Mereka pergi dari tempat orang-orang yang tengah mematung setelah mendengar ucapan Anastasia itu, mereka menuju parkiran dan Anastasia pun menyuruh mereka masuk ke dalam mobilnya.
" Masuk. " ucap Anastasia datar.
" Tapi... " ucap Katania
" Aku tidak akan mengulanginya." potong Anastasia.
Mereka bertiga hanya menuruti ucapan Anastasia, karena sepertinya ia sedang marah, mereka takut kalau Anastasia akan menjauhi mereka lagi.
" Apa dia marah kepada kami, ya. " batin Cassandra
" Duh, bagaimana ini. " batin Veronica.
" Apa yang harus kami lakukan. " batin Katania
Suasana di dalam mobil Anastasia begitu canggung saat ini, tidak ada yang bicara satupun di antara mereka. Tapi setelah cukup lama keheningan di antara mereka itu berlangsung, Cassandra pun memutuskan untuk angkat bicara.
" Itu..Anu... Anastasia. " ucap Cassandra gugup.
" Hemm... " Anastasia menanggapi ucapan Anastasia.
" Ma... Maafkan kami karena membuat masalah untuk mu. "
" Lupakan. "
" Apa kau tidak marah kepada kami?. " tanya Katania.
" Marah? Kenapa?. "
Vero dkk bingung dengan pernyataan Anastasia, bukannya ia sedang marah karena kejadian tadi. Tunggu... kalau dipikir-pikir lagi oleh mereka, kalau Anastasia marah dia pasti tidak akan membawa mereka bersama dengan nya.
" Kau tidak marah kepada kami?. " tanya Cassandra.
" Tidak. " ucap Anastasia datar.
" Lalu kenapa kau diam saja?. " tanya Veronica.
" menurutmu. "
" apa karena ucapan Yuna? " tanya Cassandra.
" Iya, secara teknis aku kesal kepada mereka. "
Mereka tercengang dengan apa yang mereka dengar, awalnya mereka takut karena Anastasia diam saja semenjak meninggalkan sekolah. Mereka juga sempat berpikir kalau Anastasia tidak mau berteman lagi dengan mereka setelah tahu kebenarannya, tapi ternyata mereka salah.
" Kau... Benar-benar tidak marah kepada kami. " tanya Veronica memastikan lagi.
" Iya. " ucap Anastasia.
" Terima kasih karena kau masih mau menjadi teman kami. " ucap Katania.
" Hemm.. "
" Oh, ngomong-ngomong kita mau ke mana?. " tanya Cassandra.
" Kalian akan tahu nanti. "
Setelah sekitar 20 menit perjalanan, mereka pun tiba di wilayah Mansion Anastasia. Vero dkk kagum karena melihat sebuah Mansion besar nan mewah, sambil bertanya-tanya siapa pemiliknya. Saat mobil yang dikemudikan Anastasia memasuki halaman Mansion Vero dkk kaget karena mereka menuju ke arah Mansion itu.
Setelah sampai di depan bangunan Mansion Anastasia dan Vero dkk pun turun dari mobil. Anastasia menyuruh salah satu pelayan yang menyambutnya untuk menaruh mobil ke garasi dan ia mengajak Vero dkk masuk. Anastasia memang telah mempekerjakan beberapa pelayan untuk membantu bibi Mei mengurus Mansion nya yang besar itu, agar dia tidak kewalahan.
"Ana... Anastasia, ini Mansion siapa? " tanya Katania.
" Milik ku. " ucap Anastasia datar.
Mereka terkagum-kagum dengan Mansion Anastasia yang lebih mirip sebuah istana dari pada sebuah Mansion. Mereka tidak menduga bahwa Anastasia akan membawa mereka ke sana.
" Mulai sekarang kalian tinggal disini. " ucap Anastasia tiba-tiba. Hal itu membuat mereka lebih terkejut lagi, itu seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.
" Ka.. kau bercanda kan?. " tanya Cassandra tidak percaya.
" Tidak. " ucap Anastasia
" Kau ingin kami tinggal disini?. " tanya Veronica.
" Iya. " ucap Anastasia sambil menganggukkan Kepala nya.
" Tapi bagaimana dengan ke... " ucap Katania
" Aku tidak punya. " potong Anastasia.
" Maafkan aku. " ucap Katania menyesal.
" Lupakanlah. "
Anastasia pun membawa Vero dkk ke lantai 3 bersama dengan nya, ia menunjukkan kamar mereka yang sama luas dan mewah, tentu saja kamar Anastasia lebih luas lagi. Dengan sebuah kasur empuk yang besar, kamar mandi dan barang-barang yang lainnya pun lengkap.
" Kamarku ada di pintu besar di sana, jika membutuhkan sesuatu panggil saja bibi Mei. " ucap Anastasia sambil berjalan ke kamarnya.
" Iya, terima kasih banyak, Anastasia. " ucap ketiganya kompak.
Anastasia hanya melambaikan tanagnnya sambil terus berjalan, ia juga menyuruh mereka beristirahat dan turun saat makan malam. Di kamarnya Anastasia bermain menggunakan leptopnya sambil mengumpulkan informasi. Setelah informasi yang ia inginkan terkumpul, Anastasia menunjukkan senyum devil nya yang belum pernah ia perlihatkan kepada siapapun.
Tidak.. sebenarnya ia tidak pernah tersenyum seperti itu, ia pun terus menatap ke arah leptopnya dimana semua informasi yang ia inginkan itu ada didalamnya.
" Heehh... Jadi ayahnya adalah Leader Black Fire, yah. Menarik. " ucap nya.
Saat makan malam tiba, Anastasia turun dengan menggunakan pakaian serba hitam dan rambut diikat. Hal itu membuat semua orang yang berada di Mansion menatapnya penuh tanya, namun tidak ada yang mempertanyakan itu dari mereka satu pun. Anastasia berjalan menuju meja makan dan duduk di sana.
Mereka pun memulai acara makan malam mereka dengan tenang, Vero dkk pun mudah akrab dengan orang-orang yang ada di kediaman, terutama dengan Lucas dan Diana. Setelah selesai makan Anastasia pun bergegas
untuk pergi.
" Tidurlah lebih awal, aku akan pulang agak larut. " ucap Anastasia.
" Kak Nana, mau ke mana. " tanya Lucas.
" Hanya melakukan sedikit pekerjaan. " ucapnya sambil mengelus kepala Lucas, entah mengapa itu menjadi kebiasaan nya.
" Apa kami boleh ikut?. " tanya Veronica.
" Tidak. "
" Oh, ayolah. "
" Jika kau tidak takut dengan senjata, kau boleh ikut. " ucap Anastasia menyeringai.
Melihat senyuman Anastasia itu, bibi Mei pun mengerti kalau tempat yang dituju Anastasia adalah tempat yang berbahaya, entah mengapa ia jadi mengerti akan hal itu tapi ia begitu yakin. Sedangakan Veronica dan yang lainnya sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Anastasia.
" Jam berapa kau akan pulang, Nana?. " tanya bibi Mei.
" Aku akan langsung pulang begitu semuanya selesai. " ucap Anastasia.
" Kau yakin ingin pergi sendiri?. " tanya Cassandra.
" Iya. "
" Kalau begitu berhati-hati lah. " ucap bibi Mei.
" Aku tahu. Dan, oh kalian besok ikut aku. "
" Kemana?. " tanya Katania
" Kalian akan tahu. " ucap Anastasia sambil berjalan pergi meninggalkan mereka.
" Huuh, menyebalkan. Memangnya mau ke mana dia malam-malam begini. " ucap Veronica kesal.
" Sudahlah, mungkin dia punya beberapa urusan. " ucap Cassandra.
" Bibi Mei, apa kau tahu dia akan ke mana?. " tanya Veronica.
" Aku juga kurang yakin, tapi seperti nya Nana akan datang ke tempat yang berbahaya. " ucap bibi Mei ragu.
" Kalau begitu, dia dalam bahaya dong. " ucap Katania panik.
" Tidak perlu khawatir, Nana itu wanita yang kuat. Bibi yakin dia akan baik-baik saja. Bibi juga berharap kalian memaklumi sikap dingin nya itu, entah apa yang membuatnya seperti itu. Tapi bibi yakin dia gadis yang sangat baik. " ucap bibi Mei.
Mei mencoba untuk mempercayai Anastasia bagaimana pun keadaan nya, dan ia juga percaya kalau Anastasia pasti akan baik-baik saja dan kembali dengan cepat.
" Kami mengerti, bi. Lagi pula Anastasia gadis yang sangat tegar, apapun yang sudah terjadi pada nya kami tidak peduli. Yang penting kami ingin membuatnya tertawa dengan ceria, lagi pula kami memang berhutang budi pada nya. " ucap Cassandra.
Ucapan Cassandra diangguki oleh Katania dan Veronica, mereka ingin membuat Anastasia bahagia. Bibi Mei sanagat senang Anastasia mendapatkan teman yang sangat perhatian semoga dengan adanya mereka, Anastasia bisa melupakan kegelisahan nya dan berubah menjadi ceria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Siti Aniah
teman² nana bakal jadi mafia juga kan thor
2022-12-25
1
clararine
🤔 kemana ya perginya Nana ?
2022-01-06
0
_sad.girls
jangan sampai nih temen"nya Nana jadi kacang lupa kulitnya
2021-10-31
2