Hingga akhirnya hal terpahit dalam hidupku tiba disaat Aku lagi ujian untuk masuk ke universitas yang Aku coba, Orangtuaku Meninggal di tempat karena kecelakaan.
" kring.... kringgg.... " bunyi panggilan masuk beberapa kali di HPku.
Aku langaung mengumpulkan berkasku karena kebetulan sudah selesai. Aku buru - buru keluar untuk merima panggilan dari nomor baru itu.
" Halo ... " kataku.
" Halo selamat pagi, ini dari rumah sakit Harapan. Benar ini yang namanya Mba Ranti ??? "
" Iya benar. Ada apa Mba ???" tanyaku penasaran.
" Mba bisa sekarang kerumah sakit gak ???? ada hal penting yang mau Saya bicarakan. "
" Ada apa iya Mba ??? " tanyaku sedikit penasaran.
" Ini tentang Orangtuanya Mba Ranti. " katanya singkat.
Mendengar itu sontak dadaku langsung deg deg an. Ada apa ini ??? kenapa dari rumah sakit ???? jantungku berdebar kencang. Tiba - tiba mataku Perih.
Tanpa bertanya lagi, Aku langsung matikan panggilan itu dan bergegas ke rumah sakit. Aku mengemudi dengan kencang dan sedikit gemetaran. Airmataku mengalir membasahi pipiku hingga sesekali Aku mengusapnya dengan tanganku agar Aku bisa melihat kedepan.
Aku langsung memarkir mobilku dan berlari ke lobby utama serta berlari menghampiri Suster yang sedang bertugas dan bekerja saat itu.
" Sus ... tadi ada yang menelpon Saya dari rumah sakit ini. Katanya ini tentang Orangtua Saya. " kataku sedikit terbata-bata.
" Mba Ranti iya ???? "
" Iya. " anggukku.
" Maaf iya Mba. sebelumnya Saya turut berduka iya. Orangtua Mba tadi kecelakaan dan meninggal di tempat. Sekarang masih di ruang mayat dan masih diurus sama Dokter dan Polisi. Mba yang sabar iya. "
Mendengar itu sontak kakiku serasa patah dan lututku gemetar. Seluruh tubuhku gemetar mendengarnya dan Airmataku mengalir dengan sangat kencang. Aku tidak menangis bersuara atau berteriak. Aku hanya terdiam tetapi airmataku mengalir deras. Mulutku tidak bisa mengatakan apa - apa.
Beberapa Suster itu langsung memegangku dan hendak mengantarku untuk melihat Mama sama Papa. Tapi Aku tidak bisa melangkahkan kakiku. Aku tidak bisa menggerakkan dan mengakatnya. Kakiku seakan patah dan tidak bisa berjalan lagi.
Aku menutup mataku dan berharap ini hanya mimpi bagiku. Terdengar tangisan Bibi yang berlari menghampiriku dan langsung memelukku erat.
Aku langsung terjatuh di lantai sehingga Aku di larikan oleh Suster ke ruang rawat. Aku langsung di pasang infus untuk menambah energi tubuhku.
Tidak lama kemudian, Aku membuka mataku dan melihat langit - langit kamar rumah sakit itu. Bibi yang duduk disampingku selalu menggenggam erat tanganku sambil mengelus rambutku.
Aku tidak bicara apa - apa, tapi airmataku tidak bisa berhenti. Bibi langaung menenangkanku dan memelukku.
" Kuat iya , Non.... " kata Bibi melihatku.
Aku naik di kursi roda dan didorong oleh Suster diikuti Bibi menuju ruang mayat. Aku tidak bicara apa - apa. Aku terdiam dan hanya melihat setiap lorong rumahn sakit yang Kami lewati. Aku membaca arah panah yang menunjukkan arah Ruang Jenazah.
Dadaku sakit dan sesak. Tanganku gemetar saat hendak memasuki ruangan itu. Tapi dengan sigap Bibi langsung menggenggam tanganku dan berdiri di sampingKu.
Suster langaung membuka pintu kamar itu dan Aku melihat Dua orang tidur terbujur Kaku ditutupi kain putih di atas kursi dorong mayat.
Aku langsung menangis histeris melihat itu. Aku menangis sekencang kencang nya. Aku memanggil Papa Mama dan perlahan menghampiri mayat Mereka.
Aku tidak bisa berkata apa - apa. Perlahan Aku di papah untuk berdiri ditengah - tengah Papa sama Mama. Aku membuka tutupan kain yang menutupi wajah Mama sama Papa.
Aku menangis histeris. Melihat wajah Meraka yang terluka.
" Tidak .... tidak .... ini tidak mungkin .... " teriakku sambil memegang wajah Mama sama Papa.
" Sabar iya Mbak... " kata Suster itu mengelus tanganku.
" Tidak mungkin .... " teriakku pelan.
Bibi langsung memelukku. Aku menangis di pelukan Bibi. Dia tahu bagaimana hancurnya perasaanku saat itu.
Bibi juga histeris saat melihatnya. Dan Dia berusaha tegar agar bisa menjagaku.
Saat itu Duniaku seakan berhenti di hari itu. Semua gelap. tidak ada masa depan dalam hidupku lagi. Semuanya hancur dan sudah tidak ada gunanya lagi dalam hidupku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟηєтα Rєηαтα 📴
ya salam malang niang nasib mu ranti..
2023-03-14
2
wil wil
ini kayak cerita nyata baca nya... semangat kak author 💪💪💪
2022-12-17
2
Bagus Effendik
ah aku jadi baper kalau baca yang seperti ini buat galon hehehe
mampir juga punyaku Thor TOH Level Up hehe
2022-11-22
2