Aku langsung di persilahkan untuk membuka dan melihat barang barang itu apakah benar itu semua barang milik Orang Tuaku.
Perlahan Aku membuka plastik itu dan melihat ada jam tangan Mama sama Papa, sepasang cincin pernikahan dan kalung Mama serta Handphone Mama sama Papa berada disana.
Aku menghela nafasku, dan mengucapkan banyak terima kasih untuk pihak kepolisian karena telah menyimpannya.
" Saya gak tau, barang apa saja yang dibawa Mama sama Papa tapi Saya sudah sangat bersyukur karena masih memiliki ini. Terima kasih banyak Pak sudah menyimpannya. " kataku.
" Baiklah. Itu memang sudah tugas Kami. " jawabnya senyum.
Tidak berapa lama, Aku dan Bibi langsung meninggalkan kantor polisi setelah menandatangi surat pengambilan barang jenazah.
Bulan itu aku benar benar fokus untuk mengurus semua surat. Baik itu surat kematian Papa sama Mama dan lain lainnya.
Aku juga sudah bertemu kuasa hukum Mama sama Papa untuk menandatangi semua surat peninggalan Mereka.
Semua harta Mereka sekarang sudah menjadi atas namaku.
Sebenarnya hanya berdiam diri di rumah saja semua biaya yang kuperlukan sudah tercukupi oleh semua aset aset yang kumiliki saat ini. Tapi entah kenapa semenjak Aku pernah minum alkohol dan merokok, Aku jadi ketagihan dan mulai kecanduan.
Untuk melanjutkan kuliah, Aku sudah tidak punya semangat lagi. Aku langsung membuka usaha Butik yang tidak jauh dari rumah.
Aku sangat bersyukur, usahaku itu berjalan lancar dan Aku sudah mempunyai pegawai dua orang. Sebelumnya, Alu mengurus sendiri dan terkadang dibantu Bibi.
Hampir tiap hari, Aku keluar hang out bersama teman teman.
Hingga suatu malam, saat Kami lagi menonton sebuah film dibioskop yang ada adegan dewasanya, Aku malah tertarik.
Sampai di rumah aku langsung membuka film film porno di youtobe. Berbagai adegan yang ada disana Aku tonton dan Aku menikmati sekali. Saat Aku mulai naik nafsu, Aku melampiaskannya ke bantal guling. Aku merasa sangat puas akan itu. Terkadang Aku mendesah karena saking merasa enaknya.
Aku benar benar menikmatinya. Aku tidak pernah menjalin hubungan atau berpacaran sebelumnya. Tetapi teman - temanku laki - laki banyak.
Banyak juga yang mengutarakan perasaanya samaKu tapi Aku menolaknya karena memang pada saat itu Aku belum memikirkannya.
Saat ini juga banyak yang mendekatiku, tapi Aku tidak tertarik. Aku belum memikirkan pacaran untuk saat ini. Tapi setiap Aku merasa ingin itu, Aku selalu melakukan hal yang sama malam harinya. Sembari menonton adegan itu, Aku melakukannya.
Gak tau kenapa, Aku benar benar sangat merasa puas setelah melakukannya.
Aku beraktifitas seperti biasa di siang harinya. Tidak ada yang aneh dalam diriKu.
Aku hanya berpikir bahwa itu hal yang wajar - wajar saja untuk memuaskan nafsu Kita sendiri. Terlebih juga Aku punya teman yang bekerja sebagai Wanita malam di sebuah Kafe. Dia selalu bercerita kepadaku bahwa Dia setiap malam melayani para Pelanggannya. Bayaran yang Dia dapat juga tergantung dari si Pelanggan itu.
Hingga suatu hari Aku mengajaknya untuk ngopi bareng di sebuah kafe karena Dia ingin meminjam uangku untuk biaya Adiknya sekolah.
Aku memesan makanan dan minuman sembari menunggu Dia. Sambil makan, Aku memperhatikan Dua Orang lelaki tidak jauh dari mejaku memperhatikanku. Aku sengaja melihatnya saat Dia menatapku lalu Dia melontarkan senyuman samaku.
Aku merasa risih ajah diliatin sama Mereka makanya Aku tidak membalas senyuman itu. Tidak lama Nay muncul dan melambaikan tangan ke arahku.
" Hai .... " katanya sambil berjalan ke arahku.
Aku pun senyum sambil mengangkat tanganku.
" Makan dulu Nay .... Hayuk pesan. " kataKu.
" Aduh panas bangat diluar, parah .... " jawabnya sambil mengipas ngipas mukanya dengan tangannya lalu minum minumanKu yang sudah tinggal setengah.
" Pelan - pelan oiii ..... awas loh keselek ... " kataku ketawa sambil melihatnya yang sudah seperti Orang yang sangat dehidrasi bangat.
" Hah .... Akhirnya segar juga. parah bangat udah panas, macet lagi. " jawabnya sambil duduk.
" Iyah.... kan You knowlah di sini .... tiada hari tanpa macet. ''
" Kayaknya Aku harus pindah ke planet deh baru Aku merasakan hal yang tidak pernah ada kata macet. " jawbanya menatapku manyun.
" Iyahhhhhh, pindah ajah sana. " jawabku sambil memukul kepalanya.
" Oh iya, Aku udah transfer iya. Udah Kamu cek belum ???? "
" Belum, wait Aku cek dulu sekalian mau transfer ke Adikku. " jawabnya.
" Eh Kamu nanti kerja gak ???? Nonton yuk ... Aku bete nih gak ada acara. '' kataku.
" Iyahhh.... Aku kerja Say. Sorriiiii .... '' jawabnya manja.
" Ih .... jijik kali Aku dengarnya. Eh btw Kamu gak capek apa melayani Orang setiap hari ??? " tanyaku penasaran.
" Iya itu udah kewajibanku, Mau gimana lagi ???? Hanya ini pekerjaan yang bisa Aku lakukan. Dan tolong jangan ceramahi Aku. " katanya sambil mengangkat tangannya melihatku.
" Gak lah .... kan Kamu udah memilih itu. Apapun pekerjaanmu, iya itu hak Kamu. "jawabku sambil nyedot esku.
" Eh ... Kamu diliatin tuh sama Mereka. " kata Nay sambil mengedipkan matanya kearah Laki Laki itu.
" Tau tuh .... dari tadi tau. Aaku sampe ngerasa ada yang aneh di pakaianku tadi. Habisnya ngeliatin mulu, kan jadi risih. "
" Dia suka mungkin sama Kamu. "
" Hallllahhhh. " gerutuku.
" Siapa coba yang gak suka sama Kamu ???? Kamunya ajah yang jutek Ran .... Kamu sadar gak sih ..... "kata Nay melotot.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
Vie
mksih km
2023-05-28
3
wil wil
wah...makin seru aja ini...
2022-12-17
3
septi
nay mulai manas-manasin ranti
2022-11-09
2