Terkadang Aku mengabaikan permasalahan di rumah dan hang out bersama Teman - Teman. Aku bergaul layaknya Remaja pada umumnya.
Tapi Aku tidak pernah menceritakan kehidupan Keluarga Saya sama siapapun kecuali Bibi.
Saat kelulusanku, Aku dan teman - teman mengadakan perpisahan seperti Anak - Anak sekolah lainnya. Aku dan teman dekatku yang bernama Cloy memutuskan untuk mencoba ke salah satu universitas negeri yang tidak jauh dari rumahku dan itu salah satu Universitas favorit disana. Aku ingin mencoba jalur prestasi untuk jurusan kedokteran walaupun Mama dan Papa bilang masuk swasta saja waktu Aku pernah ngasih tahu saat itu.
Setiap hari Aku hanya dirumah sejak perpisahan dari sekolah selesai. Aku malas keluar kecuali ada yang perlu. Aku kadang bantu - bantu Bibi di rumah dan suatu hari tiba - tiba Aku berpikir untuk masuk ke kamar Mama sama Papa walaupun biasanya Aku suka kesana.
Aku berpikir pasti ada sesuatu disana petunjuk kenapa Mereka selalu berselisih.
Aku masuk dan perlahan membuka setiap laci dan lemari yang ada disana. Tapi Aku tidak menemukan apa -apa.
Aku berdiri menatap foto pernikahan Mama sama Papa yang terpancar senyum bahagia dari keduanya. Dan Foto Kami bertiga yang menghiasi dinding kamar itu.
Dadaku serasa sesak melihat itu dan membayangkan apa yang terjadi setiap hari. Kata makian dan sebutan binatang sudah menjadi hal biasa antara Papa dan Mama.
" Inikah contoh yang seharusnya di tunjukkan oleh Orang tua kepada anaknya ???? Atau Apa ada masalah saat Aku hadir diantara Papa dan Mama ???? " gumamku rintih menahan airmata.
Hingga suatu saat Papa pulang malam karena meeting di kantor, Aku mendengar ketokan pintu di depan kamar Mereka. Papa mengetok pintu kamar tapi Mama tak kunjung membukanya hingga membuat Papa emosi dan teriak " Anji** .... Buka pintunya. " teriak Papa sambil menendang pintu itu fengan sangat keras.
Aku sudah terbiasa mendengar itu tapi tetap saja Aku takut dan menutupi tubuhku dengan selimut.
" Bbbbruuuuaaakkk ... " Papa mendobrak pintu kamarnya hingga engkelnya terbuka dan rusak.
" Dasar tuli !!!! " cetus Papa.
" Diam Kamu !!!! kalau tidak suka jangan tidur disini. Banyak bacot !!!! jawab Mama dengan suara kencang juga.
Adu mulut terjadi di kamar itu dan terdengar suara suara makian dan cacian.
Aku semakin takut dan seolah olah batinku tertekan melihat dan mendengar itu.
" Rumah yang biasanya disebut Orang - Orang bukan hanya sebuah bangunan untuk ditempati. Bahkan banyak dari Mereka mengartikan rumah sebagai suatu hal yang bisa menciptakan kenyamanan, kehangatan, dan kebahagiaan dalam hati. "
^^^Tapi bagiku saat ini tidak seperti itu. Aku merasakan kepedihan dan kesedihan yang berada di dalamnya. Yidak ada kebahagiaan yang Aku temukan di dalam rumah itu.^^^
Terkadang Aku selalu berpikir untuk keluar dan pergi ngekos. Aku sudah bisa mengambil keputusan dalam hidupku. Tapi disisi lain, Aku tidak mau meninggalkan rumah dan tidak ingin menambah beban bagi Mama sama Papa.
Aku ingin tahu kenapa dan apa yang menjadi penyebab perubahan sikap Mereka. Apa Mama atau Papa menyebabkan sesuatu kesalahan fatal yang tidak bisa dimaafkan satu sama lain sehingga sikap Mereka jadi seperti ini seolah olah tidak ada yang dipedulikan.
Suatu malam Mama tidak pulang dan Aku juga melihat Papa dari atas yang berjalan oleng karena mabuk. Papa pulang kerja kemungkinan minum - minum bersama teman kantornya atau bisa jadi Papa sendiri yang minum.
" Ma .... kok belum pulang ??? " tanyaku.
" Iya Sayang ... Mama nginap di hotel. Maaf iya gak ngabarin Kamu. Mama lupa. " jawabnya singkat.
" Oh ... GPP Ma.... Mama disana sama siapa Ma ??? tanyaku sedikit sedih atas jawabannya.
" Sendiri, Nak. Mama ingin sendiri dulu. Mama mau nenangin diri dulu, kan besok wekeend. Kamu kalau mau keluar Gpp Nak. Keluar ajah atau jalan jalan, nonton gitu .... " jawabnya santai.
" Oke oke Ma .... iya udah Mama istirahat, iya."
" Iya, Nak. love you ... " kata Mama yang selalu mengatakan itu setiap kali mengakhiri pembicaraan.
Aku menghela nafasku mendengar perkataan Mama tadi bahwa Dia lupa untuk mengabariku. Maksudnya lupa itu apa ?????
Aku langsung turun dan memapah Papa untuk naik keatas dan ke dalam kamarnya.
" Hati - hati, Pa. " kataku sambil memegang tangannya.
" Thankyou Sayang ... " Papa senyum melihatku.
Aku hampir menestaskan airmataku melihat senyum di wajah Papa saat menatapku. Seketika Aku ingin menanyakan " What happen ???? Ada apa ??? " tapi mulutku serasa susah mengucapkannya.
Aku langsung mengantar Papa ke kamarnya dan Dia langsung tidur.
Dengan sedikit berlari, Aku keluar dan berlari ke kamarku. Disana Aku sontak menangis tanpa henti.
Aku tidak tahu harus berkata apa. rasa sesak di dadaku semakin sakit melihat Keluargaku yang tidak ada harmonisnya sama sekali.
Malam itu Aku benar benar tidak bisa tidur. Pikiranku kosong dan hanya duduk di atas kasurku dengan tatapan hampa.
Aku berpikir cara apa yang bisa menenangkan pikiranku. Entah kenapa Rokok langsung muncul dipikiranku.
Aku langsung mengambil HP dan memesan 1 bungkus rokok dari online shop.
Tanpa berpikir panjang, Aku langsung merokok di kamar sendiri dengan pikiran dan perasaan sedih.
Memang benar, ternyata merokok bisa melegakan perasaanKu walaupun itu hanya sedikit.
Mulai saat itu, Aku menjadi Perokok walaupun hanya sesekali. Aku memberi tahu itu sama Bibi tidak sama Papa dan Mama.
Pertama Bibi melarang keras, Tapi akhirnya Dia hanya berpesan jangan terlalu banyak dan sering merokok. Bibi mungkin tahu dan mengerti perasaanku karena Dia sendiri selalu mendengarnya di rumah.
Terkadang Aku juga memesan alkohol untuk menemaiku dimalam harinya. Karena Mama dan Papa belakangan ini sering mabuk - mabukan. Maka Aku juga harus mencobanya. Aku sudah capek bersikap baik dan hanya sebagai Penonton diantara Mereka.
Bahkan Aku pernah satu harian di kamar hanya minum dan merokok. Tapi tidak dipedulikan Mama Papa. Mereka asyik dengan dunianya sendiri, Maka Akupun harus begitu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
kodo itu indah
👍👍👍👍
2025-03-12
1
wil wil
sejauh ini menarik kak...aku masih menyimak 🙏🙏
2022-12-17
4
Ethaaa
banyak juga sih yg seperti ini
sedih campur aduk rasanya.
Semangat Ranti
2022-11-30
2