyusahin aja. " batin Cassandra, mengasihani nasib bu Lily.
" Ya ampun, bakal meledak deh. " batin Katania, mengasihani nasib bu Lily.
Telinga Anastasia terasa panas saat bu Lily mengaitkannya dengan keluarga itu, ia berusaha menahan emosinya agar tidak meledak, dan menatap hanya bu Lily dengan tajam. Semua orang di kelas tersebut ketakutan dengan tatapan Anastasia dan berusaha untuk tidak menatapnya langsung, bahkan bu Lily pun merinding dibuatnya.
" Sebaiknya kau menjaga batasan mu. " ucap Anastasia semakin dingin.
" Yang seharusnya menjaga batasan adalah kau!. Kau benar-benar anak yang tidak tahu sopan santun, bagaimana reaksi orang tua mu nantinya jika mengetahui kau seperti wanita liar. " ucap bu Lily.
Anastasia tidak bisa menahan emosi nya lagi, apalagi saat bu Lily bilang kalau ia seperti wanita liar. Anastasia meninju meja kayu empatnya duduk sampai terbelah dua, Anastasia benar-benar tidak bisa menahannya lebih lagi.
Semua orang terkejut dengan apa yang Anastasia lakukan, bahkan bu Lily jadi bergetar ketakutan setelah melihat nya. Vero dkk pun langsung bangkit dari duduknya dan segera memenangkan Anastasia yang sedang emosi, supaya tidak terjadi hal yang lebih mengerikan.
Setelah merasa cukup tenang, Anastasia mengambil handphone nya dan menelpon Stev, ia adalah tangan kanannya selain Adrian.
" Jemput aku. " ucap Anastasia dingin.
" Yes, Lady. " ucap Stev dari sebrang telpon.
Setelah mendapatkan jawaban dari sang tangan kanan, Anastasia langsung mematikan telpon nya dan mengambil tas nya. Sebelum ia keluar kelas, Anastasia melemparkan kunci mobilnya kepada Cassandra.
" Bawa mobilnya pulang. " ucap Anastasia
" Bagaimana dengan mu?. " tanya Cassandra.
" Stev akan menjemput ku. "
" Baiklah, berhati-hatilah. "
Tanpa menjawab ucapan Cassandra, ia langsung meninggal kelas dan pergi menuju gerbang sekolah untuk menunggu Stev menjemputnya. Tidak lama kemudian Stev datang dan mereka langsung meninggalkan sekolah.
" Kau sudah membeli apa yang ku minta. " tanya Anastasia kepada Stev yang sedang menyetir.
" Iya Lady, saya sudah memenuhinya. " ucap Stev.
" Bawa aku ke sana. "
" Baik Lady."
" Sebenarnya siap yang telah membuat Lady menjadi marah seperti ini?. " batin Stev, ia heran kenapa Anastasia menjadi semakin dingin dari biasanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Rodi chanel
saya udah banyak baca cerita mafia,,, tp saya cukup kaget ama mafia yg satu ini.kl sudah merasa pintar knp harus sekolah dan tidak menghargai guru.
memang sih ini cm novel,,tp pembaca kan jg boleh berkomentar.
2023-10-26
2
Linda
kasar...bnr ya ama guru nya...songong
2022-01-10
0
clararine
ini yg gk ku suka dg Nana gk ada sopan santunnya pada sang guru
2022-01-06
0