Siang itu seorang anak perempuan berumur 12 tahun sedang berlari-lari menuju Apotik sang Ibu memintanya untuk membelikan obat untuknya karena persediaan obat di rumah sudah habis.
Aku pun sampai di Apotik dan membeli obat untuk Ibuku.
Hasil dari pemeriksaan Dokter dua bulan lalu Ibuku divonis menderita penyakit infeksi paru-paru.
Obat pun sudah berhasil Aku tebus,lalu Aku keluar dari Apotik dengan senyuman senang karena sudah mendapatkan obat pesanan Ibuku.
Aku berjalan menyusuri Ruko-ruko tanpa sengaja mataku melihat seseorang.
"Ayah,sedang apa di kafe itu?tanyaku dalam hati.
'Aku mau mengejutkan Ayah ah".ucapku senang.
Dengan perasaan senang Aku langkahkan kaki untuk menemui sang Ayah,belum sempat Aku melangkah Aku melihat Ayahnya memeluk seorang wanita tepat di hadapanku.
Aku berbalik lalu ku putuskan untuk bersembunyi tepat dibalik tembok .
Aku masih memperhatikan interaksi keduanya,kalau dilihat-lihat mereka seperti seorang yang sedang kasmaran.
Aku menangis."Mengapa tega,kenapa Ayah berselingkuh".
Aku membekap mulutku rasanya tidak percaya kalau seorang Ayah yang paling aku sayangi ternyata telah berselingkuh dengan wanita lain.
Aku berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai dan air mata yang terus mengalir deras.
"Ibu apakah aku harus memberitahunya?memberitahukan kalau suaminya telah berselingkuh.Apakah Ibu percaya sama aku!Aku hanyalah seorang anak kecil umurku baru 10 tahun pasti semua ucapan ku hanya dianggap khayalan.
Sampai di rumah,aku langsung meyerahkan obat yang tadi ku beli kepada Ibuku lalu aku langsung masuk kedalam kamar.
Ku rebahkan tubuhku hatiku lelah tapi bayangan Ayah selingkuh masih terekam jelas di kepala ku.Kenapa Ayah begitu tega telah mengkhianati Ibunya,apa salah sang Ibu padanya?
"Besok sepulang sekolah Aku harus mencari tahu siapa wanita itu." batinku berkata.
Hari yang ku tunggu pun tiba sepulang sekolah Aku langsung ke tempat kemarin dan mulai menjadi seorang penguntit.
Aku kembali mengumpat dibalik tembok karena Aku melihat wanita itu sedang berbicara dengan temannya.
Sayup-sayup Aku mendengar wanita itu berkata kepada temannya" Elo tahu tidak sebentar lagi impian gue terkabul jadi istri orang kaya".ucapnya.
"Selamat akhirnya tujuan Elo terkabul,tapi Elo ngga hamil kan?tanya temannya.
"Ya enggaklah, gimana gue bisa hamil kan gue udh ngga punya rahim jadi mana mungkinlah gue hamil,kan gue mandul".
"Ha...ha..ha,kalau gitu ambil aja semua hartanya".
" Memang itu yang gue mau".
Kata-kata wanita itu membuat emosi didalam dadaku bergejolak,apa yang dilihat oleh Ayahnya sampai-sampai Dia berselingkuh.
Sore hari Aku tiba di rumah.
"Assalamu'alaikum".salam ku
Tapi tidak ada yang menjawab salam ku,kemana semua orang?tanyanya dalam hati dengan pikiran yang was-was lalu langsung masuk ke dalam rumah.
Aku melihat kamar Ibuku lalu aku melihatnya sedang memasukkan pakaian kedalam koper besar.
"Kenapa Ibu memasukkan pakaian kedalam koper?tanyaku penasaran.
Ibu tersenyum kepadaku
"Kamu sudah pulang kak?
"Iya baru saja".
"Lebih baik kamu ke kamar pindahkan pakaian kamu kedalam koper,besok kita akan pindah ke Jakarta!
Aku terkejut." kenapa mendadak bu?
"Ayah kamu dipindah tugaskan".
Aku diam.Entah apa yang telah laki-laki itu rencanakan, tiba-tiba hatiku mendadak sangat gelisah.
"Aku mencoba berpikiran positif dulu mungkin hanya perasaan aku aja."
Aku memasukan pakaian ku kedalam koper,kata Ibu kami pindah hanya membawa pakaian saja karena di Jakarta nanti semuanya sudah disiapkan.
Pagi hari keluarga kecil kami berangkat.Sepanjang perjalanan Aku hanya diam hatiku sedih karena harus berpisah dengan teman-temanku semua.
Mobil melewati depan sekolah.
Aku hanya bisa menahan sesak di dada,tanpa terasa Aku menangis dan buru-buru menghapusnya
"Maafkan Aku Yuni dan Dara Aku harus pergi tanpa pamit kepada kalian.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments